cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Front Matter Vol. 18 No.2 (2023) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jejak karbon mahasiswa: perbandingan sebelum dan saat diberlakukan kebijakan belajar dari rumah Paramita Rahayu; Isti Andini; Hakimatul Mukaromah; Murtanti Jani Rahayu; Winny Astuti; Rufia Andisetyana Putri; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.56143

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola mobilitas masyarakat. Pembatasan pergerakan harian diperkirakan akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia, termasuk diantaranya persepsi pada interaksi dan aktivitas secara daring, penggunaan kendaraan umum, maupun pola konsumsi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa secara umum terjadi reduksi jejak karbon setelah pandemi Covid-19 menyerang. Penelitian ini fokus pada kelompok mahasiswa yang mengalami perubahan karakteristik aktivitas perkuliahan semenjak pandemi. Data tentang frekuensi pergerakan, penggunaan peralatan listrik, dan konsumsi makanan dikumpulkan dari populasi mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret sebagai dasar perhitungan perubahan jejak karbon mahasiswa sebelum dan saat implementasi kebijakan belajar dari rumah. Analisis dengan metode kuantitatif menunjukkan bahwa jejak karbon mahasiswa berkurang, baik pada aspek kegiatan harian, aktivitas akademik maupun transportasi. Persentase terbesar pada aspek akademik ditunjukkan dengan lebih dari 80% pengurangan penggunaan kertas. Perubahan lingkungan tinggal mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa yang kembali ke rumah mencatat penurunan jejak karbon yang lebih besar ketimbang mahasiswa yang masih bertahan untuk tinggal di kost di sekitar kampus UNS. Perubahan kebiasaan dalam aktivitas harian mahasiswa selama pandemi menunjukkan bahwa pandemi membawa efek positif dalam pengurangan jejak karbon. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi pembelajaran dalam jaringan dengan luar jaringan pada saat pandemi berakhir untuk mengurangi jejak karbon mahasiswa dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kajian daya dukung permukiman Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Ni Nyoman Samitri Putri; I Komang Ardhinata Wibawa
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.60552

Abstract

Kabupaten Buleleng yang merupakan kabupaten terluas di Provinsi Bali mengalami perkembangan perumahan yang cukup signifikan seiring waktu. Selain untuk memenuhi kebutuhan penduduknya, Kabupaten Buleleng juga mengakomodasi pengguna layanan pendidikan yang berasal dari luar kabupaten. Pengguna sarana pendidikan tersebut merupakan tambahan beban layanan pada kemampuan lingkungan untuk menampung kegiatan permukiman yang terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya dukung permukiman di Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan secara primer dan sekunder dan dianalisis dengan metode deskriptif-kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis proyeksi penduduk, overlay kesesuaian lahan permukiman dan daya dukung permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga 20 tahun ke depan, daya dukung permukiman Kabupaten Buleleng masih mampu menampung penduduk untuk kegiatan permukiman dengan nilai daya dukung terkecil berada di Kecamatan Busungbiu sebesar 3,55 dan terbesar di Kecamatan Gerokgak dengan nilai 18,65. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan Kabupaten Buleleng pada setiap kecamatan.
Analisis perubahan lahan gumuk pasir akibat perkembangan sarana dan prasarana budidaya udang (studi kasus Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen) Alif Riyanto; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Lintang Suminar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.56678

Abstract

Gumuk pasir di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari gumuk pasir tipe barchan yang hanya terdapat dua di dunia, yaitu Indonesia dan Meksiko. Keberadaan lahan gumuk pasir mulai terdampak adanya sarana dan prasarana budidaya udang pada tahun 2015 sehingga perlu upaya konservasi gumuk pasir. Perubahan lahan gumuk pasir ditinjau dari luas dan bentuknya serta perkembangan sarana prasarana budidaya udang ditinjau dari petak tambak, gudang, unit pengelolaan limbah dan jaringan jalan produksi. Data di identifikasi dengan data survei lapangan tahun 2021 dan data citra satelit google earth tahun 2015, 2017, 2019 dan 2021. Hasil identifikasi menunjukkan perubahan lahan gumuk pasir dari tahun 2015-2021 sebesar 43,81% dengan klasifikasi sedang. Sementara itu, perkembangan sarana dan prasarana budidaya udang mengalami peningkatan rata-rata 84,22% dengan klasifikasi tinggi. Perkembangan sarana dan prasarana budidaya udang secara langsung mempengaruhi luasan gumuk pasir serta keberadaan sarana dan prasarana budidaya udang pada zona depan gumuk pasir secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan gumuk pasir di Kecamatan Petanahan.
Back Matter Vol. 18 No.2 (2023) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh sistem zonasi sekolah terhadap pemanfaatan fasilitas pendukung di sekitar SMAN 1 dan SMAN 2 Surakarta Mega Eka Maharani Agustiana; Murtanti Jani Rahayu; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.53609

Abstract

Sistem zonasi sekolah memiliki tujuan antara lain menghapuskaneksklusivitas dan diskriminasi antar sekolah serta mengurangi pergerakan siswaseiring mengecilnya jarak sekolah dengan tempat tinggal. Perubahan sebaran tempattinggal siswa dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan fasilitas pendukungpendidikan yang berada di sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untukmengungkap apakah sistem zonasi sekolah berpengaruh terhadap pemanfaatanfasilitas pendukung pendidikan oleh siswa SMA Negeri 1 dan 2 Surakarta denganmenggunakan analisis non-parametrik Uji Kruskal Wallis. Pada sistem zonasi initerdapat variabel independen (X) yaitu jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah.Pemanfaatan fasilitas pendukung merupakan variabel dependen yang terdiri darifasilitas indekos (Y1), fasilitas transportasi umum (Y2), fasilitas ruang terbuka, taman,lapangan olahraga (Y3), serta fasilitas perdagangan dan jasa (Y4). Data pemanfaatanfasilitas pendukung di sekitar sekolah diperoleh dari kuesioner dengan 95 siswasebagai responden. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa sistem zonasisekolah yang memperhatikan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolahberpengaruh terhadap pemanfaatan fasilitas indekos (Y1) dan fasilitas perdagangandan jasa (Y4).
Peran sistem informasi geografis dalam pemetaan pandemi: studi kasus Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta Murtanti Jani Rahayu; Paramita Rahayu; Rufia Andisetyana Putri; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.55588

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan berat bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus terkomfirmasi positif yang sangat tinggi. Pulau Jawa merupakan episentrum pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemutakhiran data dan pemetaan data yang cepat sangat dibutuhkan untuk bisa memetakan kategorisasi zonasi Covid-19 pada skala administrasi yang paling kecil, yaitu kelurahan. Hal ini penting untuk memastikan strategi dan antisipasi yang tepat dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana sistem informasi geografis (SIG) dalam pemetaan data berperan dalam penanganan pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis regresi untuk mengkonfirmasi data-data yang penting untuk dipetakan secara spasial. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dalam suatu area permukiman, jumlah penduduk total, dan jumlah rumah tangga kurang mampu adalah variabel yang secara signifikan berpengaruh pada jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 pada empat belas kelurahan di Kecamatan Banjarsari. Dengan pemetaan variabel-variabel tersebut, dapat diidentifikasi kelurahan-kelurahan yang berisiko lebih tinggi dan memerlukan penanganan spesifik berdasarkan faktor kunci pada level kelurahan.
Evaluasi tingkat maturitas smart governance di Kota Surakarta tahun 2018 - 2020 Salsabila Imtiyas; Muhammad Sani Roychansyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.62946

Abstract

Smart city mengintegrasikan masyarakat, pemerintah dan teknologi untuk mengatasi permasalahan perkotaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang mengimplementasikan smart city, termasuk smart governance. Pada tahun 2017, tingkat maturitas smart city di Kota Surakarta berada pada tingkat scattering yang menunjukkan belum adanya integrasi dalam berbagai implementasi smart city. Identifikasi tingkat maturitas tiap dimensi smart city merupakan cerminan kualitas hidup, semakin matang implementasi tiap dimensi smart city maka semakin baik kualitas seluruh aspek kehidupan masyarakat di kota tersebut. Penelitian ini menjelaskan mengenai tingkat maturitas dimensi smart governance di Kota Surakarta dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat maturitas smart governance di Kota Surakarta. Sasaran penelitian pertama menggunakan data sekunder data instansi terkait dan studi literatur dengan teknik analisis data kualitatif pemaknaan data dan kuantitatif skoring. Sasaran penelitian kedua menggunakan data primer berupa penyebaran kuesioner kepada 17 instansi dengan teknik analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan tingkat maturitas dimensi smart governance di Kota Surakarta mengalami kenaikan tingkat maturitas scattered tahun 2018 menjadi integrated tahun 2019 hingga 2020. Faktor yang memiliki persentase pengaruh terbesar pada dimensi smart governance adalah faktor program-program yang berkelanjutan.
Perubahan karakteristik aktivitas perdagangan sebelum dan saat pandemi Covid-19 (studi kasus : kawasan perdagangan jasa Pasar Kliwon, Surakarta) Shinta Yus Ari; Rufia Andisetyana Putri; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.59577

Abstract

Kawasan Pasarkliwon merupakan salah satu pusat pelayanan kota di Surakarta dengan fokus kegiatan perdagangan seperti diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta tahun 2016-2021. Aneka ragam kegiatan perdagangan yang ada di kawasan Pasarkliwon, dari toko kelontong, swalayan, dealer, toko khusus, dan lainnya. Pada bulan Maret 2021, Indonesia dilanda wabah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap seluruh aktivitas manusia, termasuk aktivitas perdagangan. Sebelum pandemi Covid-19, terdapat 63% penduduk menjadi pedagang dan saat pandemi meningkat menjadi 65%. Secara spasial, perubahan terjadi mulai dari ragam sarana perdagangan, jangkauan, luas lantai, jumlah pelaku, cara belanja, dan cara pembayaran. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh karakteristik perdagangan kawasan Pasarkliwon mengalami perubahan karena harus beradaptasi dengan kebijakan pemerintah. Regulasi yang berdampak terhadap aktivitas perdagangan adalah pembatasan kegiatan masyarakat. Kebijakan  lain yang berdampak terhadap jangkauan konsumen yang semakin meluas adalah adanya regulasi untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring saat pandemi Covid-19. Selain itu, pedagang juga memfasilitasi konsumen untuk dapat melakukan belanja secara daring, termasuk cara pembayaran yang beraneka ragam untuk memudahkan transaksi pembayaran. Perubahan tersebut merupakan adaptasi pedagang dalam menghadapi pandemi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masyarakat luas.
Fenomena eksklave dan implikasinya terhadap pelayanan kesehatan di Kecamatan Colomadu, Karanganyar Granaya Talitha Nindya Zaski; Rizon Pamardhi-Utomo; Chrisna Trie Hadi Permana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.53976

Abstract

Pola pembangunan dan faktor sejarah telah menyebabkan sebagian daerah terpisah dari wilayah induk administrasinya. Istilah ekslave muncul untuk menjelaskan fenomena di mana suatu wilayah terpisah dari daerah induk administrasinya, terhalang atau dikelilingi oleh wilayah administratif lainnya. Keadaan ini menyebabkan keterbatasan bagi penduduk daerah eksklave dalam mengakses pelayanan publik di daerah wilayah induk. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji implikasi eksklave dalam konteks pelayanan publik khususnya pelayanan kesehatan. Analisis terhadap implikasi eksklave dalam kerangka aksesibilitas dilihat dari tiga hal yakni lokasi dan radius pelayanan kesehatan, keterjangkauan transportasi, dan tingkat pelayanan kesehatan dengan kasus Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data yang diperoleh dari observasi lapangan, kuesioner terhadap 100 responden, serta tinjauan dokumen terkait dengan teknik analisis spasial dan deskriptif. Temuan memperlihatkan bahwa fenomena eksklave berimplikasi pada kecenderungan penyediaan pelayanan publik untuk penduduk daerah eksklave oleh daerah sekitar.