cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
Uji Kualifikasi Fasilitas Pengukuran Absorpsi Bunyi di Ruang Dengung Multiguna Pusat Litbang Permukiman Suhedi, Fefen
Jurnal Permukiman Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.54-61

Abstract

Abstrak Makalah ini memaparkan hasil evaluasi fasilitas ruang dengung multi guna di Pusat Litbang Permukiman yang digunakan sebagai ruang uji insulasi bunyi dan uji absorpsi bunyi. Ruang dengung berbentuk segi lima tidak beraturan dengan volume 135 m3 dan luas 154 m2 . Terdapat bukaan seluas 11,25 m (3,75 m x 3 m) pada salah satu sisi yang dapat ditutup dengan bahan beton berongga setebal 100 mm yang dengan acian tebal 5 mm pada kedua sisinya. Evaluasi ruang dengung dilaksanakan terhadap volume, bentuk, dimensi, koefisien penyerapan bunyi permukaan, serta variasi waktu peluruhan bunyi terhadap posisi mikrofon dan posisi sampel. Variasi laju peluruhan bunyi terhadap posisi mikrofon diperoleh simpangan baku relatif untuk tiap-tiap frekuensi pada rentang 100 Hz – 5000 H) memenuhi persyaratan ASTM C423 kecuali frekuensi 100 Hz, sedangkan variasi terhadap posisi sampel diperoleh simpangan baku relatif untuk frekuensi 100 Hz, 160 Hz, 200 Hz, dan 250 Hz melebihi nilai maksimum yang disyaratkan. Hasil pengukuran absorpsi bunyi terhadap sampel rockwool (densiti 100 kg/m , tebal 50 mm) diperoleh koefisien absorpsi dengan rentang ketidakpastian 0,11 untuk frekuensi 100 Hz dan tidak lebih dari 0,08 untuk frekuensi lainnya pada tingkat kepercayaan 95%. 
Legal Aspek Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kota Bandung Iriani, Lia Yulia
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.120-127

Abstract

Pemanfaatan ruang di Kota Bandung didominasi oleh aspek permukiman dengan tingkat penggunaan lahan mencapai 62,56 % untuk perumahan. Jumlah penduduk tahun 2011, mencapai 3.468.463 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Bandung 2013), menyebabkan penataan kota dan tingkat kebutuhan rumah meningkat, yaitu 3,60 % atau 707.128 unit sampai tahun 2015. Salah satu permasalahan yang harus dibenahi adalah pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang yang disebabkan oleh aspek perizinan, perubahan fungsi lahan pertanian produktif dan aplikasi peruntukan lahan yang berpengaruh pada pengendalian permukiman sebesar 77,9%. Metode penelitian yang digunakan eksplanatori, yaitu mengkaji bagaimana suatu kebijakan pemerintah dapat diaplikasikan, dalam hal ini pemanfaatan ruang yang berdampak terhadap pengendalian permukiman. Pendekatan  dilakukan secara kuantitatif. Sampling menggunakan teknik non probability, dengan teknik purposif yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Aplikasi di lokasi penelitian menunjukkan bahwa rencana tata ruang belum dapat dijadikan alat acuan pemberian perizinan pemanfaatan ruang di daerah, untuk itu perlu penerapan kebijakan secara terpadu sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang sedang digalakkan. Peraturan daerah tentang pemanfaatan ruang terpadu di Kota Bandung, sebagai salah satu acuan normatif dalam penyelesaian konflik pemanfatan ruang termasuk pengendalian permukiman perlu segera diberlakukan.
Kalibrasi Prediksi Kekuatan Tekan Beton Tidak Terkekang pada Uji Palu Beton Menggunakan Benda Uji Lapangan Hariono, Ajun
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.1-7

Abstract

Penentuan kekuatan bahan bangunan secara akurat bisa ditentukan dengan uji destruktif laboratorium. Uji ini prosesnya relatif rumit dan mahal. Di sisi lain terdapat alat prediksi berupa alat uji non destruktif lapangan yang umumnya memberikan nilai uji yang relatif kurang akurat. Akurasi prediksi uji non destruktif itu bisa dinaikkan dengan cara mengkalibrasi hasil uji tersebut dengan formula model regresi data uji destruktif laboratorium terhadap data uji nondestruktif lapangan. Salah satu cara uji non destruktif lapangan untuk menaksir kekuatan tekan beton adalah dengan uji palu beton. Berdasarkan analisa regresi pada data uji destruktif beton inti dan data uji nondestruktif palu beton pada 181 benda uji yang diperoleh dari 18 buah gedung terpasang, formula model regresi tersebut telah dibuat. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa formula model regresi yang paling baik kinerjanya adalah formula regresi pangkat dengan perlakuan data (log 10).
Pemanfaatan Abu Ampas Tebu dalam Pembuatan Beton Busa Ringan Triastuti, Triastuti; Nugroho, Ananto; Saleh, Arif Rahman
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.20-24

Abstract

Beton busa (Foamed Concrete) adalah salah satu jenis beton ringan yang terdiri dari pasta semen atau mortar, dimana ruang udara atau pori-pori strukturnya terbentuk dengan menambahkan foaming agent kedalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu ampas tebu sebagai bahan penganti semen dalam pembuatan beton busa ringan (lightweight foamed concrete).  Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semen Portland tipe I, abu ampas tebu, pasir, foaming agent dan air. Mix design yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan ASTM C 796 -97 dengan kuat tekan yang diharapkan sebesar 1,4 MPa. Kuat tekan tertinggi yang dihasilkan pada umur 28 hari sebesar 1,2 MPa sampai 1,9 MPa. Kuat tekan terbesar didapat pada beton busa ringan dengan kadar abu ampas tebu 12%. Sedangkan berat jenis sebesar 1014 – 1037 kg/m3 dan kuat lenturnya sebesar 0,69 – 1,38 MPa.
Perbandingan Model Perkuatan (Tipe H Dan D) terhadap Model Normal (Tipe K) dalam Menentukan Daktilitas Confined Masonry Hariono, Ajun; Rusli, Muhammad; Hernanti, Hanna Yuni
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.128-139

Abstract

Indonesia termasuk dalam wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi. Gempa-gempa tersebut telah menyebabkan ribuan korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan ribuan infrastruktur, serta dana trilyunan rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pencegahan kerusakan akibat gerakan tanah dapat dilakukanmelalui proses perencanaan struktur dan konstruksi yang baik. Salah satu jenis sistem struktur yang banyak digunakan pada bangunan rumah di Indonesia adalah sistem confined masonry. Berdasarkan pengalaman kegempaan, daktilitas struktur merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam menjamin keamanan struktur bangunan. Hasil penelitian ini nantinya bisa digunakan sebagai alternatif teknologi struktur perkuatan daktilitas confine masonry dalam tahap perencanaan struktur. Metodologi penelitian adalah pengujian eksperimental dan analisis numerik. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian eksperimental lateral siklik skala penuh. Aspek yang dianalisa dari hasil pengujian adalah: kekuatan, kekakuan dan daktilitas. Benda uji yang dibuat sebanyak 3 buah yaitu: model konvensional (K), model perkuatan horizontal (H), dan model perkuatan diagonal (D). Dari hasil pengujian dan analisa data diketahui bahwa kinerja aspek kekuatan, kekakuan dan daktilitas Model H lebih superior dari model lainnya. 
Penginterpretasian Hasil Inspeksi Keandalan Bangunan Gedung Wuryanti, Wahyu; Suhedi, Fefen
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.74-87

Abstract

Pemeriksaan keandalan bangunan  gedung  wajib  dilaksanakan untuk  seluruh  bangunan  gedung  sesuai peraturan perUndang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan keandalan bangunan gedung dilakukan untuk empat kriteria: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K). Hasil pemeriksaan harus dapat ditampilkan dengan cara yang memudahkan pengambil keputusan membuat kesimpulan. Kondisi andal untuk seluruh kriteria mungkin sulit dicapai karena alasan kebutuhan dan kemampuan pemilik gedung. Penulis mengusulkan sebuah model penilaian terhadap hasil pemeriksaan keandalan bangunan gedung dengan menggabungkan dua metoda. Metoda dikotomi untuk penilaian kriteria keselamatan dan metoda skor untuk ketiga kriteria lainnya. Tulisan ini menyampaikan model penilaian metoda skor dengan bobot kepentingan dianalisis dengan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP). Bobot kepentingan kriteria atau subkriteria ditentukan untuk fungsi gedung kantor, mall, dan hotel. Bangunan disebut andal bila memenuhi dua persyaratan penilaian, (1) memenuhi seluruh kriteria keselamatan diberi skor P, dan (2) skor kriteria kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, Ss, Sn, Sm lebih besar dari 60.  Hasil analisis AHP pada level kriteria diperoleh bobot tertinggi rata-rata 51% untuk kriteria kenyamanan, disusul kriteria kesehatan 29% dan terakhir kriteria kemudahan dengan bobot 20%. Bobot level subkriteria menghasilkan bobot absolut dengan peringkat tertinggi untuk gedung fungsi kantor dan hotel pada subkriteria kenyamanan udara di dalam gedung sebesar 20%, sedangkan untuk fungsi mall diberikan pada subkriteria kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang sebesar 20%.
Aplikasi Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan Zero Run Off pada Kawasan Permukiman Sarbidi, Sarbidi
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.128-135

Abstract

Indonesia mempunyai curah hujan tinggi antara (1.000 – 4.000) mm/tahun. Penduduk dan urbanisasi tinggi menyebabkan alih fungsi lahan besar-besaran. Drainase konvensional sudah tidak mampu mengimbangi dampak yang ditimbulkannya. Hal itu diperlukan sistem drainase yang mampu menciptakan limpasaan air nol (LAN). Inilah alasan tahun 2012 diterapkan prototipe drainase berwawasan lingkungan, subreservoir tampung, resap, manfaat dan alirkan (TRMA) kelebihan air hujan ke badan air penerima. Tujuannya untuk mendapatkan kinerja prototipe drainase ramah lingkungan metode subreservoir TRMA dalam mereduksi limpasan air hujan dan genangan air dari ruang terbuka hijau (RTH) halaman kantor. Kegiatan dilaksanakan dengan metode eksperimental pada prototipe drainase berwawasan lingkungan subreservoir TRMA di RTH Pusat Litbang Permukiman Bandung. Kinerja prototipe dirumuskan dari simulasi matematis dan observasi operasi prototipe pada beberapa kali kejadian hujan deras (maksimum). Hasil kegiatan antara lain (1) prototipe drainase berwawasan lingkungan, subreservoir TRMA dapat diterapkan untuk menghasilkan limpasaan air nol (LAN), (2) kedalaman genangan air hanya 1 – 5 cm, setelah hujan reda, masih ada genangan selama 30 – 60 menit atau kurang dari 2 jam (3) volume pemanenan air hujan besar dan konsumsi air minum kantor terpenuhi dengan baik.
Daur Ulang Air Limbah Rumah Tangga dengan Teknologi Biofilter dan Hybrid Constructed Wetland di Kawasan Pesisir Hastuti, Elis; Agustien, Rydha Riyana
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.136-144

Abstract

Upaya daur ulang air limbah pada komunitas pesisir selain ditujukan untuk perlindungan lingkungan pesisir juga untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga terutama pada daerah rawan air, sehingga dapat mengurangi pemakaian air tanah dan ketergantungan pada sumber air regional yang ada diluar lokasi. Penelitian model fisik daur ulang air limbah ini dilakukan menggunakan metoda eksperimen skala lapangan dengan kapasitas pengolahan sekitar 20 m 3/hari. Air baku yang digunakan berasal dari efluen kolam anaerobik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kesenden, Kota Cirebon. Ujicoba teknologi pengolahan dilakukan dengan penerapan sistem biofilm anaerobik (media jaring ikan dan batok kelapa) dan pengolahan lanjutan dengan hybrid constructed wetland/lahan basah buatan. Selanjutnya dilakukan pengolahan tersier dengan upflow saringan pasir lambat dan saringan karbon untuk mencapai penyisihan yang efektif dari organik, nutrien atau bakteri. Kualitas air daur ulang yang diperoleh dapat memenuhi standar United States Environmental Protection Agency (USEPA), menunjukkan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) lebih kecil dari 10 mg/L dan kekeruhan lebih kecil dari 2 mg/L. Penerapan teknologi daur ulang yang efektif diharapkan dapat mendukung adaptasi wilayah pesisir dalam menghadapi masalah krisis air, pemenuhan kebutuhan non air minum, pengisian air tanah ataupun mengurangi kerusakan ekosistem akibat pembuangan air limbah yang tidak terkendali.
Sistem Struktur Rumah Mengapung di Danau Tempe Sulawesi Selatan Naing, Naidah; Halim, Haryanto
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.145-152

Abstract

Struktur rumah mengapung di Danau Tempe berakar dari sejarah morfologi awal pertumbuhan rumah mengapung. Selain itu juga dipengaruhi oleh sistem struktur arsitektur tradisional Rumah Bugis di Kabupaten Wajo. Permukiman mengapung memiliki sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan perubahan iklim (terjadinya kenaikan air di danau pada musim hujan, atau kekeringan di danau pada musim kemarau), sehingga lokasi bermukim mengapung dapat berpindah-pindah di atas air, mencari lokasi di danau yang masih terdapat air. Karakteristik air danau yang pasang surut, serta iklim yang cenderung ekstrim di atas air menyebabkan masyarakat menciptakan struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model sistem struktur rumah mengapung yang dapat beradaptasi di atas air. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etno-arsitektur akan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem struktur rumah mengapung untuk mengantisipasi bencana terdiri dari struktur bawah berbentuk susunan rakit dari tiga lapis bambu sebagai pelampung, serta model kaki Aladin dan telapak sebagai pondasi rumah di atas rakit. Struktur tengah berbentuk dinding papan dengan celah serta struktur atap pelana untuk keawetan struktur di atas air.
Kajian Lanskap Permukiman Tradisional Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Kenali, Lampung Barat Putri, Yustiani Yudha; Gunawan, Andi; Arifin, Nurhayati H.S.
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.153-167

Abstract

Pekon Kenali adalah cikal bakal masyarakat Lampung dan termasuk kawasan tradisional/bersejarah di Kabupaten Lampung Barat yang dikhawatirkan punah. Penelitian ini bertujuan mengkaji tatanan lanskap permukiman tradisional dan merumuskan rencana pengembangannya. Metode yang digunakan berupa analisis deskripsi dan spasial melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik permukiman tradisionalnya adalah berkumpul, memanjang mengikuti bentuk jalan raya, tanah garapan berada di belakang, dan terletak di dekat sungai. Faktor sosial-budaya yang mempengaruhi karakteristik permukiman adalah sistem hidup pi’il pesenggiri (berlaku terhadap sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan alam). Selain itu, saling bergotong-royong dalam segala aspek kehidupan, seperti: pengolahan ladang dan upacara-upacara adat, serta sistem kekerabatan membuat jarak rumah mereka saling berdekatan. Dalam hubungan dengan lingkungan alam terdapat semboyan Bumi Tuah Bepadan, bahwa manusia dengan alam tidak bisa dipisahkan. Penyebab pergeseran pola permukiman adalah serangan penjajah, gempa, pertambahan jumlah penduduk, da n pembangunan jalan beraspal. Hasil analisis penilaian kawasan pekon berupa tindakan rehabilitasi (total nilai 41) dengan mempertahankan karakter dan ciri khasnya, penambahan elemen lanskap harus berkarakter dan ciri khas tradisional.