cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Pencegahan nyeri kronis pasca operasi Endy Suseno
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.355 KB) | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p40-51.2017

Abstract

Nyeri kronis pasca operasi merupakan salah satu nyeri kronis yang paling sering terjadi. Nyeri kronis tersebut memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental, kualitas hidup, dan perekonomian masyarakat. Penyebab dari nyeri kronis pasca operasi belum diketahui secara pasti, tetapi diduga bahwa perubahan plastisitas pada sistem saraf pusat berkontribusi dalam terjadinya nyeri kronis. Pencegahan terjadinya nyeri kronis pasca operasi dapat ditempuh dengan beberapa cara yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya sensitisasi pusat di sistem saraf pusat yang mengakibatkan nyeri kronis. Cara yang ditempuh dalam pencegahan nyeri kronis pasca operasi dengan mempertimbangkan faktor psikososial, pemilihan teknik operasi yang dapat meminimalisir kerusakan saraf perifer, pemilihan teknik anestesi, dan penggunaan preemptive analgesia. Dalam penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai patofisiologi nyeri kronis pasca operasi, cara yang ditempuh untuk mencegah terjadinya nyeri kronis pasca operasi, dan perlunya mempertimbangkan faktor psikososial selain intervensi farmakologis sebagai bagian dari pendekatan holistik dari penatalaksanaan perioperatif untuk mencegah nyeri kronis pasca operasi.
METODE PENENTUAN RESISTENSI PLASMODIUM VIVAX TERHADAP KLOROKUIN Nurhayati Nurhayati
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 2: Agustus 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.606 KB) | DOI: 10.22338/mka.v32.i2.p%p.2008

Abstract

AbstrakKlorokuin merupakan obat pilihan pertama selama lebih kurang 50 tahun untuk pengobatan malaria vivax, karena kerjanya cepat, murah, dan aman diberikan pada bayi dan wanita hamil. Sejak 1989 muncul beberapa laporan resistensi P. vivax terhadap klorokuin, yang sebagian besar berasal dari Papua Nugini dan Indonesia, namun kesimpulan tentang resistensi belum dapat diperoleh karena cara/metode yang digunakan dalam penentuan resistensi belum seragam.Uji invivo pada prinsipnya menilai efikasi klorokuin dosis standar terhadap P. vivax yang di follow up selama 28 hari dengan menggunakan parasitemia dan gejala klinis sebagai parameternya. Dikatakan resisten, bila parasitemia menetap atau muncul kembali pada kurun waktu tersebut. Keputusan resistensi seharusnya disertai dengan pemeriksaan kadar klorokuin dalam darah untuk menghindari salah penafsiran. Kadar klorokuin dalam darah > 100 ng/ml dianggap dapat mengeliminasi P. vivax strain sensitif dari darah. Bila kadar klorokuin sewaktu terjadi rekurens melebihi kadar efektif minimum, dapat dikatakan parasit sudah resisten.Walaupun sudah banyak laporan tentang resistensi P. vivax terhadap klorokuin, namun klorokuin masih dijadikan pilihan pertama dalam pengobatan malaria vivax sampai benar-benar terbukti P. vivax resisten dengan klorokuin.Kata kunci : P. vivax, resistensi, klorokuin.AbstractChloroquine has been a drug of choice for vivax malaria for about 50 years, as it has a rapid onset of action, inexpensive, and safe for babies and pregnant women. There have been some reports regarding resistant P. vivax to chloroquine since 1989, which is mostly come from Papua New Guinea and Indonesia. However, it is not conclusive yet due to various different methods used.The invivo study, basically examined the efficacy of chloroquine standard dose on P. vivax monitored for 28 days using parasitemia and clinical sign as indicators. Resistance is diagnosed either by persistent parasitemia or recurrence occurred during monitoring period. Determination of resistance state should also be based on chloroquine level examination to avoid misinterpretation. The minimum level of chloroquine regarded as effective dose for P. vivax is 100 ng/ml. Serum chloroquine level of > 100 ng/ml is believed to be able to eliminate sensitive strain of P. vivax from blood.Although there have been many studies reporting the allegation of P. vivax resistanceto chloroquine, chloroquine still as a drug of choice in vivax malaria treatment untilTINJAUAN PUSTAKA117the P. vivax resistance to chloroquine established. If resistance has been established, chloroquine needs to be replaced by other alternative drugs, like a mefloquine, halofantrine, quinine or combination of chloroquine plus primaquine.Keywords: P. vivax, Resistance, Chloroquine.
PENGARUH EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) TERHADAP VIABILITAS GALUR SEL KANKER PROSTAT Retno Yulianti; Ria Kodariah; Puspita Ekawuyung
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.801 KB) | DOI: 10.22338/mka.v37.i3.p187-197.2014

Abstract

AbstrakDaun sirsak mengandung senyawa aktif annonaceous acetogenins yang memiliki efek sitotoksik pada sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap viabilitas dan peningkatan daya hambat terhadap galur sel kanker prostat PC3. Desain penelitian adalah eksperimental in vitro. Subyek penelitian adalah cell line PC3 yang terbagi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol sel, kelompok perlakuan dengan ekstrak metanol daun sirsak (EMDS) dengan konsentrasi 6,25; 12,5 dan 25 mg/mL dan kelompok doksorubisin. Kelompok perlakuan diuji viabilitas sel dengan MTT assay pada inkubasi 0 dan 24 jam dan dilakukan pengamatan morfologi sel. Data dianalisis dengan uji statistik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai OD pada kelompok EMDS 6,25 dan 12,5 ug/mL, namun uji statistik tidak berbeda bermakna dan kemampuan menghambat viabilitas sel paling besar ada pada kelompok EMDS 12,5 ug/mL (nilai OD 0,94). Pengamatan morfologi sel menunjukkan efek sitotoksik. Kesimpulan: Ekstrak metanol daun sirsak memiliki peran potensial sebagai antikanker terhadap galur sel kanker prostat PC3 meskipun sangat kecil efek penghambatannya.AbstractSoursop leaves contain annonaceous acetogenins active compounds that have a cytotoxic effect on cancer cells. The aim of this study is to determine the effect of soursop leaf extract on the viability and inhibitory rate on the prostate cancer cell line PC3. The study was an experimental in vitro study. Subjects were 5 groups of PC3 cell line: cell control group, the group treated with methanol extract of soursop leaves (EMDS) with the concentrations of 6.25; 12.5 and 25 mg/mL and the doxorubicin group. The groups were tested using the MTT cell viability assay at 0 and 24 hours of incubation followed by PC3 cell morphology examination. Data were analyzed by ANOVA test. The results showed a decrease in the OD value of 6.25 and 12.5 ug/mL EMDS group, but statistical tests did not differ significantly and the EMDS 12.5 mg/mL group showed the highest ability in inhibiting cell viability (OD 0.94). Observation of cell morphology showed cytotoxic effects. Conclusion: The methanol extract of soursop leaf has a potential as an anticancer against prostate cancer cell lines despite the very small inhibitory effect.
UPDATE BREAST CANCER MANAGEMENT DIAGNOSTIC AND TREATMENT Muchlis Ramli
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.863 KB)

Abstract

UPDATE BREAST CANCER MANAGEMENTDIAGNOSTIC AND TREATMENT
PERAN ASPEK ETIKA TENAGA MEDIS DALAM PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Ahmad Ahid Mudayana
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5183.936 KB)

Abstract

AbstrakPermasalahan etik didunia rumah sakit seperti halnya fenomena gunung es. Dilndonesia ba-nyak permasalahan yang tidak terungkap. Mulai dari kasus dugaan malpraktik,kelalaian dalam penanganan pasien, diskriminasi terhadap pasien, sampai tindak kriminallainnya. Tenaga medis memiliki peran penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yangbermutu. Di antaranya dalam menerapkan budaya keselamatan pasien. Saat ini keselamatanpasien belum sepenuhnya menjadi budaya dalam pelayanan kesehatan. Hal ini terlihat darimasih adanya kasus seperti malpraktik, diskriminasi, dan lainnya. Setiap profesi kesehatanmemiliki kode etik masing-masing. Keberadaan kode etik seharusnya menjadi aspek dalampenerapan budaya keselamatan pasien. Undang-undang Rumah Sakit nomor 44 tahun 2009sudah jelas mengatakan bahwa keselamatan pasien adalah faktor yang harus diutamakan olehpetugas kesehatan dibandingkan faktor yang lain. Metode: metode yang digunakan yaitumenelaah dari berbagai sumber publikasi ilmiah secara online. Dari hasil pencarian kemudiandiolah dan dianalisis sehingga menghasilkan sebuah pembahasan dan kesimpulan dari topikyang ditetapkan. Hasil: Kode etik yang dimiliki oleh profesi tenaga kesehatan harus selaluditerapkan sebagai upaya untuk menerapkan budaya keselamatan pasien. Pasien akan merasapuas apabila terlayani dengan baik oleh tenaga kesehatan. Untuk menerapkan budayakeselamatan pasien dan menjalankan kode etik profesi diperlukan iklim berorganisasi yang baik.Aspek etika menjadi bagian penting dalam melakukan pelayanan kepada pasien.Kata kunci: etika, petugas kesehatan, keselamatan pasienAbstractEthical probiem in hospital is iceberg phenomena. .ln lndonesia, many problems are noirevealed; cases of suspecfed maipractice, negligence in handling of patients, discriminateagainst patients and others. Medical personnel have an important role in creating a quality healtltservtces including implementing patient safety culture. Currently patient safety citlture does notexist yet in health care. The evidence are the persistence reports of malpracfrce cases,discrimination, and others. Each health profession has a code of ethics. The existence of a codeof ethics should be an aspecf in the implementation of safety culture pasien. Hospitals Actnumber 44 of 20A9 it was clear to say that patient safety is a factor that should be prioritized byhealth v,iorkers compared to other factors. Method: The method used is the examinaticn andanalysis of variety scientific publications published online. Resu/ts; The code of conduct ownedby personnel of health professions should always be applied in an attempt to implement a patientsafety culture. Patients will feel satisfied when served professionalty by health workers. Toimplement the patient safety citlture and run code of professional conduct require goociorganizational climate. Ethicalaspecfs become an imporlant part of patient serviceKeyworcis: ethic, health care personnei, patient safety
Preface and ToC - Vol 35, No 2 (2011) Redaksi MKA
Majalah Kedokteran Andalas Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.108 KB)

Abstract

PERBEDAAN DAYA HAMBAT PASTA GIGI BERBAHAN HERBAL TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS Susi Susi; Hafni Bachtiar; Nidia Sali
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.351 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i2.p116-123.2015

Abstract

AbstrakKaries gigi dan penyakit periodontal dapat dicegah dengan mengontrol pembentukan plak secara teratur. Penggunaan pasta gigi herbal dapat memberikan efek kimia untuk mengontrol pembentukan plak. Studi terdahulu mendapatkan bahwa pasta gigi herbal dapat mengurangi jumlah bakteri utama pada rongga mulut yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan daya hambat beberapa pasta gigi herbal (mengandung siwak, cengkeh, dan daun sirih) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode penelitian adalah eksperimental dengan meletakkan cakram yang sudah direndam dengan pasta gigi ke medium agar darah yang mengandung koloni Streptococcus mutans. Uji daya hambat bakteri dilakukan dengan metode difusi. Terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan bakteri uji. Hasil uji satu arah ANOVA menunjukkan adanya perbedaan daya hambat yang bermakna antar pasta gigi herbal yang digunakan (p<0.05). Ketiga pasta gigi didapakan memiliki kemampuan antibakteri kuat dengan rata-rata zona hambat 16.075 mm, 13.375 mm dan 11.080 mm. Jadi dapat disimpulkan bahwa pasta gigi herbal mempunyai efek anti bakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan efek anti bakteri terkuat di tunjukkan oleh pasta gigi mengandung cengkeh.AbstractDental caries and periodontal disease can be eliminated by regularly control plaque formation. The usage of herbal toothpaste is able to give chemical effect toward plaque control. Previous studies shown that the usage of herbal toothpaste was able to reduce the growth of Streptococcus mutans, the main bacteria in the mouth. The study aimed at investigating the difference of zone of inhibition of several herbal toothpastes (siwak- , cloves- , and betel leaves- contained) toward the growth of Streptococcus mutans.This study was experimental research using disc that had been immersed and subsequently put it onto Blood agar medium that contain Streptococcus mutans. Inhibition test of the growth of bacteria was done by using diffusion method and was said as positif result when clear zone surrounding the colony of Streptococcus mutans was identified. One way ANOVA test result showed there was a significant difference of inhibition effect among those three herbal toothpaste (p<0.05). The average diameter of zone of inhibition of clove- , siwak- , and betel leaves-containing toothpaste were 16.075 mm, 13.375 mm and 11.080 mm respectively. Hence, it can be concluded that herbal toothpaste has shown anti-bacterial effect toward the growth of Streptococcus mutans in which the strongest anti-bacterial effect were shown by clove-containing toothpaste.
PENGARUH TIMBAL ASETAT TERHADAP AKTIVITAS ENZIM KATALASE HATI TIKUS PUTIH JANTAN Asterina Asterina; Endrinaldi Endrinaldi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.499 KB) | DOI: 10.22338/mka.v36.i2.p179-187.2012

Abstract

AbstrakTimbal (Pb) dapat ditemukan di berbagai media lingkungan seperti udara, air, debu dan tanah. Logam Pb atau bentuk persenyawaannya berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industri dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat sebahagian besar enzim yang terlibat dalam biosintesis heme dan merusak sel hatiTujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb) terhadap aktivitas enzim katalase hati tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5 mg, 10 mg , 20 mg, dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan rerata aktivitas katalase hati dan serum secara bermakna (p < 0,05), setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Penurunan aktivitas katalase hati dan serum tikus secara bermakna (p < 0,05) terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini ialah bahwa pemberian Pb asetat dapat menurunkan aktivitas katalase hati dan juga mempengaruhi aktivitas katalase serum tikus.Kata kunci : Pb asetat, katalaseAbstractLead (Pb) can be found in various environmental media such as air, water, dust and dirt. Pb in the form of compounds derived from burning motor vehicle fuel, industrial emissions and from the use of paints containing Pb buildings. Pb toxicity partly inhibit the enzymes involved in the biosynthesis of heme and damage the liver cells.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb) on the enzyme activity of rat liver catalase white male. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and theARTIKEL PENELITIAN180group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5 mg, 10 mg, 20 mg, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average decrease in liver catalase activity, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05). Decrease in catalase activity of rat liver and serum were significantly (p <0.05) occurred between the control group compared with the group of mice given a dose of 40 mg / kg.The conclusion from this study is that the administration of Pb acetate can decrease the liver catalase activity and also affects the activity of serum catalase mice.Key word : Pb Acetate, Catalase
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DENGAN FORMULA MODIFICATION OF DIET IN RENAL DISEASE PADA POPULASI SEHAT Ima Septia; Rismawati Yaswir; Lillah Lillah; Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.446 KB) | DOI: 10.22338/mka.v37.i2.p121-128.2014

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui korelasi indeks massa tubuh (IMT) dengan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) berdasarkan formula MDRD pada populasi sehat di kota Padang. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang ini mengikutsertakan 121 orang peserta medical check up pada beberapa rumah sakit di Kota Padang pada bulan Agustus 2013-Oktober 2014. Nilai eGFR dihitung menurut persamaan MDRD, kadar kreatinin diperiksa dengan metode enzimatik yang telah distandarisasi. Korelasi IMT dengan eGFR berdasarkan formula MDRD dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Kemaknaan secara statistik ditentukan jika nilai p < 0,05. Korelasi IMT dengan eGFR berdasarkan formula MDRD adalah korelasi negatif yang sangat lemah dan tidak bermakna (r = -0,19 ; p > 0,05). Simpulan: tidak didapatkan korelasi antara IMT dengan eGFR berdasarkan formula MDRD.AbstractThe purpose of this study was to evaluate the correlation between BMI and eGFR by MDRD formula among healthy population in Padang. This cross-sectional analytic study enrolled 121 participants taking medical check-up in several hospitals in Padang from August 2013 to October 2014. Value of eGFR was determined by MDRD formula, and a standardized enzimatic method was used for measuring creatinine levels. The correlation between BMI and eGFR by MDRD formula was analyzed using Pearson correlation. Statistical significancy was concluded if the value of p < 0.05. The correlation of BMI and eGFR by MDRD formula was found very weak, negative, and not significant (r = -0.19, p >0.05). Thus, there was no correlation between BMI and eGFR by MDRD formula.
Epidemi obesitas dan dampaknya terhadap status kesehatan masyarakat serta sosial ekonomi bangsa Masrul Masrul
Majalah Kedokteran Andalas Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.057 KB) | DOI: 10.25077/mka.v41.i3.p152-162.2018

Abstract

Obesitas merupakan penyakit kronis dan multi faktorial dan juga disebut penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan peningkatan total lemak tubuh. Distribusi kejadian obesitas berhubungan dengan faktor jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status ekonomi. Faktor risiko dasar terjadinya obesitas yaitu faktor peningkatan asupan, faktor metabolik, penggunaan kalori dan gen. Obesitas terbagi menjadi dua tipe yaitu obesitas sentral dan obesitas periferal. Dampak obesitas terhadap kesehatan masyarakat meliputi percepatan proses penuaan, gangguan kecerdasan, resistensi insulin, kanker, osteoatritis, kolelithiasis, dan kematian pada usia muda. Selain itu, obesitas juga berdampak pada sosial ekonomi seperti menurunnya kualitas kehidupan penderita, menurunnya produktivitas individu dan negara, tingginya biaya kesehatan negara, dan tingginya biaya yang dikeluarkan individu ketika sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian dan penanganan epidemi obesitas dengan pendekatan dalam aspek sosial, biologi, teknologi, dan ekonomi. Prinsip dasarnya penanggulangan obesitas adalah intervensi gaya hidup dan terapi medik seperti obat-obatan dan operasi bariatrik bila diperlukan. Perubahan gaya hidup lebih ditekankan pada modifikasi perilaku makanan dan aktivitas fisik.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue