cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 869 Documents
GAYA HIDUP MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA PALEMBANG (Studi Pada Mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang) PUTRI, LISYA S; Purnama, Dadang Hikmah; Idi, Abdullah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.72 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.867

Abstract

Gaya hidup mahasiswa FoMO merupakan pola hidup yang di ekspresikan melalui aktivitas, minat, dan opini yang di dalamnya terdapat ruang sosial yang digunakan dalam mengimplementasikan gaya hidup. Tulisan ini mengupas gaya hidup mahasiswa pengguna media sosial yaitu mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Tujuan dalam tulisan ini adalah untuk menunjukkan karakteristik gaya hidup mahasiswa FoMO, mengetahui ruang sosial yang digunakan dalam mengimplementasikan gaya hidup FoMO pada mahasiswa, dan untuk menunjukkan kelemahan dari mahasiswa FoMO, mengenai citra diri mahasiswa FoMO melalui gaya hidupnya. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif-verifikatif dengan strategi penelitian fenomenologi dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara secara mendalam, dokumentasi. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa gaya hidup mahasiswa FoMO dapat dikategorikan dari karakteristik, ruang sosial, dan citra diri yang melekat pada mahasiswa FoMO tersebut dimana gaya hidup merupakan pola yang membentuk kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari dalam sisi negatif dan positif.
SENGKETA PENGELOLAAN KAWASAN TAMAN NASIONAL DALAM ERA OTONOMI DAERAH (Kasus Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur) Sudiyono, Sudiyono
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.064 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v7i1.221

Abstract

This study is focussed on the conflict authority among the central government vs local government to manage forest conservation of Kutai Forest National Park (Taman Nasional Kutai), under the District Kutai Timur Government. Through this study have been identified many factors caused conflict; (1) inconsistency of the policy government, as well as showed in the regulations nature resource management, especially on the forest.(2)weakness of the outhority holders (Balai Taman Nasional Kutai). (3) increasingly of the public participation on the activities development on all of these levels in the Regional Autonomy Era (4) increasingly interest of the stakeholders to land utilization in the forest national park. As implication of the conflict interest are occurred forest destruction can not be hinderance.
Fragmentasi Umat dan Penciptaan Otoritas Keagamaan: Tanggapan terhadap ‘Islam Lokal’ dan ‘Islam Asing’ di Indonesia Pribadi, Yanwar
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.332 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.828

Abstract

Today, Islamist groups in Indonesia are apprehensive with Islam Nusantara, a catch-all term to refer to various expressions of localised Islam and socio-political thoughts and attitudes propagated by the country?s largest Muslim organisation, the Nahdlatul Ulama (NU). In response, the proponents of Islam Nusantara call for the unity of Indonesian Muslims to restrain what they perceive as an orchestrated effort to Arabize Indonesian Islam and eradicate local cultures and traditions. By looking at Banten and Madura through ethnographic fieldworks in between 2009-2018, this paper investigates the contestation between supporters of ?local? and ?foreign? Islam in defining their own Islam and making religious authority. While both supporters share the global viewpoints of Sunni Islam, the former is strongly characterised by local cultures and traditions that have been well preserved for centuries. The latter is well-known to display foreign-influenced, mostly Salafism from Gulf countries, expressions of Islam that include communal piety, religious commodification, Islamic populism, and popular Islamism. I argue that in both contemporary Banten and Madura, the defining of Islam and the making of religious authority have been frequently marked by conflicting responses in complex and fluctuated relationships. The relationships involve the phenomena of contestation between variants of Indonesian Islam and the fragmentation of the ummah.
THE ROLE OF VIRAL VIDEO IN INDONESIAN POLITICS Utami, Pratiwi
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 19, No 3 (2017)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.968 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v19i3.548

Abstract

Social media offers the wide availability and facility to exchange information. It provides space for people to aggregate around common interests and narratives. At given situations, content can spread rapidly across networks and go viral. This paper attempts to reveal the meaning and the role of viral video in Indonesia?s contemporary politics, using Al-Maida 51 viral video as the case study. To achieve that, this paper utilises an archival analysis of videos and documents to investigate what components constitute virality. Basing on the theory and the logic of ?virality?, this paper examines the key factors that allow a video to go viral generally and in the specific context of Indonesia. This article also provides a comparison between viral political video with documentary video and news video viewed from production, distribution, and consumption perspectives. The comparison suggests that viral video is not just a message or product, but a medium for other messages. Viral videos are platforms of ideas and they open the opportunities for new values and interpretations as well as different forms of political participation. The study concludes that user?s intervention in media-making process is important; in the case of the Al-Maida 51 viral video, a user?s specific intervention can lead a shift from a documentary work to a piece of video with political impact. Furthermore, users? contribution in spreading a video and adding their personal comment about it in their post is indicative to the role of the users as intermediaries who might not create the virality, but can stimulate it. Media sosial daring menawarkan fasilitas dan kemudahan dalam proses pertukaran informasi, orang-orang dengan kesamaan minat dan nilai dapat berkumpul dan berinteraksi. Dalam beberapa situasi, informasi dapat beredar dengan cepat dan lintas jejaring, sehingga menjadi viral. Tulisan ini ingin menelisik makna dan peran video viral dalam praktik politik kontemporer di Indonesia, dengan menggunakan kasus video viral ?Al-Maidah 51?sebagai contoh kasus. Tulisan ini menggunakan teori dan logika ?virality? milik Nahon dan Hemsley (2013) dan menganalisis video viral di internet untuk melihat faktor-faktor kunci yang menentukan sebuah video dapat menjadi viral, baik secara umum maupun dalam konteks spesifik di Indonesia. Tulisan ini juga menyajikan perbandingan antara video politik viral dengan video dokumenter dan video berita dari perspektif produksi, distribusi, dan konsumsi. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa video viral bukan sekadar pesan atau produk media sosial, tetapi juga merupakan medium itu sendiri. Ia merupakan platform gagasan yang membuka peluang atas hadirnya nilai-nilai dan interpretasi baru atas sebuah pesan, serta menunjukkan adanya partisipasi politik dalam wujud yang lain. Dapat disimpulkan bahwa intervensi pengguna media sosial dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi pesan dapat dipandang sebagai partisipasi politik dan karenanya menjadi penting. Dalam kasus video Al-Maidah 51, intervensi tertentu dari pengguna dapat mengubah peran sebuah video dari yang semata produk dokumentasi menjadi potongan video pendek yang memiliki dampak politis. Lebih lanjut, kontribusi pengguna dalam menyebarkan video sambil menambahkan komentar di akun pribadi media sosial mereka mengindikasikan adanya fungsi intermediasi yang dijalankan oleh para pengguna. Artinya, pengguna media sosial daring mungkin tidak selalu bisa menciptakan viralitas, tetapi bisa menstimulasi terjadinya konten yang beredar viral.
AKUMULASI KAPITAL DAN PERAMPASAN OTONOMI ATAS TUBUH PEREMPUAN Izzati, Fathimah Fildzah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.106 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.806

Abstract

Judul buku : Caliban and The Witch: Women, the Body and Primitive AccumulationPenulis : Silvia FedericiPenerbit : AutonomediaTahun terbit : 2014, edisi revisiJumlah halaman : 285 halaman
KRITIK SOSIAL DALAM SURAT KOPI KARYA JOKO PINURBO SURAT KOPI BY JOKO PINURBO: A SOCIAL CRITICISM Anindita, Kun Andyan; Satoto, Soediro; Sumarlam, Sumarlam
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.446 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.756

Abstract

Social criticism has a very big role in creating balanced, safe and peaceful civil society harmonious life. This study described social criticism in poem anthology by Joko Pinurbo, Surat Kopi, using a qualitative descriptive research method with hermeneutics and stylistics method. The research instruments were the researchers assisted by informants. To examine the poems, the researcher interpreted the poems that contained social criticism then they were described. The results showed that social criticism in the ten poems with the theme of the letter was very effective and elegant, with four types of diction used: denotation, connotation, concrete, and abstract diction. Joko Pinurbo's poems were able to reflect the social conditions of the community while capturing various problems around them. Denotation and concrete dictions were widely used in the ten poems. This avoided confusion to the reader because they utilized minimum figurative language. The message of poems could be captured clearly and explicitly; there were not many interpretations arose but still promised a depth of meaning.
Menjadi “Tamu Istimewa” di Rumah Orang Lain: Identitas Sosial dan Etnosentrisme Jamaah Suluk Asal Malaysia di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) Muzakkir, Muzakkir; AS, Abdullah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.344 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.685

Abstract

Artikel ini tentang jamaah asal Malaysia yang terlibat dalam aktivitas spiritual di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB). Jamaah asal Malaysia ini berbeda dan membedaan diri dengan jamaah lokal, atau masyarakat Kampung Besilam. Untuk memahami eksistensi jamaah asal Malaysia ini diajukan pertanyaan apa identitas sosial dan bagaimana etnosentrisme jamaah asal Malaysia di TNKB. Menjawab pertanyaan diajukan digunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data ditemukan. Penelitian ini menemukan bahwa identitas sosial jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan struktur sosial-ekonomi menempatkan kelompok tersebut sebagai kelompok menengah-atas karena memiliki profesi sebagai pegawai pemerintah, dan sebagian ada juga sebagai pejabat negara. Identitas sosial ditandai dengan penggunaan bahasa Melayu khas Malaysia, dan kecenderungan selalu berkelompok antar sesama dalam aktivitas spiritual dan sosial. Sedangkan etnosentrisme jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan pandangan bahwa Malaysia lebih maju dari Indonesia, serta didukung stereotip pengalaman yang memposisikan masyarakat Indonesia sebagai kelompok pekerja kelas rendah di Malaysia. Stereotip mempengaruhi pandangan jamaah asal Malaysia tentang jamaah lokal, dan masyarakat Kampung Besilam masih terbelakang dan sulit untuk dipercayai.
PEMBERDAYAAN DAN AKSI KOLEKTIF PEREMPUAN: SEBUAH REFLEKSI SOSIOLOGIS Ruwaida, Ida
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.777 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v18i2.416

Abstract

This paper focuses on the women?s collective action related to the economic empowerment through poverty reduction programs. Empirically, policies and programs of poverty reduction, do not able to stimulate women?s capacities and awareness, both individually and collectivelly. The roles of women is more instrumental than substantive. Moreover, those programs have failed to empower women for organizing themselves to articulate their interests collectivelly. Some cases reflects that the women?s association rely on their leader. It means the performance of association and also the economic matters still depended on the capacity of the leader. The women leaders are able to develop institutional transformation even they face structural and cultural obstacles. Sociologycally, it is interesing to reveal the strategiesof women agencies in dealing with those obstacles. Keywords: Women?s collective actions, women agency, economic empowerment, instrumental roles, transformative roles, institutional transformation. Tulisan ini memfokuskan perhatian pada aksi kolektif perempuan dalam upaya pemberdayaan ekonominya melalui program penanggulangan kemiskinan. Berdasar kajian terefleksi bahwa kebijakan maupun program penanggulangan kemiskinan masih belum menstimuli kapasitas dan kesadaran kritis perempuan baik secara individual maupun kolektif. Artinya, perempuan masih diposisikan dengan peran instrumentalnya, bukan peran substantif/transformatifnya. Menariknya, ada kecenderungan program-program yang ada justru menfragmentasi perempuan. Hal ini dimungkinkan ketika kebutuhan dan kesadaran perempuan untuk mengorganisir diri dan memperjuangkan kepentingan bersama masih lemah. Pada sejumlah kasus, aksi kolektif perempuan sangat diwarnai oleh keberadaan figur yang memiliki kapasitas individual sebagai agen perubahan. Aktor perempuan ini mampu melakukan transformasi institusional, meski berhadapan dengan tantangan struktural dan kultural. Secara sosiologis, menarik mengungkap strategi agensi perempuan dalam menyikapi tantangan-tantangan struktural maupun kultural. Kata kunci: Aksi kolektif perempuan, agensi perempuan, pemberdayaan ekonomi, peran instrumental, peran substantif/transformatif, transformasi institusional.
Dari Fanatisme Ke Ekstremisme: Ilusi, Kecemasan, Dan Tindakan Kekerasan Nurish, Amanah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.552 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.829

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil observasi tentang bagaimana menjamurnya sekaligus suburnya gerakan radikalisme di Indonesia yang berujung pada tindakan kekerasan, baik kekerasan simbolik maupun kekerasan fisik. Sulit dipungkiri bahwasanya eskalasi tindakan ekstremisme bermula dari fenomena keagamaan yang berkembang dalam masyarakat melalui doktrin-doktrin keagamaan yang berimplikasi pada watak fanatisme. Bagaimana sikap fanatisme itu bermula? Setidaknya ada dua gerbang sebagai arena yang sangat memungkinkan individu atau kelompok masyarakat sangat mungkin terjangkit ?penyakit fanatisme keagamaan?. Pertama, gerbang pendidikan yang di mana peran guru termasuk penceramah agama sekaligus kurikulum keagamaan turut memainkan peran signifikan di dalamnya. Kedua, melalui gerbang media di mana teks-teks berbau ?demagog? atau hasutan termasuk ujaran kebencian antar umat beragama yang saling bergulir kemudian menjadi konsumsi sehari-hari. Maka dari itu intisari dari tulisan ini ingin menjelaskan bagaimana sikap fanatisme keagamaan masyarakat di Indonesia memiliki dampak cukup serius yang berujung pada menjamurnya gerakan-gerakan ekstremisme dan hal ini mengakibatkan tindakan kekerasan atas nama agama, termasuk aksi bom bunuh diri.   
CITRA PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI (Sebuah Refleksi Struktural atas Dinamika Pembangunan) Neonbasu SVD, Gregorius
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.161 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.875

Abstract

AbstraksiTulisan ini merupakan sebuah refleksi dari bidang Ilmu Antropologi terhadap praktek pendidikan kita selama ini di Indonesia. Terlebih analisis tertuju pada dunia pendidikan tinggi yang di satu sisi 'berbagai penelitian' seakan hanyalah diarahkan pada pendekatan etik¸dan kurang sekali memberi tekanan pada pola dan skema pendekatan emik. Seraya berlandas pada pelana Pulau Timor, atau Provinsi Nusa Tenggara Timur, pendulum tulisan ini akan bergerak bebas menuju sebuah telaahan yang lugas untuk mengkaji lebih dalam perspektif dunia pendidikan tinggi di Indonesia selama ini berkenaan dengan inbas dua sketsa pendekatan: etik dan emik.            Titik tuju yang bakal menjadi ancaran dari tulisan ini adalah meng-kreasi sebuah pendekatan pendidikan tinggi yang dapat memberi kontribusi yang kondusif kepada setiap penghuni lembaga pendidikan tinggi agar mereka akhirnya menemukan jati dirinya untuk berjumpa dengan berbagai temuan dan budaya akademik mancanegara. Secara kultural, pola dan sistem serta skema pendidikan tinggi kita haruslah memberi sebuah landasan home principle yang kuat, agar pada gilirannya setiap 'warga kampus' dapat memiliki kemampuan untuk memasuki gelanggang pilgrim principle yang bertampang.

Filter by Year

1997 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 3 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021) Vol. 22 No. 3 (2020) Vol. 22 No. 2 (2020) Vol. 22 No. 1 (2020) Vol. 21 No. 3 (2019) Vol. 21 No. 2 (2019) Vol. 21 No. 1 (2019) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 2 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol. 20 No. 1 (2018) Vol. 19 No. 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol. 19 No. 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol. 19 No. 1 (2017) Vol. 18 No. 3 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol. 18 No. 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol. 18 No. 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol. 17 No. 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 17 No. 1 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 16 No. 3 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol. 16 No. 2 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol. 16 No. 1 (2014) Vol. 15 No. 3 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol. 15 No. 2 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol. 15 No. 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012) Vol. 14 No. 3 (2012) Vol. 14 No. 2 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol. 14 No. 1 (2012) Vol 13, No 2 (2011) Vol. 13 No. 2 (2011) Vol. 13 No. 1 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol. 12 No. 3 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol. 12 No. 2 (2010) Vol. 12 No. 1 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 2 (2009) Vol. 11 No. 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol. 11 No. 1 (2009) Vol. 10 No. 2 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol. 10 No. 1 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2007) Vol. 9 No. 1 (2007) Vol. 8 No. 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol. 8 No. 1 (2006) Vol 7, No 2 (2005) Vol. 7 No. 2 (2005) Vol. 7 No. 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 2 (2004) Vol. 6 No. 2 (2004) Vol. 6 No. 1 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 2 (2003) Vol. 5 No. 2 (2003) Vol. 5 No. 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 3, No.1 (2000) Vol 3, No.1 (2000) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.1 (1998) Vol 2, No.1 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.1 (1997) Vol 1, No.1 (1997) More Issue