cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
Strategi Peningkatan Daya Saing BULOG Melalui Pendekatan Balanced Scorecard Suswono, Suswono; Daryanto, Arief; Sawit, M. Husein; Arifin, Bustanul
JURNAL PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.318 KB) | DOI: 10.33964/jp.v19i2.123

Abstract

Tujuan makalah ini adalah untuk (i) merancang sasaran strategik, key performance indicator (KPI), inisiatif strategik yang ditinjau melalui empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses internal bisnis dan pertumbuhan dan pembelajaran pada BULOG sebagai lembaga yang menjalankan fungsi PSO dan non PSO (komersial), dan (ii) membuat peta strategi berdasarkan pendekatan balanced scorecard (BSC). Penelitian ini menunjukkan dari empat perspektif BSC di BULOG untuk fungsi non PSO, sasaran strategiknya terdiri dari: (i) perspektif keuangan sebanyak 10 sasaran strategik, diantaranya meningkatkan penjualan dan menurunnya persentase biaya operasional; (ii) perspektif pelanggan sebanyak 4 sasaran strategik, diantaranya mampu memberikan produk dan layanan yang bercitra positif dan juga kompetitif kepada pelanggan, serta mampu memberikan jaminan ketepatan waktu pengiriman barang kepada pelanggan; (iii) perspektif bisnis internal sebanyak 10 sasaran strategik, diantaranya kemampuan menguasai industri hulu dan mampu memberikan jaminan mutu barang yang dikirim kepada pelanggan; dan (iv) perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebanyak 14 sasaran strategik, diantaranya mengembangkan penciptaan nilai (value creation) bagi organisasi dan kemampuan memetakan kebutuhan sumber daya organisasi untuk bisnis 5 tahun yang akan datang. Perspektif BSC di BULOG untuk fungsi bisnis PSO, sasaran strategik-nya terdiri dari: (i) perspektif keuangan sebanyak 7 sasaran strategik, di antaranya meningkatkan kemampuan untuk menentukan harga jual yang ideal dan mempertahankan delta; (ii) perspektif pelanggan sebanyak 3 sasaran strategik, diantaranya rumah tangga sasaran memperoleh beras dengan jumlah mutu, harga, waktu, dan tempat yang tepat serta petani memperoleh jaminan pasar dengan harga yang wajar; (iii) perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, fungsi bisnis PSO dan fungsi bisnis non PSO memiliki jumlah sasaran strategik yang sama karena kedua fungsi ini masih dijalankan dalam satu organisasi dan belum ada pemisahan sumber daya.The purpose of this study is to (i) formulate strategic objectives, Key Performance Indicators (KPIs), strategic initiatives which are reviewed through four perspectives: finance, customer, internal business process and growth & learning in BULOG as an institution that runs the function of PSO and non-PSO (commercial), and (ii) create BULOG’s strategic map as institution that runs the function of PSO and non-PSO (commercial) based on the Balanced Scorecard approach. The research method used is descriptive research techniques with a Balanced Scorecard approach. The study shows that from the four perspectives of BULOG BSC for non-PSO function, its strategic objectives consist of: (i) Financial perspective as much as 10 strategic objectives, including increasing sales and decreasing the percentage of operating costs; (ii) Customer perspective as much as 4 strategic objectives, among others, able to provide products and services that has a positive image and also competitive to the customer, and is able to guarantee timely delivery to customers; (iii) internal business perspective as much as 10 strategic objectives, including the ability to master the upstream industry and is able to provide quality assurance of the delivered goods to customers; and (iv) Growth and learning perspective as much as 14 strategic objectives, including developing value creation for the organization and the ability to map organization resource needs for business five years to come. From the four BULOG BSC perspectives for PSO business functions, its strategic objectives consist of: (i) Financial perspective as much as seven strategic objectives, including increasing the ability to determine the ideal price and maintenance delta; (ii) Customer perspective as much as three strategic objectives, including target households obtaining rice within the appropriate quality, price, time and place as well as farmers guaranteed a fair market price; (iii) internal business perspective and growth and learning perspective, PSO business functions and non-PSO business functions has the same number of strategic targets, because both functions are executed within one organization and there is no separation of resources.
Pengembangan Buru Hotong {Setaria Italica (L) Beauv) Sebagai Sumber Pangan Pokok Alterna Herodian, Sam
JURNAL PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.748 KB) | DOI: 10.33964/jp.v17i3.265

Abstract

Buru Hotong merupakan tanaman yang tumbuh subur di Pulau Buru dan telahdimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sumber karbohidrat alternatif. Namun pemanfaatannya masih sangat sederhana akibat dari belum diketahuinya pola pemanfaatan dalam bentuk yang lain. Pada tulisan ini diperkenalkan teknologi yang sudah dikembangkan, sehingga dapat membuka peluang pengembangannya lebih jauh, baik oleh masyarakat setempat maupun oleh masyarakat di tempat lain. Sifatnya yang mirip rumput, membuat tanaman inimudah tumbuh dimana saja, termasuk di daerah marginal sekalipun. Kandungan gizi Buru Hotong sangat baik, dimana karbohidratnya mirip dengan beras namun kadar protein dan lemaknya lebih tinggi. Biji hotong mengandung komponen bioaktif yang mempunyai sifat antioksidan, antara lain adalah tanin dan vitamin E. Tanin merupakan polifenol, salah satu antigizi yang terkandung di dalam bahan makanan. Komponen ini terutama banyak terkandung pada kulit arinya. Bentuknya yang sangat kecil membutuhkan penangan pascapanen yang khusus, pada tulisan ini diperkenalkan sedikit mengenai teknologi pengupasan kulit dan penepungannya. Pada tulisan ini juga diperkenalkan teknologi proses yang sudah dikembangkan dengan berbasis Buru Hotong, yaitu pembuatan cookies, mi instan dan bubur instan. Pada jenis makanan tertentu tepung Buru Hotong dapat digunakan 100% tanpa campuran tepung yang lain, namun untuk jenis makanan lain yang memiliki karakteristik tertentu masih diperlukan pencampuran.
Kajian Sistem Tanam Jajar Legowo Untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi Sawah Di Sulawesi Tenggara Witjaksono, Julian
JURNAL PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.753 KB) | DOI: 10.33964/jp.v27i1.400

Abstract

Pemanfaatan teknologi berpeluang untuk menjadi daya ungkit utama peningkatan produksi dan produktivitas. Seiring dengan perkembangan teknologi maka Badan Litbang Pertanian menghasilkan teknologi dengan sistem tanam jajar legowo. Sistem ini diyakini dapat meningkatkan produksi 1-1,5 t/ha dari sistem tegel. Hal ini disebabkan karena populasi tanaman dapat ditingkatkan sampai 30%. Hasil kajian Badan Litbang Pertanian dihasilkan dengan sistem jajar legowo super produktifitas dapat mencapai 8-9 t/ha GKP. Seiring dengan kemajuan teknologi maka Badan Litbang Pertanian pada tahun 2016 mengembangkan Inovasi Teknologi Jajar Legowo Super. Kajian ini telah dilaksanakan di Desa Lambangi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe dengan luasan lahan 4 hektar yang terdiri dari VUB Inpari 30 seluas 2 hektar dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1 dan VUB Inpari 15 seluas 2 hektar dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1. Hasil kajian menunjukan bahwa tingkat produktivitas vub inpari 30 dan inpari 15 lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lokal mekongga. Sistem jajar legowo menunjukan mampu meningkatkan produksi padi bila dibandingkan dengan sistem non jajar legowo sebesar 16,44%. Sistem tanam benih langsung mampu meningkatkan pendapatan petani sebesar 37,82% melalui pengurangan biaya produksi.
Potensi Pemanfaatan Kacang Hijau dan Tauge dalam Olahan Pangan (The Potent of Using Mung Beans and Soybeans in Food Processing) Faradillaa, Fitri; Ekafitri, Riyanti
JURNAL PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.048 KB) | DOI: 10.33964/jp.v21i2.148

Abstract

Kacang hijau menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum setelah kedelai dan kacang tanah di Indonesia. Pengetahuan tentang kandungan kimia, sifat fungsional, metode germinasi yang aman, dan potensi pengembangan produk kacang hijau dan tauge sebagai hasil germinasinya menjadi penting diketahui untuk meningkatkan nilai tambah kedua bahan indigenous ini. Dalam basis kering, kacang hijau mengandung protein yang relatif tinggi dan lemak yang rendah untuk ukuran kacang-kacangan. Proses germinasi menyebabkan penurunan zat antinutrisi yang signifikan dan peningkatan daya cerna protein. Baik kacang hijau maupun tauge mengandung sejumlah senyawa yang bersifat antioksidan. Selain itu, kedua bahan ini diketahui juga memiliki kemampuan sebagai antidiabetes, antihipertensi,dan dapat melindungi ginjal dari kerusakan akibat parasetamol. Selain makanan tradisional yang telah populer saat ini, kacang hijau dan tauge juga dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai meat extender, yogurt, kefir, dan sebagai sumber enzim a-amilase.Mung bean is the third most important legume crop after soybean and peanut in Indonesia. Information regarding its chemical properties, functional properties, methods ofsafe germination, and the potential ofproduct development ofmung beans and bean sprouts as its derivate is important to increase the added value of these two Indonesian indigenous materials. In a drybasis, mung beans contain a relatively high protein andlowfat. Germination process could cause a significant decrease of antinutrition levelandincrease the digestibility ofmung bean protein. Both themung beans and bean sprouts contain a number of antioxidant compounds. In addition, these food materials also have antidiabetic and antihypertensive properties and could protect the kidneys from damage due to paracetamol. To increase the diversity of the mung beans and bean sprouts application, these two materials could also be processed and used as a meatextender, yogurt, kefir, andas a source of a-amylase enzyme. 
Keragaan Komponen Pertumbuhan dan Hasil Tiga Aksesi Tanaman Jawawut (Setaria Italica l. Beauv) melalui Pemberian Empat Dosis Pemupukan Fosfor Component Performance of Growth and Results of Three Accession Plants of Foxtail Millet (Setaria Italica l . Beauv) through Four Doses of Phosphorus Fertilization Miswati, Miswati; Nurmala, Tati; Anas, Anas; Sugandi, Dedi
JURNAL PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.675 KB) | DOI: 10.33964/jp.v24i3.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan dosis fosfor terhadap pertumbuhan serta hasil jawawut yang terseleksi. Penelitian diawali dengan karakterisasi aksesi jawawut di wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Papua. Terhadap aksesi yang terseleksi tersebut dilakukanpemupukan fosfor dengan menggunakan rancangan Split Plot Design. Sebagai petak utama adalah aksesi yang terdiri dari tiga tingkat (a1 = asal Papua, a2 = asal Jawa Barat, a3 = asal Bengkulu) dan sebagai faktor anak petak adalah dosis pupuk yang terdiri dari 4 tingkat (0 kg P2O5 /ha, 18 kg P2O5 /ha, 36 kg P2O5 /ha, 54 kg P2O5 /ha). Peubah respon pada pengujian pemupukan fosfor dilakukan terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil produksi yang meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, Indek Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Bersih (LAB), Laju Tumbuh Relatif (LTR), panjang malai,bobot malai per tanaman, bobot hasil produksi biji per petak, bobot hasil produksi biji per tanaman, bobot 1000 butir, dan Indeks Panen (IP). Uji F dilakukan untuk menguji variasi nilai rata-rata perlakuan. Jika uji F menghasilkan keragaman yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf α = 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penampilan karakter dari aksesidan pemberian fosfor tidak memberikan pengaruh terhadap komponen hasil dan hasil tanaman jawawut. The objective of the research is to understand the effect of phosphate fertilizer on the growth and yield of selected foxtail millet. The research is started by the characterization of foxtail millet accessions from Bengkulu, South Sumatera, West Java and Papua. The Selected accessions are then tested with phosphate fertilizer using split plot design and as the main plot is accession consisting of 3 levels (a1 = originated from Papua, a2 = originated from West Java, a3 = originated from Bengkulu) and as the sub-plot is fertilizer dosages consisting of 4 levels (0 kg P2O5 /ha, 18 kg P2O5 /ha, 36 kg P2O5 /ha, 54 kg P2O5 /ha).The variables observed are the growth and yield components and grain productivity including: plant height, number of tillers, leaf area index, net assimilation rate, relative growth rate, panicle length, panicle weightper plant, weight of grain per plot, weight of grain per plant, weight of 1000 grains, and harvest index. F-test is carried out to test variation of average treatment. If the F-test shows significant difference, then the test is continued by Duncan Multiple Range Test with α = 5 percent. The results show that there are differences in visual characters of the three accessions and that the application of phosphate fertilizer does not give significant effect on the yield components and the grain productivity of foxtail millet. 
Manajemen Rantai Pasok Global Dan Antisipasi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Pangan Di Perusahaan Umum BULOG Sa'id, Endang Gumbira
JURNAL PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.131 KB) | DOI: 10.33964/jp.v19i1.112

Abstract

Manajemen rantai pasok global agribisnis dan agroindustri adalah pergerakan komoditas dan produk serta kapital secara transnasional dengan perbedaan waktu yang sangat bervariasi tergantung jarak dan lokasi geografisnya. Oleh karena itu, pemetaaan manajemen rantai pasok global dapat memperlihatkan hubungan ekonomi dan konseptual diantara para petani produsen, pusat-pusat perdagangan, serta rantai distribusi diantara berbagai pihak di atas dan dengan konsumen. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam ketahanan pangan nasional, Perum BULOG seyogianya mampu mengantisipasi kemungkinan diperluasnya tugas penanganan pasokan pangan utama dari sumberdaya domestik dan mancanegara, bukan hanya beras, melainkan juga kacang kedelai, jagung, gula, minyak goreng dan daging sapi, sesuai dengan ambisi pemerintah untuk mewujudkan swasembada keseluruhan komoditas dan produk di atas pada tahun 2014. Tulisan ini menjelaskan kondisi mutakhir mengenai rantai pasok pangan global, karakteristik rantai pasok pangan, dan berbagai kebutuhan yang perlu diantisipasi BULOG dalam penyiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya teknologi dalam menangani rantai pasok pangan di Indonesia, di masa depan.
Keragaan Varietas Inpara di Lahan Rawa Pasang Surut (Performance of Varieties Inpara in Swampland) Koesrini, Koesrini; Saleh, Muhammad; Nursyamsi, Dedi
JURNAL PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.407 KB) | DOI: 10.33964/jp.v22i3.95

Abstract

Lahan rawa pasang surut merupakan lahan marjinal tetapi memiliki potensi cukup besar untuk usahatani padi apabila dikelola dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat. Kunci utama keberhasilan usahatani padi di lahan rawa pasang surut adalah pengelolaan air yang tepat dan pemberian hara yang seimbang pada varietas padi yang adaptif. Inpara (Inbrida padi rawa) merupakan varietas yang daya adaptasinya di lahan rawa beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaan varietas Inpara di lahan rawa pasang surut. Kegiatan dilaksanakan di Kebun Percobaan Belandean, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan pada musim kemarau 2012. Tanah di lokasi pengujian tergolong tipologi lahan pasang surut sulfat masam potensial dengan tipe luapan air B. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok, 6 perlakuan dan 5 ulangan. Ada enam varietas padi rawa yang ditanam, yaitu Inbrida Padi Rawa (Inpara) 1, 2, 3, 4, 5 dan Margasari. Pengujian ini menunjukkan bahwa potensi lahan sulfat masam potensial dapat ditingkatkan dengan menanam varietas unggul Inpara 1, 2, 3, 4 yang produktivitasnya lebih tinggi dari varietas Margasari. Varietas Inpara 5 lebih sesuai ditanam di lahan rawa lebak. Kenaikan hasil Inpara 1, 2, 3, 4 dibandingkan varietas Margasari berturut-turut adalah 0,99, 1,39, 098, 0,98 ton GKG/ha. Kenaikan hasil varietas Inpara nyata sampai sangat nyata secara statistik.Swampy lands or wetlands are marginal lands but they have considerable potentials for rice farming. The main key solution to overcome swampy lands constraints are nutrient and water management as well as the use of adaptive rice varieties. Inparas (inbred swampy land rice) is variety released by the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) which is adaptive to swampy land conditions. The purpose of this research was to evaluate the performances of Inpara varieties in tidal wetlands. The field experiment was carried out in Belandean Experiment Station, Barito Kuala District, South Kalimantan Province in the dry season of 2012. Soil of the site is classified as potential acid sulfate soil with type B overflow. The research was arranged in Randomized Completely Design, with 6 treatments and 5 replications. There were planted six swampy land varieties, i.e. Inpara 1, 2, 3, 4, 5 and Margasari. The result showed that potential acid sulfate soil could be increased by planting Inpara 1, 2, 3, and 4 which had higher yield than that of Margasari variety. Inpara 5 variety was more suitable to be planted on fresh water wetlands. The increasing yield of Inpara 1, 2, 3, and 4 compared to that of Margasari variety were 0.99, 1.39, 0.98, 0.98 ton/ha, respectively. The increasing yield of Inpara varieties was significantly different. 
Peningkatan Produksi Ubi Kayu untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Pemenuhan Bahan Baku Industri serta Energi Terbarukan Widodo, Yudi
JURNAL PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.656 KB) | DOI: 10.33964/jp.v17i2.253

Abstract

Peningkatan produksi ubi kayu sebagai kontribusi dari naiknya produktivitas selama 40 tahun terakhir ternyata tidak mampu mengimbangi meningkatnya permintaan. Sebagai sumber karbohidrat yang produktif, ubi kayu semakin diperhitungkan manfaatnya untuk mencukupi keperluan pangan dan industri non pangan. Keunggulan hayati ubi kayu yang mampu dibudidayakan pada lahan kering beriklim kering, mengantarkan komoditas ini memiliki arti penting bagi petani di lahan kering guna memenuhi bahan pangan maupun pendapatan tunai.Peningkatan harga pangan dan energi global semakin mendorong penggunaan ubi kayu tidak hanya sebagai bahan pangan dan industri non pangan yang selama ini ada, tetapi juga sebagai bahan baku energi (etanol) yang terbarukan. Keadaan ini tentu saja akan semakin menuntut peningkatan produksi melalui perluasan areal dan peningkatan produktivitas. Kendala perluasan areal terutama pada aspek penyediaan lahan yang akan berkompetisi dengan komoditas lain, sehingga sistem tumpangsari maupun agroforestry menjadi alternatif pemecahan. Peningkatan produktivitas dapat ditempuh dengan pengelolaan tanaman dan sumberdaya secara terpadu dan berkelanjutan. Gerakan dalam penerapan inovasi teknologi yang menjamin produktivitas tinggi dan menguntungkan petani perlu segera dilaksanakan pada domain secara meluas. Kata kunci: peningkatan produksi ubi kayu: pangan, non pangan dan energi terbarukan
Bekatul Beras sebagai Pencegah Kanker Kolon Nurtiana, Winda; Budijanto, Slamet
JURNAL PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.651 KB) | DOI: 10.33964/jp.v26i3.368

Abstract

Kanker kolon merupakan penyakit yang terjadi di permukaan usus besar. Kanker ini menempati urutan kedua di antara semua kasus kanker di dunia pada pria dan urutan ketiga pada wanita.  Faktor internal dan eksternal dapat menjadi pencetus penyakit ini dan dalam hal kanker kolon faktor eksternal menyumbang 90-95 persen. Pola makan merupakan faktor eksternal yang paling terkait dengan penyakit ini. Tingginya asupan lemak dan kolesterol serta rendahnya asupan serat pangan dan senyawa bioaktif pada diet sehari-hari akan meningkatkan prevalensi penyakit ini. Bekatul beras merupakan hasil samping pengolahan padi yang kaya akan serat pangan dan senyawa bioaktif, namun saat ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Berbagai laporan menunjukkan bahwa konsumsi diet kaya serat pangan dan senyawa bioaktif dapat mencegah kanker kolon. Bekatul dari beras berpigmen mengandung lebih banyak senyawa bioaktif terutama pigmen antosianin yang mempunyai aktivitas antioksidan yang dapat mencegah mutasi sel normal menjadi sel kanker. Kandungan pigmen antosianin pada beras hitam lebih tinggi daripada beras merah. Artikel ini mengulas peranan serat pangan dan senyawa bioaktif pada bekatul beras dalam upaya pencegahan kanker kolon dan juga potensi bekatul beras hitam yang dapat mencegah penyakit ini lebih efektif.
Analisis Pengambilan Keputusan Manajemen Rantai Pasok Bisnis Komoditi dan Produk Pertanian Marimin, Marimin; Slamet, Alim Setiawan
JURNAL PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2024.407 KB) | DOI: 10.33964/jp.v19i2.184

Abstract

Manajemen rantai pasok bisnis komoditi dan produk pertanian berbeda dengan manajemen rantai pasok bisnis komoditi non-pertanian, karena: (i) komoditi dan produk pertanian bersifat mudah rusak, (ii) proses penanaman, pertumbuhan dan pemanenan tergantung pada iklim dan musim, (iii) hasil panen memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, (iv) komoditi dan produk pertanian bersifat kamba sehingga produk pertanian sulit untuk ditangani. Seluruh faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam desain manajemen rantai pasok komoditi dan produk pertanian guna mendapatkan sistem rantai pasok yang komprehensif, efektif, efisien, responsif dan berkelanjutan. Manajemen rantai pasok bisnis komoditi dan produk pertanian bersifat kompleks, probabilistik dan dinamis. Konsekuensinya, faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang sistem manajemen rantai pasok-nya bersifat kompleks yang memerlukan dukungan analisis pengambilan keputusan yang handal. Beberapa metode analisis pengambilan keputusan yang dapat digunakan dalam kajian pengembangan manajemen rantai pasok komoditas dan produk pertanian antara lain adalah metode Perbandingan Eksponensial (MPE) untuk pemilihan komoditas unggulan, analisis deskriptif rantai pasok dengan pendekatan Asian Productivity Organization (APO), metode Hayami untuk analisis nilai tambah rantai pasok, metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan Supply Chain Operation Reference (SCOR) serta Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk analisis pengukuran kinerja manajemen rantai pasok bisnis komoditi dan produk pertanian. Aplikasi teknik dan metode tersebut serta faktor kunci yang mendukung sukses penerapannya berhasil divirifikasi dengan baik pada contoh kasus penilaian kinerja rantai pasok sayuran dataran tinggi.The implementation of agricultural products business supply chain management has a significant difference with the other products in terms of stochastic and dynamic behavior as a result of some factors such as (i) perishable characteristics (ii) seasonal for cultivation, growth and harvesting (iii) various shape and size on final yield (iv) voluminous. These factors should be considered in designing a comprehensive, effective, efficient, responsive and sustainable agricultural products supply chain management. As a consequence, the decision making involved is becoming more complex than common manufacturing application which are pragmatic, deterministic and static. Some of the decision methods for developing and analysing the agriculture product supply chain management discussed in this paper include Exponential comparison method for prospective products selection, Asian Productivity Organization (APO) approach for agricultural products supply chain management descriptive analysis, Hayami method for added value analysis Data Envelopment Analysis (DEA), Supply Chain Operation Reference (SCOR) and Analytic Hierarchy Process (AHP) for agricultural product supply chain management performance analysis. The application of those methods and the corresponding key sucess factors in the implementation have been verified in the case of highland vegetable products supply chain management. 

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue