cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
RELIGIA
ISSN : 14111632     EISSN : 25275992     DOI : -
Religia is a periodical scientific journal with ISSN Print: 1411-1632; Online: 2527-5992 published by the Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah IAIN Pekalongan. This journal specializes in the study of Islamic sciences (Islamic Theology, Philosophy and Islamic thought, Tafsir-Hadith, Science of Da'wah, and Sufism). The managers invite scientists, scholars, professionals, and researchers in Islamic scholarship disciplines to publish their research results after the selection mechanism of the manuscript, the review of the partner bebestari, and the editing process. The Religia Journal is published in April and October each year. This journal has been indexed in a reputable national indexing agency.
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
TEOLOGI MULTIKULTURAL (Resolusi Konflik Religiusitas di Indonesia) Tri Astutik Haryati
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.87

Abstract

Raison d’etre teologi Islam adalah tuntutan "realitassosial". Teologi seharusnya tidak hanya membahas konsepketuhanan melainkan refleksi kritis agama terhadappermasalahan sosial. Salah satunya adalah persoalan pluralitasagama di Indonesia. Islam dapat menjadi pijakan bagispiritualitas multikultural melalui pemahaman mendalamterhadap nilai-nilai etik fundamental yang dimiliki olehagama-agama sehingga menjadi entri point untuk mencarititik temu (kalimatun sawa)' sehingga dapat melahirkanmutual understanding diantara agama-agama. TeologiMultikultural sangat penting di jaman kontemporer ini karenapluralitas telah menjadi keniscayaan. Selain itu berguna untukmenghadapi berbagai fenomena keagamaan di masa depanyang ditandai oleh konflik-konflik dengan mengatasnamakanagama. Meskipun agama bukan satu-satunya faktor namunjelas sekali bahwa pertimbangan keagamaan dalam konflikkonflikitu dalam ekskalasinya banyak memainkan peran.Raison d’être of Islamic theology is a “social reality” demand.Theology should not only discuss about the concept of Godbut also reflect the religion critically with the social problems.One of them is plurality of religion in Indonesia. Islam can bemade as foundation to multicultural of spirituality throughdeep understanding of ethic values owned by many religion inIndonesia so that it become an entry point to find the meetingpoint (the same word) that can bring about mutualunderstanding among the religions. Multicultural theology isvery important in this contemporary time because pluralityhas become a must. Besides, it is also useful to face manyreligious problems in the future like conflicts on behalf ofreligion. Even though religion is not the only factor, it is soclear that religious justification in those conflicts plays animportant role.
MU’TAZILAHISME DALAM PEMIKIRAN TEOLOGI ABDUH Miftahul Huda
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.88

Abstract

Muhammad Abduh merupakan salah satu di antarapara pemimpin reformasi Islam yang memiliki pemikiran yangkompleks. Keinginan yang kuat untuk mengimplementasikanreformasi dan menempatkan Islam dalam situasi yang harmonisberhadapan dengan tuntutan jaman untuk kembali kepada Islamyang sesungguhnya membuatnya memikirkan ulangpermasalahan Islam dan menuliskannya dengan sebuahpemahaman baru. Ide Abduh terinspirasi oleh pemikiranpembaharuan ijtihadnya Ibn Taimiyah, yang bercorak Wahabi,tentang puritanisme, paham Mu’tazilah, paham para filosofmuslim tentang rasionalisme dan ilmu sosial. Pemikiranpembaharuannya yang dinamis dan jangkauannya yang luas,meliputi: bidang agama, bahasa Arab dan seni perang, tafsir,pendidikan, dan politik, tidak dapat dipisahkan, meskipunberkaitan erat dengan karakter teologi rasionalnya. Untuk itu,dapat dikatakan bahwa Abduh adalah seorang pemikirindependen di dunia Islam yang menghidupkan kembali pahamMu’tazilah.
PANDANGAN ORIENTALIS TERHADAP AL-QUR’AN (“Teori Pengaruh” Al-Qur’an Theodor Nöldeke) Kurdi Kurdi
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.89

Abstract

Sebagian besar kaum orientalis meyakini bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang dipengaruhi tradisi agamaYahudi dan Kristen. Keterpengaruhan itu meliputi: ajarankeimanan,hukum-moral, dan kisah-kisah para nabi. Tulisanini mengkaji pandangan Theodor Nöldeke, seorang orientalisberkebangsaan Jerman. Nöldeke berpendapat bahwa al-Qur’anadalah kitab suci yang banyak dipengaruhi agama Yahudi danbeberapa dari unsur agama Kristen. Melalui Bible sebagaitolok ukurnya, Nöldeke juga memandang bahwa beberapanama diri, term agama, dan kisah-kisah nabi terdahulu yangdijiplak Muhammad dalam al-Qur’an telah dipahami secarakeliru.
HERMENEUTIKA GADAMER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMAHAMAN KONTEMPORER AL-QUR’AN Rasyidah Rasyidah
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.90

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimanapemikiran hermeneutika Gadamer dan implikasinya terhadappembacaan kontemporer al-Qur’an. Kajian hermeneutiknyaterkait dengan pertanyaan kunci tentang pemahaman teks,yaitu apa dan bagaimana sebenarnya pemahaman tersebut?Dengan ini Gadamer telah mengalihkan corak hermeneutikadari tataran epistemologis –seputar metode- menjadi ontologis.Jejak hermeneutika sebenarnya menunjukkan bahwa sejakSchleiermacher hermeneutika terus berkembang denganberagam variannya, enerobos pemikiran Islam kontemporer dansemakin mendapat celah diantara resistensi sakralitas terhadapteks- teks keagamaan. Corak Gadamer merupakan salah satuyang mempengaruhi pemikiran Islam kontemporer tersebut.Diantara idenya yang mengimplikasi adalah : pertama, terkaitkonsep “kata batin” yang memperkuat diskursus tentang al-Qur’an sebagai mushaf dan al-Qur’an sebagai firman Allah,kedua terkait konsep “makna eksistensial” yang menimbulkankritik internal Islam terhadap sikap sakralitas berlebihanterhadap teks- teks keagamaan, dan yang ketiga terkait “sejarahefektif” yang menimbulkan pemikiran seputar relatifitaspenafsiran al-Qur’an.
PERKEMBANGAN STUDI HADITS KONTEMPORER Arif Chasanul Muna
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.91

Abstract

Studi hadits selalu mengalami perkembangan danpengembangan yang dinamis dalam setiap fase sejarahnya,sesuai dengan tuntunan dan tantangan zamannya. Tulisan inimencoba memotret dan mendeskripsikan perkembangan studihadits satu abad terakhir di dunia Islam. Dengan pendekatanhistoris-deskriptif, tulisan ini akan memetakan karakter dankecenderungan mutakhir studi hadits di dunia Islam. Ada empatkecenderungan kajian hadits yang dideskripsikan pada tulisanini, yaitu pertama studi manuskrip kitab-kitab hadits; keduastudi polemik seputar hadits; ketiga studi kemukjizatan ilmiahdan kemukjizatan futuristik dalam hadits dan keempatpengembangan kajian takhrij hadits.
AGAMA DAN PSIKOANALISA SIGMUND FREUD Maghfur Ahmad
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.92

Abstract

Sigmund Freud mengkonstruksi teori agamasecara berbeda dari aliran psikologi behavioristik danhumanistik. Freud mengkaji persoalan kepribadian danagama seseorang dari perspektif psikoanalisa. MenurutFreud, kepribadian manusia dibangun melalui tiga sistem:id, ego, superego. Ketiga sistem itu, berada dalam tigastruktur kepribadian, yaitu alam sadar, alam pra-sadar, danalam tak sadar. Menurut Freud, bagian terbesar dari jiwamanusia berada dalam alam ketidaksadaran, bukan alamsadar. Dan perilaku manusia dikendalikan oleh alam bawahsadar; seperti insting, hasrat, dan libido. Melalui tesis ini,teori agama diproduksi dan dikembangkan sedemikianrupa. Agama bagi Freud adalah dorongan libido yangmuncul dari alam ketidaksadaran tersebut. Sebab itu, Freudpunya keyakinan bahwa agama tidak akan dapat mampuberbicara banyak dalam kehidupan, karena agama adalahsikap kegilaan yang infantil. Freud merekomendasikan agarmanusia meninggalkan agama. Makalah ini secara detailakan mengkaji teori tersebut serta bagaimana Freudmembangun argumentasinya.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA INSANI (SDI) INSTITUSI BERBASIS SYARI’AH PERSPEKTIF VIRTUAL CAPITAL Kuat Ismanto
Religia Vol 14 No 2: Oktober 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v14i2.93

Abstract

Lembaga-lembaga ekonomi berbasis syari’ah diIndonesia masih memerlukan perbaikan terus-menerussehingga secara maksimal sesuai (compatible) dengan ajaranIslam, terutama terkait dengan Sumber Daya Insani-nya (SDI).Salah satu instrumen yang bisa dikembangkan untukmeningkatkan kualitas SDI-nya adalah membuka danmenerima perkembangan ilmu dan teknologi modern, sepertikonsep virtual capital dalam disiplin ilmu manajemen modern.Virtual capital adalah modal maya perusahaan yang tidakdidasarkan pada modal fisik, semisal Sumber Daya Alam(SDA). Pada saat ini, virtual capital dirujuk sebagai faktorpenyebab kesuksesan yang penting dan karenanya diperlukanpengelolaan yang baik. Wujud virtual capital dalampengelolaan institusi berbasis syariah adalah intellectualcapital, social capital, dan moral capital. Intellectual capitalterkait dengan pengetahuan dan pengalaman manusia terhadapteknologi yang digunakan. Social capital diartikan sebagaijaringan kerjasama yang didasarkan pada rasa saling percaya(trust). Social capital dalam perspektif Islam dikembangkanmelalui jalinan ‘Ukhuwah Islamiyyah’, dan berfungsimengembangkan institusi dalam pemahamannya terhadapjaringan sosial umat Islam. Moral capital adalah modal yangdimiliki SDI institusi syariah yang didasarkan pada ‘ahlak’,yang berwujud prinsip dan etika bisnis (muamalah) dalamIslam.
EXPLORING METHODOLOGICAL ASPECTS OF LINGUISTIC IN THE QURAN AND ITS TAFSIR Ferry Muhammadsyah Siregar
Religia Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v15i1.119

Abstract

Tulisan ini menelaah makna bahasa dan teks yang digunakan dalam Al-Qur’an. Dalam mengajarkan Islam, pada dasarnya berdasarkan dua sumber fundamental, yaitu Al-Qur’an dan tradisi Nabi. Bagi muslim, Al-Qur’an adalah Wahyu Ilahi. Al-Qur’an merupakan perkataan dari Tuhan dan kehadiran Ilahi pada ruang dan waktu sejarah. Melalui penyelidikan terhadap interpretasi sejarah berdasarkan aspek linguistik dalam Al-Qur’an, sebuah usaha dilakukan untuk meningkatkan definisi yang jelas mengenai tafsir dan bagaimana Al-Qur’an itu diinterpretasikan dalam sejarah Islam. Berdasarkan pada contoh-contoh tersebut, tulisan ini membahas tentang pendefinisian kembali tafsir dilihat dari bentuk khusus yang berhubungan dengan interpretasi Sarjana Muslim sebagai penterjemah dan aturan mendefinisikan karakteristik budaya berdasarkan tafsir dan termasuk penekanan dalam memahami aspek linguistik dan kemanusiaan, serta tahapan interpretasi yang harus dilakukan. Tulisan ini juga bertujuan untuk mendiskusikan metode interpretif dan hubungan dialektika terhadap teks Al-Qur’an dan konteks linguistik Al-Qur’an
ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI MUKJIZAT AKAL (Upaya Memahami Qs. Al-Isra’ ayat 1) Misbakhudin Misbakhudin
Religia Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v15i1.120

Abstract

Peristiwa isra’ mi’raj memuncu*lkan banyak teka-teki dari para ulama dan ilmuwan, banyak pula menimbulkan keraguan di kalangan umat Islam sendiri mengenai kevalidannya. Pertanyaan berkisar apakah fisiknya dan ruh (kesadaran) Muhammad SAW sebagai sebuah kesatuan ataukah hanya ruhnya saja yang ‘diperjalan’kan oleh Allah SWT. Kecepatan cahaya yang dinyatakan sebagai kecepatan tertinggi dalam science ternyata tidak cukup untuk dapat melakukan perjalanan sejauh itu dalam waktu yang sangat singkat. Tulisan ini barangkali merupakan sebuah informasi yang mengarah kepada petunjuk baru, meskipun kebenarannya belum dapat dipastikan secara baik, namun paling tidak sedikit menguak tabir isra’ mi’raj. Menggunakan teori the zero Kelvin (nol mutlak) untuk mentakwilkan surat al-Isra’ ayat 1.
MUHAMMAD SEORANG PENUTUR YANG SANTUN (Sebuah Telaah Pragmatik) Muhamad Jaeni
Religia Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v15i1.121

Abstract

Muhammad, sebagai orang Arab dan juga manusia utusan Allah tidak lepas dari kapasitanya dia sebagai seorang penutur. Kemampuan bahasa beliau sudah tidak diragukan lagi. Beliau adalah seorang penyampai ajaran-ajaran Allah. Beliau sangat memperhatikan kepada pentingnya penguasaan bahasa yang fashih. Perkataannya selalu penuh kesantunan. Sejak kecil, Nabi sendiri sudah rajin berlatih untuk berbahasa dengan fashih. Beliau termasuk orang yang paling baik dalam berbahasa dibandingkan anak-anak di usianya. Oleh karena itu, Rasulullah pernah berkata; “Ana afshohul ‘Arab Baida annii min Quraisy wa nasya’tu  fi bani sa’di ibni Bakr”. Beliau selalu menggunakan sedikit kata, tetapi sarat  makna. Tuturannya penuh kesiapan dan tidak bersifat spontan dan selalu mengedepankan keindahan dan kasih sayang. Dalam kajian pragmatik terdapat prinsip-prinsip kesantunan, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim penerimaan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian. Pertuturan Rasulullah senantiasa tidak lepas dari prinsip-prinsip kesantunan tersebut