cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Aspek Kualitas Rumah Subsidi Pada Program Rumah Murah Berdasarkan Perspektif Penerima Manfaat (Studi Kasus: Perumahan Subsidi Mutiara Hati Semarang) Bramantyo Bramantyo; Wido Prananing Tyas; Arvi Argyantoro
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.1-9

Abstract

Dilatarbelakangi oleh permasalahan kualitas rumah subsidi yang masih menjadi salah satu hambatan utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh rumah yang layak huni dan terjangkau, maka kajian ini bertujuan untuk menilai aspek kualitas rumah subsidi pada program Rumah Murah berdasarkan perspektif MBR sebagai penerima manfaat program. Kajian ini menggunakan studi kasus pada Perumahan Mutiara Hati di Kota Semarang, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 60 responden, dan dianalisis dengan deskriptif-statistik dan pembobotan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa aspek kualitas rumah subsidi di lokasi studi kasus memperoleh bobot total 1.222 poin yang masuk kategori penilaian “cukup baik”, meski tingkat kepuasan yang didapatkan dari responden hanya 63,65%. Pembelajaran dari studi kasus yang dapat ditarik untuk merepresentasikan kondisi rumah subsidi secara umum pada program Rumah Murah di Indonesia, yaitu mengenai rendahnya kualitas rumah subsidi terkait dengan kondisi fisik bangunan rumah dan kondisi prasarana dasar yang disediakan oleh pengembang, dan masalah keterbatasan suplai rumah subsidi pada pasar perumahan formal akibat minimnya jumlah pengembang swasta yang tertarik untuk membangun rumah subsidi.
Evaluasi Desain Rencana Induk Kampus UIN Malang Dalam Implementasi Konsep Pembangunan Berkelanjutan Aulia Fikriarini Muchlis; Dewi Larasati; Sugeng Triyadi S.
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.10-22

Abstract

Master plan kawasan adalah sebuah rencana induk dalam pengembangan kawasan yang akan memberikan arahan pada rencana detil pengembangan kawasan tersebut. Oleh karena itu, seberapa besar dampak lingkungan akibat pengembangan kawasan juga ditentukan oleh rencana induk pengembangannya, sehingga dalam penyusunannysa, penerapan pendekatan berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan. Kampus UIN Malang telah mengusung konsep hijau dalam penyusunan rencana induk  pengembangan kampusnya. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana konsep hijau ini telah diterapkan dalam rancangan rencana induk UIN Malang. Metode evaluasi menggunakan rating tool untuk menilai perwujudan kawasan berkelanjutan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penilaian menunjukkan bahwa rencana induk tersebut baru mencapai nilai 24 dari total nilai maksimum rating 124. Hasil analisis memperlihatkan belum diterapkannya konsep hijau secara maksimal dalam penyusunan rencana induk kampus UIN Malang. Beberapa rekomendasi disusun berdasarkan pada hasil evaluasi sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan rencana induk kampus UIN Malang. 
Faktor Kepuasan Bermukim yang Mempengaruhi Liveability di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Amelia Tri Widya; Rizal Arifin Lubis; Hanson Endra Kusuma; Dibya Kusyala
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.23-34

Abstract

Perkembangan urbanisasi yang pesat mendorong Indonesia untuk membangun kota yang layak huni atau “liveable city” sebagai agenda pembangunan jangka panjang. “Liveable city” dapat diwujudkan dengan mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Dengan menggunakan pendekatan “grounded theory”, kuesioner didistribusikan secara langsung maupun daring dengan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dipengaruhi oleh sembilan faktor fisik dan non-fisik. Kepuasan cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik yaitu kemudahan aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum dan faktor non-fisik yaitu hubungan sosial dan keterikatan tempat. Sementara itu ketidakpuasan penduduk cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik ketidaksehatan lingkungan, ketidaktersediaan infrastruktur, dan masalah kepemilikan rumah serta faktor non-fisik yaitu perilaku penduduk yang apatis dan pesimis. Dengan demikian, pembangunan menuju “liveability” direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek fisik maupun non-fisik. Penelitian ini berguna untuk pemerintah sebagai acuan prioritas pembangunan menuju keberlanjutan.
Pemahaman Masyarakat Mengenai Bencana Di Lingkungan Kampung Kota Di Yogyakarta Imelda Irmawati Damanik; Bakti Setiawan; Muhammad Sani Roychansyah; Sunyoto Usman
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.35-44

Abstract

Kampung kota merupakan bagian kota di Indonesia yang tumbuh spontan dan organik. Fungsi utamanya adalah permukiman, yang tumbuh mengisi ruang-ruang kota secara informal dari pusat hingga ke wilayah tepi kota. Namun istilah kampung tidak hanya memberikan gambaran mengenai permukiman, tetapi ikut di dalamnya serangkaian simbol-simbol yang menggambarkan kemiskinan, kepadatan, kekumuhan dan keterbatasan. Kondisi kampung kota yang erat dengan kemiskinan, kepadatan, kekumuhan dan keterbatasan infrastruktur menjadi aspek yang membentuk kerentanan pada kota, sebab kemungkinan jika terjadi bencana, maka kerugian yang kemungkinan terjadi lebih besar jika penduduknya kurang memahami kebencanaan dan tinggal di kondisi lingkungan padat. Namun dalam kenyataannya, kampung kota tumbuh dari waktu ke waktu dan tetap bertahan dari bencana yang terjadi hingga. Hal ini menjadi menarik karena di tengah kekurangan dan keterbatasan, kampung kota memiliki daya tahan tersendiri. Kemampuan untuk bertahan ini merupakan bagian dari ketangguhan kota. Hal ini harus digali lebih dalam lagi karena kampung kota adalah elemen pembentuk kota Yogyakarta dan  menjadi perhatian semua pihak, terlebih pada proses perencanaan wilayah dan pelaksanaan pembangunan kota. Penelitian ini mengeksplorasi informasi dan pengetahuan kebencanaan masyarakat kampung kota Yogyakarta secara kuantitatif. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data apa dan bagaimana bencana yang terjadi di kampung kota. Dari hasil penelitian akan diperoleh pengetahuan masyarakat kampung kota mengenai kebencanaan, sumber pengetahuan kebencanaan dan kemampuan mitigasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penyusunan program mitigasi yang lebih terukur sehingga lebih dapat dipahami oleh masyarakat kampung kota, yang pada akhirnya diharapkan  dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun ketangguhan lokal.
Optimisasi Perletakan dan Penjadwalan Sistem Pencahayaan untuk Meningkatkan Eksitansi Rata-rata Permukaan dalam Ruang Rizki Armanto Mangkuto; Albertus Wida Wiratama; Karima Fadla; F.X. Nugroho Soelami
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.45-54

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendemonstrasikan suatu metode optimisasi perletakan dan penjadwalan sistem pencahayaan dalam ruang, untuk meningkatkan eksitansi rata-rata permukaan dalam ruang (MRSE) dan metrik otonomi cahaya alami (DA), serta menurunkan konsumsi energi pencahayaan tahunan. Dua ruang laboratorium uji beton yang berlokasi di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung, Indonesia, dipilih sebagai studi kasus. Optimisasi pencahayaan alami dilakukan dengan menghilangkan langit-langit gantung laboratorium, memenuhi target MRSE200/50% dan DA200/50% sepenuhnya di ruang timur, tetapi hanya sebagian di ruang barat. Optimisasi pencahayaan elektrik dilakukan untuk memenuhi target yang tersisa dengan menentukan posisi luminer menggunakan algoritme genetik (GA) dalam simulasi Grasshopper dan Octopus. Posisi yang dihasilkan memenuhi seluruh tujuan di sebagian besar zona. Penjadwalan kontrol pencahayaan kemudian diusulkan berdasarkan profil DA dan MRSE dalam ruang. Sistem terintegrasi yang diusulkan menghasilkan konsumsi energi pencahayaan tahunan sebesar 9,9 kWh/m2/tahun untuk ruang barat dan 1,0 kWh/m2/tahun untuk ruang timur. Penelitian ini dilakukan untuk mendemonstrasikan suatu metode optimisasi perletakan dan penjadwalan sistem pencahayaan dalam ruang, untuk meningkatkan eksitansi rata-rata permukaan dalam ruang (MRSE) dan metrik otonomi cahaya alami (DA), serta menurunkan konsumsi energi pencahayaan tahunan. Dua ruang laboratorium uji beton yang berlokasi di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung, Indonesia, dipilih sebagai studi kasus. Optimisasi pencahayaan alami dilakukan dengan menghilangkan langit-langit gantung laboratorium, memenuhi target MRSE200/50% dan DA200/50% sepenuhnya di ruang timur, tetapi hanya sebagian di ruang barat. Optimisasi pencahayaan elektrik dilakukan untuk memenuhi target yang tersisa dengan menentukan posisi luminer menggunakan algoritme genetik (GA) dalam simulasi Grasshopper dan Octopus. Posisi yang dihasilkan memenuhi seluruh tujuan di sebagian besar zona. Penjadwalan kontrol pencahayaan kemudian diusulkan berdasarkan profil DA dan MRSE dalam ruang. Sistem terintegrasi yang diusulkan menghasilkan konsumsi energi pencahayaan tahunan sebesar 9,9 kWh/m2/tahun untuk ruang barat dan 1,0 kWh/m2/tahun untuk ruang timur.

Page 1 of 1 | Total Record : 5