cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
PENGEMBANGAN PEMIKIRAN KEAGAMAAN DI SELAYAR (KASUS MUHDI AKBAR BINANGA BENTENG)* Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 8, No 2 (1996)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.681 KB) | DOI: 10.31969/alq.v8i2.616

Abstract

Salah satu gejala yang menonjoldewasa ini adalah munculnya pluralismeagama. Pluralisme agama dibarengidengan timbulnya pluralitas teologi,filsafat, sistem nilai ideologi dan pandanganhidup. Peter L. Berger melukiskanpluralisme sebagai situasi yang didalamnyatersedia lebih dari satu pandanganhidup bagi masyarakat, yaitu situasi persaingandi antara pandangan hidup(Berger, dalam Sastrapateja, 1982 : 33).Kompetisi berbagai pandangan hidupyang tumbuh dalam masyarakat. dapatterjadi di antara kelompok-kelompok yangmengikuti suatu faham keagamaan tertentu.Terlepas dari apakah faham keagamaanitu merupakan produk dari pemikirandan pemahaman yang sumbernyadiambil dari teks-teks kitab suci; ataufaham keagamaan yang sudah bercampurbaur dengan tradisi lokal.Fenomena p l u r a l i s m e keyakinankeagamaan di antara kelompok ataupenganut faham keagamaan sudah berlangsunglama
PATRIARKIDIMATA BUDDHA, YESUS DAN MUHAMMAD: SUATU PENDEKATAN FEMINIS DALAM HISTORIOGRAFI AGAMA george Junus aditjondro
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.066 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i1.522

Abstract

This writing aims to describe the ideology of patriarchy in three religions,Buddha, Christ, and Islam. This is using feminism perspective onhistoriography.This study indicates that the founding fathers of these three religions(Buddha, Jesus, and Muhammad) resist (with their own way) to thepatriarchy's culture. The revitalization of patriarchy's ideology andculture in these religion was conducted by the second generation (postprophetgeneration).
BADDARE DAENG SITURU; PEJUANG DAN TOKOH AGAMA DI KABUPATEN MAROS 1945-1950 bahtiar nadja
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5297.72 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan peranan Baddare Daeng Situru dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Kabupaten Maros, Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang menjelaskan persoalan berdasarkan persepektif sejarah, dengan melalui empat tahap. Hasil kajian menunjukkan bahwa Baddare Daeng Situru seorang bangsawan yang berjuang melawan Belanda. Pada saat Proklamasi Kemerdekaan telah diraih, tidak serta merta keadaan di Sulawesi Selatan dan sekitarnya membaik, momentumnya dengan kedatangan Sekutu ternyata ikut juga pasukan Belanda/NICA yang merupakan bagian dari Sekutu (Inggris, Australia, Belanda). Baddaere Daeng Situru sosok pejuang dari Kabupaten Maros ikut pula berjuang melawan penjajah Belanda, Baddare Daeng Situru mengikuti berbagai organisasi perjuangan diantaranya SUDARA, PMP, KRIS Muda.  Baddaere Daeng Situru selain sebagai pejuang ia juga sebagai tokoh agama di Kabupaten Maros, keterlibatannya dalam organisasi Islam Muhammadiyah turut mewarnai kehidupannya.Kata kunci: Pejuang, tokoh, agama, Maros
HASIL PENELITIAN KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN NELAYAN PULAU ahmad rahman
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.446 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.666

Abstract

Masyarakat nelayan seringkali digolongkansebagai masyarakat serba kekurangan,penghasilan rendah, pendapatan tidakmenentu, dan pendidikan kurang. Merekabermukim di sepanjang pantai, di atas rumahrumahsederhana dimana sarana dan lingkungannyakurang memadai. Motorisasi perahusebagai unsur modern telah merubah tradisilayar, pada mulanya membangkitkan kegairahandan menambah produksi, namun hanyadapat memberi keuntungan para ponggawa,sedangkan sawi nelayan biasa, tetap merekahidup dengan keterbatasan, terjerat denganutang. Sekalipun mereka tidak terlepas darisasaran pembangunan pedesaan, namunmereka belum banyak menikmati hasil pembangunanseperti warga pedesaan lainnya.
DINAMIKA MAHASISWA DALAM MEMBANGUN CITRA KAMPUS RELEGIUS DI SULAWESI SELATAN Abd. Kadir Massoweang
Al-Qalam Vol 12, No 1 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.848 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i1.584

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakanmetode wawancara dan observasi. Penelitian yang berlokasi di beberapa perguruantinggi di Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitasdan pandangan-pandangan kelompok keagamaan di tingkat mahasiswa dalamupaya membangun citra kampus religius.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan dan aktivitas kelompok-kelompokkeagamaan itu berdasar pada dua orientasi, yaitu internal dan eksternal. Orientasiinternal bertujuan untuk penguatan organisasi dengan melakukan kegiatanpelatihandan pengkaderan, sedangkan orientasi eksternal bertujuan mempengaruhipemikiran keagamaan yang berkembang berdasarkan misi dan tujuan organisasidengan melakukan berbagai kajian, seminar, dan bedah buku.Pandangankelompok-kelompok keagamaan menyangkut berbagai aspek ajaran Islam danaspek kehidupan manusia dengan tidak terlepas dari faktor-faktor yangmelatarbelakangi keberadaannya. Berdasarkan tema-tema kajian yangberkembang, kelompok-kelompok keagamaan tersebut dapat dibagi pada tigakelompok: Pertama, kelompok yang semata-mata menyampaikan ajaran Islamdalam rangka untuk memberikan keseimbangan sikap dalam kehidupan ini. Kedua,kelompok yang ingin melakukan pemurnian terhadap ajaran agatna berdasarkanAlquran dan hadis. Ketiga, kelompok yang ingin melakukan islamisasi seluruhkehidupan manusia, untuk membentuk suatu masyarakat berdasarkan ajaran Islam.
DAKWAH KEAGAMAAN, BUKAN UNTUK ORANG DESA Saprillah, Saprillah
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.695 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.489

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menemukan tingkatpretasi Pendidikan Agama Islam (PAT) dengan menggunakanproses pembelajaran Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan. Pembelqjaran dibentuk dengan tiga formasi, yaitu FormasiPembelqjran Aktif dan Interaktif; Aktif dan Menyenangkan dan Interaktif dan Menyenangkan. Setiap formasi pembelajarandilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru agama yangdiakhiri dengan protest. Tahap kedua dilakukan dengan pembelajaran formasi di atasyang diakhir dengan postest.Hasil penelitian menujukkan bahwa prestasi belajar siswa setelah dilakukan ketiga formasi pembelajaran tersebut meningkat.Prestasi belajar PAI siswa sebelum pembelajaran Aktif dan Interaktif, r= 5,29 pada protest meningkat menjadi r= 9,16 padaposttest; pada pembelajaran Aktif dan Menyenangkan protest r= 6,94, meningkat pada postest r= 9,71; dan pada formasiInteraktif dan Menyenangkan protest r= 6,84 meningkat pada postest r= 9,76. Penelitian ini merekomendasikan bahwa dalamupaya meningkatkan prestasi belajar PAI siswa yang dominan merupakan meteri pelajaran yang bersifat hafalan dibandingpenalaran hendaknya menggunakan metode-metode pembelajaran yang merangsang daya hafalan setiap siswa sepertiMetode Pembelajaran Aktif, Interaktif dan Menyenangkan. Selain itu, pertimbangan yang lain yang urgen untuk diperhatikanadalah pelibatan tiga jenis bentuk aktivitas belajar dalam setiap pembelajaran yaitu membaca, mengungkapkan hasil bacaan,dan menulis, khususnya pada pembelajaran PAI yang dominan merupakan meteri hafalan.
KARYA ULAMA DALAM MEMBANGUN KEDAMAIAN DI KALIMANTAN BARAT Moh. Husain
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.368 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.223

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kerawanan konflik etnik di Kalimantan. Ulama sebagai agenperubahan masyarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan budaya damai. Penelitianini berupaya menjawab permasalahan: Apa yang menjadi latar konflik etnik di Kalimantan Barat danbagaimana bentuk pesan damai yang disampaikan ulama dalam bentuk teks? Penelitian menemukanbahwa faktor budaya menjadi faktor utama yang melatarbelakangi konflik etnik di Kalbar selain faktorekonomi dan ketidakadilan yang diciptakan oleh pola pembangunan politik di Kalbar. Respon teksulama di kalangan pesantren masih condong pada persoalan-persolan klasik keagamaan seperti fiqihdan tauhid. Respon teks karya ulama dalam kaitannya membangun pesan damai banyak dimotori olehulama dalam kapasitas sebagai cendekiawan muslim.
PUNK MAKASSAR: SUBKULTUR YANG KREATIF Israpil apil
Al-Qalam Vol 20, No 3 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.808 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i3.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait pola hidup Komunitas Punk di KotaMakassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif jenis studi kasus dengan terlebihdahulu melakukan observasi untuk selanjutnya dilakukan wawancara mendalam sebagai pedomanpenelusuran data. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive, yaitu informan yangdianggap mengetahui tentang apa yang sedang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa KomunitasPunk di Kota Makassar timbul sebagai gerakan perlawanan anak muda akibat ketidakpuasan terhadapkekuasaan dan kebudayaan dominan, menentang bentuk represi atas kebebasan berekspresi yang dibuatoleh kaum kapitalis melalui kebijakan pemerintah. Penampilan, bahasa tutur, dan sifat eksklusif merekadi tengah-tengah masyarakat Kota Makassar dianggap sebagai sebuah penyimpangan sosial. Tapi disaat yang sama kehadiran komunitas ini di Kota Makassar sesungguhnya juga berimplikasi positif bagigenerasi muda yang ditunjukkan melalui sikap kemandirian dalam berkreativitas dalam bentuk zine,bermusik,/as/n'on, dan usaha studio tato.
H. SALIM M. ALBAAR ULAMA DAN TOKOH PENDIDIKAN DI TERNATE Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.296 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.191

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian di Kota Ternate berkaitan dengan Biografi Ulama di Ternate,H.Salim M. Albaar. Ia adalah seorang ulama Ternate (1964-2012) keturunan Arab yang dalam silsilahketurunannya memiliki persambungan sampai pada Rasulullah. Ternate adalah salah satu dariempat kerajaan di Maluku Utara yang terkenal sejak dahulu dalam perdagangan internasional karenarempah-rempahnya. Kerajaan Ternate adalah salah satu Kerajaan Islam terkenal dalam pengembanganIslam di Nusantara. Keberadaan ulama keturunan Arab di daerah ini memiliki peran penting dalampengembangan Islam. Habib Salim Albaar yang pernah mondok pada Pesantren Al Khaerat Palumerupakan ulama, tokoh pendidik, dan politikus yang berjasa di Ternate.
POLA PEMBINAAN MUALLAF DI KABUPATEN SIDRAP PROVINSI SULAWESI SELATAN Ramlah Hakim
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.564 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.150

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian dengan genre riset kebijakan yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pola pembinaan muallaf yang ditengarai belum optimal, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun civil society khususnya lembaga keagamaan. Menggunakan metode penelitian kualitatif ditemukan bahwa, pola pembinaan muallaf di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, sifatnya fluktuatif dan ditandai dengan aktivitas yang sifatnya insidentil. Aktivitas pembinaan yang diprakarsai sejumlah elite keagamaan melalui berbagai yayasan/ormas keagamaan dan majelis taklim menyebabkan keberadaan muallaf diakui sebagai satu komunitas muslim yang secara sistematis mendapatkan perhatian umat Islam di Kabupaten Sidrap. Beberapa organisasi yang tadinya didirikan untuk merespon kepentingan muallaf seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, pemerintah daerah bersama Kementerian Agama namun sifatnya temporer hilang karena politik, sehingga mengakibatkan kecenderungan ideologis yang dianut para muallaf masih konsisten dengan doktrin Islam yang inklusif-moderat.