cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2010)" : 6 Documents clear
ALTERNATIF KELEMBAGAAN DI KAMPUNG TEKNOLOGI JEPARA Febrianty, Dessy
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.39 KB)

Abstract

Kampung Teknologi Jepara adalah suatu kawasan yang berfungsi untuk pengembangan sektor ekonomistrategis Jepara berbasis teknologi yang menyajikan, memperagakan, dan menginformasikan teknologiterkini dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang ditujukan untuk produksi,penelitian, pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk alih teknologi kepada masyarakat. Kajian ini bertujuanuntuk mencari dan merumuskan bentuk kelembagaan yang tepat dan sesuai dengan rencana pengembanganKampung Teknologi jepara. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah Pendekatan Kualitatif yangdapat menjelaskan secara mendalam kelebihan dan kekurangan masing-masing kelembagaan yang akandipilih untuk mengelola Kampung Teknologi Jepara. Untuk menentukan lembaga yang terpilih digunakanskoring (pembobotan). Hasil dari penelitian Perusahaan Daerah merupakan lembaga yang sesuai yangdigunakan untk mengelola Kampung Teknologi Jepara.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT BERKELANJUTAN (Studi kasus di Desa Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah) Hakim, M. Andri; Andjarwati, Dica Erly
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.142 KB)

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam lahan gambut seharusnya dapat mendorong kemampuan masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan sumberdaya alam di lahan gambut tanpa merusak lingkungan. Studi ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana upaya masyarakat dalam mengelola lingkungan lahan gambut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif adalah hasil dari identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan penyimpulan. Pengelolaan lahan gambut partisipatif yang dibentuk oleh petani di desa Kalampangan adalah sebuah contoh partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut yang ramah lingkungan. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut oleh petani di desa Kalampangan antara lain; pembuatan parit di sekeliling lahan penanaman untuk mencegah timbulnya kebakaran gambut dan mencegah kekeringan, implementasi pengelolaan air gambut oleh pemerintah, penggunaan abu dan pupuk dalam meningkatkan kesuburan lahan gambut, dan transfer pengetahuan mengenai pertanian, pola tanam dan peralatan pertanian kepada masyarakat setempat.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI RUAS ALTERNATIF JALAN AEK LATONG (TARUTUNG - SIPIROK) Kusumartono, FX. Hermawan; Heston, Yudha Pracastino
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.608 KB)

Abstract

Ruas jalan Siborong-Borong - Padang Sidempuan, yang menghubungkan antara kota Tarutung - Sipirok,tepatnya pada KM 133.000 sampai KM 133+900, sejak tahun 1998 hingga sekarang mengalami longsoranyang dari tahun ketahun semakin parah, sehingga dikhawatirkan dapat memutus arus lalu-lintas pentingdi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan untuk memberikan masukan alternatif pemindahan ruas jalan dariaspek sosial ekonomi. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan fenomena baik sosialmaupun ekonomi akibat longsoran yang terjadi di ruas jalan Tarutung – Sipirok. Data primer diperolehdengan cara wawancara, Collective Interview dan penyebaran kuesioner. Analisis deskriptif untuk melihatkondisi aktual sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan perhitungan ekonomi, seperti biayakonstruksi, manfaat ekonomi dan potensi yang hilang, termasuk tingkat kesejahteraan masyarakat terkenadampak pemindahan trase jalan. Pilihan prioritas alternatif penanganan terbaik berdasarkan hasil skoringpotensi manfaat dan biaya sosial ekonomi adalah alternatif I yaitu pemindahan ruas jalan ke arah bukit (± 1,5km). Dengan pertimbangan jarak tempuh yang lebih singkat, faktor ekonomi yang lebih murah dan nilai sosialbudaya masyarakat yang cepat pulih ke kondisi awal, dibanding dua alternatif lain.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN MODEL KELEMBAGAAN PERINGATAN DINI BANJIR DEBRIS BERBASIS MASYARAKAT Marpaung, Ridwan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.747 KB)

Abstract

Komunitas Sabo didirikan pada tahun 2004 segera setelah bencana banjir debris terjadi untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang aliran massa debris. Sekarang komunitas sabo tidak dapat menjalankan tugasnya karena banyak masalah kelembagaan seperti kepemimpinan, doktrin visi dan misi, Program, sumber daya, struktur intern dan relasi dengan actor kunci. Tujuan penelitian ini memilih model kelembagaan yang paling tepat baik untuk Kelembagaan Komunitas Sabo juga untuk actor kunci. Untuk merekontruksi kembali Kelembagaan Komunitas Sabo dibutuhkan model kelembagaan yang mencakup variable-variabel kelembagaan. Dengan membandingkan nilai tingkat kepentingan variabel satu dengan yang lainnya di dalammodel dengan meminta komunitas pada saat Penilaian Pedesaan Secara Partisipatif yang menghasilkan suatu skalaprioritas kepentingan variable-variabel.Untuk membuat suatu keputusan model apa yang paling tepat untuk komunitas digunakan Analysist Hierarchy Process. Analisis menunjukkan model A adalah model terbaik, disusul berturut-turut dengan model D, model C dan model B. Setelah berkonsultansi dengan actor kunci, model A mendapat persetujuan sebagai model terbaik baik untuk komunitas maupun actor kunci. Model A adalah model yang berguna untuk keberlanjutan Kelembagaan Komunitas Sabo dalam peringatan dini banjir debris ke depan.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI REVITALISASI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PEDAGANG Masitha, Anissa Indah
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.973 KB)

Abstract

Di era globalisasi, permasalahan umum yang terjadi pada pasar tradisional di Indonesia adalah buruknya segifisik, fasilitas sarana-prasarana sampai lemahnya manajemen pengelolaan. Untuk menghadapi persaingandengan pasar modern, pasar-pasar tradisional milik pemerintah di perkotaan melakukan upaya-upayaperbaikan melalui revitalisasi pasar mengoptimalkan kembali fungsi pasar. Kajian ini mengidentifikasidampak sosial ekonomi yang muncul dari pelaksanaan revitalisasi pasar Wonokromo di Surabaya. Penelitianini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengambilandata purposive sampling. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berbagai dampak sosial ekonomi daripelaksanaan revitalisasi Pasar Wonokromo yang dirasakan pedagang berbeda-beda bergantung lapisankelompok pedagang. Revitalisasi pasar bagi pedagang besar yang relatif memiliki kapital ekonomi dan sosialyang stabil membawa perubahan positif seperti keinginan dan semangat untuk memajukan usahanya agarberkembang lebih baik. Bagi pedagang kecil, revitalisasi pasar dirasakan belum membawa kesejahteraan kearah yang lebih baik. Adanya revitalisasi pasar mematikan usaha mereka yang terlihat dengan perubahanpendapatan yang menurun dibandingkan ketika sebelum direvitalisasi. Di samping itu, revitalisasi PasarWonokromo juga membawa pergeseran relasi sosial di dalam pasar. Bagi pedagang besar cenderungmemperoleh jaringan perdagangan lebih luas dengan dunia luar. Sedangkan bagi pedagang kecil, relasi sosialtersebut semakin terkikis dengan hilangnya pelanggan sehingga mereka harus membangun kembali dari awalrelasi yang terputus.
HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN SISTEM KEBUDAYAAN DALAM PEMANFAATAN AIR (Studi Komparatif Etnis Dayak Kapuas dan Sasak Lombok) Suriadi, Andi; Angguniko, Bastin Yungga
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.126 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat hubungan perbedaan kondisi lingkungan sumber daya air (wilayah rawa danpegunungan) dengan sistem kebudayaan pemanfaatan air pada etnis Dayak Kapuas dan etnis Sasak Lombok.Dengan menggunakan metode kualitatif, terungkap bahwa terdapat beberapa perbedaan pada wujudkebudayaan yakni sistem budaya, perilaku, dan karya budaya dalam pemanfaatan air, baik untuk kebutuhandomestik maupun untuk kebutuhan pertanian. Perubahan lingkungan sumber daya air di daerah hulu ternyatamenyebabkan pula perubahan pada sistem kebudayaan kedua etnis tersebut. Untuk itu, perlu mendorongupaya konservasi di bagian hulu untuk menjamin ketersediaan sumber daya air (di Lombok) dan keperluanteknologi pengolahan air serta mobilitas moda transportasi sungai (di Kapuas).

Page 1 of 1 | Total Record : 6