cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
ISSN : 16934415     EISSN : 25278851     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2011)" : 5 Documents clear
ABRASI PANTAI DAN PENDANGKALAN KOLAM PELABUHAN JETTY PERTAMINA BALONGAN, INDRAMAYU MELALUI ANALISIS ARUS PASANG SURUT, ANGIN DAN GELOMBANG Lukman Arifin; Beben Rachmat
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.636 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.197

Abstract

Masalah utama yang terjadi di perairan sekitar kolam Pelabuhan Jetty Pertamina Balongan, Indramayu adalah abrasi dan pendangkalan. Oleh karena itu dilakukan analisis mengenai pendangkalan kolam pelabuhan dan abrasi pantai di lokasi ini dengan menggunakan data arus stasioner, trayektori arus, pasang surut dan hindcasting gelombang. Data penelitian lapangan selama satu bulan memperlihatkan telah terjadi proses pendangkalan dan abrasi pantai di sekitar area Pelabuhan Jetty Pertamina. Proses ini terjadi akibat terganggunya laju sedimen yang berasal dari selatan ke utara dan sebaliknya oleh aliran arus sejajar pantai dan arus pasang surut karena keberadaan Pelabuhan Jetty Pertamina (terganggunya kesetimbangan suplai sedimen). Kecepatan arus pasang surut pada tiga kedalaman berbeda rata-rata berkisar antara 0.168 – 0.215 m/s dan kecepatan arus terbesar sebesar 0.371 m/s terjadi pada saat spring tide. Arus pasang surut dan arus sejajar pantai secara bersinergi mempercepat terjadinya abrasi pantai dan pendangkalan kolam Pelabuhan Jetty. Laju abrasi pantai di perairan ini berdasarkan data PPPGL tahun 2003 adalah sebesar 1 – 4 m per tahun. Salah satu upaya untuk menanggulangi abrasi dan pendangkalan di kolam Pelabuhan Jetty terlebih dahulu harus di lakukan studi pemodelan. Studi pemodelan ini digunakan untuk melihat gambaran secara dinamis kondisi hidro dinamika perairan yang berhubungan dengan proses terjadinya pendangkalan dan abrasi, serta untuk menentukan tipe bangunan pantai yang sesuai. Kata kunci : pelabuhan, jetty, sedimentasi, pendangkalan, abrasi, arus, sedimen The main problem that occured around the pool of port Pertamina Jetty Balongan, Indramayu is abrasion and shoaling. Therefore an analysis of the shoaling pool of port and coastal abrasion in this location was conducted by using the stationary current data, trajectory current, tide and wave hindcasting. Data of one-month field observation shows there has been shoaling and coastal abrasion processes in the areas sorrounding port Pertamina Jetty. This process occurs due to disruption of the rate of sediment derived from south to north and vice versa by the current flow parallel to the coast and tidal current because of the presence of Pertamina Jetty port (disturbance of equilibrium sediment supply). The velocity of tidal currents on three different average depths ranging from 0.168 – 0.215 m/s and the largest flow velocity of 0.371 m/s during spring tide. The direction of static current measurement and float tracking south-southeast trending dominant at low tide and northwest-north at high tide. Tidal current and longshore current sinergies to accelerate the occurence of coastal abrasion and shoaling pool of Harbour Jetty. The rate of coastal abrasion in this water based on PPPGL data of 2003 that is 1 – 4 m/s per year. One effort to overcome abrasion and shoaling in pool Harbour Jetty should be done prior modeling studies. This modeling study is used to portraya water hydro dynamics associated with the process of shoaling and abrasion, as well as determine the appropriate types of coastal structures. Keyword : ports, jetties, sedimentation, shoaling, abrasion, currents, sediment
MORFOLOGI DASAR LAUT KAITANNYA DENGAN PROSES ABRASI PANTAI DI PERAIRAN PULAU MARORE, SULAWESI UTARA Beben Rachmat; Catur Purwanto
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.324 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.198

Abstract

Pulau Marore adalah salah satu pulau terluar yang mempunyai arti strategis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia karena pulau ini merupakan salah satu titik pangkal terluar wilayah Indonesia dalam penentuan batas wilayah dan gerbang ekonomi Indonesia dengan Filipina. Oleh karena itu keberadaan Pulau Marore baik secara fisik maupun secara politik harus dipertahankan. Permasalahan yang terjadi di Pulau Marore adalah adanya aktifitas abrasi yang berlangsung secara berkesinambungan. Abrasi ini menjadi salah satu kendala dalam pembangunan sarana infrastruktur untuk kegiatan ekonomi dan pengembangan wilayah di Pulau Marore. Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya abrasi di lokasi ini, di antaranya adalah adanya perbedaan kemiringan morfologi dasar laut yang cukup besar dari pantai ke arah laut, kondisi hidrodinamika laut yang terkait dengan musim, tipe pantai dan posisi Pulau Marore yang berada di antara dua perairan besar. Perbedaan morfologi dasar laut yang cukup besar (di atas 5º) dari pantai ke arah laut menyebabkan daerah gelombang pecah menjadi lebih dekat dengan pantai dan penetrasi gelombang menjadi lebih jauh ke arah daratan. Hempasan (run up) gelombang di pantai ini menyebabkan terjadinya arus sejajar pantai dan arus tegak lurus pantai yang membawa material dari darat ke arah laut sehingga terjadi pengikisan material darat oleh air laut secara berkesinambungan. Abrasi pantai oleh gelombang paling parah terjadi pada saat musim barat terutama pada tipe pantai berpasir dan tipe pantai berbatu yang tersusun dari batuan lepas. Secara teknis sangat sulit untuk mengatasi masalah abrasi di Pulau Marore. Cara yang paling efektif adalah dengan menjaga dan tidak merubah bentang alam dan garis pantai agar tidak mengalami kehancuran lebih parah. Kata kunci : abrasi, gelombang, morfologi Marore Island is one of the outer islands that have a strategic significance for the Republic of Indonesia since the island a gate of Indonesian economy with the Philippines. Therefore, the existence of the island both physically and politically has to be maintained. The problems are abrasion of beach activities. It has become the obstacles in the development of infrastructure for economic activity and development of the island. The cause is the difference slope of the seabed morphology, marine hydrodynamics conditions associated with season, type and position of Marore Island beach which is localed between two large waters. The difference slope of seabed morphology from the coast to the sea is above 5° causing breakwater closer to the shore and wave penetration become farther toward the mainland. The waves generated longshore current and rip current to the coast transporting material from land to sea. It caused erosion of the terrestrial material by sea water continuously. The most severe abrasion occurs during the dry season, especially on the sandy beaches and rocky types beaches which composed of loose rock. To solve the problem of abrasion on the island of Marore technically is very difficult. The most effective way is by maintaining the landscape and coastline from severe destruction. Key words: abrasion, wave, morphology
PENGGUNAAN METODE ANALISIS SINYAL DALAM INTERPRETASI DATA MAGNET DI PERAIRAN SELAT SUNDA UNTUK MENENTUKAN ARAH DAN POSISI PIPA BAWAH LAUT Subarsyah Subarsyah; Budi Nhirwana
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.84 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.199

Abstract

Penentuan arah dan posisi pipa bawah laut dengan menggunakan data magnetik seringkali mengalami kesulitan dikarenakan data yang didapat tidak selalu ideal seperti yang diharapkan. Oleh karenanya diperlukan metoda yang dapat memberikan informasi posisi dan arah pipa. Analisis sinyal merupakan metoda yang akan diterapkan untuk membantu penentuan posisi dan arah pipa bawah laut. Informasi yang digunakan dalam metoda ini adalah horizontal dan vertical derivative yang erat kaitannya dengan nilai gradien anomali magnetik, sehingga data yang memiliki nilai anomali magnetik akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan area sekitarnya. Kata kunci : analisis sinyal, derivative. Determination of direction and position of the underwater pipeline by using magnetic data often have difficulty because the data obtained are not always ideal as expected. Therefore it is needed a method that can provide the position and also direction of underwater pipeline. Signal analysis is the method to be applied to determine the position and direction of the underwater pipeline. Information used in this methods are horizontal and vertical derivatives that closely related to the gradient of the magnetic anomalies, so that the data has a value of magnetic anomalies will be seen more clearly expose than the surrounding area. Keywords : signal analysis, derivative.
TINJAUAN ASPEK-ASPEK PEMBANGUNAN YANG MEMPENGARUHI DAMPAK LINGKUNGAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT Prijantono Astjario; Dida Kusnida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.023 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.200

Abstract

Urbanisasi yang terjadi di hampir seluruh kota besar di Indonesia menambah beban daerah perkotaan menjadi lebih berat. Peningkatan jumlah penduduk selalu diikuti dengan peningkatan infrastruktur perkotaan seperti perumahan, sarana transportasi, air bersih, prasarana pendidikan, dan lain-lain. Hal tersebut di atas akan menyebabkan dorongan luar biasa terhadap pengalihfungsian lahan-lahan pertanian di kawasan pesisir, di tempat mana akan terjadi suatu situasi kritis terhadap masalah limbah. Kebutuhan akan lahan untuk permukiman maupun kegiatan perekonomian akan semakin meningkat sehingga terjadi perubahan tataguna lahan yang mengakibatkan peningkatan aliran permukaan dan limbah. Pengendalian pencemaran dan pembuangan limbah, merupakan masalah krusial dalam kawasan ini dan tindakan langsung maupun tidak langsung diperlukan untuk menciptakan pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat merusak lingkungan. Kata kunci : urbanisasi, infrastruktur, aliran permukaan, pencemaran dan limbah. Urbanizations that occured in nearly all of the big cities in Indonesia had burdened city areas lately. The increasing of population always comes up with the improvement of infrastructures like residential area, transportation, clean water, educational facility etc. These things may cause a stimulus and change the function of coastal farming lands and will reach a critical situation concerning the waste problem. The need of lands for settlement area and economical activity will increase and cause the change on land use and will increase the drainage and wastes. The pollution and waste dumping control are crucial problems in this area and the direct and indirect action is needed to create controls on activities that could damage the environment. Key word : urbanization, infrastructure, drainage, pollution and waste.
FENOMENA SEDIMENT CLOUD DI PERAIRAN TANJUNG PONTANG BANTEN Nyoman Astawa; Hananto Kurnio; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2881.447 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.196

Abstract

Penafsiran data rekaman strata box dari daerah penelitian menunjukkan 2 (dua) runtunan akustik yaitu runtunan A, dan runtunan B. Kontak antara runtunan A dengan B berupa kontak toplap atau pepat erosi. Runtunan B adalah runtunan termuda yang proses pengendapannya masih berlangsung sampai sekarang. Dalam rekaman strata box banyak ditemukan pantulan dalam bersifat keruh di dalam kolom air. Hal tersebut diperkirakan berupa gambaran reflektor sediment cloud (awan sedimen). Munculnya sediment cloud diperkirakan ada kaitannya dengan aktivitas gunung api yang ada di daerah penelitian (Gunung Karang). Sediment cloud terjadi akibat adanya tekanan fluida yang berasal dari bawah permukaan dasar laut, yang menerobos ke permukaan dasar laut, disertai dengan muatan material sedimen. Sebaran sediment cloud di daerah penelitian cukup luas, sehingga sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut. Kata kunci : Rekaman strata box, penafsiran, sediment cloud, gunung api. Strata box records interpretation from the study area indicate two sequences, those are sequence A and sequence B. Sequence A is separated from sequence B by toplap contact. Sequence B is the youngest sequence in the study area is which its deposition still active until now. In the strata box records the chaotic reflection features are found in its water column. These features are assumed as sediment clouds. The appearance of these clouds in the study area is possibly related to volcano activities (Karang Volcano). This phenomenon is occurred due to fluid pressure derived from sub-seabottom, followed by sediment material blow out. The sediment clouds are widely distributed, thus it is interesting to be further studied. Key words : Strata box records, interpretation, sediment cloud, volcano.

Page 1 of 1 | Total Record : 5