cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 610 Documents
Penerapan Modul Kimia Berpendekatan Chemoentrepreneurship untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup dan Motivasi Belajar Prayitno, Mohammad Agus; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.542 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.13951

Abstract

Satu tujuan dari SMA/MA adalah mencetak generasi terdidik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kenyataannya banyak lulusan SMA/MA tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga berpotensi menjadi pengangguran. Upaya mempersiapkan lulusan SMA/MA agar siap bersaing dalam dunia kerja sangat diperlukan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan modul CEP.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pembelajaran Asam Basa dengan menggunakan modul Kimia berorientasi CEP terhadap kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian dilakukan di MAN Rembang dan MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test control group design. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh nilai thitung kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar < ttabel (-1,99). Nilai thitung kecakapan hidup pada aspek komunikasi (-2,06),kerjasama (-3,06), keterampilan menggunakan alat (-2,34), kedisiplinan kerja (-2,54), dan sikap kerja (-2,35). Nilai thitung motivasi belajar (-2,97), dan hasil belajar peserta didik (-7,31). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kimia dengan menggunakan modul Kimia CEP dapat meningkatkan kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. One of the goals of SMA/MA is scored educated generation to go to college. In fact many SMA/MA graduates is not able to go to college, so the potential to become unemployed. Efforts to prepare SMA/MA graduates to be ready to compete in the world of work is needed. One effort that needs to be done is to implement CEP learning module. This study aims to determine the contribution of learning Acid Alkali using CEP module on life skills, motivation to learn, and learning outcomes of students. This research was conducted in MAN Rembang and MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). This study used a pretest and post test control group design. The research data obtained by observation, documentation, questionnaire, and test. Results showed that tcount life skills, learning motivation, and cognitive results were <ttable -1.99. Tcount life skills in communication aspect was-2.06, cooperation (-3.06), skills in using tools was -2.34, work discipline was -2.54, and work attitude -2.35 , Tcount learning motivation was -2.97, and the cognitive result was -7.31. This study showed that learning with CEP-based Chemistry module can improve life skills, learning motivation, and cognitive result of students.
Analisis Pola Pikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sains Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif serta Literasi Sains Noviani, Yusida; Hartono, Hartono; Rusilowati, Ani
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.506 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.14127

Abstract

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh kemampuan berpikirnya yang menentukan bagaimana seseorang memecahkan masalah, membuat keputusan, dan memahami sesuatu.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola berpikir siswa dalam menyelesaikan soal sains ditinjau dari kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi sains siswa. Penelitian dilakukan di SMA N 2 dan SMA N 5 Semarang tahun ajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan pada 12 siswa dari kedua sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu diawali dengan memberikan tes menggunakan soal PISA yang berjumlah 10 unit soal dan dilanjutkan dengan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi juga memiliki literasi sains yang tinggi. Dapat disimpulkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi memiliki pola berpikir, mengidentifikasi dan merumuskan masalah, mengidentifikasi bukti dan fenomena ilmiah, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan kesimpulan. Student’s ability in solving a problem is influenced by their thinking ability, which determined their problem solving, making decision, and understanding something. The aim of this research is to describe students’ thinking pattern in solving science problem based on critical and creative thinking ability, and literacy science. The research was doing in two senior high school, those are 2 Senior High School Semarang and 5 Senior High School Semarang period 2016/2017. This research was doinginto 12 students from each school. Data collection techniques using test, interview, and documentation methods. The research did held in two steps, first by giving test using 10 units PISA tests and continued by doing the interview. The result shows mostly students who have high critical and creative thinking ability have high science literacy too. The conclusion is students with high critical and creative thinking ability have thinking pattern such as, identify the problem, identify the evidence and scientific phenomenon, making conclusion, and communicating the conclusion.
Pengembangan Booklet Berdasarkan Kajian Potensi dan Masalah Lokal Sebagai Suplemen Bahan Ajar SMK Pertanian Rahmatih, Aisa Nikmah; Yuniastuti, Ari; Susanti, R.
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.814 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.14224

Abstract

Keong mas (Pomaceacanaliculata) hama padi yang banyak ditemukan di Mijen, Kota Semarang, diolah menjadi pupuk organik cair asam amino (pocamino) karena memiliki kandungan protein tinggidan lemak yang rendah. Hal tersebut merupakan kajian potensi dan masalah lokal, dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyusunan bahan ajar kontekstual untuk memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa. Bahan ajar yang dikembangkan berbentuk booklet, berukuran kecil dan tipis, berisi penjelasan ringkas, sistematis, dilengkapi gambar/ilustrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan booklet berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian dan menganalisis kelayakan booklet. Penelitian mengunakan desain penelitian dan pengembangan yang diawali riset di lapangan mengenai pengolahan hama keong mas menjadi pocamino. Data yang diambil yaitu analisis kebutuhan lingkungan dan sekolah, data kandungan dan hasil aplikasi pocamino, data kelayakan booklet olehpenilaian ahli dan pengguna dengan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan, pocamino memiliki kandungan unsur hara N, P, K dan asam amino dengan kadar yang beragam. Disimpulkan bahwa booklet yang dikembangkan berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal dinilai layak sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian karena memperoleh skor rata-rata 4,7 dari ahli, skor 89,3% dari tanggapan guru dan 88,87% dari siswa. Golden apple snail (Pomaceacanaliculata) became major pest of rice found in MijenSemarang,used as amino acid organic liquid fertilizer (pocamino) because has high protein and low fat. This study of potential and local problems, can be utilized as source of contextual teaching materials to provide real learning experience for students. The teaching materials developed became booklet, containsbrief explanation, systematic and equipped with pictures/illustrations. The aims of this research are, to describe development of booklet based on the study of potential and local problems as teaching material supplement of fertilizing at SMK Pertanian and analyze feasibility of booklet. This research and development begins with field research on processing golden apple snail into pocamino. Data collected are environmental and school requirement analysis, pocamino content and application data, booklet feasibility by expert and user assessment, with validation sheet. Results showed that pocamino contain N, P, K nutrients and amino acids with varying levels. The conclusion was, bookletthat developed based onstudy of potential and local problems suitable as teaching material supplement of fertilizing in SMK Pertanian, because got average score 4.7 from experts, 89.3% from teachers and 88.87% from students.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROSES DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENGUKUR SOFT SKILLS Kharista, Ria Yanna; Susilaningsih, Endang; Sumarti, Sri Susilogati
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.798 KB)

Abstract

Hasil field study menunjukkan bahwa soft skills siswa rendah, maka diperlukan instrumen penilaian yang dapat menumbuhkan soft skills siswa yang terintegrasi dalam pembelajaran kimia berpendekatan kontekstual sebagai bekal di dunia industri setelah lulus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D yang menggunakan metode pre eksperimental dengan one group pretest-posttest design yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian proses berbasis authentic assessment dengan pendekatan kontekstual yang valid, reliabel, efektif, dapat mengukur soft skills, dan dapat meningkatkan hasil belajar serta mendapatkan respon positif dari siswa dan guru. Data dikumpulkan dengan metode tes dan non tes. Hasil validasi instrumen penilaian proses mencapai hasil yang valid dan reliabel. Instrumen penilaian proses yang dikembangkan dikatakan efektif untuk mengukur soft skills karena 20 dari 32 siswa yang mendapatkan skor sangat baik, rerata hasil belajar sikap 84,17, rerata hasil belajar keterampilan 96; 83,76; 78,57 dan rerata hasil belajar pengetahuan sebesar 81,94 atau 87,50% (28 dari 32 siswa) mencapai KKM, serta adanya peningkatan yang signifikan dari pretest ke posttest dengan rerata N-gain sebesar 0,78 (kriteria tinggi). Siswa memberikan respon positif terhadap instrumen penilaian proses, usabilitas dan kebermaknaan instrumen penilaian proses.   The results of field study shows that student’s soft skills are low, the required assessment instruments that can foster student’s soft skills are integrated in chemistry contextual approach learning as a provision in the industrialized world after graduation. This research is a study of R & D which uses pre-experimental method with one group pretest-posttest design to develop an assessment instrument based authentic assessment process withvalid, reliable, effective contextual approach which can measure soft skills, and to improve learning outcomes and elicit a positive response from students and teachers. Data collected by the test and non-test methods. The results of the validation instrument learning assessment that are valid and reliable. Assessment instruments developed process is said to be effective for measuring soft skills because 20 of the 32 students who scored very well, mean of attitude learning outcomes 84.17, mean of skills learning outcomes 96; 83.76; 78.57 and the average knowledge achievement of 81.94, or 87.50% (28 of 32 students) reached KKM, as well as a significant increase from pretest to posttest with N-gain average was 0.78 (height criteria). Students responded positively to the process of assessment instruments, usability and meaningfulness of the process of assessment instruments.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK THREE TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK KELAS XI Mubarak, Syarifatul; Susilaningsih, Endang; Cahyono, Edy
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.035 KB)

Abstract

Penelitian ini mengembangkan instrumen diagnostik three tier multiple choice untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dimiliki peserta didik pada materi larutan asam basa. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (R&D). Metode penelitian merupakan metode 4D yang dimodifikasi tanpa menyertakan tahap diseminasi. Subjek penelitian adalah 145 peserta didik SMA Kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik three tier multiple choice berjumlah 30 butir soal. Pengembangan instrumen dilakukan dengan tiga prosedur pokok, yaitu: (1) menentukan cakupan konsep yang diteliti, (2) mengumpulkan informasi tentang miskonsepsi peserta didik, (3) penyusunan dan validasi instrumen diagnostik berbentuk three tier multiple choice. Data hasil tes dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang dikembangkan baik dan valid dengan nilai CVR 0,99 dan mean sebesar 1,52 dengan nilai reliabilitas instrumen sebesar 0,90. Penelitian ini mengungkap 166 kombinasi profil miskonsepsi yang dialami peserta didik pada materi larutan asam basa. Profil miskonsepsi peserta didik tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini yaitu berkaitan dengan pengertian hidrolisis garam dengan temuan 42,07% peserta didik terdiagnosis mengalami miskonsepsi dengan temuan sembilan pola jawaban yang menunjukkan miskonsepsi.   This research is developing three tier multiple choice diagnostic intrument to identify students misconceptions in understanding acid base solution concepts.This study was kind of research and development study. Research method is 4D method modified without including the dissemination phase.Research subjects were 145 IPA XI grade students. Instrument that used is three tier multiple choice diagnostic test instrument consisting of 30 item questions.Developmental of these instrument be done by three main procedures: (1) defining the scope of concepts under study, (2) collecting infromations about students misconceptions, and (3) composing and validating of three tier multiple choice diagnostic instrument.Data result was analized descriptively and qualitatively. Research result shown that the developed instrument was good and valid with CVR value 0,99 and mean 1,52 with instrument reliability value was 0,90.This research reveal 166 type of students misconceptions profile expressed in acid base solution matter. Result of students miscenseptions profile analysis shown that highest students misconceptions profiles was related to definition of salt hydrolysis with 42,07% students had been diagnoted of having misconceptions, with nine answer paterns that showing misconceptions.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILL KONSERVASI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Istijabatun, Siti; Supartono, Supartono; Masturi, Masturi
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.815 KB)

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang saat ini berlangsung masih cenderung mengutamakan aspek kognitif. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa guru belum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar secara optimal sehingga soft skill konservasi belum muncul serta keterampilan proses sains masih rendah. Budaya masyarakat sebagai pengrajin kerupuk rambak belum menarik perhatian siswa untuk memikirkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Oleh karena itu diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan lingkungan di sekitar sekolah  yaitu terkait pengolahan limbah kerupuk rambak. Sumber data berasal dari data seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pegandon Kendal, dan data dari ahli yang kompeten. Instrumen berupa lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi untuk soft skill konservasi, lembar observasi keterampilan proses sains, lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan lembar soal tes kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skill konservasi mengalami peningkatan dan keterampilan proses sains memperoleh kriteria tinggi. Rata-rata hasil belajar uji coba luas1 sebesar 73,4 dan pada uji coba luas2 sebesar 71,2. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif untuk meningkatkan soft skill konservasi, keterampilan proses sains, dan hasil belajar.   The learning activities currently likely tend to give priority to the cognitive aspect. Evidence taken from the field shows that teachers have not used the environment as a learning source optimally, so the soft skills of conservation has yet to appear and science process skills are still low. Cultural society as the craftsmen rinds has not attracted for students to think about the impact on the environment. Therefore, it requires the development of contextual learning tools adapted to the environment around the school which is associated waste rinds treatment. Sources of data is derived from the data of all class X SMA Negeri 1 Pegandon Kendal, and data from competence experts. Instruments are learning device validation sheets, observation sheets for the soft skills of conservation, science process skills of observation sheets, student questionnaire responses sheet to the learning, and cognitive test booklet. The results of the work indicates that soft skills of conservation increased and science process skills gained into high criteria. The average comprehensive learning results of class 1 and class 2 are 73.4 and 71.2, respectively. Students also responded positively to the learning. The results showed that the developed  learning tools are proven effectively to improve the soft skills of conservation, science process skills, and learning outcomes.
VALIDASI NOMOGRAF OPTIK SEBAGAI MEDIA PERHITUNGAN BESARAN FISIS CERMIN DAN LENSA Iskandar, Hasbi; Sopyan, Achmad; Linuwih, Suharto
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.212 KB)

Abstract

Belum adanya inovasi media berupa teks dan gambar yang dicetak untuk membantu perhitungan menentukan nilai besaran fisis cermin dan lensa, membuat pembelajaran masih terpusat pada guru. Maka media Nomograf Optik dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validasi media Nomograf Optik dalam pembelajaran fisika, pengaruh penggunaan media Nomograf Optik terhadap unjuk kerja dan hasil belajar peserta didik. Validitas media Nomograf Optik merupakan hasil validasi dari 2 dosen fisika dan 1 guru senior. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model one-shot. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dari siswa kelas XI SMK NU Ungaran. Hasil menunjukkan bahwa media Nomograf Optik yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji t-test unjuk kerja diperoleh nilai t hitung sebesar 18,97 > t tabel (-2,31) dengan p-value (sig.) 0,00 < 0,05. Artinya terdapat pengaruh sangat signifikan penggunaan media Nomograf Optik terhadap kemampuan unjuk kerja peserta didik. Hasil uji t-test hasil belajar diperoleh nilai t hitung 4,059 > t tabel (2,31) dengan p-value (sig.) 0,00 < 0,025, Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada penggunaan media Nomograf Optik terhadap hasil belajar fisika   The absence of media innovations such as text and images printed to help the calculation for determining a fisis amount value of mirror and lens, make a learning process still focused on teacher. Then, Nomograph Optics media has been developed. This research aims to determine Nomograph Optics media validation on learning physics course, the influence of using Nomograph Optics media to the work method and learning outcomes of student. Validity of Nomograph Optics media was a value of validation from two Physics Lecturers and one Senior Teacher. The type of this research is development with one-shot model. Purposive sampling used as a techniques sampling on this research to the student class XI SMK NU Ungaran (Vocational School of NU Ungaran). The result showed that Nomograph Optics media developed is eligible for learning purposes. Result of t-test on work method gained value t-count about 18.97 > t-table (-2.31) with p-value (sig.) 0,00 < 0.05. The meaning of that result is a very significant influence on students work method performance by using Nomograph Optics media. Result of t-test of learning outcomes obtained the value of t-count about 4.059 > t-table (2.31) with p-value (sig.) 0,00 < 0.025. The result showed that, there is a significant influence by using Nomograph Optics media to the physics learning outcomes.
PERSEPSI DAN POLA PERILAKU MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI DAMAR DALAM MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI Isthofiyani, Sri Endhes; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Iswari, Retno Sri
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.281 KB)

Abstract

Sungai Damar menunjukkan permasalahan sampah. Masyarakat bantaran sungai kurang peduli dengan kondisi sungai dan dampak sampah pada lingkungan hidupnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pola perilaku masyarakat bantaran sungai dalam membuang sampah di sungai dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan perilaku tersebut. Selain itu dianalisis pula upaya yang sudah dilakukan untuk menanggulangi sampah di sungai. Hasil analisis digunakan untuk mendesain pemberdayaan masyarakat  dalam penanggulangan sampah berbasis persepsi dan pola perilaku terhadap lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Narasumber penelitian adalah masyarakat RT 02 RW 03 Desa Weleri yang tinggal di bantaran Sungai Damar, Kepala Desa Weleri, ketua RW 03, dan pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Data dikumpulkan pada bulan Mei-Juli 2016 melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang rendah terhadap sampah. Rendahnya persepsi berpangaruh terhadap munculnya perilaku membuang sampah di sungai. Ketiadaan fasilitas tempat sampah dan truk pengangkut sampah menjadi faktor utama penyebab rendah persepsi dan perilaku terhadap sampah. Upaya sosialisasi dan program Bank Sampah dari desa tidak berjalan lancar. Pemberdayaan masyarakat ditempuh melalui penyusunan pedoman pemberdayaan masyarakat, pembagian leaflet tentang pengelolaan sampah, pengadaan tempat sampah, dan pengajuan pengangkutan sampah.   Damar River shows a complicated problem of garbage. People living at its riverbank seem to ignore the garbage impacts on their environment. This study aimed to analyze people’ perceptions and behavior pattern of dispensing garbage into Damar River, identify the factors influencing those above, and also describe the efforts taken by the community to address the garbage problems. All collected information was then used for redesigning community empowerment toward rivers garbage. The study approaches used was qualitative case study design. Informants involved in the study were the society of RT 02 RW 03 living along the riverbank, chairman of Weleri and RW 03, and the staff of the Department of Human Settlements and Spatial Planning. The data was collected by interview, questionnaire, observation, and documentation study. The findings showed that the perception of the society was more likely to be clearly weak. This low perception seemed correlated with their behavior patterns on dispensing garbage into the river. The lack of garbage bins and dump trucks became the major factor for this wrong doing behavior. Some community empowerment modes to overcome these existing problem were attitude based socialiszation on garbage problems via interesting leaflets, availability of dump trucks, and education about Garbage Banks and trainings on waste recycling.
POLA PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN REPRESENTASI SISWA DALAM MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA MODEL Lasiani, Lasiani; Rusilowati, Ani; Aji, Mahardika Prasetya
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.873 KB)

Abstract

Representasi dalam memecahkan masalah memberikan informasi cara siswa memahami konsep. Siswa memiliki pola beragam untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep fisika. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi: (1) kecenderungan representasi siswa, (2) pola pemecahan masalah berdasarkan kecenderungan representasi, (3) pola pemecahan masalah dalam membangun pemahaman konsep. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif model grounded theory. Siswa dikategorikan pemahamannya ke dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan representasi simbolik, kategori sedang dan rendah memiliki kecenderungan representasi visual gambar. Siswa kecenderungan representasi simbolik memiliki pola yaitu membaca, menganalisis, merencanakan solusi, melaksanakan, menyimpulkan. Siswa kecenderungan visual gambar memiliki dua pola. Pola pertama yaitu membaca, memahami masalah, menganalisis, melaksanakan dan menyimpulkan, pola kedua sama dengan pola pertama namun proses menganalisis menggunakan konsep. Berdasarkan pemahaman konsepnya, siswa kategori tinggi menggunakan dua pola. Pola pertama yaitu membaca, memahami masalah, menganalisis, membuat solusi, menyimpulkan. Pola kedua yaitu membaca, memahami masalah, menganalisis menggunakan konsep, merencanakan solusi, melaksanakan solusi, menyimpulkan. Siswa kategori sedang menggunakan dua pola. Pola pertama yaitu membaca, memahami masalah, menganalisis dan menyimpulkan. Pola kedua yaitu membaca, memahami masalah, menganalisis menggunakan konsep, merencanakan solusi, melaksanakan solusi dan menyimpulkan. Siswa kategori rendah memiliki pola yaitu membaca, memahami masalah, menganalisis dan menyimpulkan.   Representation in solving the problem gives information on how students understand concepts. Students have a variety of patterns to solve the problems associated with the concept of physics. This study aims to identify: (1) the tendency of student representation, (2) based on the likelihood of resolving problems of representation, (3) pattern of problem solving in building understanding of the concept. This research is a qualitative model of grounded theory. Students are categorized understanding into the category of high, medium and low. The results showed high class students have a tendency symbolic representation, medium and low categories have the tendency visual representation of the image. Students tendency symbolic representation has a pattern of reading, analyzing, planning solutions, implement, conclude. Students tendency visual image has two patterns. The first pattern is read, to understand the problem, analyze, implement and conclude, the second pattern similar to the pattern, but the process of analyzing the first to use the concept. Based on the understanding of the concept, students high category use two patterns. The first pattern is read, to understand the problem, analyze, create solutions, concludes. The second pattern is read, understood the problem, analyze the use of the concept, planning solutions, implementing solutions, concludes. Students category're using two patterns. The first pattern is read, understood the problem, analyze and conclude. The second pattern is read, understood the problem, analyze the use of the concept, planning solutions, implement solutions and concluded. Students low category has a pattern of reading, understanding the problem, analyze and conclude.
GUIDED INQUIRY BERBANTUAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Budiarti, Santi; Nuswowati, Murbangun; Cahyono, Edy
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.458 KB)

Abstract

Guided inquiry merupakan model yang menuntun siswa untuk menemukan jawaban dari suatu permasalahan, sedangkan e-modul merupakan media yang dapat menumbuhkan kreativitas, kebiasaan berpikir produktif, menciptakan kondisi aktif, efektif, inovatif dan menyenangkan serta dapat mengembangkan kemampuan literasi kimia pada siswa. Guided inquiry dipadukan dengan e-modul pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan Control Group Pre Test-Post Test Design. Keterampilan berpikir kritis siswa diukur melalui hasil belajar kognitif kelas eksperimen yang menerapkan guided inquiry berbantuan e-modul dan kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh rata-rata pre-test dan post test keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen sebesar 30,79 dan 73,32, sedangkan kelas kontrol sebesar 31,71 dan 65,15. Hasil uji Anava menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara kedua kelas. Analisis peningkatan keterampilan berpikir kritis menunjukkan bahwa kedua kelas mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, namun kelas eksperimen lebih efektif dibandingkan kelas kontrol. Simpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan guide inquiry berbantuan e-moduldapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.   Guided inquiry is a model that leads students to find the answer to a problem, while the e-module is a media that can foster creativity, productive thinking habits, creating conditions of active, effective, innovative and fun and can develop chemical literacy skills in students. Guided Inquiry combined with e-modules in the subject matter solubility and solubility product to increase students' critical thinking skills.Experimental design of this research is Control Group Pre Test-Post Test Design. Critical thingking skills evaluated by cognitive learning outcomes. Based on the results obtained by analysis of the average of pre-test and post-test students' critical thinking skills experiment class is 30,79 and 73,32, and the control class is 31,71 and 65,15. Anova test results showed a significant difference between the averages of two classes. The analysis showed an increase in students 'critical thinking skills, both experimental class and control class, but the experiment class is more effective in enhancing critical thinking skills than control class. The conclusion of this research is the learning guided inquiry assisted e-module can enhance students' critical thinking skills.

Page 2 of 61 | Total Record : 610