cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalurgi
ISSN : 01263188     EISSN : 24433926     DOI : -
Core Subject : Science,
METALURGI published by Research Center for Metallurgy and Materials LIPI. The objective of this journal is the online media for disseminating of RCMM results in Research and Development and also as a media for a scientist and researcher in the field of Metallurgy and Materials.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN MANGAN TERHADAP SIFAT MAMPU TEMPA PADUAN Co-35Cr-5Mo UNTUK APLIKASI IMPLAN [The Effect of Mn Addition on Forging Ability Of Co-35Cr-5Mo Alloy for Implant Applications] Kartika, Ika
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.384 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.144

Abstract

 PENGARUH PENAMBAHAN MANGAN TERHADAP SIFAT MAMPU TEMPA PADUAN Co-35Cr-5Mo UNTUK APLIKASI IMPLAN. Paduan Co-Cr-Mo dalam aplikasinya lebih banyak digunakan sebagaimaterial implan seperti pengganti tempurung atau sambungan tulang pinggul. Penambahan Ni dalam paduantersebut akan meningkatkan sifat mampu bentuknya, akan tetapi unsur nikel bersifat alergi terhadap tubuhmanusia. Oleh karenanya mangan akan dicoba untuk dapat menggantikan fungsi unsur nikel dalam paduan Co-Cr-Mo sebagai paduan implan. Pada penelitian ini akan dipelajari sifat mampu tempa dari paduan Co-35Cr-5Motanpa dan dengan penambahan Mn secara bervariasi sebesar 0,2-0,4-0,6-0,8-1(% berat). Diagram fasa daripaduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-20 % berat) dikalkulasi dengan menggunakan data base dalam Thermo-Calc.Ingot paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat) diperoleh melalui proses peleburan dan pemaduanmenggunakan tungku busur listrik dalam kondisi vakum pada temperatur di atas 1400 ºC. Proses homogenisasikemudian dilakukan menggunakan tungku vakum yang dialiri gas argon dengan kemurnian tinggi padatemperatur 1200 ºC selama 24 jam. Hasil proses tempa pada T =1250 ºC menunjukkan bahwa ingot paduan Co-35Cr-5Mo-0,4Mn tidak menghasilkan retak yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan paduan tanpa dandengan variasi penambahan mangan lainnya. Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa γ (fcc), fasa ε (hcp) dan fasaσ terkandung pada semua paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat). Hasil metalografi memperlihatkanadanya presipitasi fasa σ dalam batas butir austenit, dan beberapa striasi dalam butir austenit. Striasidimungkinkan adalah fasa ε dan kembaran deformasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paduanCo-35Cr-5Mo-0,4Mn memiliki sifat mampu tempa yang baik. Striasi dan adanya fasa σ mengarah terhadaprendahnya sifat mampu tempa dari paduan tersebut. AbstractTHE EFFECT OF Mn ADDITION ON FORGING ABILITY OF Co-35Cr-5Mo ALLOY FOR IMPLANTAPPLICATIONS. The applications of Co-Cr-Mo alloys are widely used as an implant material such as kneeand hip joint. Subject of this research relates to the forge ability of Co-35Cr-5Mo without and with variousaddition of Mn approximately 0.2-0.4-0.6-0.8-1 (weight %). Co-35Cr-5Mo-xMn (0-20 weight %) phase diagramis calculated using data base in the Thermo-Calc software. Co-35Cr-5Mo-xMn (0-1 weight %) alloy ingots areobtained through melting and solidifying process by using tri arc melting in vacuum condition at temperatureabove 1400 ºC. Homogenizing is carried out using vacuum furnace with high purity argon gas at temperature1200 ºC for 24 h. After forging process at T = 1250 ºC, Co-35Cr-5Mo-0.4Mn alloy ingot did not obtain anysignificant cracking when compared to others. XRD results reveal that ε phase and σ phase consist in all Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 weight %) alloys. Metallography examinations show precipitations of σ phase alongaustenite grain boundaries and striations in the interior of austenite grains. Striations are to be expected as εphase or deformation twinning. From this research study concludes that Co-35Cr-5Mo-0.4Mn is suitable forforging process. The existence of striation and σ phase lead to the low grade of forging ability in these alloys.
PROSES DEFORMASI SANGAT TINGGI (SEVERE PLASTIC DEFORMATION) TERHADAP PADUAN Al-5052 HASIL ANILING[Severe Plastic Deformation Process of Annealed Al-5052 Alloy] Kartika, Ika
Metalurgi Vol 27, No 3 (2012): Metalurgi Vol.27 No.3 Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.72 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i3.229

Abstract

PROSES DEFORMASI SANGAT TINGGI (SEVERE PLASTIC DEFORMATION) TERHADAPPADUAN Al-5052 HASIL ANILING. Proses deformasi sangat tinggi adalah teknologi yang digunakan untukmenghasilkan ukuran butir sampai dengan skala nano (≤ 100 nm). Dalam penelitian ini proses deformasi sangattinggi dengan ECAP (equal channel angular pressing) telah dilakukan terhadap material paduan aluminium (Al-5052) hasil proses aniling. Proses aniling dilakukan untuk memunculkan presipitat dalam paduan tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh presipitat dalam paduan Al-5052 terhadap sifatmekanik paduan setelah proses deformasi sangat tinggi (severe plastic deformation) dengan ECAP. Prosesaniling bervariasi dilakukan pada temperatur 150 °C selama 24 jam, 175 °C selama 24 jam dan 200 °C selama24 jam. Teknik ECAP dilakukan pada rute A dengan jumlah deformasi sebanyak 8 pas. Beberapa pengujianuntuk melihat pengaruh struktur mikro yang dihasilkan terhadap sifat mekanik paduan Al-5052 adalahmetalografi dengan mikroskop optik dan SEM (scanning electron microscope), uji keras dengan metoda Brinell,analisis unsur dengan SEM-EDS (scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy) dan uji tarik.Hasil proses deformasi sangat tinggi setelah aniling menunjukkan bahwa peningkatan sifat mekanik terjadidalam paduan seiring dengan meningkatnya jumlah pas deformasi yang dilakukan. Peningkatan kekuatan setelahproses deformasi juga dikarenakan terbentuknya sub butir equiaksial (equiaxed subgrain) dalam butir danpartikel-partikel presipitat Mg2Si+ Mg2Al3 yang menjadi penghalang dari pergerakan dislokasi dalam paduan Al-5052. AbstractSevere plastic deformation is a technology that has been used to obtain grain size into nano grade scale (≤100nm). In this study, severely plastic deformation by equal channel angular pressing (ECAP) was conducted inthe annealed of aluminum magnesium alloy (Al-5052). Annealing was done leading to form precipitates inthe alloy. The aim of this study is investigated mechanical properties of this alloy after severely plasticdeformation by ECAP and the influent of precipitates that was formed into those properties. Variousannealing processes were treated in the Al-5052 alloy at various temperatures of 150 °C-24h for sample A,175 °C-24h for sample B and 200 °C-24 h for sample C. The route of ECAP was concerned on A route with8 numerous of deformation pases. Several examinations were carried out to observe the influent ofmicrostructures and mechanical properties that was obtained after ECAP, such as metallography by usingoptical microscopy and SEM (scanning electron microscope), Brinell hardness test, chemical analysis bySEM-EDS (scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy) and tensile test. Severely plasticdeformations after annealing show that mechanical properties increase with increasing number of pasdeformation in this alloy. Strength improve after severely plastic deformation due to formation of equiaxedsub-grains in the interior grains and FeCrSiAl, Mg2Si, Mg2Al3 precipitations as a barrier for dislocationsmotion in the Al-5052 alloy.
Perilaku Adsorpsi Emas Dari Larutan Ammonium Thiosulfat Dengan Karbon Aktif Dan Resin Penukar Ion [Study of Adsorption Behaviour of Gold from Thiosulfate Solution onto Activated Carbon and Ion Exchange Resin] M, Wahyudin Prawira; Mubarok, M Zaki
Metalurgi Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.106 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i2.161

Abstract

Effective recovery methods of gold from thiosulfate solution are still being studied by many researchers. In this paper, results of gold adsorption tests in ammonium thiosulfate solutions using 3 types of ion exchange resin and activated carbon is discussed. Series of batch adsorpsion tests at room temperature have been carried out within pH range of 7-9 to study Au adsorption behaviour from thiosulfate solution onto four types of adsorbents, loading capacity and adsorption kinetics of each adsorbent. The investigation results show that recovery of gold from pregnant leach solution of gold ore in ammonium thiousulfate can be effectively performed by using a strong-base resin of Lewatit Monoplus MP 800. At a pH range of 7-9, adsorption percentages of Au onto the strong-base resin of Lewatit Monoplus MP exceed 97% after 2 hour and reach a maximum level of 100% after 25 hour at pH 8. In contrast, activated carbon did not exhibit a sufficient performance in recovery of Au from thiosulfate solution, in which the highest adsorption percentage of Au after 25h <80% at pH range of 7-9. The strong base resin of Lewatit Monoplus MP 800 demonstrated the highest loading capacity and fastest adsorption rate followed by weak base resin of Guanidine, polymeric resin with carbon matrix AF5 and activated carbon at pH range of 7-9.AbstrakTeknik perolehan kembali emas yang efektif dari larutan thiosulfat masih terus dipelajari oleh para peneliti. Pada penelitian ini dibahas hasil-hasil percobaan adsorpsi emas dalam larutan ammonium thiosulfat dengan menggunakan 3 tipe resin penukar ion dan karbon aktif. Serangkaian percobaan adsorpsi batch pada suhu kamar dilakukan dalam selang pH 7-9 untuk mempelajari perilaku adsorpsi Au dari larutan thiosulfat pada keempat jenis adsorben, kapasitas adsorpsi dan laju adsorpsi Au pada masing-masing adsorben. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perolehan emas dari larutan hasil pelindian bijih emas dalam larutan ammonium thiosulfat dapat dilakukan dengan efektif menggunakan resin penukar ion tipe basa kuat Lewatit Monoplus MP 800. Dalam rentang pH 7-9, persen adsorpsi Au pada resin basa kuat Lewatit Monoplus MP800 melebihi 97% setelah 2 jam dan mencapai level maksimum 100% setelah 25 jam pada pH 8. Sebaliknya, karbon aktif tidak menunjukkan performa yang memadai untuk mengambil kembali Au dari larutan thiosulfat pada mana persen adsorpsi Au tertinggi setelah 25 jam kurang dari 80% dalam rentang pH 7-9. Resin basa kuat Lewatit Monoplus MP 800 menunjukkan kapasitas adsorpsi Au paling tinggi dan laju adsorpsi paling cepat diikuti oleh resin basa lemah Guanidine, resin polimerik bermatriks karbon AF5 dan karbon aktif dalam rentang pH 7-9.
cover, daftar isi, abstrak Jurnal Metalurgi, Redaksi
Metalurgi Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.218 KB)

Abstract

Analisa Ukuran Partikel Serbuk Komposit NiCrAl dengan Penambahan Reaktif Elemen untuk Aplikasi Lapisan Tahan Panas Desiati, Resetiana Dwi; Sugiarti, Eni; Ramandhany, Safitry
Metalurgi Vol 33, No 1 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 1 April 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.666 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i1.358

Abstract

Dalam makalah ini dibahas mengenai ukuran sampel serbuk NiCrAl yang ditambahkan reaktif elemen yitrium (Y), silikon (Si), hafnium (Hf), dan zirconium (Zr) menjadi paduan NiCrAlY, NiCrAlSi, NiCrAlYSi, NiCrAlHf, NiCrAlZr dengan proses milling menggunakan ball mill selama 36 jam dengan kecepatan milling 25 Hz atau 1500 rpm dan perbandingan antara serbuk dengan ball mill adalah 1:2. Scanning electron microscopy (SEM) digunakan untuk mengkarakterisasi sampel serbuk yang bertujuan untuk mengetahui morfologi sampel seperti bentuk dan ukuran partikel. Gambar digital dari hasil karakterisasi SEM diolah menggunakan software ImageJ untuk mengetahui ukuran partikelnya dan hasilnya pengukurannya dibandingkan dengan data hasil karakterisasi menggunakan Particle Size Analizer (PSA). Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa pengolahan gambar dijital SEM menggunakan ImageJ memiliki keakuratan kurang lebih sebesar 80%. Hal ini disebabkan dari bentuk sampel powder yang tidak homogen dan sebarannya yang tidak merata. Selain itu pula dapat diketahui juga bahwa sampel serbuk paduan NiCrAl, NiCrAlY, NiCrAlSi, NiCrAlYSi, NiCrAlHf, NiCrAlZr setelah pemilingan selama 36 jam mengalami perbesaran ukuran dari kondisi awal atau 0 jam yang disebabkan selama proses pemilingan mengalami aglomerasi dan coldwelding. 
TINJAUAN PEMBUATAN NIOBIUM KARBIDA Solihin, Solihin
Metalurgi Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.856 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i1.273

Abstract

TINJAUAN PEMBUATAN NIOBIUM KARBIDA. Niobium karbida adalah salah satu karbida logam transisiyang memiliki sifat-sifat unik seperti kekerasan yang tinggi, titik leleh yang tinggi, dan konduktivitas listrik yangrelatif tinggi. Niobium karbida dapat dibuat melalui metode thermo-reactive deposition, atomic layer deposition,solid-gas reaction, dan mekanokimia. Metode thermo-reactive deposition dan atomic layer deposition memilikikelebihan dalam hal tingginya kemurnian produk, tetapi memiliki kelemahan dalam hal rendahnya produktivitasdan tingginya konsumsi energi. Sementara itu, metode solid-gas reaction memiliki kelebihan dalam haltingginya produktivitas tetapi memiliki kelemahan dalam hal tingginya konsumsi energi. Metode mekanokimiaadalah metode terbaru dalam pembuatan niobkium karbida. Metode ini memiliki kelebihan dalam hal rendahnyakonsumsi energi dan tingginya produktivitas.
PREPARASI, SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL OKSIDA Ca3Co4O9 [Preparation, Synthesis and Characterization Of Ca3Co4O9 Oxide Material] Yudhanto, Sigit Dwi
Metalurgi Vol 30, No 1 (2015): Metalurgi Vol.30 No.1 APRIL 2015
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.35 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v30i1.107

Abstract

Penelitian dilakukan untuk membuat material oksida Ca3Co4O9 dengan menggunakan proses reaksi padat. Material oksida Ca3Co4O9 merupakan material termoelektrik yang mempunyai kestabilan yang baik dan sudah banyak diaplikasikan. Bahan baku sintesis Ca3Co4O9 adalah serbuk CaO dan CoCO3. Proses pembuatan diawali dengan penimbangan bahan baku, dilanjutkan dengan penggerusan, kalsinasi, kompaksi dan sintering. Pelet disinter pada suhu 700, 750, 800, dan 850°C ditahan selama 24 jam dengan kondisi atmosfir udara. Pola difraksi sinar-x menunjukkan bahwa mayoritas puncak pantulan adalah fasa Ca3Co4O9. AbsractThe study was conducted to make Ca3Co4O9 oxide material using solid state reaction process. Ca3Co4O9 oxidematerial is a thermoelectric material that has good stability and has been widely applied. The raw materials areCaO and CoCO3 powders. Synthesis process begins with the weighing of raw materials, followed by grinding,calcination, compaction and sintering. Samples sintered at temperatures 700, 750, 800, dan 850°C for 24 hoursin air atmospheric conditions. X-ray diffraction pattern shows that the majority of the reflection is Ca3Co4O9phase.
Pengaruh Suhu Dan Persentase Reduksi Terhadap Limit Drawing Ratio (LDR) Pada Proses Metal Forming Paduan 70Cu-30Zn [Effect of Temperature and Reduction Percentage to Limit Drawing Ratio (LDR) on Metal Forming of 70Cu-30Zn Alloy] Suhadi, Amin; Febriyanti, Eka; Handayani, Tri; Riastuti, Rini
Metalurgi Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.499 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i2.126

Abstract

In metal forming, LDR parameter determination has an important role on the quality of the product.  Therefore, characteristic data such as load bearing capacity limit of material should be known prior to the metal forming process. In this research, 70Cu-30Zn alloy with 70% Cu and 30% Zn which is widely done in metal forming especially deep drawing is used as samples.  The samples are warm rolled at various temperatures and reduction percentages and then deep drawn by swift cup method based on ASTM E 643-15.  To find LDR value,  further analysis are done by  FEM (finite element method) simulation and calculation for swift cup result based on formula as stated in ASTM E 6431-15 standard. Characterization is conducted by hardness test and micro structure examinations.  Result of this reseach show that the LDR value is not significantly affected by reduction percentage but strongly affected by working temperature, where the highest temperature of metal forming has been given, the highest limit drawing ratio (LDR) could be obtained. AbstrakPenentuan nilai parameter LDR (limit drawing ratio) pada proses metal forming sangat berpengaruh terhadap kualitas produk, karena itu sebelum melakukan proses pengubahan bentuk diperlukan data mengenai batas kemampuan dari logam untuk menerima gaya pada proses tersebut. Pada penelitian ini digunakan paduan Cu- Zn dengan komposisi 70% Cu dan 30% Zn yang banyak dipakai pada proses pengubahan bentuk terutama deep drawing. Paduan 70Cu - 30Zn dilakukan proses warm rolling pada berbagai suhu dan persentase reduksi, kemudian dilakukan uji deep drawing dengan metode swift cup sesuai standar ASTM E 643-15. Untuk mencari nilai LDR, dilakukan simulasi menggunakan FEM (finite element method) dan perhitungan hasil swift cup dengan rumus sesuai stadar ASTM E 643-15. Karakterisasi yang dilakukan adalah pengamatan struktur mikro dan uji keras. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai LDR tidak dipengaruhi oleh % reduksi tetapi sangat dipengaruhi oleh suhu saat pengerjaan dilakukan, dimana makin tinggi suhu proses metal forming, makin tinggi nilai LDR akan dihasilkan.
PELINDIAN REDUKTIF BIJIH MANGAN NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN MOLASES DALAM SUASANA ASAM[Reductive Leaching of Manganese Ore from East Nusa Tenggara With Molasses in Sulfuric Acid Solution] Sumardi, Slamet; Mubarok, Mohammad Zaki; Saleh, Nuryadi; Firdiyono, F
Metalurgi Vol 27, No 3 (2012): Metalurgi Vol.27 No.3 Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.517 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i3.239

Abstract

PELINDIAN REDUKTIF BIJIH MANGAN NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN MENGGUNAKANMOLASES DALAM SUASANA ASAM . Mangan merupakan logam keempat yang sering digunakan dalamkehidupan sehari-hari selain besi,aluminium dan tembaga. Penggunaan lain dari mangan adalah sebagai bahankimia, desinfektan dan oksidator. Dalam penelitian ini telah dilakukan pengambilan logam mangan dari bijihmangan daerah Kupang Nusa tenggara Timur dengan metode pelindian reduktif dalam suasana asam sulfat.Agen pereduksi yang digunakan berupa limbah pabrik gula tebu yang dinamakan molases. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat, suhu pelindian dan persen solid terhadap persenekstraksi mangan dan persen ekstraksi keterlarutan besi. Penelitian diawali dengan preparasi bijih mangan yaitudengan cara mereduksi ukuran hingga mesh 140 dan dilakukan analisa komposisi kandungan logam sampelbijih dengan menggunakan XRF (x-ray fluorescence). Sejumlah sampel bijih mangan dimasukkan ke dalamreaktor pelindian yang telah berisi asam sulfat dan molases. Variasi percobaan yang digunakan dalam penelitianini adalah konsentrasi reagen pelindi yaitu asam sulfat, suhu pelindian dan persen solid yang digunakan.Pelindian yang bersifat reduktif ini dilakukan selama 6 jam dengan kecepatan pengadukan dibuat tetap yaitu 200rpm. Persen ekstraksi mangan tertinggi untuk percobaan pelindian reduktif bijih mangan dengan molases sebagaiagen pereduksi dalam suasana asam sulfat sebesar 95,33%. Hasil ini dicapai pada konsentrasi asam sulfat 6%,suhu pelindian 70 °C, persen solid 10%, molases yang digunakan 100g/L, kecepatan pengadukan 200 rpm danwaktu pelindian 6 jam. AbstractManganese is the fourth most used metal in daily lives besides iron, aluminium and copper. Other usage ofmanganese is for chemical raw material disinfectant and chemical oxidizing. This experiment was done inKupang, East Nusa Tenggara to extract manganese from manganese ores by reductive leaching in sulfuricacid conditions. Molasses as waste from sugarcane factory is used as redactor. The purpose of thisexperiment is to measure the impact of sulfuric acid concentration, leaching temperature and solid percentageon percentage of manganese extraction and percentage of iron solubility extraction. This experiment ispreparing manganese ores by reducing into 140 mesh and analyze ores compositions using XRF. Someamounts of manganese ores are inserting into leaching reactor which contains sulfuric acid and molasses.Variables in this experiment are leaching concentration (sulfuric acid), leaching temperature and solidpercentage. This leaching is reductive in 6 hours with constant speed 200 rpm. Leaching solution is filteredto separate filtrate with from obtained residue. Filtrate is analyzed using AAS to measure manganese andiron content. Meanwhile residue is dried and weighed. We conclude that manganese extraction onmanganese ores from Kupang, NTT can be carried by reductive leaching using molasses as reductive agenton sulfuric acid media. The highest manganese extraction for this experiment is 95, 33 % which can beachieved by using 6% sulfuric acid, 70 oC temperature, 10 % solid, 100 g/L molasses,200 rpm mixing speedand 6 hours of leaching .
PERCOBAAN PENGERASAN PERMUKAAN KOMPONEN GERUS ATTRITION MILL M, Yusuf
Metalurgi Vol 26, No 2 (2011): Metalurgi Vol.26 No.2 Agustus 2011
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.186 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v26i2.13

Abstract

Untuk dapat menggerus material yang cukup keras, komponen gerus attrition mill perlu memiliki kekerasan yang cukup tinggi. Hal itu dapat diperoleh dengan menggunakan bahan berkekerasan tinggi atau bahan (baja) biasa yang permukaannya diperkeras. Salah satunya adalah dengan pemberian lapis khrom. Ada dua pilihan yang ditawarkan untuk pemberian lapis khrom ini, yaitu dengan cara lapis listrik atau pelapisan difusi. Percobaan menunjukkan  bahwa  kedua  cara  memberi  kekerasan  permukaan  yang  jauh  lebih  tinggi  dibanding  logam dasarnya. Hasil lapis listrik memberi kekerasan antara 737 hingga 852 BHN, sementara pengerasan difusi dapat mengeraskan permukaan baja hingga 1100 BHN. Daya lekat hasil lapis difusi juga sangat baik karena terjadi gradasi fasa dan kekerasan antara lapisan putih (khrom), lapisan difusi hingga ke logam dasar, sedangkan pada hasil lapis listrik terjadi perubahan menyolok antara lapis khrom dengan logam dasarnya. Secara teknis metode lapis difusi lebih dianjurkan untuk pengerasan komponen gerus attrition mill.AbstractIn order to be able to grind a relatively hard material, the working component of an attrition mill should have a good strength and hardness. To obtain such a component, it can be done by using a special high quality steel or by using an ordinary carbon steel with surface hardening. One of the hardening method is the surface chromizing. There are two methods of surface chromizing, namely the electroplating method and the diffusion (pack cementation or case hardening) method. Both methods can produce better surface hardness compare to its base metals. The product of electroplated hard chrome can improve its surface hardness to 737 to 852 VHN, while the product of diffusion hardening can reach more than 1100 VHN. The adhesion of diffusion surface also better than the product of electroplated hard chrome because of the existence of diffusion layer between the chrome layer and the base metal. On the other hand, the electroplating product give a drastic different layer between the chrome layer and the base metal. From the technical point of view the diffusion method is more recommended for the surface hardening of the attrition mill working components

Filter by Year

2011 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 3 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 3 Desember 2019 Vol 34, No 2 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 2 Agustus 2019 Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019 Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019 Vol 33, No 3 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 3 Desember 2018 Vol 33, No 2 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 2 Agustus 2018 Vol 33, No 1 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 1 April 2018 Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017 Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017 Vol 32, No 2 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 2 Agustus 2017 Vol 32, No 2 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 2 Agustus 2017 Vol 32, No 1 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 1 April 2017 Vol 31, No 3 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 3 Desember 2016 Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016 Vol 31, No 1 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 1 April 2016 Vol 30, No 3 (2015): Metalurgi Vol. 30 No. 3 Desember 2015 Vol 30, No 2 (2015): Metalurgi Vol.30 No.2 Agustus 2015 Vol 30, No 1 (2015): Metalurgi Vol.30 No.1 APRIL 2015 Vol 29, No 3 (2014): Metalurgi Vol.29 NO.3 Desember 2014 Vol 29, No 2 (2014): Metalurgi Vol.29 No.2 Agustus 2014 Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014 Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014 Vol 28, No 3 (2013): Metalurgi Vol.28 No.3 Desember 2013 Vol 28, No 2 (2013): Metalurgi Vol.28 No.2 Agustus 2013 Vol 28, No 1 (2013): Metalurgi Vol.28 No.1 April 2013 Vol 27, No 3 (2012): Metalurgi Vol.27 No.3 Desember 2012 Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012 Vol 27, No 1 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 1 April 2012 Vol 26, No 3 (2011): Metalurgi Vol. 26 No. 3 Desember 2011 Vol 26, No 2 (2011): Metalurgi Vol.26 No.2 Agustus 2011 Vol 26, No 1 (2011): Metalurgi Vol. 26 No. 1 April 2011 More Issue