cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 28 No 1 (2024)" : 9 Documents clear
ANALISIS KERUSAKAN BEARING MAIN SHAFT PADA MESIN SCREW PRESS MSB 15 DENGAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. XYZ Hairiyah, Nina; Musthofa, Imron; Aminah, Aminah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.1-7.2024

Abstract

Salah satu perusahaan kelapa sawit yang memproduksi CPO dan kernel di Kalimantan Selatan adalah PT. XYZ. Material yang sering mengalami kerusakan pada proses produksi kelapa sawit di PT. XYZ adalah bearing main shaft pada mesin screw press MSB 15 yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas CPO dan kernel yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penyebab kerusakan bearing main shaft pada mesin screw press MSB 15 dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) menggunakan informasi dan pengetahuan mengenai Overall Equipment Effectiveness (OEE), TPM, dan jam kerja mesin yang ada di stasiun press. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OEE pada mesin press di PT. XYZ berada di bawah standar, yaitu dengan nilai availability 77% yang seharusnya 90%. Nilai performance rate dan quality rate yaitu 89,57% dan 100%. Secara keseluruhan nilai OEE masih berada pada angka 68,5% masih dibawah standar yaitu 85%, yang artinya produksi yang dilakukan masih dinilai wajar namun perlu banyak perbaikan yang dilakukan. Hasil analisis yang dilakukan penyebab kerusakan bearing main shaft screw press MSB 15  stasiun press PT. XYZ adalah faktor engine error, human error, dan material.
FORMULASI LILIN AROMATERAPI BERAROMA MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.) ulvira, ulvira; Anggia, Malse
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.54-61.2024

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan), dan  merupakan terapi yang di hasilkan oleh uap dari minyak atsiri yang di kemas menjadi produk lilin. Tujuan penelitian ini  adalah  mengetahui formulasi terbaik lilin aroma terapi berdasarkan penerimaan panelis dan  mengetahui pengaruh perbedaan persentase minyak sereh wangi terhadap sifat fisik terhadap lilin aromaterapi  yang di. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri serai wangi pada lilin aroma terapi dengan formulasi 6%, 7%, 8%, 9%, dan 10%. Pengamatan dari masing-masing perlakuan dianalisis dengan ANOVA dan menggunakan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%.  Lilin aromaterapi yang memiliki waktu leleh terlama adalah pada lilin aroma terapi dengan formulasi A yaitu  penambahan minyak sereh wangi  sebanyak  7% dan titik leleh lilin aroma terapi seluruh perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI 0386 –1989 – A / SII 0348 – 1980. Lilin aroma terapi yang paling jernih adalah lilin aroma terapi pada dengan penambahan minyak sereh wangi 6 %. Berdasarkan  penerimaan panelis terhadap lilin aromaterapi minyak serai wangi yang paling disukai adalah  lilin aroma terapi dengan pada formulasi A dengan penambahan  minyak sereh wangi sebanyak 6%.
ANALISIS PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI DAN KEBUTUHAN ENERGI PADA PENYANGRAIAN BIJI KAKAO DENGAN SKALA BERBEDA Asmara, Sang Norma Lintang; Prasetyaningtyas, Cikha Ananda; Sari, Anjar Ruspita; Aji, Galih Kusuma; Hermawati, Budi Ariyani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.8-15.2024

Abstract

Proses penyangraian biji kakao pada skala laboratorium umumnya menggunakan roaster sederhana dengan bahan bakar LPG dan proses pembalikan biji secara manual. Hal ini menyebabkan kualitas pada biji hasil penyangraian tidak seragam pada tiap batch produksi. Berbeda dengan skala ganda, mesin penyangraian biji kakao sudah menggunakan bahan bakar listrik dan teknologi yang lebih canggih, sehingga dapat lebih mudah menjaga kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan energi dari perbedaan kedua kondisi penyangraian tersebut untuk mengoptimalkan proses produksi cokelat dengan skala yang sesuai. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan dan mengamati proses penyangraian selama 60 menit. Parameter yang diamati meliputi kadar air, massa biji, dan suhu proses pada kedua skala. Selain itu diamati pula massa LPG yang terpakai untuk skala laboratorium dan daya listrik yang terpakai pada skala pilot. Hasil perhitungan konsumsi energi pada skala laboratorium adalah 5.277,295 kJ/kg dengan total biaya sebesar Rp. 8.437,5/kg. Sedangkan proses penyangraian skala pilot menggunakan listrik memerlukan energi sebesar 1.260 kJ/kg. Biaya listrik yang dikeluarkan jika menggunakan biaya dasar listrik tegangan rendah sebesar Rp1.699,53 per kWh, sehingga biaya listrik yang dikeluarkan kurang lebih sebesar Rp2.141,41/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin sangrai dalam skala pilot lebih murah bila dilakukan produksi massal.
PENILAIAN KINERJA FISIK SALURAN SEKUNDER DAWUHAN DENGAN PENDEKATAN METODE FUZZY DI DAERAH IRIGASI BONDOYUDO Ristiyana, Suci
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.37-45.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fisik saluran sekunder di Daerah Irigasi Bondoyudo dengan menerapkan pendekatan metode fuzzy. Fokus penelitian ini adalah pada pengukuran dan analisis kinerja fisik saluran sekunder sebagai bagian integral dari sistem irigasi. Dengan menggabungkan fuzzy, penelitian ini mencoba mengatasi ketidakpastian dan variasi dalam data fisik yang dapat mempengaruhi hasil penilaian kinerja. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data fisik saluran sekunder dan kondisi struktural lainnya. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep dan teknik fuzzy untuk menghasilkan penilaian kinerja yang lebih holistik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang kualitas dan efisiensi saluran sekunder Dawuhan di Daerah Irigasi Bondoyudo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman tentang kondisi fisik saluran sekunder dan membuka potensi perbaikan atau peningkatan dalam manajemen sistem irigasi. Dengan memanfaatkan pendekatan teori himpunan kekaburan, penelitian ini memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja infrastruktur irigasi dengan mempertimbangkan ketidakpastian dalam data fisiknya. Implikasi temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan terkait perencanaan dan pengelolaan efektif sistem irigasi sekunder Dawuhan di Daerah Irigasi Bondoyudo.
DESAIN TUNGKU PENGERING MOBILE BERBAHAN BAKAR SERBUK GERGAJI Panggabean, Tamaria; Tunggal, Tri; Kuncoro, Endo Argo
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.28-36.2024

Abstract

This research was motivated by the use of a fixed bed furnace. Fixed bed furnaces are less effective because their use is fixed.  The purpose of this research was to design a mobile drying furnace fueled by sawdust biomass.  This research uses an experimental method with 3 stages of design, namely design approach, functional design and structural design. The data obtained were analyzed descriptively. The result of this research is a mobile drying furnace designed consisting of a fuel feeder, fuel channel, hopper, combustion chamber and heat exchanger chamber, chimney and furnace outlet channel and channel after the fan that can function properly. Furnace testing was carried out using sawdust fuel. The resulting feed speed is 10.3 kg/hour, the capacity of the combustion chamber for sawdust is 3.4 kg, the average temperature in the fuel feeder is 40.41 °C, in the combustion chamber 414.57 °C, in the heat exchanger 79.80 °C, in the chimney 104.11 °C, in the furnace outlet channel 62.77 °C, in the channel after the fan 46.08 °C, the sawdust fuel consumption rate was 5.8 kg/hour and the furnace efficiency obtained in the study was 53.90%. The resulting hot air temperature can be used for drying grain.Key words:  design, efficiency furnace, mobile drying furnace, temperature
Analisis Perbandingan Indeks Kekeringan Meteorologis di DAS Sangatta, Kabupaten Kutai Timur STP.MSc, Joko Suryanto
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.16-27.2024

Abstract

Kesiapan dan perencanaan penanggulangan bencana kekeringan dapat dilakukan dengan memantau kekeringan menggunakan indeks kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks kekeringan Standardized Precipitation Index (SPI), China Z Index (CZI), Modified China Z Index (MCZI), Z Score Index (ZSI) dengan membandingkan dengan indeks kekeringan Effective Drought Index (EDI). Indeks kekeringan dihitung menggunakan data curah hujan bulanan meliputi 4 stasiun hujan yang berada di wilayah DAS Sangatta periode 2012 - 2022. Pengujian konsistensi data curah hujan menggunakan metode kurva massa ganda, sedangkan pengujian homogenitas data menggunakan uji Buishand. Indeks kekeringan SPI, CZI, MCZI, dan ZSI dihitung pada skala 1, 3, 6 dan 12 bulan, sedangkan indeks EDI dihitung pada skala bulanan. Evaluasi indeks kekeringan dilakukan dengan membandingkan nilai indeks kekeringan dan kategori kekeringan dengan nilai indeks dan kategori kekeringan EDI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks SPI mempunyai korelasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks lainya dengan nilai rata-rata 0,79, dan nilai tertinggi pada SPI-6 sebesar 0.94. Semua indeks kekeringan pada skala waktu 1 bulan diperoleh nilai NSE < 0,50 yang masuk ke dalam kategori tidak layak. Indeks kekeringan SPI-6 mempunyai nilai kesesuaian kategori kekeringan tertinggi dengan indeks EDI yaitu 74,6%. Indeks kekekeringan SPI-6 disarankan digunakan untuk pemantauan kekeringan di DAS Sangatta karena memberikan akurasi status kekeringan yang paling akurat.
PENGEMBANGAN ALAT PENGIRIS REBUNG (Dendrocalamus asper) SKALA RUMAH TANGGA Putri, Irriwad; santosa, santosa
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.62-73.2024

Abstract

Bambu merupakan salah satu jenis tumbuhan herba yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, di dalam family gramineae bambu termasuk tumbuhan yang pertumbuhannya sangat cepat dan tinggi, memiliki batang berbentuk menonjol yang dilihat dari permukaan dalam diameter penuh pada masa pertumbuhan selama sekitar tiga sampai empat bulan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancang bangun alat pengiris rebung, melakukan pengujian terhadap alat dan melakukan analisis ekonomi. Setelah dilakukan pengujian diperoleh kapasitas kerja alat yaitu sebesar 43,28 kg/jam. Berdasarkan beberapa kali percobaan terlihat beberapa variasi kapasitas kerja yang diperoleh. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran rebung khususnya ukuran antar ruas rebung. Perolehan kapasistas yang tinggi bergantung pada ukuran bagian ruas pada rebung yang kecil, dan ukuran batang rebung yang sesuai dengan ukuran tuas pendorong, sehingga waktu pengerjaannya cepat dan pengujiannya mudah dilakukan oleh operator. Sedangkan kapasitas kerja yang rendah disebabkan oleh kadar air yang tinggi, sehingga rebung yang diiris mudah rusak dan mengakibatkan proses pengerjaannya lama. Rebung yang digunakan pada penelitian memiliki kadar air sebesar 92,7 %. Hasil ketebalan dari irisan rebung adalah sebesar 2,69 cm. Nilai ini telah memenuhi standar ukuran pasar dimana ukuran ketebalannya tidak melebihi ukuran 3 cm. Berdasarkan analisis ekonomi yang dilakukan diperoleh biaya pokok untuk alat ini sebesar Rp 374,462/kg dengan titik impas sebesar 13.339, 5 kg/tahun.Kata kunci: rebung, alat pengiris rebung, analisa ekonomi alat
VARIASI PENAMBAHAN GLISEROL PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK LIMBAH CAIR TAHU Permata, Deivy Andhika; Putri, Yoni Mellia; Ismanto, Sahadi Didi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.46-53.2024

Abstract

Bioplastik meruapakan kemasan yang dapat diuraikan oleh lingkungan secara alamiah. Limbah cair tahu yang memiliki kandungan bahan organik seperti protein yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioplastik. Penggunaan limbah cair tahu sebagai bahan pembentuk bioplastik belum menghasilkan bioplastik dengan karakteristik yang baik. Oleh karena itu, pada produksi bioplastik diperlukan bahan penyusun lainnya, diantaranya gliserol sebagai plasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan gliserol terhadap karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Jika terdapat perberbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan gliserol berpengaruh nyata terhadap nilai kuat tarik, elongasi, elastisitas, daya serap air, dan biodegradasi bioplastik yang dihasilkan. Penambahan gliserol 7% merupakan perlakuan terbaik dengan rata-rata nilai ketebalan 0,175 mm, kuat tarik 12,2 MPa, elongasi 15,93%, elastisitas 0,76 MPa, daya serap air 52,54%, dan biodegradasi 8,26%/hari.
EFEK SIKLUS FOTOPERIODE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BERAT BASAH SELADA ROMAINE (Lactuca Sativa Var. Longifolia) PADA SISTEM PFAL (PLANT FACTORY WITH ARTIFICIAL LIGHTS) Rozaaq, Naufal Ilhamdi; Putri, Renny Eka; Yanti, Delvi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.74-81.2024

Abstract

Plant factory with Artificial Lights (PFAL) merupakan tipe plant factory yang menggunakan LED (Light Emitting Diodes) sebagai sumber utama cahaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Beberapa penelitian terdahulu umumnya hanya terfokus pada analisis pengaruh perbedaan intensitas cahaya atau lama penyinaran LED terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada plant factory. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh siklus fotoperiode terhadap pertumbuhan selada romaine yang ditanam pada sistem PFAL. Siklus fotoperiode yang diberikan pada penelitian ini perlakuan 1 (1 siklus, 14 jam terang/10 jam gelap), perlakuan 2 (2 siklus, 7 jam terang/5 jam gelap x 2) dan perlakuan 3 (4 siklus, 3,5 jam terang/2,5 jam gelap x 4). Siklus fotoperiode mempengaruhi pertumbuhan dan berat basah selada romaine, dimana perlakuan 1 dengan siklus fotoperiode yang lebih panjang memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi, panjang daun, lebar daun, jumlah daun dan berat basah masing-masing yaitu 21,46 cm, 17,69 cm, 9,72 cm, 12,73 helai dan 52,49 gram. Perlakuan 1 juga memberikan hasil rasio berat basah terhadap konsumsi energi listrik yang paling tinggi yaitu sebesar 28,05 gr/kWh sehingga perlakuan 1 lebih efisien dalam menghasilkan berat basah selada romaine per jumlah energi listrik yang digunakan dibandingkan dengan perlakuan 2 dan 3

Page 1 of 1 | Total Record : 9