cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat
ISSN : 20859767     EISSN : 25809237     DOI : -
Core Subject : Art,
Journal of Papua is published twice a year in June and November by the Balai Arkeologi Papua. The Papua Journal contains the results of research, conceptual ideas, studies and the application of theory relating to archeology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
KEHIDUPAN RELIGI MASYARAKAT Dl DAERAH PERBATASAN KABUPATEN KUNINGAN- KABUPATEN CILACAP (Religious Life of Communities in the Border of Kuningan Regency-Cilacap Regency) Effie Latifundia
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5040.613 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.185

Abstract

Until now, in some villages in the border area of Kuningan-Cilacap people still support the megalithic tradition. Ancestor worship or veneration of ancestral spirits Is a growing belief in the concept of megalithic culture, ie a culture that uses objects atu stone building as a means of rituals. This study aims to explore the remains of megalithic tradition which is still ongoing in the community to this day in some villages in the border area of Kuningan Regency, West Java to Cilacap, Central Java, and the media are to be used. This research was conducted by survey method to collect information and describe forms of cultural remains. The results showed although Islam has been embraced as a religion, but belief in ancestors as local religious understanding before Islam developed, ongoing, and maintained by several rural communities in the border. It can be concluded, that the less an area under the influence of the outside then resulting in stronger local element/dominant code of conduct rooted in the community, because it is already in progress in the long term. AbstrakSampai sekarang ini, beberapa desa di daerah perbatasan Kuningan-Cilacap masyarakatnya maslh mendukung tradisi megalitik. Pemujaan leluhur atau pemujaan terhadap roh nenek moyang merupakan suatu konsep kepercayaan yang berkembang pada kebudayaan megalitik, yaitu suatu kebudayaan yang menggunakan benda-benda atu bangunan dari batu sebagai sarana ritualnya. Penelitian ini bertujuan menggali sisa-sisa tradisi megalitik yang masih berlangsung dalam masyarakat hingga sekarang ini di beberapa desa di daerah perbatasan Kabupaten Kuningan (Jawa Barat) dengan kabupaten cilacap (Jawa Tengah) dan media apa saja yang digunakan. Penelitian Ini dilakukan dengan metode survel untuk mengumpulkan informasi dan mendeskripaikan bentuk-bentuk tinggalan budayanya. Hasil penelitian menunjukkan meskipun Islam telah dianut sebagai agama namun kepercayaan terhadap Ieluhur sebagai paham religi lokal sebelum Islam berkembang, masih tetap berlangsung dan dipertahankan oleh beberapa masyarakat pedesaan dl perbatasan. Dapat disimpulksn, bahwa semakin kurang suatu daerah mendapat pengaruh dari luar maka dapat mengakibatnya unsur lokal semakin kuat/dominan mengakar dalam tata laku dan kepercayaan masyarakatnya, karena hal tereebut sudah berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
MENGOPTIMALKAN SUMBER DAYA ARKEOLOGI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA UNTUK KETAHANAN BUDAYA (Studi Kasus Sumber Daya Arkeologi di Provinsi Papua) [Optimizing Tourisme Attractions for Cultural Endurance: A Case Study of Archaeological Resources in Papua] Ni Komang Ayu Astiti
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7673.699 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.186

Abstract

Development of the tourism sector contributes a sizeable foreign exchange after oil and gas, coal, and oil palm. The government has also set a target of 20 million foreign tourists visit and 275 local tourist movement In 2019. Entering the era of globalization the movement of people from one country and region more quickly because the distance is getting closer, so it supports the growth of tourism . These conditions have a positive impact on the economy and science and technology, but social change is very vulnerable to the Impact on the weakening of the resilience of culture in society. For that how to increase the resilience of culture by minimizing the negative effects of tourism development in the era of globalization in Papua is very important. Trend rating is currently more concerned about the quality of experience and a tendency to look for something unique and authentic and can not be found in the region or country. To meet market demand trends and this can be done by presenting archaeological resources in Papua as a tourist attraction. Optimizing the archaeological resources in Papua as a tourist attraction that can be empowered to improve the resilience of culture in addition to providing economic benefits is the goal of this research. The study was conducted with the literature study and survey and using descriptive analysis techniques - qualitative. From the results of analysis show that Papua has the potential archaeological resources can still be presented authenticity and contextualization. Unlock the value of cultural and archaeological resources significance in the present context to make it as a tourist attraction in Papua embryonic formation of a positive image and local identity as multi cultur values, solidarity, unity and unity, mutual assistance and proud of their own culture. AbstrakPembangunan sektor pariwisata membarikan kontribusi devisa yang cukup besar setelah minyak dan gas, batubara, dan keispa sawit. Pemerintah juga teiah menetapkan targat kunjungan 20 juta wisman dan 275 pergerakan wisatawan nusantara di tahun 2019. Memasuki era globallsal pergsrakan manusia dari suatu Negara dan daerah semakin cepat karena jarak semakin dekat, sehingga sangat mandukung pertumbuhan pariwisata. Kondisi ini mempunyai dampak positif di bidang ekonomi dan IPTEK, tetapi perubahan sosial sangat rentan yang berdampak pada melemahnya ketahanan budaya di masyarakaL Untuk itu bagaimana meningkatkan ketahanan budaya dengan meminimalisasi pengaruh negatif pembangunan pariwisata pada era globalisasi di Papua sangat periling dilakukan.Trend wisatawan saat ini lebih memperhatikan kualitas pengalaman dan kecenderungan untuk mencari sesuatu yang unik dan otentik serta tidak ditamukan di daerah atau negaranya.Untuk memenuhi trend dan permintaan pasar ini dapat dilakukan dengan menyajikan sumber daya arkeologi di Papua sabagai daya tank wisata. Mangoptimalkan sumber daya arkeologi di Papua sebagai daya tarik wisata agar dapat diberdayakan untuk meningkatkan ketahanan budaya masyarakat seiain msmberikan manfaat ekonomi merupakan tujuan dari panelitian ini. Penelitian dilakukan dengan studi pustaka dan survei serta menggunakan teknik anallsls deskriptif-kualitatif. Dari hasil analisis diketahui bahwa Papua mempunyai potansi sumber daya arkeologi masih Mengoptimalkan sumber daya arkeologi sebagai daya tarik wisata untuk ketahanan budaya
ARKEOLOGI PULAU TERDEPAN: TINJAUAN POTENSI PURBAKALA DI PULAU SELARU MALUKU TENGGARA BARAT (Archaeology of Outermost Island: The Potential Overview in Selaru Island West Southeast Moluccas Indonesia) Marion Ririmasse
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7778.083 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.187

Abstract

Selaru Is one of the 92 outermost Islands In Indonesia. Geographically located in the TanlmbarArchipelago, Selaru is one of the southeastemmost island of Indonesia which is closely located to Australia. A condtion that present the strategic value in terms of politics and academics for this area. Unfortunately, despite the importance of this Island, very limited archaeological and cultural historical study has been conducted In Selaru. This paper is a prelimenary overview of archaeological potential in one of the country frontline. The reconaissance survey has been adopted as an approach in this research. The results shows that Selaru is a potential region to be developed in the framework of archaeology and cultural history of the region. Includes, the cultural study to develop the border area of Indonesia. AbstrakPulau Seiaru adalah salah satu dan 92 pulau terdepan di Indonesia. Terletak di Kepulauan Tanlmbar; Selaru menjadl salah satu pulau terselatan Nusantara yang paling dekat dengan daratan Australia. Hal mana memberi nilai strategis secara politis dan akademis bagi wilayah ini. Meski dengan nilai penting sedemikian, belum banyak perhatian dari studi arkeologi dan sejarah budaya bagi Pulau Selaru. Makalah ini merupakan tinjauan awal atas potensi arkeologi yang ada di salah satu wilayah teras negara ini. Pendekatan peneiitian dilakukan dengan menggunakan metode survei penjajakan. Hasil studi menemukan bahwa Selaru memiliki potensi dalam kerangka studi arkeologi dan sejarah budaya kawasan. Termasuk dalam kaitan dengan kajian budaya untuk pengembangan kawasan perbatasan.
KAJIAN INTEGRATIF SITUS PRASEJARAH Dl KAWASAN MANGKULIRANG, KUTAI TIMUR (Integrative Study of Prehistoric Site In Mangkulirang Region, East Kutai) nFN Nasruddin
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6084.294 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.188

Abstract

Studies on karst is a study that can be done hotisticaliy, because in the karst region them are various potentials such as; prehistoric archaeological remains which are quite old, there am groups of people who have local knowledge seekers swallow nest, traditional agricultural activities and the utilization of the site of the settlement (settlement area), as well as habits embodied in traditions and art. Through archaeological approach to spatial {spatial archeology), the archaeological research in East Kutai Karst, not only reveal the spatial and temporal aspects alone, but as a whole want to explain culturally and physically; synchronic and diachronic this region inhabited by humans. Mangkulirang karst area is so vast traffic would require a study to obtain an explanation; subsistence, technology and the ancient environment, as well as the adaptation of the system that have become extinct Cave sites and niches in the Mangkulirang a valuable contribution to the knowledge of the history and prehistory of cultural processes. Any kind of potential above require management in the context of synergy, participation and shared responsibility with the local authorities, cross-institutional and community organizations, as well as cross-sectoral and multi-disciplinary to minimize conflicts of the various interests in the karst region in the management and preservation of cultural heritage Indonesia. AbstrakKajian tentang karat adalah kajian yang dapat dilakukan secara holistik, karena di daiam kawasan karst tendapat berbagai potensi seperti; tinggalan arkeologis prasejarah yang cukup tua, terdapat keiompok-kelompok masyarakat yang memiliki kearifan lokal, para pencari sarang waist, aktivitas pertanian tradisional dan pemanfaatan menjadi lokasl pemukiman, serta kebiasaan-kebiasaan yang dlwujudkan daiam bentuk tnadisl dan kesenian. Melalui pendekatan arkeologi kemangan, maka penelitian arkeologi di Karst Kutai Timur, tidak hanya mengungkapkan aspek spasial dan temporal saja, tetapl secara utuh ingin menjelaskan secara kultural maupun fisikal; sinkronik maupun diakronik kawasan ini dihunl manusia. Kawasan karst Mangkulirang yang begitu luas tentunya memerlukan iintas kajian untuk memperoleh penjelasan; subsistensi, teknologi dan lingkungan purba, serta sistem adaptasi yang teiah punah. Situs gua dan cernk di kawasan Mangkulirang dapat memberlkan kontribusl berharga tarhadap pengetahuan sejarah dan proses budaya prasejarahnya. Sagaia jenis potensi di atas memerlukan pengeioiaan daiam rangka sinergitas, peran serta dan tanggung jawab bersama dengan pemerintah daerah, iintas kelembagaan dan organisasi masyarakat, maupun lintas sektoral dan multi disiplin untuk meminimalisir benturan atas berbagai kepentingan di kawasan karst dalam rangka pengelolaan dan pelestarian cagar budaya Indonesia.
MODA TRANSPORTASI TRADISIONAL JAWA (Traditional Transportation Equipment in Java) Lilyk Eka Suranny
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7107.814 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.189

Abstract

The transportation technologies develop more rapidly along with the development of science and technology. One of consequences is the traditional transportation being abandoned by the community. Therefore, it needs cultural preservation efforts, especially in traditional transportation because it is a high historical value for Indonesia. This article describe some kind of traditional transportation modes in Java. It also described the role of society in the era of globalization. Data was collected using observation, interviews and literature study This study used a qualitative descriptive method. Based on the research of traditional modes of transportation used by the Java community is pedicab, wagon, gerobag and onthel bicycle. Traditional modes of transportation have a role namely the role of social, cultural, economic and environmental. AbstrakPerkembarvgan teknologi transportasi semakin pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu dampaknya adalah moda transportasi traditional semakin ditinggalkan oteh masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya pelestarian budaya khususnya pada alat transportasi tradisional karena memiliki nilai historis yang tinggi bagi bangsa Indonesia. Tuiisan ini menguraikan beberapa jenis moda transportasi tradisional di Jawa. Seisin itu juga dijelaskan mengenai peranannya dalam masyarakat di tengah era globalisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan basil penelitian moda transportasi tradisional yang digunakan oleh masyarakat Jawa yakni becak, delman, gerobag dan sepeda onthel. Moda transportasi tradisional memiliki peranan yaitu peran sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.
Front Cover Vol. 8 Edisi No. 2 November 2016 Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi Papua
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/papua.v8i2.190

Abstract

Back Cover Vol. 8 Edisi No. 2 November 2016 Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi Papua
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/papua.v8i2.191

Abstract

Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi dan Abstrak Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi Papua
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4225.78 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.192

Abstract

EKSPLORASI GEOARKEOLOGI SITUS PALEOLITIK DI PULAU SERAM, PROVINSI MALUKU [Geoarchaeological Exploration of Paleolitical Sites on The Island of Seram, Moluccas Province] Muh Fadhlan S Intan
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 9 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1595.802 KB) | DOI: 10.24832/papua.v9i1.203

Abstract

East Seram District, Central Maluku, and West Seram regency is located on the island of Seram, where research was conducted, save a lot of cultural, one of the paleolithic period, which is a long time not received attention from environmental researchers. It is used as the basis of the main issues that include geology in general. Therefore, the purpose of this study was to perform surface geological mapping in general as one of the efforts to provide geological information, while the goal is to determine aspects of geomorphology, stratigraphy, structural geology associated with the existence of paleolithic sites in the study area. The research method begins with a literature review, surveys, analysis, and interpretation of field data. Environmental scanning provides information about the landscape consists of plains morphological units, units of corrugated morphology weak, strong corrugated morphology unit, and units of karst morphology. The river berstadia old-mature river stadium, periodical/permanent river, and river episodic/intermittent river. Constituent rock is sandstone, limestone, marl, andesite, tuff, schist, volcanic breccias, reef limestones, conglomerates, and alluvial. Geological structures such as faults and folds. Ceram Research discovered 14 Paleolithic sites. From the analysis of petrology, lithic tools made of jasper rocks, chert, metalimestone, flint, and quartzite. Rock as raw material litik tool, found in the middle of Seram Island, then spread to the west and to the east which has a flat relief.   ABSTRAKKabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat terletak di Pulau Seram, yang menjadi lokasi penelitian, menyimpan banyak tinggalan budaya, salah satunya dari masa paleolitik, yang sekian lama tak mendapat perhatian dari para peneliti lingkungan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalahan utama yang mencakup geologi secara umum. Oleh sebab itu, maksud penelitian ini dalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya untuk menyajikan informasi geologi, sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi yang dikaitkan dengan keberadaan di situs-situs paleolitik wilayah penelitian. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, analisis, dan interpretasi data lapangan. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alamnya terdiri yang dari satuan morfologi dataran, satuan morfologi bergelombang lemah, satuan morfologi bergelombang kuat, dan satuan morfologi karst. Sungainya berstadia sungai dewasa-tua, sungai periodik/permanen, dan sungai episodik/ intermittent. Batuan penyusun adalah batupasir, batugamping, napal, andesit, tufa, sekis, breksi volkanik, batugamping terumbu, konglomerat, dan aluvial. Struktur geologi berupa patahan, dan lipatan. Eksplorasi di Pulau Seram telah menemukan 14 situs paleolitik. Dari analisis petrologi, alat-alat litik terbuat dari batuan jasper, chert, metagamping, batuapi, dan kuarsit. Batuan sebagai bahan baku alat litik, ditemukan di bagian tengah Pulau Seram, lalu disebarkan ke arah barat dan timur yang berelief datar.    
SITUS HUNIAN PRASEJARAH DI SARMI [The Prehistoric Settlement Site in Sarmi] Suroto, Hari
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 9 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3228.795 KB) | DOI: 10.24832/papua.v9i1.204

Abstract

Sarmi is located on the northern coast of Papua. In prehistoric times, Sarmi became the goal of the migration of inland and Austronesian speakers. They live settled and form settlements. Prehistoric archeology research at Sarmi has never been done. The purpose of this study was to identify, find, identify prehistoric settlement sites. The data collection method used is surface survey. The analysis uses artifact analysis, and contextual analysis. In this study managed to find an open settlement site consisting of Edwas Site, Karbos and Fromadi. Human supporters of Edwas Site are hunters and gatherers of forest products, while human supporters of Karbos site and Fromadi site live hunting and gathering, searching for seafood as well as trading activities or exchanging commodities with outsiders.  ABSTRAKSarmi terletak di pesisir utara Papua. Pada masa prasejarah, Sarmi menjadi tujuan migrasi penduduk dari pedalaman maupun penutur Austronesia. Mereka hidup menetap dan membentuk pemukiman. Penelitian arkeologi prasejarah di Sarmi belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menemukan, mengidentifikasi situs hunian prasejarah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei permukaan tanah. Analisis menggunakan analisis artefak, dan analisis kontekstual. Dalam penelitian ini berhasil menemukan situs hunian terbuka yang terdiri atas Situs Edwas, Karbos dan Fromadi. Manusia pendukung Situs Edwas merupakan pemburu dan peramu hasil hutan, sedangkan manusia pendukung Situs Karbos dan Situs Fomadi hidup berburu dan meramu, mencari hasil laut serta beraktivitas perdagangan atau tukar menukar komoditas dengan penduduk luar.

Filter by Year

2009 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2021): November 2021 Vol. 13 No. 1 (2021): Juni 2021 Vol. 12 No. 2 (2020): November 2020 Vol. 12 No. 1 (2020): Juni 2020 Vol. 11 No. 2 (2019): November 2019 Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019 Vol. 10 No. 2 (2018): November 2018 Vol. 10 No. 1 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): November 2017 Vol. 9 No. 2 (2017): November 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol. 9 No. 1 (2017): Juni 2017 Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016 Vol 8, No 2 (2016): November 2016 Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016 Vol. 8 No. 1 (2016): Juni 2016 Vol. 7 No. 2 (2015): November 2015 Vol 7, No 2 (2015): November 2015 Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015 Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol. 6 No. 2 (2014): November 2014 Vol 6, No 2 (2014): November 2014 Vol. 6 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 5, No 2 (2013): November 2013 Vol. 5 No. 2 (2013): November 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol. 5 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): November 2012 Vol. 4 No. 2 (2012): November 2012 Vol 4, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 4 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol 3, No 2 (2011): November 2011 Vol. 3 No. 2 (2011): November 2011 Vol 3, No 2 (2011): November 2011 Vol. 3 No. 1 (2011): Juni 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): November 2010 Vol. 2 No. 2 (2010): November 2010 Vol. 2 No. 1 (2010): Juni 2010 Vol 2, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 1, No 2 (2009): November 2009 Vol. 1 No. 2 (2009): November 2009 Vol. 1 No. 1 (2009): Juni 2009 Vol 1, No 1 (2009): Juni 2009 More Issue