cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
Mutu Fisikokimia dan Sensori Minuman Serbuk Tempe ZAID ABDURRASYID
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i2.527

Abstract

Tempe merupakan pangan khas Indonesia yang belum banyak dikembangkan. Produk yangditawarkan salah satunya adalah minuman serbuk tempe. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengkarakterisasi mutu fisikokimia dan sensori pada formula minuman serbuk tempe yang terbuat darikedelai germinasi (G) dan non-germinasi (NG) untuk mendapatkan formula terbaik. Uji sensori rating hedonikpada calon produk G maupun NG menunjukkan bahwa produk dengan penggunaan 150 gram tempe dandiberi perisa cokelat menghasilkan minuman serbuk tempe yang lebih disukai. Proses germinasi kedelaimampu memperbaiki mutu produk, yaitu meningkatkan kadar protein serta menurunkan kadar lemak danenergi pada produk G. Produk G juga memiliki mutu fisik yang lebih baik, yaitu nilai densitas kamba, totalpadatan terlarut, indeks penyerapan air, dan indeks kelarutan air yang lebih tinggi, serta waktu pembasahanyang lebih singkat dibandingkan produk NG. Perbaikan mutu sensori produk G dengan uji sensori rankinghedonik menunjukkan penggunaan perisa cokelat dan kopi lebih baik dari pisang dan vanila. Berdasarkanhal tersebut, produk minuman serbuk terbaik adalah produk dengan bahan baku tempe kedelai germinasisebanyak 150 gram dengan penambahan perisa cokelat atau kopi.
Pengaruh Kemasan terhadap Masa Simpan Keripik Tortila Modifikasi Tempe dan Tepung Mocaf dengan Metode Akselerasi Berdasarkan Pendekatan Arrhenius Nok Afifah; Enny Sholichah
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i2.531

Abstract

Keripik tortila modifikasi telah dibuat dengan mencampur menir jagung, tepung ubi kayu termodifikasi(tepung mocaf), tepung beras, dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jeniskemasan terhadap masa simpan keripik tortila termodifikasi menggunakan pendekatan Arrhenius. Keripikdikemas menggunakan tiga jenis kemasan yaitu plastik polyethylene terephthalate (PET), polypropylene(PP), dan aluminium foil (alufo) dan disimpan pada suhu 15, 30 dan 45°C selama 42 hari. Analisismeliputi kadar air, fracturability (daya patah), dan bilangan asam dilakukan setiap minggu. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa semakin tinggi suhu penyimpan, semakin cepat laju penurunan mutu keripik tortila.Kadar air merupakan parameter mutu yang paling cepat mengalami penurunan mutu. Kemasan jenispolyethylene terephthalate (PET) mempunyai kemampuan paling singkat dalam menyimpan keripik tortiladiikuti oleh plastik polypropylene (PP) dan aluminium foil (alufo), masing-masing selama 43, 51, dan 73hari. Pengemas terbaik untuk menyimpan keripik tortila adalah aluminium foil (alufo).
Instrumen Pengendalian Harga Beras di Indonesia: Waktu Efektif yang Dibutuhkan Desi Aryani
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i2.538

Abstract

Rice is one of the main commodity forming inflation. The government always tries to maintain rice price stability at a certain level that benefits both farmers and consumers. Rice price stabilization policy instruments require a lag time to be effective in influencing the prices. This study aims to analyze the lag effective time required to control rice prices in Indonesia and to reviewing the rice price stabilization policy with the tinbergen framework approach. The study used time series secondary data with multiple linear regression analysis tools. The results of the analysis show that the time lag is not necessary for the rice HPP variable. The HPP of rice in period t has effectively affected the consumer's rice price. Market operation variable is ineffective at any lag, market operation cannot influence consumer rice prices at the national level because this policy is incidental. The rice import variable will have an effect on reducing consumer rice prices at lag 6, meaning that the decline in rice prices will be seen in the next six months. Mapping based on Tinbergen framework, exsogenous variables consist of: policy instruments (Rice HPP, Market Operation, Rice Import); constraints (timeliness of implementation, volume accuracy, rice quality, anti-competitive behavior of rice traders); and factors beyond control (extreme weather, damaged infrastructure). Endogenous variables include: goals for target variables (stability of consumer rice prices); and side effects (suppressing inflation, stable prices at the consumer level have an impact on price stability at the producer level, the fulfillment of stocks as CBP in Bulog's warehouses, consumers getting quality rice at appropriate prices). The ultimate goal is social welfare in the form of an increase in community welfare.
Dampak Kebijakan Kartu Tani terhadap Produksi dan Efisiensi Usahatani Padi di Kabupaten Jember Zainuddin Ahmad; Rudi Wibowo
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i2.540

Abstract

Kebijakan Kartu Tani ditujukan guna mendukung pembangunan pertanian, khususnya peningkatanproduktivitas tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kartu tani terhadap produksidan efisiensi usahatani padi di Kabupaten Jember. Sampel yang digunakan adalah 60 petani yang terdiriatas 48 petani penerima kartu tani dan 12 petani non penerima. Analisis data menggunakan analisisfungsi produksi dan efisiensi stochastic frontier, dan analisis perbandingan dengan uji-t. Hasil penelitianmenunjukkan variabel luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk ZA, jumlah tenaga kerjaberpengaruh positif terhadap produksi padi. Hasil lainnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaanproduktivitas petani penerima dan non penerima kartu tani yaitu 53,80 kuintal/ha dan 53,07 kuintal/ha.Variabel usia, jumlah anggota keluarga, pengalaman usahatani, dan dummy kartu tani berpengaruh nyataterhadap efisiensi teknis usahatani padi. Nilai rata-rata efisiensi teknis usahatani padi penerima kartutani sebesar 0,82 dan petani non penerima sebesar 0,88. Usahatani padi penerima kartu tani dan bukanpenerima kartu tani dapat dikatakan efisien secara teknis karena berada di atas nilai 0,70. Artinya, kartutani belum menunjukkan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik dari petani non kartu tani. Oleh karenaitu, perlu adanya sosialisasi penggunaan dan manfaat dari kartu tani kepada petani di Kabupaten Jember.
Kombinasi Pupuk NPK dengan Kompos Posbidik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Mihwan Sataral
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i2.541

Abstract

Kompos posbidik merupakan produk inovasi dengan komposisi kotoran sapi, sekam dan jerami padi,diharapkan menjadi solusi atas permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi bagi petani padi sawah. Penelitianini bertujuan mengkaji pengaruh kombinasi pupuk NPK dan kompos posbidik terhadap pertumbuhan danhasil padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah petani di Desa Makapa, Kecamatan Toili Barat,Banggai pada bulan September 2020 sampai Januari 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acakkelompok dengan pemberian pupuk NPK (A) dan kompos posbidik (B). Penanaman bibit dilakukan di lahanpercontohan dengan ukuran 3 x 3 m, jarak tanam 20 x 20 cm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman(cm), jumlah anakan produktif, panjang malai (cm), berat gabah 1000 butir, dan berat gabah kering panenyang dikonversikan ke dalam ton/ha. Pada data yang diperoleh dilakukan analisis varians sesuai rancanganacak kelompok, kemudian dilakukan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitianmenunjukkan pemberian 150 kg/ha pupuk NPK dan 10 ton/ha kompos posbidik efektif meningkatkan jumlahanakan produktif, panjang malai, berat gabah 1000 butir dan berat gabah kering panen. Berat gabah keringpanen tertinggi mencapai 4,95 ton/ha melebihi rata-rata produksi yaitu 4,6 ton/ha.
Potensi Rambut Jagung sebagai Minuman Fungsional Salsabila Salsabila; Nurheni Sri Palupi; Made Astawan
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i2.542

Abstract

Tanaman jagung dapat dimanfaatkan mulai dari akar, daun sampai buahnya. Akar tanaman jagungsudah banyak dimanfaatkan sebagai obat, daun jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan buah jagungdimanfaatkan untuk sayur, popcorn, tepung jagung dan lainnya. Umumnya masyarakat tidak menggunakanrambut jagung dan menganggapnya sebagai sampah, padahal dalam rambut jagung terkandung senyawabioaktif, seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, glikosida dan beta sitosterol yang berguna bagi kesehatan.Pada era global ini, jumlah radikal bebas semakin meningkat, sehingga berbagai senyawa bioaktif sangatdibutuhkan, terutama yang bersifat antioksidan. Konsumsi antioksidan yang dapat diperoleh dari rambutjagung diharapkan dapat menurunkan stres oksidatif sehingga dapat mencegah munculnya berbagaipenyakit degeneratif. Artikel ini merangkum bukti terkait potensi rambut jagung sebagai minuman fungsional.Metode yang digunakan adalah systematic review pada berbagai artikel ilmiah. Hasil menunjukkan bahwarambut jagung memiliki potensi sebagai minuman fungsional dikarenakan mengandung senyawa bioaktif(fenolik) yang cukup tinggi. Pada rambut jagung segar mengandung total fenolik sebesar 23,58 μgGAE/g,dan aktivitas antioksidan sebesar 50–83,54 persen. Pada rambut jagung kering mengandung total fenoliksebesar 38,7–7288,64 μgGAE/g dan aktivitas antioksidan sebesar 25–91persen.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Baru Padi Sawah dengan Jarak Tanam yang Berbeda melalui Pendekatan Teknologi Jajar Legowo Super Yahumri Yahumri; Yartiwi Yartiwi; Ahmad Damiri; Rudi hartono
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i3.493

Abstract

Teknologi jajar legowo super merupakan integrasi berbagai teknologi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas komoditas padi. Komponen teknologi jarwo super terdiri dari budidaya jajar legowo, pemanfaatan alat mesin pertanian, benih unggul, pemupukan dengan dosis optimal menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah, pemanfaatan dekomposer M-Dec dalam pengelolaan limbah jerami, pemanfaatan pupuk hayati Agrimeth dalam seed treatment dan biopestisida untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman. Tujuan pengkajian untuk membandingkan respons pertumbuhan dan daya hasil beberapa varietas unggul baru padi sawah pada sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam yang berbeda melalui pendekatan paket teknologi budidaya jajar legowo super. Pengkajian dilakukan pada bulan Juli–Oktober tahun 2016 di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama Jarak Tanam (j) sebanyak 2 taraf dan faktor kedua penggunaan varietas unggul baru padi sawah (v) sebanyak 4 taraf. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 10 dan Inpari 30 memberikan respons terbaik dalam mendukung pertumbuhan dan hasil yang ditanam dengan sistem tanam jajar legowo yaitu jarak tanam [(20x10) x40 cm] dengan jumlah anakan produktif masing-masing 17 dan 15 batang/rumpun, dan produktivitas gabah kering panen 7,57 ton/ha dan 7,20 ton/ha.
Analisis Risiko pada Usahatani Benih Bawang Putih di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Hana Fadhillah Noor
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i3.523

Abstract

Bawang putih merupakan komoditas penting namun Indonesia masih bergantung pada bawang putih impor. Bawang putih yang berkualitas baik dapat diperoleh dari benih yang baik pula. Pada usahatani benih bawang putih petani memerlukan perlakuan khusus untuk hasil panen yang disimpan sebagai benih bawang putih dan memiliki risiko lebih besar sehingga diperlukan mitigasi risiko yang tepat untuk usahatani benih bawang putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang dihadapi oleh petani dan menganalisis strategi manajemen risiko yang paling tepat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi petani. Metode analisis data dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Analisis deskriptif untuk mengetahui mitigasi risiko yang paling tepat. Hasil analisis data berdasarkan nilai RPN tertinggi adalah serangan hama (9a), tanaman tidak subur karena gulma berlebihan (8b), serangan penyakit (9b), tanaman terlalu padat dan tanaman gulma berlebihan (8a) dan iklim serta cuaca yang tidak menentu (2a). Strategi manajemen risiko yang tergolong kritis yaitu pada risiko iklim dan cuaca tidak menentu menggunakan strategi penanggungan atau penahanan risiko (risk retention). Pada risiko tanah terlalu padat dan terlalu banyak gulma, risiko tanah kurang subur karena terlalu banyak gulma, risiko serangan hama dan risiko serangan penyakit digunakan strategi penghindaran risiko (risk avoidance).
Pengaruh Heat Moisture Treatment terhadap Sifat Fisikokimia Tepung Beras Merah Termodifikasi Merynda Indriyani Syafutri
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i3.530

Abstract

Karakteristik tepung beras merah dapat diperbaiki dengan melakukan modifikasi. Heat moisture treatment (HMT) merupakan metode modifikasi fisik. Faktor-faktor yang memengaruhi karakteristik tepung termodifikasi HMT adalah suhu, kadar air, dan lama proses. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan kadar air terhadap sifat fisikokimia tepung beras merah termodifikasi HMT. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yaitu suhu HMT (100oC, 110oC, 120oC) dan kadar air HMT (20 persen, 25 persen, 30 persen). Parameter yang diamati yaitu sifat fisik (warna, swelling power, kelarutan, pola kristalinitas, dan morfologi granula), serta kimia (kadar air dan kadar amilosa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu HMT berpengaruh nyata menurunkan kadar air, tetapi meningkatkan kelarutan dan kadar amilosa. Peningkatan kadar air HMT secara nyata menurunkan nilai lightness, tetapi meningkatkan nilai redness, kadar air, dan amilosa. Tepung beras merah termodifikasi memiliki nilai lightness 72,62–76,27 persen, redness 5,58–6,47, yellowness 9,75-10,61, swelling power 17,41–20,82 persen, dan kelarutan 5,64–10,54 persen. Kadar air tepung beras merah termodifikasi (4,77–10,70 persen) lebih rendah dari tepung beras merah alami (11,17 persen), sedangkan kadar amilosa tepung beras merah termodifikasi (26,04–31,99 persen) lebih tinggi dari tepung beras merah alami (11,27 persen). HMT tidak mengubah kristalinitas (tipe A) dan bentuk granula pati, tetapi menyebabkan sedikit perubahan pada bagian permukaan granula pati.  
Pengaruh Waktu Perendaman Beras terhadap Profil Gelatinisasi dan Komponen Bioaktif Tepung Beras Pecah Kulit Berkecambah Hadi Munarko; Slamet Budijanto; Azis Boing Sitanggang; Feri Kusnandar
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i3.534

Abstract

Tepung beras pecah kulit berkecambah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung senyawa γ-aminobutyric acid (GABA) dan komponen bioaktif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu perendaman terhadap profil pasting dan komponen bioaktif tepung beras pecah kulit berkecambah. Perkecambahan dilakukan dengan merendam beras pecah kulit selama 120 jam dengan pengambilan sampel setiap 24 jam. Tepung beras pecah kulit berkecambah mengalami penurunan viskositas puncak, breakdown, dan setback seiring dengan lama waktu perendaman. Kandungan GABA mengalami peningkatan dan mencapai nilai tertinggi setelah perendaman 72 jam. Kandungan total fenol, kapasitas antioksidan, dan γ-orizanol mengalami penurunan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Sementara itu, hasil analisis komposisi asam lemak tepung beras pecah kulit berkecambah pada perlakuan perendaman 120 jam menunjukkan adanya dominasi asam lemak tidak jenuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, tepung beras kecambah dengan perendaman 72 jam dapat dipilih sebagai perlakuan terbaik karena memiliki akumulasi GABA paling tinggi.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue