Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan
Journal “demandia” is a print and electronic publication media which publishes the results of studies and research in the field of Visual Communication Design, Design Management and Advertising; published twice a year (March and September). The journal managed by Telkom University aims to promote and develop Visual Communication Design, Design Management and Advertising.
Articles
162 Documents
ANALISIS SEMIOTIKA ORNAMEN PADA KEMASAN PRODUK LOKAL MINUMAN HERBAVERA
Yana Erlyana
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 1 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i1.3939
Perusahaan maupun individu dituntut untuk kreatif dalam mengembangkan produknya agar terdapat nilai tambah di dalamnya. Desain pada kemasan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menambah nilai dan memberikan pengalaman lebih kepada konsumen. Pemberian nilai budaya pada desain kemasan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menambah nilai kepada produk lokal. Selain membuat tampilan yang menarik, dan dapat memperkuat identitas produk sebagai produk lokal. Herbavera adalah produk lokal olahan lidah buaya, yang memiliki sebuah kemasan dengan pendekatan budaya dalam desain kemasannya. Peneliti melakukan analisis terhadap pola yang terdapat pada kemasan Herbavera untuk mengetahui makna pada penggambarannya. Data didapatkan melalui observasi dan dilakukan analisis dengan menggunakan metode teori semiotika segitiga Peirce. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa pola tersebut dibuat secara abstraksi dengan menggabungkan bentuk-bentuk dan warna buah sesuai varian rasa produk. Pola pada ornamen dibuat sederhana dengan memodifikasi bentuk Kawung. Kata kunci: budaya, kemasan, ornamen, pola, semiotika
ANALISIS STRATEGI BISNIS DAN PENERAPAN KEBUTUHAN DESAIN PADA TUSHE DI MASA PANDEMI COVID-19
Zitachila Virginia Rahmallah;
Ira Wirasari
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 1 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i1.4252
Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa di dunia bisnis dan ekonomi. Dampak bencana wabah virus Covid-19 memukul banyak sektor bisnis di Indonesia, salah satunya adalah sektor fashion. TUSHE merupakan salah satu brand dalam industri fashion yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi bisnis pada sektor bisnis fashion di masa pandemi Covid-19 dan penerapannya dalam pemasaran produk TUSHE. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif yang diperkuat dengan studi literatur, observasi, dan wawancara. Alat analisis yang digunakan adalah porter five forces, fungsi manajemen dalam masing-masing aspek dan analisis SWOT. Hasil analisis yang diharapkan adalah mendapatkan formulasi strategi bisnis yang nantinya akan menjadi rekomendasi untuk TUSHE dan melakukan penerapan kebutuhan desain untuk pemasaran online di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: strategi bisnis, analisis swot, penerapan kebutuhan desain, pandemi covid-19, industri fashion
ANALISIS SUBSTANSI: ADAPTASI IDIOM VISUAL ALBUM MUSIK METAL KOIL-FIRST INSTALLMENT
Rendy Pandita Bastari;
Idhar Resmadi;
Wahyu Lukito
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 1 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i1.4160
Secara perlahan subkultur menjadi sistem yang dianut oleh golongan tertentu yang kemudian dilawan kembali oleh sebuah pergerakan dari golongan itu sendiri. Mekanisme marjinalisasi dan alienasi tetap memegang peranan dalam terjadinya sebuah pergerakan. Hal tersebut pun terjadi dalam subkultur Metal, di mana pada saat ini sudah ada beragam musik metal dengan tema dan visualisasi yang jauh berbeda semenjak pertama. Studi sebelumnya menunjukkan beberapa gaya visual yang mengadaptasi gaya visual abad pertengahan, dan mitologi kuno. Ideologi dari seniman tersirat dalam visualisasi gaya tersebut berdasarkan hasil studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan gaya visual dari album Koil – First Installment karena musik metal gaya Koil dengan visualisasi tertentu memiliki idealisme yang membedakan musik Koil dengan musik metal lainnya yang sejenis. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan validasi melalui wawancara kepada seniman perancang visual album ini Patra Aditia, data visual, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah adanya adaptasi idiom visual budaya populer Jepang, yang berangkat dari gagasan Koil pada album sebelumnya “senyawa mesin”. Selain itu gagasan ini merupakan hasil kultivasi masa kecil seniman di mana akses budaya populer Jepang begitu terbuka. Figur robot dari album ini menunjukkan adanya hal yang feasible dari hal yang imajiner. Kata kunci: idiom visual, subkultur, Koil, musik metal, sampul album
EVALUASI USER EXPERIENCE PADA ANGKOT STOP SIGNAGE MENGGUNAKAN USER EXPERIENCE QUESTIONNAIRE
intan suci lestari;
Aria Ar Razi
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 1 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i1.4120
ANGKOT stop signage adalah media komunikasi visual yang biasanya ditempatkan di Kawasan pejalan kaki. Signage ini berfungsi sebagai tanda di mana ANGKOT harus berhenti dan menjadi tempat penumpang menunggu angkutan umum tersebut. Tujuan dari signage tersebut adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib menggunakan angkutan umum agar berhenti dan menunggu di tempat yang telah disediakan sehingga dapat mengurangi resiko kemacetan dan kecelakaan. Pada kenyataannya, tanda-tanda ini jarang sekali diperhatikan dan digunakan. Pada tahun 2016, Dinas Perhubungan Kota Bandung menerapkan desain ANGKOT stop sign terbaru yang sudah dilengkapi dengan informasi lengkap rute ANGKOT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ANGKOT stop signage berdasarkan pengalaman pengguna dengan menggunakan UEQ (user experience questionnaire). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai reliabilitas setiap aspek pada komponen objek penelitian berbeda-beda. Hal ini juga membuktikan bahwa ANGKOT stop signage ini belum memenuhi kebutuhan masyarakat, belum mampu menciptakan kebiasaan bagi masyarakat untuk menggunakan fasilitas tersebut sebagaimana mestinya. Dapat disimpulkan bahwa nilai reliabilitas tiap objek menghasilkan nilai yang berbeda. Hal ini menjadi temuan baru dari pengembangan UEQ. Kata kunci: evaluasi, environmental graphic design, signage, user experience questionnaire
KAJIAN SOSOK NAGA PADA IKLAN SUSU BEAR BRAND 2015 & 2021 DALAM SUDUT PANDANG POSTMODERNISM
Alfian Candra Ayuswantana;
Yurif Setya Darmawan;
Ratna Andriani Nastiti
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 1 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i1.3836
Fenomena panic buying susu kaleng Bear Brand periode Juni-Juli 2021 seiring dengan merebaknya gelombang kedua COVID-19 di Indonesia menarik untuk kembali menelaah strategi komunikasi iklan televisi produk Bear Brand hingga mampu menggerakkan target pasarnya melakukan panic buying tersebut. Penetrasi ceruk pasar Bear Brand sebagai susu pasteurisasi memberi daya tarik tersendiri kepada pasar yang menerimanya. Tidak seperti susu kemasan lainnya Bear Brand dikenal masyarakat luas sebagai “obat” untuk rekondisi pemulihan ketika kondisi tubuh sedang tidak sehat. Bear Brand dalam menjaga kelanggengan brand image dirinya senantiasa menggunakan iklan sebagai salah satu media bujukan/rayuan. Dalam Iklan Televisi Bear Brand tahun 2015 & 2021, Sosok Naga menjadi aktor utama dan sebagai sebuah penanda kekuatan sekaligus sebagai representasi susu Bear Brand. Kajian ini berfokus untuk menelisik lebih dalam bagaimana sosok naga dalam iklan tersebut membangun rangkaian pesan untuk membangun brand image susu Bear Brand. Analisis makna iklan menggunakan metode semiotika visual yang ditinjau dari sudut pandang posmodern. Hasil kajian ini, sosok citra Naga dalam iklan televisi Bear Brand tahun 2015 & 2021 merupakan alat utama dalam menanamkan mitos image brand Bear Brand bukan susu kaleng pada umumnya. Kata kunci: citra naga/ long, iklan televisi, bear brand, semiotika visual
TANDA DALAM KOMUNIKASI VISUAL IKLAN LAYANAN MASYARAKAT : ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE
Mukhsin Patriansah;
Ria Sapitri
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 1 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i1.3654
Poster sebagai sebuah media di dalamnya terdapat sistem penandaan melalui tanda verbal dan visual. Sebagai sistem penandaan “pengkodean” dalam semiotika visual melekat fungsi komunikasi dari wujud sebuah tanda yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima pesan. Tanda dalam representatifnya memiliki aturan dan kode-kode yang harus diikuti dan dipatuhi, agar tanda tersebut bisa diterima dan dapat dimaknai oleh masyarakat pendukungnya. Baik tanda verbal ataupun tanda visual yang disajikan dalam poster Iklan Layanan Masyarakat cukup menarik untuk ditelusuri pesan dan makna yang terkandung di dalamnya dengan menggunakan pendekatan ilmu semiotika yang dikemukakan oleh Peirce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem tanda yang terdapat dalam poster Iklan Layanan Masyarakat. Hasil kajian yang diperoleh melalui pengamatan terhadap sistem penandaan yang disajikan terdapat pesan berupa himbauan bahaya yang ditimbulkan dari sampah plastik. Melalui poster ini diharapkan mampu meminimalisir penggunaan sampah plastik yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Informasi inilah yang disampaikan Iga Adila sebagai aktivis sosial dan lingkungan di dalam wujud karya posternya. Kata kunci: sampah plastik, iklan layanan masyarakat, semiotika
PERANCANGAN ANIMASI 3D IKLAN LAYANAN MASYARAKAT KAMPANYE SOSIAL VAKSINASI COVID-19 DI BANYUMAS
Luqman Wahyudi;
Gandung Anugrah Kalbuadi;
Elianna Gerda Pertiwi
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 2 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i2.4595
Program vaksinasi COVID-19 telah berjalan lebih dari setahun. Namun, hingga tahun 2022 masih terdapat sebagian masyarakat yang menolak untuk mengikuti program vaksin. hal ini disebabkan banyak isu miring dan pemberita hoax terkait program vaksinasi ini. Hal serupa juga terjadi di Banyumas. Hingga awal tahun 2022 masih terlihat pemberitaan bahwa terjadi kasus penolakan vaksinasi COVID-19 di Banyumas. Hal ini membuat herd immunity menjadi sulit dicapai. Alternatif tindakan yang efektif mengedukasi masyarakat tentang kampanye vaksinasi COVID-19 adalah melalui sebuah kampanye ILM (iklan layanan masyarakat) berbentuk animasi 3D. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif menggunakan analisis data 5W+1H yang terdiri dari unsur what, who, when, why, where, dan how. ILM ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Banyumas terkait pemberitaan miring tentang program vaksinasi tersebut, sehingga masyarakat terdorong untuk mengikuti program vaksinasi. Hasil penelitian dan eksekusi perancangan menunjukkan sosialiasi vaksinasi COVID-19 berupa penyampaian informasi yang benar serta klarifikasi berita hoax cukup efektif disampaikan dalam bentuk animasi 3D. Hal ini terlihat dari engagement yang tinggi di media sosial tempat ILM animasi 3D dipublikasikan.Kata kunci: vaksin COVID-19, berita hoax, animasi 3d
PERANCANGAN POSTER EDUKATIF MENGENAI PENCEGAHAN COVID-19 UNTUK ANAK PRA SEKOLAH DAN SEKOLAH DASAR
Jessica Yonatia;
Elizabeth Susanti
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 2 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i2.4341
Penyakit COVID-19 yang menyebabkan infeksi sistem pernafasan manusia dan menular dengan cepat masih menjadi pandemi di seluruh dunia, karena itu penting sekali memahami keadaan new normal dan menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Anak-anak pra sekolah sampai dengan sekolah dasar termasuk kategori kelompok yang perlu lebih sering diingatkan dan disosialisasikan karena pada usia ini biasanya kesadaran akan kebersihan masih kurang. Penelitian ini berupa pembuatan lima desain poster edukatif yang didasari teori untuk mengkomunikasikan protokol kesehatan kepada para peserta didik di Sekolah St. Yusup, Bandung. Media poster berfungsi untuk menyampaikan informasi dengan tampilan ilustrasi, huruf, warna, dan jenis layout yang disusun secara menarik dan informatif, sesuai dengan jangkauan umur dan karakteristik para peserta didiknya. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengedukasi dan membangkitkan kesadaran para murid atas hal-hal penting yang wajib diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menerapkan observasi, wawancara terstruktur dan analisis data. Simpulan yang diambil dari penelitian pembuatan poster edukatif ini bahwa secara efektif peserta didik akan selalu diingatkan untuk menjalani protokol kesehatan, sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatanmuncul, dan secara otomatis angka kasus COVID-19 dapat ditekan. Kata kunci: covid-19, new normal, poster edukatif
ANALISIS PERAN BENTUK WAJAH PADA FOTOGRAFI PORTRAIT KARYA PAULINA DUCZMAN
Martinus Eko Prasetyo;
Inesia Linando;
Asrullah Ahmad
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 2 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i2.4517
Fotografi tentunya sudah menjadi salah satu bagian berpengaruh dari perkembangan dunia digital saat ini, khususnya adalah perkembangan fotografi portrait dan mode. Banyak fotografer dunia menjadikan fotografi portrait dan mode sebagai salah satu pekerjaan yang penting dalam ranah industri, salah satunya adalah fotografer ternama dunia yang sudah memenangkan banyak penghargaan internasional yaitu Paulina Duczman. Sebagai seorang fotografer profesional Duczman memiliki ciri khas pada karya portrait fotografinya yang sangat menarik perhatian audiens, yakni konsistensi gaya portrait dan pengambilan foto dengan pemilihan wajah-wajah model yang sangat istimewa dari sisi berbagai macam bentuk wajah dan contour yang tepat. Penelitian ini menganalis aspek-aspek yang memengaruhi pemilihan model sebagai subjek foto untuk penciptaan karya fotografi portrait khususnya dalam pemilihan dan pengambilan bentuk wajah pada karya fotografi portrait Duczman. Pengumpulan data dilakukan dengan memilih dan menguraikan beberapa karya fotografi portrait Duczman menggunakan pendekatan metode penilaian nuansa bentuk wajah (face shapes) dari Jeff Rojas (professional photographer), dan berbagai sumber data yang berkaitan dengan materi fotografi. Analisis ini diharapkan dapat bermanfaat dalam penciptaan karya fotografi portrait dari sisi pemilihan bentuk wajah yang sesuai sebelum melakukan pemotretan model yang tepat sebagai subyek foto, agar dapat mendukung penyampaian pesan visual yang ideal dan menarik perhatian audiens sebagai penikmat foto portrait. Kata kunci: fotografi, portrait, bentuk wajah
TINJAUAN PENERAPAN METODE PERANCANGAN VISUAL BRANDING PADA PROSES PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI DKV
Novena Ulita;
Brian Alvi Hananto
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 7 No 2 (2022): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/demandia.v7i2.4453
Perguruan Tinggi sedapatnya menjadi ruang bagi mahasiswa praktik secara langsung untuk mempersiapkan diri sebagai tenaga ahli yang kompeten. Pada prodi DKV, praktik tersebut terselenggara dalam proses pembelajaran perancangan di kelas studio yang dilaksanakan sesuai dengan kurikulum. Namun pada penerapannya, mahasiswa seringkali mengalami kesulitan dalam memahami alur perancangan desain. Hal tersebut terlihat pada hasil laporan perancangan tugas akhir mahasiswa yang selalu berbeda dalam melakukan penerapan metodologi desain dan adanya kesulitan mahasiswa saat memaparkan proses perancangan yang telah dilakukan secara terstruktur. Padahal unsur metodologis sebagai suatu keilmuan ilmiah sangat diperlukan sebagai suatu proses berpikir terstruktur dan sistematis seperti pada bidang ilmu lainnya untuk setingkat sarjana. Dengan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan menemukan hambatan dalam penerapan proses pembelajaran perancangan secara khusus pada perancangan visual branding di kedua program studi bermitra yakni: Prodi DKV Universitas Mercu Buana dan Universitas Pelita Harapan. Penelitian ini menemukan bahan evaluasi untuk acuan menyusun perbaikan materi pembelajaran perancangan, yakni: tentang pentingnya penerapan metode perancangan yang tepat dengan memahami ruang lingkup melalui definisi operasional, pentingnya penguatan metodologis dan teknik analisis yang digunakan pada proses perancangan. Tentu harapannya proses dan materi pembelajaran perancangan di kelas studio dapat lebih baik dan maksimal demi tercapainya tujuan pendidikan dalam menciptakan lulusan yang kompeten. Kata kunci: metode perancangan, metodologi desain, visual branding, Desain Komunikasi Visual (DKV), proses pembelajaran