cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat
ISSN : 20859767     EISSN : 25809237     DOI : -
Core Subject : Art,
Journal of Papua is published twice a year in June and November by the Balai Arkeologi Papua. The Papua Journal contains the results of research, conceptual ideas, studies and the application of theory relating to archeology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi dan Abstrak Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.008 KB) | DOI: 10.24832/papua.v7i1.145

Abstract

Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi dan Abstrak Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 6 No. 2 (2014): November 2014
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.538 KB) | DOI: 10.24832/papua.v6i2.146

Abstract

Kata Pengantar, Daftar Isi dan Abstrak Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 6 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.422 KB) | DOI: 10.24832/papua.v6i1.150

Abstract

PERNIK PROGRAM : Seminar Arkeologi Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 2 No. 2 (2010): November 2010
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.167 KB) | DOI: 10.24832/papua.v2i2.167

Abstract

PERNIK PROGRAM : Workshop Lintas Stakeholder Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 2 No. 1 (2010): Juni 2010
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.879 KB) | DOI: 10.24832/papua.v2i1.171

Abstract

PERNIK PROGRAM : Diskusi Arkeologi Redaksi Jurnal Penelitian Arkeologi
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 1 No. 2 (2009): November 2009
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.937 KB) | DOI: 10.24832/papua.v1i2.175

Abstract

MOKATAKE: BUDAYA MEGALITIK Dl SITUS HITIGIMA LEMBAH BALIM SELATAN KABUPATEN JAYAWIJAYA [MokatAke: Megalithic Culture in Hitigima] Erlin Novita Icfje Ojami
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4305.516 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.181

Abstract

The findings of the spirits path or MokatAke in the Hltiglma Site, Asotlpo District, regency of Jayawijaya, has brought a new perspective related to the distribution and diversity of megalithb culture In Indonesia, in addition, as a proof that in the central mountainous region of Papua have also been touched by the megalithic culture, is a cultural tradition that was introduced byAustmnesian speakers since the Neolithic and continues a tradition until now. Research resuits from the Hitigima site is in the form ofAsama Indigenous Village, spirits path (mokat ake), a few of stone pillars, a large stone, and a niche in the mountain Hesagenem, as well as blue lake. These elements constitute a single entity associated with the context of indigenous deaths in Hubula tribe in southern Balim Valley, which is also described how the ancestors of the trip, and the reintegration of descent with ancestors. AbstrakTemuan jaian arwah atau mokat ake di Situs Hitigima, Distrik Asotlpo, Kabupaten Jayawijaya, telah msmbawa perspektif baru terkait dsngan sebaran dan keragaman bentuk megalitik di Indonesia. Di samping itu, sebagai bukti bahwa di wilayah pegunungan tengah Papua juga teiah tersentuh oleh budaya megalitik yaitu suaiu tradisl budaya yang diperkenalkan oleh penutur Austronesia sejak masa neolitik dan terns mentradisi hingga kini. Hasil penelltian di Situs Hitigima adalah berupa Kampung Adat Asoma, jaian arwah {mokat ake), beberapa buah tiang batu, satu buah batu berukuran besar, dan ceruk di Gunung Hesagenem, serta Kali Biru. Unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan kontefcs yang terkait dengan adat kematian pada suku Hubuia di Lembah Balim selatan, yang juga menggambarkan tentang hubungan peijalanan nenek moyang, dan penyatuan kembali para ksturunan dengan ieluhumya.
BUDAYA AUSTRONESIA Dl KAWASAN DANAU SENTANI (Austroneslan Culture In the Sentani Lake Area) Hari Suroto
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2625.917 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.182

Abstract

Pottery artifacts distribution and language show that Austroneslan speakers mostly settle, do activity, and interact with indigenous Papua In the coastal. Sentani Lake area is located in north part of Papua, in which Sentani language belongs to the non-Austronesian (phylum Trans New Guinea). This study is aimed to reveal the influence of Austroneslan culture in Sentani Lake area through descriptive and qualitative methods. The data is gathered by conducting surface survey, environmental observation, and ethnoarchaeological approach. The influence of Austroneslan culture in Sentani Lake area is brought through the coastal communities in Vanimo, Altape, and East Sepik Papua New Guinea. Artifacts as the evidences showing the influence of Austroneslan culture am in the form of pottery, glass bracelet, glass beads, and bronze artifacts. It is also shown through a pottery making tradition, tattoo, alcoholic drink, leadership system, and the breeding of dog, pig, and chicken. AbstrakPersebaran artefak gerabah dan bahasa menunjukan penutur Austronesia lebih banyak bermukim, beraktivitas, dan berinteraksi dengan penduduk asli Papua di pesisir. Kawasan Danau Sentani terletak di pesisir utara Papua, bahasa Sentani tergoiong dalam bahasa non-Austronesia (phylum Trans New Guinea). Tuiisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya Austronesia di Kawasan Danau Sentani. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpuian data dilakukan dengan survei permukaan tanah serta pengamatan lingkungan, serta perdekatan etnoarkeologi. Pengaruh budaya Austronesia di Kawasan Danau Sentani melaiui masyarakat pesisir di Vanimo, Aitape, dan Sepik Timur Papua Nugini. Aftefek yang menjadi bukti pengaruh budaya Austronesia yaitu gerabah, geiang kaca, manik-manik kaca, artefak pemnggu, Pengaruh iainnya yaitu tradlsi pembuatan gerabah, tradlsi tato, pembuatan minuman beralkohol, sistem kepemimpinan serta pemeiiharaan anjing, babi dan ayam.
MENJAJAKI KEBERADAAN Saccharum Spp DI PAPUA MELALUI PENDEKATAN ARKEOLOGI (Exploring the Existence of Saccharum spp In Papua through archaeological approach) Marlin Tolla
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3958.677 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.183

Abstract

This paper aims to propose a discussion about the existence of Saccharum spp in Papua which is based on archaeological and ethnographic study. The academic discipline such as literary studies, archaeology, ecology etc been so intensely involved in answering the question about the origins of Saccharum spp. Unpublished research together with some previously published results also etnography data is provide in this paper to explore the possibility and an explanation of cultural process especially the the influence of the Hobcene period in the introduction for the growth of plants, such as Saccharum spp. it is concluded that Papua has long played a key role in the development of plants including Saccharum spp. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendlskusikan mengenai keberadaan jenis Saccharum.spp di Papua yang didasarican pada data arkeologi dan juga data etnografi. Penelitian mengenai Saccharum spp telah lama menjadi bahan penelitian oleh beberapa disiplin ilmu seperti: arkeologi, lingkungan, bahasa dan lain sebagainya telah sangat aktif dalam menjawab berbagai macam pertanyaan terutama terkait dengan asai usul dari tanaman Saccharum spp. Adapun data yang diulas dalam tuiisan ini yakni berasal dari beberapa tulisan baik itu yang pemah dipublikasikan, tulisan yang tidak dipublikasikan dan juga tidak tertinggal data etnografl. Data-data ini dlmaksudkan untuk memberikan penjeiasan serta kemungkinan atas prosea budaya dari tumbuhan termasuk Saccharum spp baik yang ditemukan dalam situs-situs arkeologi maupun yang digunakan dalam suku-suku yang ada di Papua sekarang ini. Kesimpulan yang ditarik dalam tulisan ini adalah adanya kemungkinan yang menjelaskan tentang peranan Papua pada masa lalu sebagai tempat asal tumbuh kembangnya beberapa jenis tumbuhan termasuk Saccharum spp. 
SITUS BENTENG 03 PAPUA BARAT: FUNGSI NILAI PENTING DALAM KEARIFAN LOKAL (Fort Site in West Papua: Value, Function in Local Knowledge) Maryone, Rini
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3391.14 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.184

Abstract

Studies on the site of the fort in West Papua has never been done. This paper aims to be able to know forts in West Papua, the importance and function of the fortress. The method used in this research is the field surveys, interviews and a literature review. Archaeological research find Yenbekaki fort, Usaha Jaya fort, Wayom fort, Claudia sacred fort, and Babo fort. Construction of the fort was based on the defense function and has values of local wisdom is with wear resources adapted to the local environment and the local topography.AbstrakKajian tentang situs benteng di Papua Barat belum pernah dilakukan. Tulisan ini bertujuan dapat mengetahui benteng-benteng yang ada di Papua Barat, nilai penting dan fungsi benteng tersebut. Metode yang digunakan dalam peneiitian ini adalah survei lapangan, wawancara dan kajian pustaka. Peneiitian benteng yang dilakukan di Papua Barat menemukan benteng Yenbekaki, benteng Usaha Jaya, benteng Wayom, benteng keramat Claudia, dan benteng Babo. Pembangunan benteng didasarkan pada fungsi pertahanan serta memiliki nilai kearifan lokal yaitu dengan memanfaaatkan sumberdaya iingkungan setempat dan disesuaikan dengan topografi setempat.

Filter by Year

2009 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2021): November 2021 Vol. 13 No. 1 (2021): Juni 2021 Vol. 12 No. 2 (2020): November 2020 Vol. 12 No. 1 (2020): Juni 2020 Vol. 11 No. 2 (2019): November 2019 Vol. 11 No. 1 (2019): Juni 2019 Vol. 10 No. 2 (2018): November 2018 Vol. 10 No. 1 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): November 2017 Vol. 9 No. 2 (2017): November 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol. 9 No. 1 (2017): Juni 2017 Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016 Vol 8, No 2 (2016): November 2016 Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016 Vol. 8 No. 1 (2016): Juni 2016 Vol. 7 No. 2 (2015): November 2015 Vol 7, No 2 (2015): November 2015 Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015 Vol. 7 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol 6, No 2 (2014): November 2014 Vol. 6 No. 2 (2014): November 2014 Vol. 6 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 5, No 2 (2013): November 2013 Vol. 5 No. 2 (2013): November 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol. 5 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol. 4 No. 2 (2012): November 2012 Vol 4, No 2 (2012): November 2012 Vol 4, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 4 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol 3, No 2 (2011): November 2011 Vol. 3 No. 2 (2011): November 2011 Vol 3, No 2 (2011): November 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol. 3 No. 1 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): November 2010 Vol. 2 No. 2 (2010): November 2010 Vol. 2 No. 1 (2010): Juni 2010 Vol 2, No 1 (2010): Juni 2010 Vol. 1 No. 2 (2009): November 2009 Vol 1, No 2 (2009): November 2009 Vol. 1 No. 1 (2009): Juni 2009 Vol 1, No 1 (2009): Juni 2009 More Issue