cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
RESPON MUSLIMAH HIZBUTTAHRIR INDONESIA (MHTI) TERHADAP RANCANGAN DAN UNDANG-UNDANG TERKAIT PEREMPUAN DAN KELUARGA Ita Musarrofa
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.279 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.206

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian atas respon MHTI terhadap Rancangan Undang-Undang HukumMateril Peradilan Agama (RUU-HMPA), Counter Legal Draft- Kompilasi Hukum Islam (CLDKHI),dan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU-PKDRT) denganmenggunakan teknik analisis wacana kritis. Data digali melalui pengumpulan dokumen atau teksrespon MHTI dari situs resmi MHTI maupun dari booklet-booklet yang disebarkan MHTI. Setelahdata terkumpul lalu dianalisis dengan analisis wacana kritis memakai model analisis Teun A. van Dijk,menggunakan tiga analisis sebagai satu kesatuan, yaitu: analisis teks wacana, analisis kognisi sosial sertaanalisis konteks wacana. Sedangkan teori-teori yang digunakan sebagai konstruk dalam melihat praktikwacana oleh MHTI tersebut adalah teori Michel Foucault tentang pengetahuan dan kekuasaan sertateori Pierre Bourdieu tentang kekerasan simbolik. Dari sudut pandang analisis wacana kritis, apa yangdilakukan MHTI merupakan bagian dari pertarungan wacana yang melibatkan praktik kekuasaan.Strategi kekuasaan yang digunakan dalam wacana MHTI dapat terlihat dari level teks, kognisi sosial dankonteks. Dilihat dari perspektif Michel Foucault tentang taktik kekuasaan, MHTI menjalankan ketigataktik kekuasaan, yaitu taktik pemilahan, taktik normalisasi, taktik pendisiplinan atau panoptic.Ketigataktik kekuasaan menurut Foucault tersebut senada dengan mekanisme sensorisasi dan eufimisasidalam teori Bourdieu tentang kekerasan simbolik.Melalui wacana yang digulirkannya, khalayak digiringuntuk meyakini bahwa sistem khilafah adalah satu-satu sistem yang bisa mengatasi segala persoalanbangsa dan satu-satunya sistem yang absah menurut Islam. Melalui mekanisme sensorisasi, MHTImembenturkan konsep-konsep keislamannya dengan konsep-konsep aktifis gender yang menurutnyaberasal dari konsep kapitalis Barat yang memiliki agenda terselubung untuk menghancurkan umatIslam.
PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPLB SENTRA PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.204 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.168

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap bagaimanaproses pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sekolah Luar Biasa (SLB) serta mengungkapfaktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sentra PendidikanKhusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK/PLK) Kab. Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun dengan fasilitas pembelajaran yang sangat terbatas, proses pelaksanaan pembelajaranpendidikan agama tetap berpedoman pada kurikulum Diknas, dengan menggunakan metode ceramah,demonstrasi, dan tanya jawab berdasarkan silabus yang diaplikasikan melalui RPP. Tenaga pendidik(guru agama) menggunakan metode pembelajaran pendidikan agama berdasarkan disabilitas denganmengintegrasikan proses pembiasaan dan kreatifitas guru sebagai pelaksanaan pola pendidikan yangsesuai dengan karakter anak berkebutuhan khusus. Pola ini melahirkan output yang mengantarkan anakberkebutuhan khusus dalam memahami dan meyakini adanya Tuhan, mengenal kitab-kitab Allah,melaksanakan ibadah (shalat dan puasa), serta berperilaku yang terpuji. Pemahaman pendidikan agamadiperkuat lewat bimbingan rohani, sedangkan proses pembentukan perubahan perilaku peserta didikdominan tercipta lewat pembelajaran/pembinaan yang dilaksanakan di luar kelas.
DOMINASI ‘RITUAL’ AGAMA DALAM BUKU PELAJARAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SD 01 LALEBBATA DAN SD MURANTE KOTA PALOPO SULSEL muhammad abdurrahim subair
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.618 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.290

Abstract

This study focused on the search and identification of problematic use of Islamic Religious Education lesson books Elementary School by taking samples at SD 01 Lalebbata da SD Murante Palopo. The research problem is: how textbooks Islam is exploited? how the utilization of the subject matter in the book and its relevance to the purpose of education to improve students' devotion and shaping behavior that noble ?. Operationalize the descriptive qualitative research method. The results showed that the general distribution of the utilization of the book Islamic Religious Studies (PAI) curriculum, 2006 at State Elementary School (SDN) Palopo not be a critical problem because of the use of BOS funds. Problems then just look at the mechanism of utilization of PAI books, for example in the use of religious subject matter in the book PAI are not relevant to the purpose of national education to create didika participants are devoted to Allah SWT. Relevanan lack is evident from the number of materials over religious rituals (worship) as compared with the material that introduces God as a substance which should dieknali and loved by humans. Learning strategies with the dominant religion of the subject matter more to load the religious rituals can be bad for students, where they're treated early with many television shows that divert them from the love of God.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP MADRASAH TERAKREDITASI Studi pada MTsN Tulehu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Amiruddin Amiruddin
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.294 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.69

Abstract

AbstrakPenelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui tingkat respon masyarakat terhadap madrasah terakreditasi.Respon yang dimaksud terdiri alas pengetahuan (pemahaman), sikap (penilaian) dan partisipasi masyarakat selama iniberkaitan dengan madrasah terakreditasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini didasari pada PeraturanPemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 2 ayat (2) tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penjaminan danpengendalian mutu pendidikanyang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) perlu dilakukan tiga program terintegrasiyaitu evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Karenanya, sangat urgen mengamati respon masyarakat terhadap madrasahterakreditasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaiamana tingkatpengetahuan, sikap, dan partisipasimasyarakat terhadap peningkatan kualitas madrasah terakreditasi pada MTsN Tulehu Kabupaten Maluku Tengah. Jenispendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sumber data diperoleh dari masyarakat yang bermukim di sekitarmadrasah dan orang tua siswa dengan menggunakan angket. Penarikan sampel dilakukan dengan dua tahap yaitupurposifdan random. Purposif dilakukan pada penentuan kabupaten sedangkan penarikan sampel secara random dilakukan terhadapmasyarakat yang bermukim di sekitar madrasah. Penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan/pemahaman, dansikap/penilaian masyarakat terhadap madrasah terakreditasi MTsN Tulehu terkategori "Tinggi", sedangkan tingkat partisipasi/keterlibatan masyarakat terhadap madrasah terakreditasi terkategori "rendah ".
KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT TRASNMIGRAN ( Studi Kasus Di Desa Sonai Kabupaten Kendari ) Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 6, No 2 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.399 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i2.622

Abstract

Usaha pembangunan jangka panjangI (PJP I) secara berencana dan bertahapdari pelita (pembangunan lima tahun) kepelita merupakan pijakan yang sangatpenting dalam memasuki PJP II, yangditandai dengan tahap tinggal landas padapelita VI. Tahap ini digambarkan sebagaiproses mencapai kehidupan bangsa yanglebih baik namun penuh gejolak pembaharuankarena desakan pertumbuhanpenduduk, perubahan ekonomi, perkembanganteknologi, persaingan internasionaldan perubahan lingkungan hidup.
DIVERSION FUNCTION OF WAQF LAND USE (Review of Islamic Law and Acts No. 41 Year 2004) nilam sari
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.046 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.451

Abstract

Benefaction is one of facility to increase quality and quantity of worship to Allah has a main foundation that was Al-Qur’an and hadits, because as worship, benefaction has regulated for its legal requirement by Allah SWT. The provisions of benefaction and other worships that will performed by human being as means to close him selves to Allah. This article discussed about stipulation of diversion of benefaction property function according to stipulation of Islamic law (fiqh) and laws No. 41 Year 2004 concerning to benefaction. Related to diversion of function of benefaction property use have happened some perspectives among of several theologians, there was part of theologian prohibited to change function and advantage of such benefaction of property, when such benefaction property in form of a building such as mosque, house and others. But in other hand, some theologians allowed change of function of waqf land during its original form do not changed and it not change to other name of such benefaction property. Such benefaction property which has diverse should be more strategic property, productive and empowered for religion and Islam community. Difference between Islamic law (fiqh) and positive law concerning to diversion of benefaction property function where in provision of fiqh jumhur of theologian was allowed the diversion of benefaction property function so long as do not change purpose of benefaction and do not change the object name which has donated. While the positive law was not regard such things, substantially it fulfilled economic value and productive and it not in opposition to law of sharia provision.
THE CHANGING OF SANTRI’s PREFERENCE TOWARDS STUDIES AND PROFESSIONS: A Case Study at Pondok Pesantren Alhikmah 2 Brebes, Central Java Hayyadin Ode
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.929 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.423

Abstract

This research aimed to figure out the santri’s preference toward studies and professions in which conduct study at pesantren. Common perceived and stated also at Government Ordinancenumber 55, 2007, that pesantren purposes was to reproduce Islamic scholar (ulama). However, through this study, it proved that not all santri wanted to be ulama, most of them wanted to be a scientist. This study was a case study, conducted in 2015 at Pesantren Alhikmah2 Brebes. Data collected using questionnaire, interview, and document. Those all derived from santris, Kyais, and teachers (asatidz). The research concluded as showed from questionnaire that santri’s  preferences toward study has gotten  changing to general subject matters instead of religious subject matters; and the santri’s professions and jobspreference has gotten changing to the jobs and professions that based on general subject matter, instead of choose to be ulama (Islamic scholar) most of santri wanted to be scientists, or researchers, or doctors as well as athlete.
WANITA PENGRAJIN DI MANDAR Studi Tentang Kehidupan Keagamaannya Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.023 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.672

Abstract

Kajian ini mengungkapkan tentang"Wanita Pengrajin di Mandar" studi tentangkehidupan keagamaannya. Yang dimaksudkandi sini adalah gambaran dari realitas yangberhubungan dengan kehidupan sosial keagamaanbagi wanita pengrajin, baik secara individu-individu maupun kelompok, tanpa mengabaikankaitan latar belakang historis, kondisisosial budaya, ekonomi dan implementasiprofesinya sebagai pengrajin.Penelitian dilakukan terhadap wanitapengrajin sarung sutra pada etnis Mandar.Berlokasi secara khusus di Kampung KaramaDesa Karama Kecamatan Tinambung KabupatenPolmas. Pemilihan lokasi ini didasarkanpada pertimbangan : di wilayah ini terdapatbanyak wanita pengrajin yang sejak dulusudah terkenal. Metode yang digunakan adalahcase study (kasus).
REKONSTRUKSIKERUKUNAN UMATBERAGAMA (Studi Kasus i Kupang ) Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.432 KB) | DOI: 10.31969/alq.v11i2.590

Abstract

Ketika terjadi konflik dalam masyarakat, agama sering kali dibawaserta sebagai faktor legitimasi penyebab konflik dengan maksud untukmenggalang solidaritas yang lebih besar dari sesama umat. Dalamsuasana konflik, agama sering kali menjadi titik singgung paling sensitifdan eksklusif dalam interaksi sosial masyarakat plural. Di Provinsi NusaTenggara Timur yang penduduknya plural, baik dari segi etnis, budaya,agama, dan lainnya. Kerukunan masyarakatnya sudah terbina sejakdahulu, namun secara kasuistik terjadi peristiwa yang bisa digolongkankonflik bernuansa agama. Kasus paling menonjol adalah pencemaranHostia Kudus.Penelitian ini berkesimpulan bahwa kerusuhan 30 Nopember 1998,mengganggu kerukunan umat beragama di Kota Kupang khususnya,dan NTT umumnya. Pada satu sisi menimbulkan dampak psikologisyang negatif bagi umat Islam, terutama bagi pendatang. Dampakpsikologis ini masih memerlukan penanganan yang baik. Namun padasisi lain, menimbulkan usaha-usaha perbaikan yang hasilnyamemperlihatkan terpelihara dan terbinanya kerukunan. Kendala utamadalam upaya peningkatan kegiatan dan program kerja kerukunan adalahmasalah dana. Kendala lainnya dalam proses integrasi masyarakat ialahbersifat psikologis dan kultural.
PROSES PEMBELAJARAN AKTIF, INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN Studi Tindakan Kelas (PTK) Pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Negeri 14 Makassar Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.736 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.495

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menemukan tingkat pretasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakanproses pembelajaran Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan. Pembelajaran dibentuk dengan tiga formasi, yaitu FormasiPembelajran Aktif dan Interaktif; Aktif dan Menyenangkan dan Interaktif dan Menyenangkan. Setiap formasi pembelajarandilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru agamayang diakhiri dengan protest. Tahap kedua dilakukan dengan pembelajaran formasi di atas yang diakhir dengan postest.Hasil penelitian menujukkan bahwa prestasi belajar siswa setelah dilakukan ketiga formasi pembelajaran tersebut meningkat.Prestasi belajar PAI siswa sebelum pembelajaran Aktif dan Interaktif, r= 5,29 pada protest meningkat menjadi r= 9,16 padaposttest; pada pembelajaran Aktif dan Menyenangkan protest r= 6,94, meningkat pada postest r= 9,71; dan pada formasiInteraktif dan Menyenangkan protest r= 6,84 meningkat pada postest r= 9,76. Penelitian ini merekomendasikan bahwadalam upaya meningkatkan prestasi belajar PAI siswa yang dominan merupakan meteri pelajaran yang bersifat hafalandibanding penalaran hendaknya menggunakan metode-metode pembelajaran yang merangsang daya hafalan setiap siswaseperti Metode Pembelajaran Aktif, Interaktif dan Menyenangkan. Selain itu, pertimbangan yang lain yang urgen untukdiperhatikan adalah pelibatan tiga jenis bentuk aktivitas belajar dalam setiap pembelajaran yaitu membaca, mengungkapkanhasil bacaan, dan menulis, khususnya pada pembelajaran PAI yang dominan merupakan meteri hafalan.

Page 10 of 67 | Total Record : 662