cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
KAJIAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS VARIETAS UNGGUL BARU PADI GOGO DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN STUDY ON INCREASING PRODUCTIVITY OF NEW SUPERIOR VARIETIES UPLAND RICE IN RAIN-FED RICE FIELDS Winarni, Endah; Sahara, Dewi
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.156 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.454

Abstract

AbstrakVarietas unggul baru (VUB) merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas padi gogo. Tujuan pengkajian untuk mengetahui : 1) keragaan pertumbuhan tanaman, 2) tingkat serangan hama, dan 3) produktivitas (VUB) padi gogo di lahan sawah tadah hujan.  Kegiatan pengkajian dilaksanakan di Desa Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pada bulan Mei ? Agustus 2016. Kegiatan dilaksanakan di lahan petani dengan metode OFCOR (On Farm Client Oriented Research) seluas 6,5 ha, terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu Inpago 5 (1,6 ha), Inpago 8 (1,25 ha), Inpago 9 (1,1 ha), Inpari 19 (1,3 ha) dan lokal/Umbul (1,25 ha). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa daya tumbuh benih VUB padi gogo  87,31?99,92%, pada umur 90 HST tanaman tertinggi pada varietas Inpago 8, sedangkan jumlah anakan tertinggi pada Inpari 19.  Jenis hama yang ditemui adalah penggerek batang dan hama putih palsu pada Inpari 19 dengan tingkat serangan masing-masing 32% dan 7,4 %.  Produktivitas gabah tertinggi diperoleh pada Inpago 8, yaitu 5,52 ton/ha GKG, sedangkan produktivitas varietas lainnya berkisar antara 4,63?5,31  ton/ha GKG.  Berdasarkan hasil tersebut maka untuk meningkatkan produktivitas padi gogo di lahan sawah tadah hujan dapat mengembangkan varietas Inpago 8. kata kunci : padi gogo, produksi, sawah tadah hujan, varietas unggul baru  AbstractNew superior varieties (NSV) is one of the solutions to increase the productivity of upland rice.  This study aimed to know  : 1) the performance of plant growth, 2) the level of pest attack, and 3) the NSV productivity of upland rice in rain-fed rice fields.  The study was conducted in Pucung Village, Bancak Dubdistrict, Semarang Districk in May-August 2016.   The activity was carried out on the farmer's land using the OFCOR (On Farm Client Oriented Research) method in area of 6.5 ha, divided into  Inpago 5 (1.6 ha), Inpago 8 (1.25 ha), Inpago 9 (1.1 ha), Inpari 19 (1.3 ha) and local/Umbul (1.25 Ha).  The results showed that the vigor percentage of NSV seeds 87,31?99,92%, at the age of 90 DAP, the highest plant height was in the Inpago 8, while the highest number of tillers was Inpari 19.  The types of pests found were stem borer and fake white pests on Inpari 19 with attack rates of 32% and 7.4% respectively.  The highest productivity was obtained at Inpago 8 with 5,52 tons/ha of MPD, while the productivity of other varieties ranged from 4,63 ? 5,31 tons/ha of MPD.  Based on these results, to improve the productivity of upland rice in rain-fed rice fields can develop Inpago 8 varieties. key words:  upland rice, productivity, new superior varieties
THE EFFECT OF SOYBEANS GERMINATION ON NUTRITION POTENTIALS AND BIOACTIVE COMPONENTS OF FRESH AND SEMANGIT TEMPE Astawan, Made
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.024 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.460

Abstract

Tempe is a traditional food from Indonesian made from soybeans fermented with Rhizopus spp. Based on the fermentation time, tempeh is divided into fresh tempeh and semangit tempe. Purpose of this study to determine the difference in chemical composition between fresh tempe flour from germination soybean (SG) and non-germination (SNG) and semangit tempe flour made from germination soybean (TG) and non-germination (TNG). Stage of the research include soybean germination process for 24 hours, making fresh tempe (48 hours fermentation), making semangit tempeh (120 hours fermentation), the process of making fresh tempe flour and semangit tempe flour. Analysis carried out on all tempeh flour includes yield, proximate, crude fiber, antioxidants and isoflavones. The process of germination of soybean as a raw material and the addition of fermentation time had no significant effect (p> 0,05) on the nutritional component, but had a significant effect (p <0,05) on the isoflavone levels and antioxidant activity of fresh tempe flour and semangit tempe flour produced. TNG has the highest levels of isidlavone daidzein and genistein, which are 432,8 and 707,8 ?g / g, respectively. TNG has the highest antioxidant capacity (IC50 value of 2109 ppm) which is significantly better than SG and SNG, but not significantly different from TG.
COMPARISON OF PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS AND AMINO ACID COMPOSITION OF WATER-SOLUBLE TEMPE FLOUR AND COMMERCIAL SOYBEANPROTEIN ISOLATE Astawan, Made; Cahyani, Ananda Putri; Maulidyanti, Leonita; Wresdiyati, Tuti
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.459 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.462

Abstract

The aim of this research was to compared the physicochemical characteristics and amino acid composition of conventional water-soluble tempe flour (CWSTF), germinated soybean water-soluble tempe flour (GSWSTF) and commercial soy protein isolate (CPI). Water-soluble tempe flour was made from defatted flour and alkali extraction-isoelectric precipitation. The yield of CWSTF, GSWSTF, and CPI were not significantly different (p>0.05). Proximate analysis of CWSTF and GSWSTF showed significantly different from CPI except water content (p<0.05). The essential amino acids in CWSTF and GSWSTF are lysine, leucine, isoleucine, phenylalanine, valine, methionine, and threonine. Analysis of the physical characteristic CWSTF and GSWSTF showed significantly different (p<0.05) with CPI in colors, aw, and bulk density in a lower with CPI.
ANALISIS EFISIENSI RANTAI PASOK BAWANG MERAH DI KABUPATEN BANTUL APURWANTI, ESTHI DWI; Rahayu, Endang Siti; Irianto, Heru
JURNAL PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.332 KB) | DOI: 10.33964/jp.v29i1.463

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Bantul yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi rantai pasok bawang merah dan menyusun alternatif skenario sistem manajemen rantai pasok bawang merah di Kabupaten Bantul. Penelitian berlangsung pada bulan April ? Juli 2019. Penelitian menggunakan analisis deskriptif, evaluasi dengan membandingkan aktivitas anggota rantai pasok dengan menggunakan analisis marjin pemasaran, farmer?s share serta analisis AHP. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling, sejumlah 50 petani dan 10 pedagang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 saluran rantai pasok bawang merah di Kabupaten Bantul, saluran I (petani-pedagang besar lokal-pengecer lokal-konsumen), saluran II (petani-pedagang pengumpul-pedagang besar lokal-pengecer lokal-konsumen), saluran III (petani-pedagang pengumpul-pedagang besar non lokal-pengecer non lokal-konsumen). Berdasarkan analisis AHP, dalam membentuk manajemen rantai pasokan bawang merah yang efisien, kriteria meningkatkan kemitraan atau bekerjasama semua pihak menjadi prioritas yang paling berperan penting.
Pemupukan dan Jarak Tanam/Populasi Tanaman Optimal untuk Peningkatan Produktivitas Jagung di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan syafruddin syafruddin syafrudddin
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i3.375

Abstract

Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani jagung antara lain adalah dengan pemupukan dan jarak tanam/populasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merekomedasikan   pemupukan N, P, dan K serta  jarak tanam/populasi   tanaman yang optimal pada sentra pengembangan jagung di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.    Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juli 2016.  Pemupukan dan jarak tanam/populasi optimal diperoleh dengan menggunakan program Pemupukan Jagung Spesifik Lokasi (PUJs)  berdasarkan data rata-rata produktivitas yang diperoleh petani,   sifat fisik dan kima tanah, pengelolaan tanaman, pemupukan di tingkat petani, dan target/peluang hasil  pada masing-masing sentra pertanaman jagung pada setiap kecamatan di Kabupaten Bone. Pemupukan direkomendasikan jika mempunyai Marginal Rate Return (MRR)>100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemupukan jagung optimal   di Kabupaten Bone adalah 150-170 kg N,  47 - 57 kg P2O5,  29- 63 kg K2O, dan 0 – 24 kg S per hektar dengan nilai MRR 219 - 450% dan dapat menaikkan hasil 2,9 – 3,7 t/ha. jarak tanam 70 cm x 20 cm, 60 cm x 25 cm, dan 80 cm x 18 cm dengan Populasi otpimal 66.666 – 71.429 tanaman/ha. Hasil penelitian ini layak diterapkan karena mempunyai nilai MRR 219-450%. Penerapan hasil penelitian ini akan membutuhkan biaya yang lebih tinggi, tetapi juga menghasilkan pendapatan, keuntungan, dan R-C ratio lebih tinggi dibanding yang dilakukan petani saat ini.
Tingkat Serangan Hama Penggerek Batang Jagung Ostrinia furnacalis Geunee (Lepidoptera: Crambidae) Pada Beberapa Varietas Jagung Komposit Subiadi Subiadi; Surianto Sipi
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i3.383

Abstract

Penggerek batang jagung merupakan salah satu hama penting pada tanaman jagung termasuk di Kabupaten Manokwari. Penggerek batang jagung dapat menyerang semua bagian tanaman seperti daun, batang, bunga jantan, bunga betina, dan tongkol. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni tahun 2017 di Kebun Percobaan BPTP Papua Barat di Anday Kabupaten Manokwari. Percobaan dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan varietas yang diulang sebanyak 4 kali. Penelitian dilaksanakan untuk melihat tingkat serangan larva penggerek batang jagung O. furnacalis pada beberapa jagung komposit untuk mendapatkan 1 atau lebih varietas jagung yang bersifat nonpreference terhadap larva O. furnacalis. Hasil penelitian ini menunjukkan semua varietas jagung yang ditanam terserang oleh larva penggerek batang jagung dengan tingkat serangan tertinggi pada varietas Sukmaraga dan Srikandi Kuning sebesar 25% dan terendah pada varietas Srikandi Putih sebesar 12,5% dan lebih bersifat nonpreference terhadap penggerek batang jagung dibandingkan dengan ketiga varietas lainnya. Lubang gerekan pada varietas Sukmaraga mulai ditemukan pada umur fase vegetatif sebesar 4,8%, sedangkan lubang gerekan pada varietas Srikandi Kuning, Srikandi Putih, dan Pulut Uri 100% terjadi pada fase generatif
Teknologi Pengolahan Dodol dan Peningkatan Kandungan Gizinya gusti setiavani; Sugiyono Sugiyono; Adil Basuki Ahza; Nugraha Edi Suyatma
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i3.388

Abstract

Dodol merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang menggunakan tepung beras ketan sebagai bahan baku utamanya.  Proses pengolahan dodol secara tradisional memiliki keunggulan dapat menghasilkan dodol dengan tekstur dan umur simpan yang lebih baik dibandingkan dodol komersial. Namun membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengolahannya, tenaga kerja yang banyak, dan biaya produksi yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk memodifikasi pembuatan dodol guna mempersingkat proses pemasakan, menghemat biaya dan memperbaiki kualitas dodol.  Termasuk juga mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dodol seperti bahan baku, proses pengolahan dan pengemasan. Dodol juga merupakan produk yang memiliki kandungan gizi yang relatif rendah dengan kadar gula yang tinggi sehingga tidak direkomendasikan bagi penderita diabetes melitus. Berbagai penelitian yang mengarah pada upaya perbaikan nilai gizi dalam mewujudkan dodol sebagai pangan yang sehat telah banyak dilakukan.  Tulisan ini menyajikan review berbagai upaya dan penelitian untuk berbagai tujuan di atas.Kata kunci : Dodol, makanan tradisional, nilai gizi, teknologi pengolahan 
Analisis Rantai Pasok Beras Organik Di Provinsi Jawa Barat Pradeka Brilyan Purwandoko; Kudang Boro Seminar; Sutrisno Sutrisno; Sugiyanta Sugiyanta
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i3.390

Abstract

Adanya perubahan paradigma dalam mengkonsumsi bahan pangan menjadikan pola hidup sehat berkembang di masyarakat, hal ini mengakibatkan preferensi mengenai bahan pangan organik terus meingkat. Salah satu produk pangan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan adalah beras organik. Oleh karena itu, sangat penting menganalisis proses bisnis untuk mengetahui kondisi dan permasalahan yang terdapat pada rantai pasok beras organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bisnis dan aliran rantai pasok beras organik di Provinsi Jawa Barat. Analisis rantai pasok dilakukan terhadap setiap aktivitas yang dilakukan selama proses produksi beras dari hulu hingga hilir. Kajian rantai pasok beras organik dilakukan di Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Teknik Purposive Sampling digunakan dalam pemilihan lokasi dan responden berdasar pertimbangan bahwa lokasi adalah sentra produksi beras organik serta responden telah mewakili seluruh informasi yang dibutuhkan pada rantai pasok. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui proses bisnis dan aktvitas rantai pasok. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kondisi rantai pasok beras organik yang terbentuk belum optimal. Hal ini dikarenakan tidak terserapnya seluruh hasil panen petani ke industri penggilingan beras karena terbatasnya akses pasar dan modal yang dimiliki.
ANALISIS PERMINTAA BERAS DI KOTA PADANG Angelia Leovita
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i3.393

Abstract

Beras memiliki peranan penting bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Beras sumber makanan pangan sebagian besar penduduk. Negara harus bias menjamin ketahanan pangan bagi penduduknya. Ketersediaan dan mudah diakses sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode dengan pendekatan kuadrat terkecil atau OLS (Ordinary Least Squares) dan alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel harga beras, harga jagung dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh terhadap permintaan beras. Berdasarkan uji T, variabel harga beras dan jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan sedangkan variabel harga jagung berpengaruh positif dan tidak signifikan.
Potensi Tepung Beras Kaya Pati Resisten Sebagai Bahan Pangan Inovatif Zalniati Fonna Rozali
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i3.396

Abstract

ABSTRACTChanges in lifestyle cause people to demand the availability of functional foods that are ready to eat, nutritious and positive for health as a part of the daily menu. A food ingredient can be said to be functional if it contains components (both nutritional and non-nutritional) which have beneficial physiological effects on the functions of organs in the body. The biological role of resistant starch as an ingredient of functional food is related to the ecology of "good" microbes that live in the large intestine (colon). The use of rice flour as a source of resistant starch is an innovation to utilize broken rice, which can be applied by industries with a wide range of businesses. Modification of rice flour to increase levels of resistant starch can be done physically, chemically, enzymatically or in combination. Each of these production processes will affect the characteristics of the hospital produced. Based on the production process, characteristics, functional values, and alternative uses, rice flour rich in resistant starch has considerable potential to be developed as a functional food product for health.  

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue