cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Physical Education and Sports
ISSN : 2252648X     EISSN : 25024477     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Physical Education and Sports publishes articles of original researchs and conceptual studies about physical education and sports.
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
PENGARUH HYPNOTHERAPY DAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP KONSENTRASI ATLET PUTRI CLUB PEKERJAAN UMUM (PU) DELI SERDANG SUMATERA UTARA TAHUN 2015
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9882

Abstract

 Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hypnotherapy dan tingkat kecemasan terhadap konsentrasi pada atlet putri club Pekerjaan Umum Deli Serdang Sumatera Utara.  Penelitian menggunakan desain faktorial 2 x 2. Teknik sampling dengan total sampling 12 atlet terdiri dari 6 dengan treatment hypnosis (2 kelompok) dan 6 dengan treatment self-hypnosis (2 kelompok) dengan per kelompok 3 sampel. Teknik pengumpulan data dengan tes Model Gread Concentrasion. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dengan uji prasyarat analisis ujia normalitas dan homogenitas.  Hasil penelitian: 1) tidak ada perbedaan  pengaruh yang signifikan antara treatment hypnosis dan self-hypnosis terhadap konsentrasi atlet putri, 2) tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara  tingkat kecemasan tinggi dan agak tinggi terhadap konsentrasi atlet putri, 3) tidak ada interaksi antara treatment hypnotherapy dan tingkat kecemasan terhadap konsentrasi atlet putri.Penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa adanya penurunan tingkat kecemasan dan konsentrasi atlet yang diberikan treatment hypnosis tetapi tidak secara signifikan dengan kenaikan 33,33% pada kelompok treatment hypnosis dan 25% pada kelompok treatment self-hypnosis. Disarankan pada pelatih dan pembina olahraga bola voli untuk memilih treatment atau program latihan yang lain dalam upaya pelatihan mental bagi atlet. The purpose of this study is to determine the hypnotherapy effect and anxiety level toward concentration of female athletes Public Works Club Deli Serdang, North Sumatra. The research used experimental method with experimental models of 2 x 2 factorial design study. Sampling technique taken from total sampling 12 female athletes. Data collection techniques used Model Gread Concentrasiontest. The data were analyzed using ANOVA by analysis prerequisite test, normality, and homogeneity. Results of the study: 1) There is no significant difference between the treatment of hypnosis and self-hypnosis to the concentration of female athletes, 2) There is no significant difference between high anxiety level and slightly higher against the concentration of female athletes, 3) There is no interaction between hypnotherapy treatmentand the anxiety level toward concentration of female athletes. The research that was carried out can be concluded that there is reduction inthe level ofanxietyand concentration of athletes who are given hypnosis treatment but not significantly increase which is in 33.33% ofthe hypnosis treatment group and 25% of theself-hypnosis treatment group. It is suggested for the volleyball trainer and coachesto prefer hypnosis in the treatment as the mental training efforts for athletes. The purpose of this study is to determine the hypnotherapy effect and anxiety level toward concentration of female athletes Public Works Club Deli Serdang, North Sumatra. The research used experimental method with experimental models of 2 x 2 factorial design study. Sampling technique taken from total sampling 12 female athletes. Data collection techniques used Model Gread Concentrasiontest. The data were analyzed using ANOVA by analysis prerequisite test, normality, and homogeneity. Results of the study: 1) There is no significant difference between the treatment of hypnosis and self-hypnosis to the concentration of female athletes, 2) There is no significant difference between high anxiety level and slightly higher against the concentration of female athletes, 3) There is no interaction between hypnotherapy treatmentand the anxiety level toward concentration of female athletes. The research that was carried out can be concluded that there is reduction inthe level ofanxietyand concentration of athletes who are given hypnosis treatment but not significantly increase which is in 33.33% ofthe hypnosis treatment group and 25% of theself-hypnosis treatment group. It is suggested for the volleyball trainer and coachesto prefer hypnosis in the treatment as the mental training efforts for athletes.
PERUBAHAN KADAR LAKTAT DARAH AKIBAT MANIPULASI SPORT MASSAGE PADA LATIHAN ANAEROB
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9883

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan mengetahui  Pengaruh Manipulasi Sport Massage Terhadap  Perubahan Kadar Laktat Darah.Jenis penelitian eksperimental laboratories dengan menggunakan rancangan ”Randomized Pretest-Postest Control Group Design.  Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas wahid hasyim semarang.Sampel sebanyak 10 orang yang diperoleh secara radom. Variabel Bebas Manipulasi Sport Massage Pada Latihan Anaerob,Variabel Tergantung  Kadar Laktat Darah. Berbagai bentuk latihan fisik yang dilakukan dengan menggunakan intensitas tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar asam laktat dalam otot maupun dalam darah. Penimbunan laktat dalam darah menjadi masalah mendasar dalam kinerja fisik karena menimbulkan kelelahan dan menurunkan kinerja fisik. pemulihan laktat yang penting adalah meningkatkan aliran darah, meningkatkan cardiac output, meningkatkan transport laktat, sehingga cepat membentuk energi kembali. Laktat bisa hilang dengan istirahat, tetapi dengan manipulasi massage proses pengeluaran sisa-sisa pembakaran ke aliran darah dipercepat. Massage dapat membantu peningkatan aliran darah pada otot skelet sebagai jalan percepatan tingkat aliran laktat untuk dieliminasi keberbagai tempat, dengan demikian massage dapat digunakan sebagai tehnik untuk mempercepat pembersihan laktat. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui pengaruh pemberian manipulasi massage tehnik sport massage terhadap perubahan kadar laktat darah setelah latihan anaerob. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar laktat darah orang coba berkisar antara 1,6-2,3 mMol/l.Peningkatan kadar laktat tertinggi dan rerata kecepatan buang laktat tercepat setelah manipulasi massage sport massase membantu mempercepat pembuangan laktat dari otot ke darah lebih baik dan meningkatan kecepatan sirkulasi. Kondisi ini memungkinkan lebih cepat terjadinya penggunaan laktat sebagai sumber energy. The purpose of this research was to know the effect of manipulation Sport Massage in blood Lactate Levels Change. This research was using experimental research laboratories by using "Randomized pretest-posttest control group design”. The population in this research was the students of Wahid Hasyim University Semarang. The sample was 10 people who obtained by random. Variables Manipulation Sport Massage At Anaerobic Exercise was depending on Variable Blood Lactate Levels. Various forms of physical exercise which is done using a high intensity can cause increased levels of lactic acid in the muscles and in the blood. Hoarding lactate in the blood became a fundamental problem in physical performance by causing fatigue and lower physical performance. Recovering Lactic is to increase flowing blood, increase cardiac output, increasing the transport of lactate, so it is fast form of energy back. Lactate can be relieved by rest, but with the manipulation massage processing remnants of blood flow to the combustion accelerated. Massage can help increase flowing blood in skeletal muscle as a way of accelerating the flow rate of lactate to be eliminated every place, so massage can be used as a technique to speed up the clearance of lactate. The purpose of this research was to determine the effect of manipulation of sports massage technique massage to changes in blood lactate levels after anaerobic exercise.This research have shown that blood lactate levels try ranged from 1.6 to 2.3 mMol / l. The enhancement of lactate highest levels and lactate fastest average speed exhaust after manipulation massage sports massage helped speed up the disposal of lactate from the blood to the muscles better and increase the speed of circulation. This condition allowed faster using of lactate as an energy source.
PENGEMBANGAN PENILAIAN KINERJA PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAK BOLA DI SEKOLAH DASAR KELAS V KECAMATAN KALIREJO LAMPUNG TENGAH
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan: (1) model penilaian kinerja pembelajaran permainan Sepak Bola di sekolah dasar; (2) mengetahui validitas dari penilaian kinerja pembelajaran permainan Sepak Bola di sekolah dasar; (3) mengetahui reliabilitas dari penilaian kinerja pembelajaran permainan Sepak Bola di sekolah dasar; (4) mengetahui indikator yang dapat diukur secara terpadu dan kontekstual pada penilaian kinerja pembelajaran permainan Sepak Bola di sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan: (1) model penilaian kinerja pembelajaran permainan Sepak Bola di sekolah dasar; (2) penilaian kinerja pembelajaran permainan sepak bola mempunyai koefisien reliabilitas inter rater sebesar 0,792 dengan varians eror 0,137; (3) indikator yang dapat diukur secara terpadu pada penilaian kinerja pembelajaran permainan sepak bola di sekolah dasar terdiri dari aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif. This research to produce : (1) model of learning performance assessment Football game in elementary school ; (2) determine the validity of the learning performance assessment Football game in elementary school ; (3) determine the reliability of the learning performance assessment Football game in elementary school ; (4) determine indicators that can be measured in an integrated and contextual learning performance assessment Football game in elementary school. The result of this research are: (1) model performance assessment of learning football in elementary school; (2) performance assessment of learning football has a inter-rater reliability coefficient was 0,792 and the varians error was 0,137; (3) measurable indicators fluidly in the performance assessment of learning football in elementary school consists of cognitive, psychomotor, and affective aspect.
PENGARUH LATIHAN KOORDINASI MATA-KAKI-TANGAN DAN TINGKAT KESEIMBANGANTERHADAP MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan koordinasi dan tingkat keseimbangan terhadap motorik kasar anak usia dini di PAUD Kecil Ceria Pengadang Lombik Tengah. Metode penelitian ini adalah eksperimen yang melibatkan beberapa variabel, yaitu: l) variabel bebas, 2) variabel atributif, 3) variabel terikat pada anak usia dini 4 sampai 5 tahun yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang gunakan adalah teknik statistik anava dua jalur. 1) terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai F hitung > F tabel  (5,378 > 4,38) dan nilai signifikan sebesar 0,034 lebih kecil dari  0,05 (p < 0,05). 2) ada perbedaan yang signifikan dengan nilai F hitung > F tabel  (12,844 >  4,38) dan nilai signifikan sebesar 0,02 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). 3) tidak ada interaksi dengan nilai F hitung < F tabel (0,400 < 4,38) dan nilai signifikan sebesar 0,536 lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). Simpulan hasil penelitian menyatakan latihan koordinasi mata-kaki-tangan dan tingkat keseimbangan tidak memberikan interaksi terhadap motorik kasar. Tingkat keseimbangan tidak menjamin motorik kasar anak akan menjadi lebih baik. Saran menerapkan latihan agar berfungsi secara efektif dalam meningkatkan motorik kasar dan memberikan stimulus kepada anak untuk melakukan gerak motorik kasar dalam aktivitas gerak sehari-hari. This study aims to determine the effect of exercise coordination and balance the level of the gross motor skills in early childhood at PAUD Kecil Ceria Pengadang Lombik Tengah. This research method is an experiment that involves several variables, namely: l) independent variables, 2) attributive variables, 3) the dependent variable on 20 children at age 4-5 years old. The data analysis technique used is a statistical technique anava two lanes. 1) there is a significant differences with Fo > Ft (5,378 > 4,38) and the significant value is 0,034, smaller than 0,005 (p < 0,05). 2) there is a significant differences with Fo > Ft (12,844 > 4,38) and the significant value is 0,02, smaller than 0,005 (p < 0,005). 3) there is no interaction with result Fo < Ft (0,400 < 4,38) and significant value is 0,536 greater than 0,05 (p < 0,05). The conclusion of the study is that eye-foot-hand and balance level do not give any effect on gross motor. The level of balance does not guarantee the children’s gross motor better. The suggestion is to apply exercise so that works effectively in improving gross motor and giving effect to all children in doing gross motor movement in everyday movement activity.
PENGARUH METODE LATIHAN DAN KEMAMPUAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP HASIL LATIHAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9888

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode latihan taktis dan teknis, perbedaan pengaruh kemampuan motor educability tinggi dan motor educability rendah dan interaksi metode latihan dan kemampuan motor educability terhadap hasil latihan teknik dasar sepakbola.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen factorial 2x2. Populasi58 pemain SSB Camar Mas Jaya. Teknik pengambilan sampelPurposive Samplingsebanyak 40 pemain. Instrumen tes penelitian ini : 1) TesIowa-Brace. 2) Program latihan metode taktis dan teknis. 3) Tes teknik dasar sepakbola (passing-stopping, dribbling dan shooting). Teknik analisis data menggunakan ANAVA 2X2signifikansi α = 0,05. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji Lavene’s test. Hasil penelitian : 1) Pada metode latihan didapat nilai Fhitung= 11,935 > Ftabel 4,11. 2) Pada kemampuan motor educability didapat Fhitung = 12,804 > Ftabel4,11. 3) Interaksi antara metode latihan dan kemampuan motor educability didapat Fhitung = 3,939 < Ftabel 4,11. Simpulan : 1) Adapengaruh metode latihan taktis dan metode latihan teknis. 2) Ada perbedaan antara motor educability tinggi dan motor educability. 3) Tidak ada interaksi metode latihan dan kemampuan motor educability. Pelatih dan pembina olahraga dapat menggunakan metode latihan taktis sebagai metode alternatif. The purpose differences influence the technical and tactical training methods, the difference influence of motor educability high and low and the interaction the practice and the ability of the results of the exercise educability basic techniques of football.This study a 2x2 factorial design. The population 58 players SSB Camar Mas Jaya. The sampling purposive Sampling40 players. Instrument tests in this study : 1) Test Iowa-Brace. 2) The program tactical and technical methods. 3) Test the basic techniques of football. Data ANOVA 2X2 with α = 0.05. Test for normality the Kolmogorov-Smirnov and homogeneity Lavene's. The results: 1) In the exercise method gained valueFcount= 11,935 > Ftable 4,11. 2) In the motor abilities acquired educability Fcount = 12,804 > Ftable4,11. 3) The interaction practice and the ability of the motor educability obtained Fcount = 3.939 <Ftable 4.11. Conclusions: 1) There is the influence of tactical training methods and technical training methods. 2) There is difference in effect between motor and motor educability high. 3) There is no interaction between the practice and the ability of the motor educability. Coaches and sports coaches can use this method as alternative method of tactical training.
PERMAINAN TIBOL SEBAGAI MEDIA PENGENALAN PERMAINAN SOFTBALL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH DASAR
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9890

Abstract

Softball dipandang sebagai salah satu permainan yang dianggap mahal, perlu ada upaya agar permainan softball dikenal lebih awal. Tujuan penelitian ini adalah mengenalkan permainan softball pada siswa sekolah dasar melalui permainan tibol, modifikasi permainan tibol disesuaikan dengan karakteristik siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan prosedural. Subyek penelitian siswa kelas V SDN Srondol wetan 06, SDN srondol wetan 05, SDN Pedalangan 03 berjumlah 97 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah presentase untuk menganalisis dan penilaian kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik subyek serta uji Wilcoxon. Hasil penelitian pada SDN Srondol Wetan 6 sebagian besar kemampuan kognitif (97,3%), afektif (91,9%), psikomotorik (91,9%). SDN Pedalangan 3 sebagian besar kemampuan kognitif (86,4%), afektif (86,4%) dan psikomotorik (86,4%). SDN Srondol Wetan 5 sebagian besar kemampuan kognitif (92,1%), afektif (86,8%) dan psikomotorik (84,2%). Secara keseluruhan siswa dalam penelitian ini memiliki kemampuan kognitif (92,8%), afektif (88,7%) dan psikomotorik (87,6%). Simpulan pemanfaatan atau penggunaan produk permainan tibol dalam mengenalkan permainan softball memberikan pengaruh terhadap intensitas gerak peserta didik, mengatasi keterbatasan sarana prasarana, menjadi alternatif untuk permainan bola kecil, memberikan pengalaman koordinasi gerak kompleks sehingga terbukti layak dan dapat diterima.Softball is seen as one of the games that are considered expensive, there needs to be an effort in order to play softball known earlier. The purpose of this study is to introduce the game of softball in elementary school students through the game tibol, modification tibol game adapted to the characteristics of the students. The model development used is procedural development. Research subjects fifth grade students of SDN Srondol wetan 06, SDN Srondol wetan 05, SDN pedalangan 03 total 97 students. Analysis technique used is the percentage for analyzing and assessment of cognitive abilities, affective and psychomotor subjects and the Wilcoxon test. Results of research on SDN Srondol Wetan 6 largely cognitive abilities (97.3%), affective (91.9%), psychomotor (91.9%). SDN puppetry 3 largely cognitive abilities (86.4%), affective (86.4%) and psychomotor (86.4%). SDN Srondol Wetan 5 largely cognitive abilities (92.1%), affective (86.8%) and psychomotor (84.2%). Overall the students have the cognitive ability (92.8%, affective (88.7%) and psychomotor (87.6%). Conclusions utilization use of products in introducing tibol game softball game to give effect to the motion intensity learners, overcoming the limitations of infrastructure, alternative to the kind of small ball game, give experience motor coordination complex that proved feasible and acceptable.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKTIVITAS RITMIK BERBASIS MULTIMEDIA PADA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) KABUPATEN OGAN KOMERING ULU (OKU) SELATAN PROVINSI SUMATERA SELATAN
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9892

Abstract

Media pembelajaran aktivitas ritmik yang digunakan guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah teks, audio, dan visual. Media yang digunakan memiliki kekurangan, yaitu siswa menjadi jenuh, kurang memotivasi siswa, dan kurang mengembangkan kreativitas gerak. Tujuan penelitian adalah menciptakan pengembangan media pembelajaran aktivitas ritmik berbasis multimedia dan uji efektifitas produk. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi: menganalisis produk, produk awal, validasi ahli, uji coba, revisi, hasil akhir, dan uji keafektifan. Instrument yang digunakan adalah angket dan wawancara. Subjek penelitian adalah guru dan siswa SMK Kabupaten OKU Selatan. Hasil validasi dari ahli materi sangat baik dengan rerata skor 4,37 dan penilaian ahli media sangat baik dengan rerata skor 4,72. Uji coba kelompok kecil penilaian guru sangat baik dengan rerata skor 4,70 dan  siswa sangat baik dengan rerata skor 4,61. Uji coba skala besar guru sangat baik dengan rerata skor 4,61 dan siswa sangat baik  dengan rerata skor 4,54. Uji keafektifan produk dengan rerata sangat baik yaitu 84,63%. Kesimpulan produk media pembelajaran aktivitas ritmik berbasis  multimedia adalah dapat mempermudah proses pembelajaran dan  menjadi sumber belajar yang dapat digunakan serta dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Instructional media rhythmic activity that teachers use physical education, sports, and health is text, audio, and visual. Media used to have disadvantages, namely students become saturated, less motivated students, and less develop creativity motion. The research objective is to create a media development rhythmic multimedia based learning activities and test the effectiveness of the product. Development procedures used include: analyzing the product, initial product, expert validation, testing, revision, final results, and affective test. The instrument used was a questionnaire and interviews. The subjects were teachers and students of SMK South OKU District. Results of the validation of an excellent matter experts with a mean score of 4.37 and very good assessment of media experts with a mean score of 4.72. Small group trial assessment very good teacher with a mean score of 4.70 and excellent student with a mean score of 4.61. Large scale trials are very good teacher with a mean score of 4.61 and an excellent student with a mean score of 4.54. Keafektifan test product with an excellent average is 84.63%. Conclusion media products rhythmic multimedia-based learning activity is to facilitate the learning process and learning resources that can be used and utilized by teachers and students.
EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI KOTA PALEMBANG
Journal of Physical Education and Sports Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v4i2.9893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Kurikulum 2013 terkait standar isi, standar proses, dan standar penilaian pada pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Kota Palembang Tahun 2015. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri Kota Palembang yang berjumlah 58 sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif menggunakan model Responsive Evaluation. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan pedoman wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis indikator standar isi memperoleh persentase sebesar 80,1% termasuk kategori sesuai, analisis indikator standar proses memperoleh persentase sebesar 80,7% termasuk kategori sesuai, dan analisis indikator standar penilaian memperoleh persentase sebesar 79,7% termasuk kategori sesuai. Hasil secara keseluruhan menunjukkan bahwa pengimplementasian kurikulum 2013 terkait standar isi, standar proses, dan standar penilaian pada pembelajaran penjasorkes di SMP Negeri Kota Palembang telah berjalan sesuai dengan pedoman pelaksanaan kurikulum 2013, namun masih terdapat kesulitan yang di alami oleh guru dalam pengimplementasian kurikulum 2013 terkait 3 standar tersebut. The purpose of this research was to know how the Implementation of Curriculum 2013 include of standard content, standard process and standard assessment on Health and Physical Education at Public Junior High Schools in Palembang for academic year 2015. Population and sample of this research was all Public Junior High School in Palembang that amounted 58 Public Junior High School. This research was an evaluation research with Responsive Evaluation’s model. This research used descriptive quantitative methods and percentage descriptive statictics technique. The Result concluded that the Implementation of Curriculum 2013 on Health and Physical Education  at Junior High School in Palembang related to standard content, standard process and standard evaluation was suitable to Indonesian Academic Curriculum 2013’s Guidance with 80,1% for standard content, 80,7% for standard process, 79,7% for standard assessment. The overall results show that the implementation of Curriculum 2013 on Health and Physical Education at Public Junior High Schools in Palembang related to standard content, standard process and standard assessment in accordance with the guidelines and the provisions of Curriculum 2013, but there are still difficulties experienced by teachers in implementation of curriculum 2013 related to 3 these standards.
PENGARUH GAYA MENGAJAR RESIPROKAL DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN SENAM LANTAI
Journal of Physical Education and Sports Vol 5 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v5i1.13272

Abstract

Senam lantai merupakan materi inti dalam pembelajaran pendidikan jasmani, pemilihan gaya mengajar menjadi kunci keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan metode faktorial 2 x 2.Terdapat 2 variabel utama : (1) variable bebas yaitu gaya mengajar resiprokal, (2) variable terikat hasil pembelajaran senam lantai. Teknik analisis data digunakan teknik analisis varians (anava) α 0,05 dan uji tukey. Hasil penelitian (1) Terdapat perbedaan antara gaya mengajar resiprokal menggunakan video pemahaman dan menggunakan video umpan balik Fhitung = 24,621 > Ftabel = 3,21. (2) Terdapat perbedaan hasil pembelajaran senam lantai antara kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah Fhitung = 6,949 > Ftabel = 3,21 (3) Terdapat interaksi antara gaya mengajar resiprokal dengan motivasi berprestasi terhadap peningkatan hasil pembelajaran senam lantai F-hitung = 18,850 > Ftabel = 3,21. Kesimpulan secara keseluruhan hasil pembelajaran senam lantai antara siswa yang diajar dengan gaya mengajar resiprokal menggunakan video pemahaman lebih baik dari pada menggunakan video umpan balik. Secara keseluruhan hasil pembelajaran senam lantai siswa yang memiliki tingkat motivasi berprestasi tinggi lebih baik dibanding siswa yang memiliki tingkat motivasi berprestasi rendah. Terdapat interaksi antara gaya mengajar dan motivasi berprestasi terhadap hasil pembelajaran senam lantai.
MANAJEMEN KOMPETISI SEPAKBOLA SUMSEL SUPER LEAGUE (SSL) KOTA PALEMBANG
Journal of Physical Education and Sports Vol 5 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v5i1.13273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menganalisis dan mendeskripsikan sistem perencanaan dari kepengurusan, program kegiatan, pendanaan, sarana prasarana dalam kompetisi Sumsel Super League, 2) menganalisis dan mendeskripsikan sistem pengorganisasian dari kepengurusan, program kegiatan, pendanaaan, sarana prasarana dalam kompetisi Sumsel Super League, 3) menganalisis dan mendeskripsikan sistem pergerakan dari kepengurusan, program kegiatan, pendanaan, sarana prasarana dalam kompetisi Sumsel Super League, 4) menganalisis dan mendeskripsikan sistem pengawasan dari kepengurusan, program kegiatan, pendanaan, sarana prasarana dalam kompetisi Sumsel Super League, 5) menganalisis dan mendeskripsikan sistem evaluasi dalam kompetisi Sumsel Super League. Hasil penelitian : 1) sistem kepengurusan dikategorikan baik, 2) sistem program kegiatan dikategorikan baik. 3) sistem sarana prasarana dikategorikan baik, 4) sistem pendanaan dikategorikan sedang, dan 5) sistem evaluasi dikategorikan baik. Simpulan penelitian : sistem kepengurusan dikategorikan baik, sistem program kegiatan dikategorikan baik, sistem pendanaan dikategorikan sedang, sistem sarana prasarana dikategorikan baik, dan 5) sistem evaluasi dikategorikan baik.