cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 610 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN KOLOID
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan proses belajar mengajar di lapangan menunjukkan bahwa guru dalam mengajarkan konsep dan teori kimia melalui kegiatan yang hanya perpusat pada guru, siswa tidak dilibatkan dalam kegiatan secara aktif dan kurang membuka kesempatan untuk mengembangkan proses berpikir siswa. Model pembelajaran advance organizer digunakan untuk memberdayakan seluruh potensi siswa yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, namun keefektifannya dalam meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar belum pernah diteliti. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan test tertulis tentang hasil belajar siswa, observasi untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kelas, angket yang dirancang berisi tanggapan siswa terhadap proses belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran advance organizer dan wawancara untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penggunaan pembelajaran advance organizer. Kesahihan data diuji dengan uji normalitas dan homogenitas sampel, uji beda dua rerata menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar kelas eksperimen memiliki rerata lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, hasil belajar kelas eksperimen lebih besar dari KKM yaitu 79,05 sedangkan hasil belajar kelas kontrol dibawah KKM yaitu 68,52. Hasil data angket yang diperoleh menunjukkan hampir 90% siswa menyukai model pembelajaran advance organizer.The observation of teaching and learning process shows that teachers in teaching concept and theory of the chemistry is teacher centered, Students are not involved in the process and rare opportunity to develop students’ critical thought. Advance organizer model is used to optimize students’ potency for the next lesson. However, its effectiveness hasn’t been observed before. The data are collected by doing writing test about the study of the students, the observation is aimed to find out teacher skills in managing the class, The questionnaire is for the response of the students after applying advance organizer and interview reveal teachers’ response after using advance organizer. The validity is examined by doing normality test and homogeneity sampling with two average different test using Mann-Whitney test. The result shows that the learning development which is observed in the research can increase affective aspects and also the result. The result in experiment class is bigger than minimum standard, that is 79,05 whereas in control class is only got 68,52. The result also shows almost 905 students enjoy advance organizer learning.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONSEP METABOLISME PADA ORGANISME SISWA KELAS XII MELALUI LESSON STUDY
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesson Study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study dilaksanakan dengan tahap-tahap Plan, do dan see. Permasalahan yang dirumuskan adalah bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran pembelajaran konsep metabolisme pada organisme siswa kelas XII dan seberapa efektivitasnya?. Efektivitas perangkat yang digunakan ditandai dengan peningkatan kompetensi pedogogik, sosial, kepribadian dan profesiona guru dan aktivitas siswa. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran konsep metabolisme pada organisme siswa kelas XII melalui lesson study. Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan lesson study pada pembelajaran biologi sebagai upaya pengembangan kompetensi guru, mengembangkan perangkat pembelajaran Biologi melalui pelaksanaan lesson study dan mengembangkan panduan pelaksanaan kegiatan lesson study. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah dalam Lesson study, yaitu Plan, do dan see. Penelitian dilaksanakan di SMA 16 Semarang, dengan ujicoba di kelas XII IPA 2 danb Uji coba 2 di kelas XII IPA1. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas perangkat yang dihasilkan ditandai dengan peningkatan kompetensi pegagogik , sosial, kepribadian dan profesional guru serta aktivitas siswa. Respon siswa menunjuk rasa senang terhadap proses pembelajaran. Respon guru juga merasa senang dengan pelaksanaan lesson study karena dapat mengkaji pembelajaran dan dapat berinteraksi dengan rekan guru yang lain, kepala sekolah, pakar dan peserta lesson study untuk mengembangkan pembelajaran. Disarankan untuk mengembangkan perangkat-perangkat dan model–model pembelajaran biologi inovatif untuk meningkatkan minat siswa mempelajari biologi dengan nilai kepercayaan yang lebih baik. Lesson Study is a model for development of profession for the teachers through the examination of learning collaboratively and continuously based on collegiality and mutual learning to build community learning. Lesson study is run by doing Planning, doing and seeing. The problem is how to develop learning device with metabolism grade and how far its effectiveness. The effectiveness is marked by the improvement of pedagogic competence, social, individual, teacher professionalism and students activity. This research is aimed to develop metabolism learning device for XII grade through lesson study. The particular purpose of this research is to describe the lesson study in biology as a teacher competence development, device learning development through lesson study and developing the guidance for lesson study. This research is the development using Lesson study steps, Plan, do and see. The research is held in SMA N 16 Semarang, first experiment is in XII IPA 2 and second experiment is in XII IPA1. The result shows the effectiveness of device which is produced and marked by the improvement of pedagogic competence, social, individual, teacher professionalism, and students’ activity. Students’ response shows pleasure in learning process. Teacher’s response also shows a pleasure to lesson study because it observes learning and interact with another teacher, head master, expert and members of lesson study to develop the learning. It is suggested to develop innovative biology devices and models to increase students’ interest in learning biology with a better.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI KINGDOM ANIMALIA DI SMA DENGAN INTERACTIVE SKILL STATION SUPPORTED BY INFORMATION TECHNOLOGY (ISS-IT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi Kingdom Animalia di kelas X semester 2 cakupannya sangat luas, alokasi waktu yang tersedia 6 jam pelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan selama ini adalah diskusi informasi berbantuan power point sehingga peran guru mendominasi pembelajaran, aktivitas, hasil belajar dan motivasi siswa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut model perangkat pembelajaran biologi yang selama ini digunakan di sekolah, khususnya di SMA N 3 Semarang, mengembangkan perangkat pembelajaran dengan metode ISS-IT dan mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran biologi dalam upaya meningkatkan aktivitas, hasil belajar dan motivasi siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian R&D, riset dilakukan untuk mengetahui keadaan awal pembelajaran Kingdom Animalia yang dilakukan selama ini di sekolah. Pengembangan dilakukan untuk merencanakan, menyususn, menguji coba dan memvalidasi perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan oleh dua validator. Tahap uji coba terdiri atas uji coba skala kecil di kelas akselerasi dan uji coba skala besar. Uji coba skala besar menggunakan dua kelas X SMAN 3 Semarang, tahun pelajaran 2010/2011. Keefektifan ditentukan berdasarkan aktivitas, hasil belajar, dan motivasi siswa sedangkan kepraktisan ditentukan berdasarkan respon siswa. Hasil penelitian dan pengembangan diperoleh perangkat pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Perangkat dinyatakan valid dengan kriteria baik, efektif sebab hasil belajar, aktivitas dan motivasi siswa meningkat dan praktis.The coverage of kingdom Animalia material in X grade semester 2 is too broad, with only 6 hours time allocation. Recently the method which is used in class is information discussion with the help of power point so the role of teacher is needed to dominate the learning; activity, result and motivation are also not optimum. This research is aimed to understand more in biology learning device which is used in schools, especially in SMA N 3 Semarang with developing learning device using ISS-IT method and knowing effectiveness of biology learning device in increasing activity, result, and motivation of the students. This research is R&D, research which is done to understand the beginning of Animalia Kingdom learning which is used in schools. The development is done to plan, arrange, examine, and validate learning device. Validity is done by two validators. The experiments consist of small and big scale experiment in acceleration class and two classes of X grades of SMAN 3 Semarang, 2010/2011. The effectiveness is determined by the activity, result and motivation whereas the simplicity is determined by students’ response, . The result and development of the research are able to gain the valid, effective, and simple learning device. The device is categorized good and effective because the result, activity and motivation of the students are increasing and simple.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI NILAI KARAKTER MELALUI INKUIRI TERBIMBING MATERI CAHAYA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berpendekatan karakter pada materi cahaya melalui inkuiri terbimbing, mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang dapat diungkap melalui eksperimen inkuiri terbimbing, menentukan penguasaan konsep cahaya melalui inkuiri terbimbing. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, Silabus dan LKS. Alat pengumpul data berupa lembar validasi RPP, Silabus dan LKS. Lembar observasi untuk mengamati nilai karakter dan lembar angket untuk mengumpulkan data kepraktisan perangkat pembelajaran. Lembar tes untuk mengumpulkan data tentang penguasaan konsep IPA. Analisis data tahap awal untuk melihat kevalidan dan keefektifan perangkat pembelajaran. Analisis data tahap akhir berupa uji normalitas, gain ternormalisasi, uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis deskriptif untuk data angket respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa validitas untuk perangkat pembelajaran berpendekatan karakter oleh para pakar 3,74 yang tergolong valid, serta 84.3% siswa memberi respon positif sehingga perangkat pembelajaran berpendekatan karakter dikatakan praktis. Karakter yang dapat diamati pada saat inkuiri terbimbing adalah kerjasama, ingin tahu, mandiri dan disiplin. Data hasil penguasaan konsep diperoleh dengan tes kemampuan kognitif dan diperoleh hasil untuk kelas ekperimen persentase keberhasilan 78.38% dan kelas kontrol 72.75%, sedangkan untuk data efektifitas kelas eksperimen digunakan uji t-tes diperoleh nilai di atas KKM sehingga dikatakan uji t-tes signifikan dan dari nilai N-gain diperoleh nilai 0.37 dalam kategori sedang. Berdasarkan penelitian dapat dikatakan pengembangan perangkat inkuiri terbimbing dapat menumbuhkan nilai karakter siswa dan penguasaan konsep IPA. The research is aimed to develop learning device with character approach in light material throgh structurized inquiry, decribe the value which is conveyed from iquiry experiment, and determine the mastery concept of light through supervised inquiry. The device which is developed consists of lesson plan, syllabus, and worksheet. The data collection uses the validity of lesson plan, syllabus and worksheet and the observation is for observing character value and questionnaire is for collecting the simplicity data in learning device whereaswork sheet is for collecting data about science mastery. The beginning analysis is to see validity and effectiveness of learning device. The last step analysis is to test the normality, to gain ternormalization, and t-test is to find out the difference of result in experiment group and control group. Descriptive analysis is used for the questionnaire of students’ response for inquiry learning. The result shows that the validity for character approach is 3.74% also 83.4% students give positive response so it can be said as a simple one. The characters which can be observed are teamwork, inquisitiveness, autonomy and discipline. From the mastery of the concept shows the percentage of success in experiment class is 78.38%, 72.75% for control class, whereas for effectiveness of the class using t-test shows the score is above the minimum standard so it can be concluded that t-test is significant. In addition, N-gain gets 0.37 in average category. Based on the research, it can be concluded that the development of supervised inquiry is able to increase students’ character and mastery of science.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara hukum ilmu belajar mengajar di SMP harus disediakan secara terpadu (Permendiknas. Nomor 22 tahun 2006). Bahkan, ilmu belajar mengajar di SMP tidak diajarkan secara terpadu. Identifikasi diperoleh dari wawancara MGMP guru ilmu Kabupaten Kendal. Berdasarkan latar belakang masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mengembangkan ilmu pengetahuan Terpadu belajar dengan tema Pencemaran Lingkungan 2) Tentukan kemampuan dari setiap kemampuan dapat dikembangkan melalui Science Terpadu Belajar 3) Mengetahui efektivitas Ilmu Terpadu Belajar untuk meningkatkan penguasaan konsep ilmu pengetahuan bagi siswa. Penelitian ini adalah R & D untuk mengembangkan Set Pembelajaran Sains Terpadu. Sebelum Set Pembelajaran Sains Terpadu diuji untuk kelas eksperimen, instrumen berkonsultasi dan disahkan oleh penasihat. Kemudian dilakukan revisi dan diuji untuk kelas terbatas (sekitar 10 orang), dan kemudian menganalisis efektivitas untuk refleksi dan revisi lagi. Hasil implementasi dari himpunan diuji N-keuntungan dari tes pra-dan pasca-tes, kemudian dilakukan uji-t untuk menentukan apakah Set Pembelajaran Sains Terpadu dapat seefektif Set Sebelumnya untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep, untuk mengetahui kemampuan kinerja siswa apa yang dapat dikembangkan secara optimal. Berdasarkan hasil belajar (penilaian kognitif siswa) dalam penelitian ini diketahui bahwa Sains Terpadu Belajar seefektif Set sebelumnya belajar mengajar. Hasil uji-t dimana t hitung = 0.343318 dan t tabel = 1,674 sehingga Ho diterima, berarti efektivitas penguasaan konsep Sains Terpadu Belajar dari siswa yang sama dengan penguasaan konsep belajar mengajar Set Sebelumnya. Siswa kemampuan untuk mengembangkan fleksibilitas optimal dalam memecahkan masalah, memberikan seluruh ide dan mengembangkan imajinasi dalam merancang alat eksperimental. Mengatur Pembelajaran Sains Terpadu berbasis lingkungan yang telah dikembangkan terdiri dari Silabus, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, Mahasiswa Lembar Penilaian Kemampuan, Lembar Kerja Penilaian Kinerja, dan Hasil Tes Belajar, dan dapat digunakan dengan hasil yang baik. Mengatur Pembelajaran Sains Terpadu yang telah dikembangkan untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep-konsep secara efektif.Legally science teaching learning in junior high should be provided in an integrated ( Permendiknas. Number 22 in 2006). In fact, science teaching learning in junior high school is not taught in an integrated manner. The identification obtained from interviews MGMP science teacher Kendal regency. Based on the background of the problem, then the purpose of this research is as follows: 1) Develop the science Integrated learning with the theme of Pollution Environmental 2) Determining the ability of any abilities can be developed through the Science Integrated Learning 3) Knowing the effectiveness of the Science Integrated Learning to improve mastery of science concepts for students. This research is R & D to develop the Set of Integrated Science Learning. Before the Set of Integrated Science Learning tested to experiment class, the instrument consulted and validated by advisor. Then it conducted revision and tested to limited class (about 10 persons), and then analyzed the effectiveness for reflection and revision anymore. The results of the implementation of the set tested the N-gain of the pre- test and post-test, then performed t-test to determine if the Set of Integrated Science Learning can be as effective as Previous Set for improving students’ mastery of concepts, to determine the performance ability of the students what can be developed optimally. Based on learning outcomes (cognitive assessment of students) in this research note that the Integrated Science Learning as effective as the Previous Set of teaching learning. Results of t-test where t count = 0.343318 and t table = 1.674 that Ho is received, it means the effectiveness of mastery Integrated Science Learning concept of students same with mastery of the concept of Previous Set teaching learning. Student’s ability to develop optimal flexibility in problems solving, giving the whole idea and develop imagination in designing experimental tools. Set of Integrated Science Learning based on environment that has been developed consists of Syllabus, Lesson Plan, Student Sheet Activities, Student Ability Assessment Worksheet, Performance Assessment Worksheet, and Tests Learning Outcomes, and can be used with good results. Set of Integrated Science Learning that has been developed to increase students’ mastery of concepts effectively.
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI PROPOSITION GENERATING TASK UNTUK MENGUKUR STRUKTUR KOGNITIF SISWA DI SMA
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEvaluasi merupakan hal yang penting dalam pembelajaran. Selama ini beberapa peneliti pendidikan telah menerapkan peta konsep, wawancara klinis dan semanticnetwork untuk mengukur struktur kognitif, namun masing-masing alat evaluasi tersebut memiliki kekurangan. Alat evaluasi Proposition Generating Task (PGT)dapat digunakan sebagai alternatif  lain untuk mengukur struktur kognitif  siswa.Hasil yang diperoleh adalah seperangkat alat evaluasi yang terdiri dari beberapa komponen: a) penjelasan alat evaluasi PGT, b) pedoman pembuatan proposisi, c)kisi-kisi soal, d) soal, e) proposisi master, f) pedoman penilaian dan penskoran, g)pedoman interpretasi. Alat evaluasi PGT mempunyai nilai validitas 0,74 dan koefisien reliabilitas 0,99. Alat evaluasi PGT valid dan reliabel untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Struktur kognitif  siswa yang terukur dengan PGT dan peta konsep menunjukkan hasil yang sama yaitu berada pada level II (cukup baik), III(baik) dan IV (sangat baik).AbstractAssessment is important thing in learning. All this time some education researchers have applied concept map, clinical and semantic network to measure cognitive structure, however each evaluation instrument has deficiency. The evaluation instrument of  Proposition GeneratingTask (PGT) can be used as other alternative to measure the student’s cognitive structure. Thedevelopment of  evaluation instrument PGT on force and motion studying material with theaim to get the evaluation instrument PGT that’s valid, reliable, and can describethe student’scognitive structure on force and motion studying material for Senior High School students.The result that’s got is a set of  evaluation instrument that contains some components: a) theexplanation of  evaluation instrument PGT, b)  the direction of  making proposition, c) itemgrille, d) item, e) master proposition, f) measurement and suspension/ scoring direction, g)interpretation direction. The evaluation instrument PGT has validity value 0,74 and reliabilitycoef ficient 0,99. The evaluation instrument PGT is valid and reliable to measure theconcept student’s understanding. The student’s cognitive structure that’s measured with PGTand concept map shows the same result namely on the level II (good enough), III (good), andIV (very good).
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN KEMAHIRAN GENERIK SAINS
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aspek keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek, (2) mengetahui hubungan antara setiap aspek keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa SMK pada mata pelajaran fisika, (3) mengetahui profil kemahiran generik sains siswa SMK melalui pembelajaran berbasis proyek. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ (Teknik Komputer Jaringan) SMK Ma’arif Tunjungan Blora dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuasi eksperimen One Group Pre-test and Post-test Design pada topik optik. Hasil analisis uji gain menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan aspek keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif dan kemahiran generik siswa SMK. Setiap aspek keterampilan berpikir kritis mempunyai hubungan dengan aspek keterampilan berpikir kreatif berdasarkan hasil analisis uji regresi. Sebagian besar siswa merespon baik dan senang dengan pembelajaran fisika berbasis proyek. Abstract The aims of research are (1) find an increase in aspect of critical thinking skills and creative thinking through project-based learning, (2) determine the relationship between each aspect of critical thinking skills and creative thinking of students in vocational subjects of physics, (3) know the profile of the generic skills of vocational students science through project-based learning. This subject research is a class XI TKJ (Teknik Komputer Jaringan) SMK Ma’arif Tunjungan Blora which consist of 40 students. This research was held by quasi-experiment One Group Pre-test and Post-Test Design. The analysis of score gains showed that the project-based learning can improve critical thinking skills, creative thinking aspect and generic skills of vocational students. Every aspect of critical thinking skills have a relationship with aspects of creative thinking skills based of the regression analysis. Most of the students responded well and happy with the project-based learning in physics.
PENGEMBANGAN LKS FISIKA MODEL INFERENSI LOGIKA BERPIKIR HYPOTHETICAL-DEDUCTIVE SISWA SMP
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil LKS fisika model inferensi logika berpikir Hypothetical-deductive. LKS ini mempunyai tiga unsur pokok yaitu: (1) kegiatan sains Hypothetical-deductive; (2) konsep fisika yang esensial dan informasi yang menarik, (3) soal-soal fisika yang disusun dalam bentuk permainan seperti Square, soal cerita menarik minat siswa. Penelitian ini menggunakan metode R&D yang pengujiannya menggunakan N-Gain untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir Hypothetical-deductive, aktivitas dan motivasi belajar siswa. Dari hasil pengembangan dan penerapan produk diperoleh: (1) LKS fisika model inferensi logika Hypothetical-deductive mempunyai karakteristik yang terdiri atas kegiatan sains Hypothetical-duductive, konsep fisika yang esensial dan informasi yang menarik, soal-soal fisika berupa Square, soal cerita menarik; (2) LKS ini berkualitas yang baik yang terlihat dari  kevalidan, keefektifan dan kepraktisan LKS; (3) LKS fisika ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir Hypothetical-deductive siswa dengan peningkatan N-Gain dari 200 menjadi 403 sebesar 0.725 (kategori “tinggi”) dan uji-t signifikansi sebesar -4.954 sehingga  t hitung > t tabel, akibatnya  H0 ditolak dan Hi diterima; (4) LKS ini dapat meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa. Peningkatan keberhasilan aktivitas belajar siswa N-Gain 0,45 dari 73,89% menjadi 85,42% dalam ketegori “sedang”, dan peningkatan keberhasilan motivasi N-Gain 0,31 dari 80.72%menjadi 86.51% dalam kategori “sedang”. Abstract The purpose of this research is to get the profile of physics student worksheet inference logic thinking Hypothetical-deductive model. This student worksheet has three main substance: (1) Hypothetical-deductive science activity; (2) physics concept and interesting information; (3) physics tests which is arranged in the form of games such as square, and story test that attract students interest. The method is R&D which using the N-Gain test and t-test to know the improvement of thinking Hypothetical-deductive ability, students learning activity, and motivation. Based on the result the development and application of physics student worksheet, it obtained: (1) Physics student worksheet inference logic thinking Hypothetical-deductive model. The characteristics of this student worksheet consists of Hypothetical-deductive science activity, essential subjects for physics concept, interesting tests such as attractive story tests, and square; (2) this student worksheet has good quality, it can be known from the validity, effectiveness, and simplicity of the student worksheet; (3) this physics student worksheet can improve thinking Hypothetical-deductive ability with the improvement of N-Gain from 200 to 403 as 0.725 and t-test significant as -4.954; (4) this student worksheet can improve students learning activity N-Gain 0.45  and motivation N-Gain 0.31.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERVISI SETS BERBASIS EDUTAINMENT PADA TEMA PENCERNAAN
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study objective were to analyze the needs of learning tools, developed  learning tools, knew the validity, reliability, and effectiveness of learning tools. This research design  was R & D. The study was conducted in SMP 1 Kudus grade VIII school year 2011/2012, which consisted of 10 members of the KIR SMP 1 Kudus for limited trials and three of grade VIII SMP 1 Kudus for wide trials. The results of this study were learning tools that contained integrated science, SETS, and edutainment. Syllabus and lesson plans developed in a combination of Basic Competence 2.2 and 5.3. Textbook contained examples of SETS implications in daily life, slide presentation contained mapping table of SETS implications, materials, and quiz questions. Monopoly contained images related to daily life that could be analyzed in the context of SETS. Puzzle contained linkage scheme of SETS. Practical instructions contained food ingredients test and questions related to SETS. Evaluation test refers to the cognitive taxonomy of C1 to C5 and problem solving. Learning tools were valid and reliable with enough categories to high. Learning tools were effectively used in learning, because ≥80% of students achieved Minimum Completeness Standard and there was an increasing of pretest-posttest. Learning activity ≥75% of students achieved an active and very active categories. Learning tools got positive response from ≥80% students.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan perangkat pembelajaran, mengembangkan perangkat pembelajaran, mengetahui validitas, reliabilitas, dan efektivitas perangkat pembelajaran.  Penelitian ini dirancang sebagai penelitian dan pengembangan. Penelitian dilakukan di SMP 1 Kudus kelas VIII tahun pelajaran 2011/2012, yang terdiri atas 10 peserta Karya Ilmiah Remaja untuk uji coba skala terbatas, dan tiga kelas untuk uji coba skala luas. Hasil dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang memuat IPA Terpadu, SETS, dan edutainment. Silabus dan RPP yang dikembangkan merupakan perpaduan KD 2.2 dan KD 5.3. Buku ajar berisi contoh implikasi SETS dalam kehidupan sehari-hari, slide presentasi berisi tabel pemetaan implikasi SETS, materi, dan pertanyaan quiz. Monopoli berisi gambar-gambar terkait dengan kehidupan sehari-hari yang dianalisis dalam konteks SETS. Puzzle berisi skema keterkaitan SETS. Petunjuk praktikum berisi kegiatan uji kandungan bahan makanan dan pertanyaan terkait SETS. Soal evaluasi mengacu taksonomi kognitif dari C1 hingga C5 dan problem solving. Perangkat pembelajaran valid dan reliabel dengan kategori cukup sampai tinggi. Perangkat pembelajaran efektif digunakan dalam pembelajaran, karena ≥80% peserta didik mencapai KKM, dan terdapat peningkatan nilai pretest-posttest. Aktivitas belajar peserta didik ≥75% mencapai kategori aktif dan sangat aktif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan tanggapan positif dari ≥80% peserta didik.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOENTREPRENEURSHIP PEMBUATAN MAKANAN DARI LIMBAH CAIR PENGOLAHAN KEDELAI
Journal of Innovative Science Education Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The research aims were to examine the effectiveness application of learning devices based bioentrepreneurship processed foods from soybean processing wastewater, and to know effect of learning devices to increase an entrepreneurial interest and attitude. This study used R&D design. The study was conducted in SMA 1 Bojong, school year 2011/2012. The result of the research and development showed that learning devices based bioentrepreneurship valid and usable in environmental damage and pollution matter. It is based on field trials results indicated that the learning devices effectively used in learning activities because completeness of achievement and student learning activities in both experimental class >75%. Student’s entrepreneurial interests achieve 91% and 94%, and student’s entrepreneurial attitudes achieve 82% and 92%. Based on these results it can be concluded that learning devices based bioentrepreneurship effectively applied in learning activities and can increase an entrepreneurial interest and attitude. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan perangkat pembelajaran berbasis bioentrepreneurship pembutan makanan dari limbah cair pengolahan kedelai serta untuk mengetahui pengaruh penggunaan perangkat pembelajaran terhadap peningkatan minat dan sikap kewirausahaan siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan. Penelitian dilaksanakan di SMA 1 Bojong pada tahun pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan perangkat pembelajaran berbasis bioentrepreneurship valid dan layak digunakan pada materi kerusakan dan pencemaran lingkungan. Hal ini berdasarkan pada hasil uji coba lapangan yang menunjukkan perangkat pembelajaran ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena ketuntasan prestasi dan aktivitas belajar siswa pada kedua kelas eksperimen >75%. Minat kewirausahaan siswa mencapai 91% dan 94%, dan sikap kewirausahaan siswa mencapai 82% dan 92%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan perangkat pembelajaran berbasis bioentrepreneurship efektif diterapkan dalam kegiatan pembelajaran serta dapat meningkatkan minat dan sikap kewirausahaan siswa.