cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
MANAGEMEN RISIKO RANTAI PASOK TEBU (STUDI KASUS DI PTPN X) Magfiroh, Illia Seldon
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.542 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i3.432

Abstract

AbstrakIndustri tebu (gula) merupakan elemen penting untuk menggerakkan ekonomi nasional, karena  melibatkan banyak komponen (petani tebu, pabrik gula, perusahaan penyedia saprodi pertanian, pedagang, industri makanan/minuman,konsumen). Oleh karena itu, Aspek pasokan tebu menjadi aspek yang sangat strategis untuk meningkatkan efisiensi dalam menghasilkan bahan baku gula dari tebu tersebut. Kekuatan rantai pasok sangat penting untuk memenangkan keunggulan bersaing. Supply chain manajemen yang baik pada rantai pasok perusahaan menjadikan perusahaan mampu menyajikan produk yang dikehendaki atau sesuai dengan kemauan konsumen akhir, serta dapat memasok barang ke pasar dengan cepat dan tepat waktu sehingga lebih unggul dari para pesaingnya, sehingga diperlukan manajemen risiko yang handal. Namun, manajemen risiko rantai pasok produk pertanian berbeda dengan manajemen risiko rantai pasok produk manufaktur.  Manajemen risiko rantai pasok produk pertanian menjadi lebih sulit, karena beberapa sumber ketidakpastian dan hubungan yang kompleks antara pelaku dalam rantai pasok tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1). mengidentifikasi resiko dalam rantai pasok tebu di PTPN X, (2) menganalisis implikasi managerial yang yang dilakukan dalam menghadapi risiko dalam rantai pasok tebu di PTPN X, (3) mensintesis upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka  meningkatkan kinerja rantai pasok tebu di wilayah kerja PTPN X. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja PT. Perkebuan Nusantara X dengan tingkat  produktivitas tebu dan gula yang terbesar di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat beberapa risiko dalam rantai pasok tebu di PTPN X, (2) implikasi managerial berkaitan dengan peningkatan produktifitas tebu, kualitas tebu, ketersediaan tebu dan harga gula, (3) upaya yang harus dilakukan adalah peningkatan manajemen usaha tani petani (on-farm), mekanisasi tenaga tebang angkut, dan kebijakan integrasi manajemen industri gula.Kata Kunci: Rantai Pasok, Manajemen Risiko, Tebu
KEBIJAKAN STRATEGIS PENGELOLAAN CADANGAN PANGAN BERAS NASIONAL RUSONO, NONO
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.806 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i3.450

Abstract

I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan adalah dengan memperkuat cadangan pangan. 2. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 48 tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum BULOG dalam rangka ketahanan pangan, perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga tiga komoditas pangan pokok yaitu beras, jagung dan kedelai. Sementara untuk 8 komoditas pangan lainnya yaitu gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam dapat ditangani oleh BUMN lainnya atau Perum BULOG atas penugasan melalui Menteri Perdagangan dengan persetujuan Menteri BUMN dan berdasarkan rapat koordinasi. 3. Sesuai Perpres tersebut, Perum BULOG diberikan tugas sebagai berikut : 1) pengamanan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen; 2) pengelolaan cadangan pangan pemerintah; 3) penyediaan dan pendistribusian pangan; 4) pelaksanaan impor pangan dalam rangka pelaksanaan tugas; 5) pengembangan industri berbasis pangan; dan 6) pengembangan pergudangan pangan. 4. Sampai saat ini kebijakan cadangan pangan yang bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan stabilisasi harga pangan masih kurang efektif yang disebabkan beberapa permasalahan diantaranya jumlah cadangan pangan yang dikelola oleh pemerintah melalui BULOG tidak cukup dan peranan Pemerintah daerah masih kurang optimal. 5. Studi kebijakan ini hanya difokuskan pada kebijakan pengelolaan cadangan pangan beras. Tujuan dari studi kebijakan ini adalah untuk menganalisis efektivitas dampak kebijakan pengelolaan cadangan pangan beras terhadap harga di tingkat produsen dan konsumen, serta menganalisis permasalahan dan merumuskan rekomendasi kebijakannya agar pengelolaan cadangan pangan beras lebih efektif dan efisien.
STUDY OF PACKAGE TECHNOLOGY OF HYBRID CORN VUB IN SUKARAJA VILLAGE, DISTRICT SEGINIM, BENGKULU SOUTH REGENCY miswarti, Miswarti; Yahumri, Yahumri; Hidayat, Taufik; Musaddad, Darkam
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.629 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i3.445

Abstract

Corn is the second strategic food commodity after rice. The use of superior hybrid corn seeds can increase production and productivity. This study aims to obtain a hybrid corn VUB farming technology package in Bengkulu Province. The assessment was carried out on irrigated paddy fields in Sukaraja Village, Seginim Subdistrict, South Bengkulu Regency from May to August 2018. The RAK design was used with 5 technological package treatments and 5 replications. The data collected consists of growth components, yield components, yields, input and output costs for each treatment. Data was analyzed using variance analysis and DMRT further testing. The feasibility of farming can be seen from the value of compensation for fees or the ratio between revenue and total costs (R/C ratio). The results of analysis of variance on growth components and yield components showed that there was a real effect of treatment on cob weight, number of rows in one cob, and seed weight per ear while on plant height, number of leaves, ear length, number of seeds in 1 row, ear circumference and weight 1000 items have no real effect. P1 technology package (Bima variety 19 URI, Urea 350 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha and without organic matter) with B/C ratio of 2.08, followed by p5 (varieties NK 6172, Urea 300 kg, Phonska 300 kg/ha) gave the highest yield with B/C ratio of 2.04.
KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING PADA POLA KEMITRAAN SUSTAINABILITY OF BROILER FARMING ON PARTNERSHIP PATTERN SURYANTI, RENI
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.485 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i3.446

Abstract

The low level of sustainability of the broiler farming related to the low business capacity of farmers. This condition causes sustainability were low at economic, ecological and social dimension. The study aims to analyze the level of sustainability of broiler farming on partnership pattern, and analyze the influence of capacity on the sustainability ts business. The study involved 247 broiler farmers in Sukabumi and Bogor Regency. The research was conducted from August to October 2018. Samples were determined by cluster random sampling technique with farmer clusters in two districts. Data analysis used descriptive analysis and inferencing with regression and correlation. The results show that siustanibility were low. The business capacity of broiler farmers were weak. The low level of business sustainability is supported by the weak ability of non-technical farmers. Economic sustainability is positively related to technical ability and entrepreneurship. Ecological sustainability has positively related to technical and managerial capabilities. Whereas social sustainability relates negatively to technical, managerial and entrepreneurial abilities. Enhancing technical capabilities is needed to support business sustainability. A significant relationship between technical capabilities, entrepreneurship, managerial and economic, ecological and social sustainability can be followed up by giving attention to these capabilities in the implementation of extension activities. 
FAKTOR DETERMINAN EFISIENSI DAN INEFISIENSI TEKNIS USAHATANI KEDELAI LOKAL DI KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH (DETERMINANT FACTORS OF TECHNICAL EFFICIENCY AND INEFFICIENCY OF LOCAL SOYBEAN FARMING IN GROBOGAN REGENCY, CENTRAL JAVA) chanifah, Chanifah; Darwanto, Dwidjono Hadi; Triastono, Joko
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.152 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i3.456

Abstract

AbstrakKabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra produksi kedelai nasional dituntut untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai nasional. Upaya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan kinerja usahatani kedelai melalui peningkatan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kedelai serta faktor-faktor determinan yang mempengaruhi efisiensi  dan sumber-sumber inefisiensi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pulokulon dan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Data primer diperoleh melalui metode survey terhadap 60 responden pada bulan April 2019. Data primer yang digali adalah data usahatani kedelai pada Musim Tanam (MT) I Tahun 2018-2019. Data dianalisis menggunakan Frontier 4.1 sehingga diperoleh fungsi produksi stochastic frontier.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani kedelai relatif tinggi yaitu mencapai 0,81. faktor determinasi yang mempengaruhi efisiensi teknis adalah luas lahan, jumlah benih, jumlah tenaga kerja luar keluarga, pestisida, dummy varietas dan dummy lokasi kecamatan. Sumber-sumber inefisiensi teknis berasal dari umur petani, pengalaman usahatani dan intensitas pendidikan non formal/penyuluhan. Semakin lama pengalaman petani dan semakin banyak intensitas penyuluhan yang diikuti petani maka akan semakin menurunkan inefisiensi teknis. Efisiensi teknis dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan sumberdaya yang tersedia dengan teknologi yang sudah ada, serta meminimalisir sumber-sumber inefisiensi. 
PENGARUH IMPLEMENTASI KARTU TANI TERHADAP EFEKTIVITAS PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Chakim, Muhammad Lutfil
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i3.444

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap efektivitas implementasi Kartu Tani dan pengaruhnya terhadap efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan sejak Januari sampai dengan Desember 2018. Responden penelitian adalah petani peserta Program Kartu Tani. Efektivitas implementasi Kartu Tani dilihat dari ketepatan penyaluran Kartu Tani dan dari tingkat penggunaan. Adapun efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi diukur melalui analisis enam tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kartu Tani masih rendah dan variabel yang paling berpengaruh terhadap efektivitas implementasi Kartu Tani adalah variabel pemahaman dan kepatuhan petani dan variabel kondisi sosial budaya masyarakat. Sedangkan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi sudah cukup efektif dijalankan. Simpulan juga menyatakan bahwa implementasi Kartu Tani berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi. Dari seluruh variabel enam tepat penyaluran pupuk bersubsidi, variabel tepat waktu merupakan variabel paling penting bagi petani dalam proses produksi pertaniannya. 
BERAS COKLAT BERKECAMBAH (GERMINATED BROWN RICE): PROSES PRODUKSI DAN KARAKTERISTIKNYA Munarko, Hadi; Sitanggang, Azis Boing; Kusnandar, Feri; Budijanto, Slamet
JURNAL PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.026 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i3.436

Abstract

Beras coklat diketahui memiliki komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, konsumsi beras coklat di masyarakat saat ini memang masih rendah dibandingkan dengan beras putih. Hal ini disebabkan beras coklat memerlukan waktu pemasakan yang cukup lama, memiliki tekstur agak keras, dan berbau yang kurang disukai. Beras coklat berkecambah atau dikenal dengan germinated brown rice (GBR) merupakan beras coklat yang telah mengalami perendaman dan perkecambahan pada kondisi tertentu. Perkecambahan mampu meningkatkan kandungan senyawa bioaktif beras coklat. Salah satu senyawa bioaktif yang dapat meningkat selama perkecambahan adalah senyawa gamma-aminobutyric acid (GABA). GABA berfungsi sebagai penghambat neurotransmitter di otak yang secara langsung mempengaruhi kepribadian dan manajemen stres. Peningkatan kandungan GABA pada beras coklat berkecambah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kondisi proses perendaman dan perkecambahan seperti suhu, waktu, pH, maupun penambahan senyawa lainnya seperti asam glutamat. Selama proses perkecambahan terjadi perubahan-perubahan biokimia yang diakibatkan oleh aktivitas enzim endogenus yang mengubah komponen makromolekul menjadi komponen yang lebih sederhana. Selain itu, perkecambahan pada kondisi tertentu juga dapat mengakibatkan perubahan fisikokimia GBR. Dengan demikian, perkecambahan juga dapat memperbaiki karakteristik sensori nasi yang dihasilkan, terutama atribut flavor dan tekstur.
DAYA SAING DAN POSISI SEKTOR PANGAN INDONESIA MENGHADAPI REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP (RCEP) nugraha, Dadan adi; Ferichani, Minar; Sutrisno, Joko
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.116 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.468

Abstract

Kerja sama RCEP dipastikan akan membuka akses pasar yang luas di negara anggota RCEP. Di saat yang bersamaan Indonesia dihadapkan dengan tantangan dan ancaman apabila kerja sama RCEP diberlakukan. Tulisan ini bertujuan mengetahui daya saing produk pangan Indonesia di pasar negara mitra RCEP, mengetahui daya saing produk pangan negara mitra RCEP di pasar Indonesia, mengetahui posisi produk pangan yang dapat dimanfaatkan dan perlu dilindungi dalam rangka kerja sama perdagangan bebas RCEP. Daya saing produk pangan di analisis menggunakan Constant Market Share Analysis (CMSA). Posisi sektor pangan diketahui dengan melakukan analisis terhadap kebijakan tarif dan nilai daya saing produk pangan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari UNCOMTRADE dan Sekretariat ASEAN. Hasil analisis menunjukkan jumlah produk pangan Indonesia yang memiliki daya saing tetapi masih memiliki hambatan tarif berjumlah 23 produk di China, 5 produk di Korea, 16 produk di India, dan 2 produk di Jepang. Produk pangan Indonesia yang masih menerapkan hambatan tarif terhadap seluruh negara mitra RCEP dan perlu perlindungan tarif berjumlah 17 produk. Sedangkan produk pangan Indonesia yang sudah dihapuskan tarifnya di seluruh negara mitra RCEP berjumlah 260 produk. Produk pangan Indonesia yang memiliki hambatan tarif untuk salah satu atau lebih negara mitra RCEP berjumlah 257 produk.
ANALISIS TEKNIK BUDIDAYA BAWANG MERAH PADA OFF SEASON DI KABUPATEN SORONG Basundari, Fransiska Renita
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.256 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.467

Abstract

Pemilihan varietas yang tepat, penggunaan jarak tanam, dan pemberian pupuk serta faktor iklim sangat menentukan keberhasilan usahatani bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi jarak tanam dan dosis pupuk yang memberikan hasil terbaik dalam budidaya bawang merah di Desa Klaigit Sub Distrik Aimas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun 2017, menggunakan varietas Bima Brebes dengan 2 kombinasi perlakuan (jarak tanam dan dosis pemupukan). Jarak tanam yang digunakan adalah 20x20 cm, 20x15 cm, dan 15x15 cm. Dosis pemupukan yang digunakan adalah pupuk rekomendasi (NPK 500 kg/ha), pupuk rekomendasi + pupuk kandang 10 ton/ha; pupuk rekomendasi + pupuk kandang 15 ton/ha; dan pupuk kandang (10 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan hasil terbaik bawang merah dengan kondisi agroekosistem yang ada di Desa Klaigit, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, jarak tanam ideal digunakan adalah 15 x 15 cm dengan dosis pupuk disarankan hanya menggunakan pupuk kandang saja. Dapat juga dengan menggunakan kombinasi jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan dosis pupuk NPK 500 kg/ha dan pupuk kandang 10 ton/ha atau hanya dengan menggunakan pupuk kandang saja.
PERAN PENTING LEMBAGA PANGAN DAN GENERASI MILENIAL DI ERA INDUSTRI 4.0 DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL Utomo, Bachtiar
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.518 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.479

Abstract

Kebijakan pangan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran Perum BULOG sebagai lembaga pangan pemerintah. Pengelolaan pangan nasional saat ini menghadapi permasalahan, diantaranya penggunaan teknologi pertanian yang masih sederhana, kondisi sumber daya manusia di bidang pertanian yang masih terbatas, alih fungsi lahan pertanian serta keterbatasan infrastruktur dan sarana penunjang, serta rendahnya sinergitas sektor hulu dan hilir yang menyebabkan pengelolaan pertanian menjadi kurang efektif, efisien, dan ekonomis. Makalah ini bertujuan untuk (i) menganalisis permasalahan dalam pengelolaan pangan di Indonesia; (ii) menelaah peran dan upaya Perum BULOG sebagai lembaga pangan Pemerintah; serta (iii) menelaah peran generasi milenial dalam mendukung ketahanan pangan nasional di era industri 4.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan di sektor pertanian yang harus dihadapi dan diatasi, yaitu pengelolaan on farm dan off farm yang masih minim teknologi; kuantitas dan kualitas SDM yang masih rendah; permasalahan distribusi yang membebani cost structure untuk setiap produk; alih fungsi lahan; keterbatasan infrastruktur, suprastruktur, dan fasilitas yang masih belum memadai; serta integrasi dari hulu ke hilir yang masih belum terjalin dengan baik. Kebijakan pangan yang diterapkan oleh Pemerintah perlu dipandang secara menyeluruh lintas kementerian/lembaga dan tidak dipandang secara sektoral. Peran generasi milenial dalam pengembangan sektor pertanian di era revolusi industri 4.0  menuntut SDM yang paham untuk mengoperasikan sistem teknologi informasi yang canggih  yang serba digital. Untuk itu peran generasi milenial diharapkan menjadi penggerak industri pertanian 4.0 karena generasi milenial dianggap fasih dalam mengadopsi teknologi digital yang canggih dan memiliki kreativitas untuk mengembangkan berbagai inovasi dibidang pertanian melalui aplikasi teknologi digital.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue