cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
PERANAN PATOLOGI DALAM DIAGNOSTIK TUMOR PAYUDARA Noza Hilbertina
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.732 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i2.p1-8.2015

Abstract

PERANAN PATOLOGI DALAM DIAGNOSTIKTUMOR PAYUDARA
HUBUNGAN ASUPAN DAN KADAR OMEGA-3 PLASMA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ETNIK MINANGKABAU DI KOTA PADANG Delmi Sulastri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.502 KB) | DOI: 10.22338/mka.v34.i2.p121-131.2010

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia maupun di dunia Hampir 95% kasus hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut hipertensi esensial (HET). Pola konsumsi yang baik dan seimbang merupakan salah satu upaya pengendalikan tekanan darah. Omega-3 adalah salah satu zat gizi yang dapat menurunkan tekanan darah. Omega-3, terbukti berperan dalam mencegah beberapa penyakit kronis termasuk hipertensi.Telah dilakukan penelitian dengan desain cross sectional study untuk melihat hubungan omega-3 plasma dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan pada 130 orang yang terdiridari subjek hipertensi dan normotensi. Pengambilan sampel dengan cara sistematik random sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi. Asupan omega-3 dihitung menggunakan FFQ dan kadar omega-3 plasma diukur dengan teknik methylasi.Hasil penelitian ini adalah asupan omega-3 adalah 0,66±0,61 gram/hari, EPA 0,29 ± 0,23 gram/hari, DHA (22:6) 0,85± 0,65 gram/hari dan kelompok normotensi ALA 0,64± 0,55 gram/hari, EPA 0,27±0,15 gram/hari, DHA 21,34 ± 174,14 gram/hari. Tidak terdapat perbedaan bermakna asupan omega-3 dengan kadar omega-3 plasma antara kelompok hipertensi dengan kelompok normotensi dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan omega-3 dan kadar omega-3 plasma dengan kejadian hipertensi.Hasil penelitian ini tidak mendukung hubungan antara omega-3 dengan kejadian hipertensiKata kunci : hipertensi, omega-3, EPA, ALA, DHAAbstractHypertension is the leading health problem in the community in Indonesia and even in certain countries all over the world. Almost 95% of hypertension cases are from unknown cause which is also known as essential hypertension (HET). Planned and balanced consumption pole is one of the efforts to control blood pressure. Omega-3 is one of the nutrients that reduce blood pressure. Omega-3 is proven to involve in preventing certain chronic disease including hypertension.A cross-sectional study carried out to identify the correlation between Omega-3 plasma and the hypertension incidence. 130 subjects were selected and dividedARTIKEL PENELITIAN122into groups of hypertension and normotension. The subjects were chosen using randomized systemic sampling method inconsideration of inclusive and exclusive criteria. Omega-3 consumption measured by FFQ and Omega-3 plasma measured using methylasi technique The study’s result shows The hypertensive’s consumption of omega-3 was 0,66±0,61 g/day, EPA 0,29 ± 0,23 g/day, DHA (22:6) 0,85± 0,65 g/day and normotension was ALA 0,64± 0,55 g/day, EPA 0,27±0,15 g/day, DHA 21,34 ± 174,14 g/day. no significant differences was found in either omega-3 consumption and Omega-3 plasma level between the hypertension and normotension groups and no significant correlation between the intake and omega-3 plasma level with the incidence of hypertension.This result didn’t support that omega-3 can influenced hypertension in subjectKey word : hypertension, omega-3, EPA, ALA, DHA
BASAL CELL CARCINOMA IN XERODERMA PIGMENTOSUM IN AN 18.YEAR.OLD MALE Satya Wydya Yenny; Frien Refla Syarif
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7308.83 KB)

Abstract

Xeroderma pigmentosum (XP) is a rare autosomalrecessiye disorder that occurs becauseof inactivation of the xeroderma pigmentosum protein, which is an important DNA damagerecognition protein involved in DNA nucleotide excision repair (NER). This defect, whichprevents removal of a wide array of direct and indirect DNA /esions, is assocrafe d with adecrease in catalase activity. This photosensifive disarder resulfs in multipte face, neck andhead basal cell carcinomas (BCCs), squamous cell carcinomas (SCCsJ and melanomas whichis characterized by cellular hypersensitivity to ultraviolet radiation, development of cancers at anearly age, severe actinic cancer, and photophobia. As a common sfressor of skin, uttraviotet-B(UVB) induces a biphasic HIF-Iq variation through ROS generation in keratinocytes. Wereported a case of an 18-year-old-male with XP presented with BCC on the teft cheek. Thcpatient had hypo- and hyperpigmented macules since early childhood, throughout the body,more on sun exposed areas.AbstrakXeroderma pigmentosum (XP) adalah kelainan autosomal resesif yang jarang terjadidisebabkan oleh inaktivasi protein xeroderma pigmentosum yang merupakan protein pentingpengenal kerusakan DNA yang terlibat dalam nucleotide excision repair (NER) DNA. Defekini mencegah penghapusan beragam lesi DNA langsung dan tidak langsung, terkait denganpenurunan aktivitas katalase. Kelainan fotosensitivitas ini menyebabkan terjadinya basalkarsinoma sel (BCC), karsinoma sel skuamosa (SCC) dan melanoma pada wajah, leher dankepala yang ditandaidengan hipersensitivitas seluler radiasi ultraviolet, perkembangan kankerpada usia dini, kanker actinic yang berat, dan fot'ofobia. Ultraviolet-B (UVB) merupakan stressorpada kuit yang menginduksi variasi HIF-1q bifasik melalui generasi ROS dalam keratinosit.Kami melaporkan kasus XP dengan BCC di pipi kiri pada laki-laki berusia 18 tahun. Pasienmemiliki makula hipo- dan hiperpigmentasisejak masa kanak-kanak awal, seluruh tubuh, lebihpada daerah yang terpapar sinar matahari.
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA INFEKSI HIV PADA NEONATUS Darmadi Darmadi; Riska Habriel Ruslie
Majalah Kedokteran Andalas Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.452 KB) | DOI: 10.22338/mka.v36.i1.p11-22.2012

Abstract

AbstrakPada tahun 2009, 1,4 juta wanita hamil di negara berpendapatan menengah dan rendah terdiagnosis HIV. Identifikasi awal infeksi HIV, pemberian terapi antiretrovirus, dan supresi virus ke level yang tidak terdeteksi sudah terbukti memperpanjang usia hidup dan mencegah morbiditas pada pasien dewasa. Secara teori prinsip supresi virus pada bayi tidak berbeda dengan dewasa. Namun data mengenai manajemen infeksi HIV pada anak khususnya neonatus masih terbatas. Sehingga disusun literatur yang membahas diagnosis dan manajemen infeksi HIV pada neonatus.Kata kunci. HIV, HIV di neonatus, transmisi vertikal, antiretrovirusAbstractIn 2009, 1.4 million pregnant women in low and middle-income countries diagnosed HIV. The early identification of HIV infection, the administration of antiretroviral therapy, and the suppression of viral loads to undetectable levels all have been shown to prolong life and prevent morbidity in adults. In theory the principle of viral load suppression would apply to infants as well as adults. However data about the management of HIV infection in children especially in newborns is limited. So in this review examines the diagnosis and management of HIV infection im newborns.Key word : HIV, neonatal HIV, vertical transmission, antiretroviral
ANALISIS EKSPRESI TRANSPORTER ZINK (ZNT-1) SEBAGAI FAKTOR PROGNOSIS ADENOKARSINOMA PROSTAT Feriandri Utomo; Nurjati Chairani Siregar; Ria Kodariah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.629 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i1.p11-20.2016

Abstract

Penurunan kadar Zink (Zn) berkorelasi dengan peningkatan skor Gleason adenokarsinoma prostat, dan rendahnya Caspase-3 (eksekutor apoptosis). Ekspresi ZIP-1 (importer Zn) turun pada adenokarsinoma prostat. Korelasi ZnT-1 (eksporter Zn), ZIP-1 dan Caspase-3 diduga berpotensi menjadi faktor prognosis adenokarsinoma prostat. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi ekspresi ZnT-1, ZIP-1, Caspase-3 dan skor Gleason adenokarsinoma prostat. Studi retrospektif analitik potong lintang dilakukan pada 14 kasus adenokarsinoma prostat skor Gleason ≤7 dan 16 kasus dengan skor Gleason >7. Ekspresi ZnT-1 dinilai dengan metode imunohistokimia. Analisis tambahan dilakukan untuk melihat korelasi ZnT-1, ZIP-1 dan Caspase-3. Hasil penelitian didapatkan ZnT-1 pada skor Gleason >7 lebih rendah daripada skor Gleason ≤7. ZnT-1 berkorelasi dengan skor Gleason. ZnT-1 berkorelasi dengan ZIP-1 pada skor Gleason >7. ZIP-1 berkorelasi dengan Caspase-3 pada skor Gleason ≤7. ZIP-1 berkorelasi kuat dengan Caspase-3 pada skor Gleason 8. Penelitian ini menyimpulkan rendahnya ekspresi ZnT-1 dan ZIP-1 berpotensi menjadi faktor prognosis adenokarsinoma prostat.
RETRACTED: Perubahan fungsi kognitif dan psikomotor residen anestesiologi dan terapi intensif setelah 32 jam kerja Muhammad Zulfadli Syahrul; Muhammad Ruswan Dachlan; Arif Hari Martono Marsaban; Diatri Nari Lastri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p19-30.2017

Abstract

RETRACTEDFollowing a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Majalah Kedokteran Andalas to article entitled "Perubahan fungsi kognitif dan psikomotor residen anestesiologi dan terapi intensif setelah 32 jam kerja" Vol 40, No 1, pp. 19-30, May 2017, DOI: http://dx.doi.org/10.22338/mka.v40.i1.p19-30.2017.This paper has been found to be in violation of the Majalah Kedokteran's Publication Ethics and has been retracted.The reason: Not all authors approve journal submission for publication based on the report from one of co-author.The document and its content has been removed from Majalah Kedokteran Andalas, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.
HUBUNGAN PENYAKIT GONDOK DENGAN PRESTASI BELAJAR DAN TINGGI BADAN ANAK MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Yusri Dianne Jurnalis; Yustini Alioes; Prima Julistia
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 2: Agustus 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.961 KB) | DOI: 10.22338/mka.v32.i2.p%p.2008

Abstract

AbstrakYodium adalah komponen esensial dalam asupan makanan manusia, yang merupakan bagian dari hormon tiroid yaitu tiroksin (T4) and triyodotironin (T3). Hormon tersebut dibutuhkan untuk menjaga metabolisme basal, metabolisme sel, dan kesatuan jaringan tubuh. Hormon tiroid diperlukan dalam pekembangan sistem saraf janin dan bayi. Kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, yaitu pembesaran kelenjar tiroid. Gondok endemik merupakan hasil dari peningkatan kerja kelenjar tiroid oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dalam memaksimalkan penggunaan yodium yang tersedia, hal ini merupakan penyesuaian terhadap keku-rangan yodium. Gangguan paling parah yang dapat disebabkan oleh kekurangan yodium adalah retardasi mental yang menetap dan hambatan pertumbuhan. Selama kurun wktu 5 tahun, prevalensi penyakit gondok di Kota Padang meningkat dari 8,5% menjadi 21,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi penyakit gondok dan hubungannya dengan prestasi belajar dan tinggi badan anak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang.Telah dilakukan penelitian pada 169 murid kelas II, III, IV, V, dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data tentang prestasi belajar didapatkan dari hasil ujian semester. Tinggi badan ditentukan berdasarkan tinggi badan per umur.Selama penelitian ini didapatkan 84 anak (49,7%) menderita penyakit gondok. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara penyakit gondok dan prestasi belajar (p>0,05). Penelitian ini juga menemukan tidak terdapat hubungan antara penyakit gondok dan pertumbuhan fisik (p>0,05).Kata kunci : Penyakit Gondok, Prestasi Belajar, Tinggi Badan AnakAbstractIodine is an essential component of human diet, which part of thyroid hormones, thyroxine (T4) and triiodothyronine (T3). These hormones are involved in the maintenance of metabolic rate, cellular metabolism and integrity of connective tissue. Thyroid hormones are necessary for the development of nervous system in the fetus and infant. Lack of dietary iodine is cause of goitre, an enlargement of the thyroidARTIKEL PENELITIAN161gland. Endemic goiter results from increased thyroid stimulation by thyroid stimulating hormone (TSH) to maximize the utilization of available iodine and thus respresents maladaption to iodine deficiency. However, the most damaging disorders induced by iodine deficiency are irreversible mental retardation and growth restriction. Within 5 years, prevalence of goitre in Padang City increased from 8.5% to 21.5%.The aim of this study was to investigate the prevalence of goiter and its relation with academic performance and stature of Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) students in Korong Gadang Kuranji District, Padang City.A cross sectional study has been done in 169 students of the second, third, fourth, fifth, and sixth degree of Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Korong Gadang Kuranji District, Padang City. Data of academic performance was taken from the result of study in a semester. Stature was determined based on height for age.During the research, there were 84 children (49.7%) who suffered from goitre. The correlation between goitre and academic performance are unsignificant (p>0.05). This study was also found that there was no correlation between goitre and physical growth (p>0.05).Keywords: Goitre, Academic Performance, Child Stature
HUBUNGAN EKSPRESI Ki-67 DENGAN KARAKTERISTIK HISTOPATOLOGIK PADA KANKER PAYUDARA TRIPEL NEGATIF Aswiyanti Asri; Pamelia Mayorita; Daan Khambri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.649 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i3.p165-172.2015

Abstract

Kanker payudara triple negative mempunyai prognosis paling buruk. Ki-67, derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular (LVI) adalah parameter prognostik patomolekuler, dimana Ki-67 juga dipakai sebagai prediktor respon terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat diferensiasi dan LVI dengan ekspresi Ki-67 pada kanker payudara tripel negatif. Sembilan belas kasus kanker payudara tripel negatif dikumpulkan dan direview ulang derajat diferensiasi dan LVI. Hasil pemeriksaan Ki-67 dikelompokkan dimana ≤10 % sampai 29 % ekspresi rendah-sedang; dan >30% ekspresi tinggi. Hubungan antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular dianalisis menggunakan Chi Square. Dari 19 kasus kanker payudara tripel negatif, 52,6 % kasus mempunyai derajat diferensiasi tinggi dan sisanya derajat diferensiasi rendah. Invasi limfovaskular ditemukan positif pada 68,4% kasus. Ekspresi Ki-67 yang tinggi hanya ditemukan pada 1 kasus. Uji statistik antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi maupun dengan invasi limfovaskular tidak ditemukan hubungan yang bermakna. Tidak ditemukan korelasi antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular pada kanker payudara tripel negatif.
PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN AL-QURAN Hardisman Hardisman
Majalah Kedokteran Andalas Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.25 KB) | DOI: 10.22338/mka.v34.i1.p39-50.2010

Abstract

AbstrakProses kemunduran fungsi tubuh atau degeratif merupakan proses alamiah tubuh manusia yang harus diperhatikan setiap orang [QS Al-Hajj (22):5, Yaasin (36):68]. Dalam proses tersebut seseorang akan dapat terkena berbagai penyakit kronik seperti penyakit kardiovaskuler, obesitas dan diabetes melitus. Meskipun demikian, dengan gaya hidup yang baik dan pengaturan makanan, resiko penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah. Salah satu resiko dalam terjadinya penyakit kardiovaskuler adalah hipekoleterolemia dan dislipidemia. Dua kondisi ini dapat disebabkan asupan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol yang berlebihan. Serta, ketidakseimbangan asupan karbohidrat, lemak, dan serat juga menjadi resiko terjadinya obesitas dan diabetes melitus. Semua kajian ilmu kedokteran ini merupakan bukti bahwa peranan pengaturan makanan sangat penting, sebagaimana yang diterangkan dlama Al-Quran [Al-Baqarah (2):168-172, Al-Isra` (17):26-27 and Al-A’raf (7):31].Kata Kunci: Penyakit degeratif, pengaturan makanan, dan Al-Quran.AbstractDegenerative is a natural process in human life that every body should aware [QS Al-Hajj (22):5, Yaasin (36):68]. During the process, someone can get chronic degenerative diseases such as cardiovascular, obesity and diabetes mellitus. However, by having good life style and diet regulation, the risk of the diseases can be prevented. In medical perspective, one of the risks of the cardiovascular diseases is hypercholesterolemia and dislipidemia. These two conditions can be caused by excessive intake of lipid and cholesterol. Meanwhile, imbalance intake of carbohydrate, lipid and food fibre also becomes risk of obesity and diabetes mellitus. All of these medical analysis become evidences of the rule of diet regulation which has been written in the Quran [Al-Baqarah (2):168-172, Al-Isra` (17):26-27 and Al-A’raf (7):31].Key Words: Degenerative Diseases, diet regulation, and The Qur`an.
ETIKA RUMAH SAKIT DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PASIEN MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS Adila Kasni Astiena
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1694.93 KB)

Abstract

AbstrakEtika tidak hanya dimiliki oleh individu atau kalangan profesi tertentu, tapi juga olehsebuah organisasi/institusi yang diterapkan individu yang berada dalam organisasi/intitusitersebut. Contohnya etika dalam pelayanan pelanggan oleh sebuah bank yang diterapkanmelalui performance karyawan dalam melayani setiap nasabah. Tidak semua orang menyadari,bahkan kalangan tenaga kesehatan dan rumah sakit bahwa potensi resiko yang terjadi di rumahsakit lebih tinggi dari jatuhnya pesawat terbang. Menurut lnstitute of Medicine (lOM), potensiresiko pada pelayanan kesehatan sama dengan jatuhnya sebuah pesawat jumbo (360penumpang) setiap dua hari dan menyebabkan semua penumpang meninggal. Resiko di rumahsakit tidak hanya merugikan pasien, tapi juga praktisi kesehatan, maupun rumah sakit sebagaikorporasi. Diperlukan penerapan manajemen resiko klinis di sebuah rumah sakit dalammenjamin keselamatan pasien (patient safety). Tujuan penulisan ini adalah untukmendeskripsikan secara mendalam tentang Etika Rumah Sakit Dalam Menjamin KeselamatanPasien Melalui Penerapan Manajemen Resiko Klinis. Metode Penulisan menggunakan studiliteratur pustaka (literature review) dengan kerangka pengertian resiko, jenis resiko di rumahsakit, definisi manajemen resiko klinis (MRK), kepentingan, tujuan dan manfaat penerapan MRKserta langkah-langkah penerapan MRK di rumah sakit. Manajemen resiko klinis adalahpengelolaan ketidak pastian (resiko) yang berpotensi merugikan, yang bersumber dari perawatanpasien sehingga pasien mendapatkan pelayanan yang bermutu dan berasas keselarnatan(patient safety). Rumah sakit hendaknya mengembangkan system untuk mengidentifikasi resikodengan beberapa pilihan cara yaitu, melalui system oelaporan (incident report), mempelajarirekam medis, analsis penyimoangan clinical pathway, audit medis, audit pembahasan kasusmorbiditas dan mortalitas, keluhan pasien serta surveillance. Analisis resiko dilakukan gunapenilaian i'esiko, dilakukan dengan membuat grading resiko yaitu frekuensi kejadian dikalidampak resiko sehingga dapat dikategorir<an tidak signifikan, resiko minor (dapat diterima),moderat, mayor (tidak dapat diterima), maupun katastropik. Evaluasi resiko dilakukan gunamenentukan apakah resiko akan diterima, diti"ansfer, diintervensi atau ditunda, kemudian dikelolauntuk dipindahkan ke asuransi (apabila resiko ditansfer) atau dibuatkan strategi reduksi/mitigasi.Monitoring dan pengkajian resiko dilakukan untuk keberlanjutan penerapan strategi yangdirencanakan dengan tidak melupakan komunikasi dan konsultasi dengan pihak stakeholdersinternal dan eksternal. Manajemen resiko klinis merupakan langkah-langkah yang harusditerrrpuh rumah sakit guna mengantisipasi kejadian yang berpotensi merugikan sehingga dapatditerapkan dalam pelayanan pasien. Perlu dibentuk Manajemen Resiko ktinit< Oi rumah sakitsehingga pelayanan pasien yang berorientasi mutu dan keselamatan (patient safety) dapatdiwujudkan.Kata kunci: Etika, Rumah Sakit, Manajemen Resiko KlinisAbstractEthics is not only owned by individuals or among ceflain professions, but alsc by anorganization / institution will be appliecl by individuals who are in the organization / institution that.For examples, efhlcs in customer service by a bank employee who applied througti performancein serving each customer. Not everyone is aware of, even among ntedical practitioners andhospitals that the potential risks that occur in hospitals is higher than the plane crash. Accordingto the lnstitute of Medicine (OM), the potential risks of health seryices as much as the fatl of aiumbo aircraft (360passengers) every two days and caused alt of the passengers died. Risk inthe hospital is not only disserve the patient, but also heatth practitioners and hospitats. CtinicatSupplemen Majalah Kedokteran Andalas' Vol' 37 No Supl 1' Maret 2014IEEXRisk Management is required to ensure patient saiety (patient safety) in hospitals 'The purposeof this paper is to describe Hospitat Ethics ti Ensuring Patient Safety Through thelmptementation of crinicat Risk Management. writing metiod using the ribrary riterature(titerature review) with a framework undetrstanding of risk' types of risk in the hospital' thedefinition of ctinicat- risk management (MRK), inierests, goits and benefits as well as theapptication of MRK in hospitats.btinicat ris;k management is the management of uncertainty (risk)that is potentiatty harmfur, which is sourced from patient care, so fhaf patients receive quarity andsafety care (patieni ,ir"tvl Hosprfa/s shoutd deverop a system to identify risks with severaloptionssuch as, *iign a' reporling ,v't"ii'";ident'reports)' sfudied the medical records' theanalysis of irregutariilJs ctinical pathways, iedicat audit' audit of discussio n of morbidity andmortality cases, patient complaints and surveiltance' Risk analysis was conducted to riskassessrnen t, risk grading is done ov ^ui'i lne frequency of occurrence multiplied by the impactthat risks can be categorized so insignicant' minor risk (acceptable)' moderate' maior (notacceptabte), o, ,"t"iiiJpthic.Risk evaluation was conducted to determine whether the risk will beaccepted, transferred, or delayed intervention, then managed to be transferred to the insurance(if the risk transferriil o, made reductio,n itrategiedmitigation. Monitoring and rrsk assessmenfcarried out for the imptementation of sustainabiity strategies pranned without not forgetting thecommunication and consurtation with internat or externar stakehorders.ctinicat risk managementrs fhe sfeps that must be taken by the io,riitut in anticipation of potentiatty adverse events thatcoutd be imptemented in the service of patient. tt is need to estabtish ctinicar Risk Managementin the hospitar, ,o ti",t the quatity and iafety oriented in patient care (patient safety) can berealized.Keywords: Ethics, Hospitals' Clinical Risk Management

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue