cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
ISSN : 16934415     EISSN : 25278851     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2010)" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIK PANTAI KAWASAN PESISIR LARANTUKA DAN SEKITARNYA, P. FLORES TIMUR DAN KAWASAN PESISIR P. ADONARA BARAT Prijantono Astjario; Ai Yuningsih
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.271 KB) | DOI: 10.32693/jgk.8.2.2010.188

Abstract

Kawasan pantai Larantuka berada di pantai timur Pulau Flores dan kaki Gunungapi Ile Mandiri membentuk bentang alam pesisir bertebing curam dan landai. Kawasan pesisir dapat diklasifikasikan dalam tiga tipe pantai, yaitu tipe pantai bertebing berbatu, pantai berpasir dan pantai berbakau. Tipe pantai bertebing berbatu berada pada kaki gunungapi dibatasi oleh lava. Tipe pantai berpasir merupakan kawasan pantai dengan bentang alam landai sedangkan kawasan pantai berbakau tersebar cukup luas khususnya pada teluk dangkal. Pulau Adonara didominasi oleh produk gunungapi tua yang terdiri dari lava, breksi gungungapi dan pasir-tufa gampingan. Kawasan pantai tipe bertebing berbatu ditempati oleh batugamping terumbu serta lava. Sedangkan tipe pantai berpasir yang membentuk bentang alam landai ditempati pasir serta kerikil volkanik dengan terkadang ditemui tumbuhan bakau. Kata kunci : kawasan pesisir, bakau, bongkah, dan lava Lanrantuka area lies on the eastern coast of Flores island and in the foot of the Ile Mandiri mountain. The Larantuka area has steep and slightly slopes. Coastal morphology can be classified into three beach types, steep and stony, sandy and mangrove beaches. The steep and stony beach lie on foot of a mountain with lava boulder. The sandy beach has slightly slope coast line and mangrove beach develops widely in area specially in the shallow bay. Adonara island is dominated by old volcanic products, which are composed of lava, volcanic breccia and calcareous-sandy tuff. The coastal type with steep and stony beach is covered by coral limestone and lava. The sandy beach has slightly slope coast line covered by sand and gravel volcanics with occasionally mangrove trees. Key words : coastal, mangrove, boulder and lava.
PROSES SEDIMENTASI DAN EROSI PENGARUHNYA TERHADAP PELABUHAN, SEPANJANG PANTAI BAGIAN BARAT DAN BAGIAN TIMUR, SELAT BALI Deny Setiady; Nineu Yayu Gerhanae
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.969 KB) | DOI: 10.32693/jgk.8.2.2010.189

Abstract

Pemetaan karakteristik pantai merupakan kegiatan awal untuk mengetahui daerah potensi erosi dan sedimentasi di pesisir barat dan timur Selat Bali. Faktor-faktor yang berperan dalam menganalisis proses sedimentasi dan erosi pantai, yaitu faktor litologi, gelombang dan arus. Pelabuhan di pesisir barat Selat Bali yaitu Pelabuhan Barang, Pelabuhan Pertamina (Meneng), serta Pelabuhan Fery (Ketapang), merupakan daerah sedimentasi, sedangkan pelabuhan di pesisir timur adalah Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. (Bali). Kawasan pesisir Selat Bali di sisi barat batuan penyusunnya berupa batuan gunungapi muda, (lava, breksi dan tuf). Kawasan pesisir Selat Bali di sisi timur, Pulau Bali terdiri dari batugamping, konglomerat, batupasir, lava, breksi, tufa dan aluvium Pantai sebelah timur Selat Bali sebagian besar merupakan pantai berpasir (kemiringan 0o - 15o). Pantai di daerah ini merupakan daerah sedimentasi dengan lebar pantai antara 10 sampai 20 meter. Pantai barat Selat Bali dicirikan oleh pantai yang memiliki kemiringan yang landai (kemiringan 0° - 10°) dengan lebar pantai antara 3 meter sampai 15 meter merupakan daerah sedimentasi. Kata Kunci: Selat Bali, karakteristik pantai, sedimentasi, erosi Coastal characteristics mapping is an early step to know erosion and sedimentation potencies in west and east Bali Strait. Analysis factors in erosion and sedimentation potencies are lithology, current, and wave. The harbour western Bali Strait consist of Commodity Harbour, Pertamina Harbour (Meneng), and Ferry Harbour (Ketapang), was is sedimentation area, while eastern Bali Strait is Ferry Harbor (Gilimanuk). The lithology in eastern Bali Strait consists of young volcanic (lava, breccia and tuff). The lithologi in western Bali strait consists of limestone, conglomerate, sandstone, lava, breccia and tuff. In eastern Bali Strait coastal area is dominated by sandy beach (slope 5o - 20o). Coastal in this area has 10 to 20 meters wide. It is a sedimentation process area. Eastern Bali Strait area is characterized by a lower beach (slope 0o - 10o). Coastal in this area has 3 to 15 meters wide, It is a sedimentation process area. Keywords: Bali Strait, coastal characteristic, sedimentation, abration
IDENTIFIKASI SUB-CEKUNGAN DI CEKUNGAN TOMINI BAGIAN SELATAN, BERDASARKAN PENAMPANG SEISMIK 2D DAN ANOMALI GAYA BERAT Subarsyah Subarsyah; Sahudin Sahudin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4255.494 KB) | DOI: 10.32693/jgk.8.2.2010.190

Abstract

Sub-cekungan di Cekungan Tomini dapat diidentifikasi dari penampang seismik di lintasan 28, 30, 32 dan data anomali gayaberat. Dengan mengkorelasikan kedua data tersebut maka dapat diperlihatkan batas sub cekungan. Batas tepian cekungan berada pada anomali gaya berat antara 80 sampai -80 mgal. Berdasarkan data seismik ketebalan sedimen di sub cekungan ini relatif menebal ke arah barat, begitu juga dengan luas dari sub cekungan ini yang meluas ke arah barat. Secara umum ketebalan sedimen di sub- cekungan ini lebih tebal dibanding sub cekungan di bagian utara. Kata Kunci : Sub-cekungan, penampang seismik, anomali gaya berat, Tomini. Sub-basin in the Basin Tomini can be identified from the seismic section in track 28, 30, 32 and gravity anomaly data. By correlating the data, it can be shown sub-basin boundary. Limits marginal basin located on the gravity anomaly between 80 to -80 mgal. Based on seismic data in the sub-basin sediment thickness is relatively thick to the west, as well as the extent of this sub-basin that extends to the west. In general, the thickness of sediment in the sub basin is thicker than the sub-basins in the northern part. Keywords: sub-basin, seismic section, gravity anomaly, Tomini.
IDENTIFIKASI PROSES TOMBOLO TANJUNG GONDOL DENGAN PERHITUNGAN ENERGI FLUX GELOMBANG DI PANTAI SINGARAJA, BALI UTARA Nyoman Astawa; Saultan Panjaitan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.354 KB) | DOI: 10.32693/jgk.8.2.2010.186

Abstract

Morfologi Tanjung Gondol terdiri atas perbukitan yang cukup kontras terhadap morfologi di sekitarnya berupa pedataran. Batuan penyusun Tanjung Gondol terdiri atas batuan volkanik berupa lava, dan breksi vulkanik, yang mempunyai resistensi cukup tinggi terhadap energi gelombang laut. Daerah pedataran disusun oleh endapan aluvium yang sebagian besar berupa endapan pasir yang sangat mudah tergerus oleh energi gelombang. Tanjung Gondol adalah sebuah pulau dekat pantai yang dipisahkan dari Pulau Bali oleh sebuah selat yang sempit dengan lautnya yang dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pembentukan tombolo Tanjung Gondol berdasarkan analisis data geologi dan oseanografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanjung Gondol sebelumnya berupa sebuah pulau kecil yang terpisah dari Pulau Bali, dan dibatasi oleh laut dangkal. Karena proses pendangkalan pada laut tersebut akibat arus sejajar pantai, maka pulau kecil ini secara berangsur bersatu dengan Pulau Bali membentuk Tombolo Tanjung Gondol. kunci : geologi, oseanografi, tombolo, Tanjung Gondol The morphology Tanjung Gondol consists of hills that fairly contrast to the surrounding morphology of plain. The lithology of Tanjung Gondol consist of volcanic rocks such plain as lava, and volcanic breccia, which has a high resistans to the sea wave energy. The plain area consist of alluvial deposits mostly of sand which are easily eroded by the sea waves. Tanjung Gondol is an island near the coast which is separated from Bali Island by the narrow strait with shallow sea. The aim of study is to identify the forming process of tombolo Tanjung Gondol based on the analyses of geological and oceanographical data. The result shows that the previous Tanjung Gondol was a small island separated from the Bali Island by a shallow sea. Due to the shallowing process in the area caused by longshore currents, this small island is then gradually connected to Bali Island forming the tombolo of Tanjung Gondol. Keywords : geology, oceanography, tombolo, Tanjung Gondol.
PENELITIAN TIMAH PLASER MELALUI ANALISIS SAYATAN OLES DAN GEOKIMIA : STUDI KASUS PERAIRAN TELUK PINANG, PROVINSI RIAU Yudi Darlan; Udaya Kamiludin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.793 KB) | DOI: 10.32693/jgk.8.2.2010.187

Abstract

Kebutuhan pasar dunia akan timah meningkat, sehingga pencarian sumberdaya timah banyak dilakukan, termasuk kawasan perairan Riau, Bangka dan Belitung. Bijih timah dalam mineral kasiterit mempunyai Berat Jenis tinggi, sehingga endapan timah alluvium akan tersebar di sekitar sumber asal timah. Analisis geokimia merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk menjawab apakah timah dan logam lainnya dalam bentuk unsur berpotensi sebagai sumber daya. Kandungan unsur logam timah yang terdapat pada sedimen permukaan di sekitar aliran dan muara sungai kurang dari 10ppm lebih kecil dibandingkan dengan kandungan unsur logam timah yang ada pada sedimen permukaan dasar laut (20ppm – 80ppm). Kata kunci: timah plaser, analisis sayatan oles dan geokimia, sedimen permukaan, Teluk Pinang, Provinsi Riau The demand of world trades for tin is high, hence explorations for resources of tin in the world, for example Riau, Bangka, and Blitung of Indonesia waters have been carried out. Tin ores of cassiterite has high density, therefore alluvial tin deposits will distributes near their resources. Geochemical analyses is one of the methods which is applied to explain that are tin and heavy metals deposits are prospect at the study area. This is as a main aim of research at Teluk Pinang waters and adjacent areas. The content of tin metal element contained in surface sediments in the river streams and rmouth less than 10ppm is smaller than the content of tin metal element exist on the seafloor surface sediment (20ppm - 80ppm). Key words: placer tin, smear slides and geochemistry analyses, surfacial sediment, The Pinang Bay, Riau Province

Page 1 of 1 | Total Record : 5