cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
POHUTU MO LA L I N G O (Sinergitas Adat dan Syariat Dalam Penyelenggaraan Acara Adat Pemakaman di Pohala 'a Gorontalo, Indonesia) POHUTU MOLALUNGO (Synergism between Tradition and Islamic Shari'a of Narrative Tradition of Burial Ceremony at Pohalaa Gor Idham Idham
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.153 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.118

Abstract

Tulisan ini adalah hasil penelitian yang menitikberatkan perhatian pada tradisi lisan yang ada dalamacara pemakaman di Pohala 'a Gorontalo. Tulisan ini mengupas sinergitas antara adat dengan syariat —yang mana sejak dahulu— Gorontalo dikenal sangat kental nuansa budaya dan agama dalam setiapritual kehidupannya. Penelitian ini berkesimpulan bahwa: Gorontalo adalah salah satu dari lima Pohala 'ayang masih tetap eksis memengang teguh adatnya. Adat budaya Gorontalo sarat dengan nilai-nilai Islam,khususnya dalam acara pohutu molalungo; terdapat 14 tradisi lisan yang sempat diinventarisir dandipetakan di Pohala'a Gorontalo; proses acara pohutu molalungo di Pohala'a Gorontalo sarat dengantradisi lisan; dan acara Pohutu molalungo di Pohala 'a Gorontalo terlihat adanya sinergitas antara adatdan Syariat. Acara Pohutu Molalungo yang di dalamnya terdapat tuja'i dan tinilo dijadikan sebagaimedia pendidikan oleh orang-orang Gorontalo.
ISLAMISASI DI TIRO BULUKUMBA Bahtiar Bahtiar
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.19 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.78

Abstract

AbstrakSebelum Islam masuk di Tiro (Bulukumba), rakyatnya masih menganut kepercayaan dari leluhur yaituanimisme dan dinamisme. Masyarakatnya masih meyakini kebiasaan lamayangpercaya akan hal-hal mistisdan ilmu hitam, serta gemar minum minuman keras dan makanan haram. Setelah Islam masuk di Tirokebiasaan lama sudah mulai ditinggalkan, Islamisasi di daerah ini dengan jalan damai, berbeda denganbeberapa kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan, melalui jalan perang. Meskipun Kerajaan Tiro adalahmerupakan kerajaan Palili bagi kerajaan Gowa, namunyang menyiarkan dan menyebarkan agama Islam diTiro dan sekitarnya adalah Abdul Jawad Khatib Bungsu biasa disebut DatukRi Tiro. Salah satu dari tigaulama asal Melayu yang menyiarkan agama Islam di Sulawesi Selatan.Inti qjarannya adalah Tasawuf,karena lebih mudah diterima oleh masyarakat yang sebelumnya masih menganut kepercayaan lama. Prosesmasuknya Islam dimulai di lingkungan kerajaan, sehingga rakyatnya juga dengan mudah menerima Islam.
TA'ZIAH DI NASARA (Studi Tentang Penggunaan Lektur Keagamaan) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.101 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.631

Abstract

Manusia dalam hidup dan kehidupannya;di dunia mempunyai beraneka ragamkebutuhan yang haras dipenuhi, baik secaraindividu maupun secara bersama-samasebagai suatu satuan kegiatan, menyebabkanterwujudnya beraneka ragam model pengetahuanyang menjadi pedoman hidup. Pedomanhidup itu masing-masing bergunaatau relefan untuk usaha memenuhi kebutuhanmanusia. Kebudayaan dilihat sebagaiterdiri dari unsur-unsur yang masingmasingberdiri sendiri tetapi satu sama lainsaling berkaitan. Unsur-unsur tersebutadalah; Bahasa dan komunikasi, ilmu pengetahuan,tehnologi, ekonomi, organisasisosial, aga-ma, kesenian. (Suparlan, 1986 :10) Pakar lain menyebutketujuh unsur tersebut"Unsur kebudayaan yang universal",dan merupakan unsur yang pasti bisaditemukan disemua kebudayaan di dunia,baik yang hidup dalam masyarakat pedesaanyang kecil terpencil maupun dalammasyarakat kekotaan yang besar dan komplex.(Koentjaraningrat, 1974 : 2)
KERUKUNAN MASYARAKAT MULTIKULTUR DI DESA BANUROJA, GORONTALO hasanudin hasanudin
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.59 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.465

Abstract

Banuroja merupakan sebuah desa yang mempunyai keunikan dan paling khas dibandingkan desa-desa lainnya di Provinsi Gorontalo, bahkan di seluruh Indonesia. Penduduk Desa Banuroja berasal dari sembilan etnik yaitu Bali, Jawa, Sasak, Gorontalo, Sunda, Minahasa, Bugis, Betawi, dan Batak. Keragaman etnis menyebabkan penduduknya memeluk agama, Islam, Hindu, Kristen Protestan, dan Khatolik. Pada umumnya untuk ukuran suatu desa di Provinsi Gorontalo, Desa Banuroja termasuk masyarakatnya yang heterogen, dan menjadi wadah yang mempertemukan berbagai macam agama, etnik, dan budaya. Masyarakat Banuroja dengan komposisi agama dan kultur yang majemuk, menjadi sampel yang representatif untuk memahami masyarakat multikultur dalam membangun solidaritas.Kerukunan yang terbangun di Banuroja adalah kerukunan dan toleransi dari paradigma pluralisme. Masyarakat Banuroja menerima berbagai agama dan etnis dengan upaya menata keragaman dalam membina kerukunannya. Berdasarkan pembagian lima kategori multikulturalisme oleh Bikhu Parekh, maka masyarakat Banuroja termasuk kategori dalam multikulturalisme otonomis, yaitu masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima.Terdapat tiga faktor menjadi pendorong terbangunnya kerukunan umat beragama yaitu rasa persatuan dari berbagai agama dan suku dalam bentuk toleransi, para tokoh masyarakat baik dari tokoh agama maupun tokoh etnik dapat menjaga keseimbangan dan kesetaraan dalam kehidupan masyarakat, dan peran Pesantren Salafiyah Syafiiyah dalam menjaga kerukunan. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka, dalam rangka memahami kerukunan masyarakat Banuroja. 
DISKURSUS ISLAM DAN KARAKTER POLITIK NEGARA DI KESULTANAN BIMA Muslimin AR Effendy
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.632 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.429

Abstract

Seiring dengan berlangsungnya proses islamisasi di sebagian besar kerajaan di Pulau Sumbawa pada awal ke-17, maka muncul gagasan politik baru dari para penguasa negara untuk mengintegrasikan tradisi Islam agar mereka dipandang sebagai “bagian dari dunia Islam” (dar-al Islam). Modus integrasi dan klaim sebagai negara yang berbasis pada ideologi Islam ini mendorong para raja bertindak lebih ambisius lewat kebijakan politik kenegaraan yang ofensif. Selama proses “pengislaman” ini berlangsung, terjadi pula aktivitas perdagangan, politik dan budaya yang sejak awal  memang menjadi bagian dari sistem kekuasaan kerajaan. Di abad ke-17 Islam di Pulau Sumbawa mengalami perkembangan sangat berarti. Kerajaan-kerajaan seperti Bima, Dompu, Sumbawa, Tambora, Sanggar, dan Pekat tumbuh dan bersaing menjadi negara baru. Bima dan Sumbawa misalnya, sering mengklaim dirinya sebagai pusat kekuasaan yang kemudian menjadi basis perkembangan intelektual dan budaya muslim di Nusa Tenggara. 
MODAL SOSIAL DALAM MEMBINGKAI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI SURAKARTA (Studi Kasus di Kecamatan Serengan dan Jebres) lilam kadarin nuriyanto
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.51 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.477

Abstract

Surakarta dan sekitarnya merupakan daerah yang keadaan sosial keagamaannya sangat dinamis, dimana semua agama dan beberapa aliran kepercayaan ada. Hal tersebut merupakan modal sosial dalam membentuk kerukunan umat beragama. Penelitian ini mengambil seting di Kecamatan Serengan dan Kecamatan Jebres sebagai representatif tingkat kepadatan penduduk yang tingi dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menggambarkan tingkat nilai modal sosial dan kerukunan umat beragama, serta hubungan keduanya. Besaran tingkat nilainya dicari dengan perhitungan rerata, sedangkan hubungan keduanya menggunakan alat analisis regresi sederhana. Hasil perhitungan menunjukan tingkat nilai modal sosial dan kerukunan umat beragama masuk kategori tinggi yaitu  70.17 dan 67.19. Sedangkan pengaruh Modal Sosial terhadap Kerukunan Umat Beragama digambarkan dengan persamaan Y = a + bX atau 38,662 + 0,123X, yang berarti konstanta sebesar 38.662 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai Modal Sosial maka nilai Kerukunan Umat Beragama sebesar 38.662, dan koefisien regresi X sebesar 0.123 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai Modal Sosial, maka nilai Kerukunan Umat Beragama bertambah sebesar 0.123.
CORAK PESANTREN AL AZIZIYAH DESA GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Abdul aziz albone
Al-Qalam Vol 9, No 2 (1997)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.792 KB) | DOI: 10.31969/alq.v9i2.599

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikanIslam tertua di Indonesia. Lembagaini tumbuh dan berkembang bersama iramaperkembangan Islam itu sendiri, terutamapada daerah-daerah dan pusat-pusat perkembanganIslam. Semula pesantren lebihmerupakan lembaga pendidikan Islam yangdijadikan wadah untuk mempelajari agamadan kepentingan penyebaran Islam. Akantetapi dalam perjalanan selanjutnya pesantrensemakin mengalami ekspansi sosial danekonomi umat, bahkan merupakan unsurdinamis bagi suatu komunitas, unsur elit danpelopor pengembangan masyarakat
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 MAKASSAR MELALUI PENGGUNAAN KARTU KONSEP PADA KONSEP KHALIFAH (SURAH AL BAQARAH AYAT 30) Mujizatullah Mujizatullah
Al-Qalam Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.233 KB) | DOI: 10.31969/alq.v15i2.504

Abstract

The research aims to describe the improvement of student understandingon learning concept by using concept cards. Result shows that theuse of concept card in religion course improves the student understanding.The writer, therefore, recommend to the teacher to use concept cardtechniques in Islam course
MASYARAKAT ISLAM DI KAMPUNG KEPAON KOTA DENPASAR PROVINSI BALI Nuryahman Nuryahman
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.508 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.238

Abstract

Kampung Kepaon merupakan salah satu pemukiman masyarakat Islam yang berada di tengah kotaDenpasar, dimana sebagian besar atau mayoritas beragama Hindu. Dari segi sejarah kampung Kepaonberkembang sejak tahun 1891 dan erat kaitannya dengan keberadaan kerajaan Badung. Kehidupanmasyarakat dan tradisi budayanya sangat unik dan menarik untuk dikaji, karena menggambarkanharmoni serta keselarasan yang dibangun sejak awal kampung Kepaon ada. Di Kampung Kepaonterjadi akulturasi yang dibangun secara genealogis dan kultural yang menjadikan hubungan harmonisantara masyarakat Islam dengan masyarakat Hindu Bali disekelilingnya. Masyarakat Islam di KampungKepaon mempunyai identitas yang khas, sebagai hasil dari akulturasi budaya yang dimanifestasikandalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagai gambaran kehidupan masyarakat Islam di KampungKepaon yang penuh toleransi dan harmoni dapat diambil manfaat untuk hidup penuh kedamaian,persatuan dan kesatuan secara lebih luas.
EFISIENSI PEMBELAJARAN PAI MELALUI KEGIATAN PERBAIKAN KINERJA BERKELANJUTAN PADA KELOMPOK KEGIATAN GURU PAI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Muhammad Yusuf Tahir
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.661 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i2.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja pembelajaran guru melalui program Perbaikan Kinerja Berkelanjutan (PKB) pada Kelompok Kegiatan Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Masalah penelitian yang diajukan terkait dengan bagaimana meningkatkan kinerja pembelajaran guru pada kelompok guru sasaran melalui pendampingan PKB. Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode action research yang didesain mengikuti siklus plan (merencanakan), do (melakukan) dan see (mengamati) yang secara operasional diimplemenasi secara bergilir pada 3 (tiga) sekolah berbeda: SDN Kompleks Pemda Makassar, SDN Kompleks IKIP 1 Makassar dan SDN Inpres Aroeppala Makassar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengorganisasian PKB pada KKG PAI efektif mendorong motivasi guru untuk merubah cara pandangnya terhadap pembelajaran; (2) pengorganisasian PKB pada KKG PAI efektif mendorong perbaikan kinerja pengelolaan kelas; (3) pengorganisasian PKB pada KKG PAI efektif mendorong perbaikan kinerja pengelolaan bahan pembelajaran, dan (4) pengorganisasian PKB pada KKG PAI efektif mendorong kinerja evaluasi pembelajaran. Penelitian ini berimplikasi pada peningkatan motivasi, komitmen professional dan kinerja pembelajaran guru di dalam kelas.

Page 9 of 67 | Total Record : 662