cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Faktor prioritas kesiapan penanganan kawasan permukiman kumuh (studi kasus: bantaran Sungai Kali Anyar, Kota Surakarta) Parithustha Mahayati; Winny Astuti; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.64560

Abstract

Permukiman kumuh kawasan bantaran Kali Anyar merupakan kawasan permukiman kumuh terbesar kedua di Kota Surakarta yang ditetapkan dalam SK Walikota Tahun 2016. Pendirian bangunan ilegal, kurang memadainya infrastruktur pendukung permukiman, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang rendah adalah sejumlah permasalahan yang ditemui di kawasan tersebut. Langkah penanganan seperti pemugaran hingga relokasi telah diambil oleh pemerintah Kota Surakarta, namun kawasan kumuh tetap belum dapat tertangani. Terhambatnya penanganan mengisyaratkan bahwa terdapat beberapa faktor belum diprioritaskan dalam penanganan kumuh sehingga penanganan kumuh tidak merata. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui faktor prioritas kesiapan kawasan untuk memulai penanganan permukiman kumuh di Kawasan Bantaran Kali Anyar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis AHP (Analytic Hierarchy Process) yang dilengkapi analisis deskriptif pada masing-masing faktor kesiapan. Temuan menunjukkan tujuh faktor prioritas yaitu: (1) alokasi anggaran pemerintah, (2) bentuk koordinasi antar institusi, (3) keterlibatan masyarakat dalam penanganan, (4) ketersediaan dokumen perencanaan penanganan, (5) peraturan pemerintah daerah, (6) bantuan dana swasta, dan (7) struktur kelembagaan yang berperan. Walaupun regulasi secara jelas mengatur prioritas penanganan permukiman kumuh bantaran Kali Anyar, fakta di lapangan menunjukkan beberapa faktor kesiapan penanganan kumuh masih terhambat. Hal ini menyebabkan ketidakpastian penentuan upaya penanganan kumuh bantaran Kali Anyar. Oleh karena itu, diperlukan adanya inisiasi serius pemerintah dalam merencanakan upaya pelaksanaan penanganan kumuh di bantaran Kali Anyar secara komprehensif dan terintegasi.
Analisis tingkat risiko bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur Kevie Desderius; Muhammad Said Badizzaman Arrinjani; Zahra Fadhilatus Sa’adia; Farhan Riandhana Lie
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.58889

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan bencana apabila dilihat dari aspek geografis, klimatologis, maupun demografisnya. Letak geografis Indonesia yang berada di antara 2 benua dan 2 samudera menyebabkan potensi bencana meningkat terutama secara geologis. Letak Indonesia pada 3 lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik berkontribusi pada kerawanan bencana tersebut. Kabupaten Blitar dengan proporsi wilayah dataran tinggi yang besar membuat wilayah tersebut menjadi rawan terhadap potensi bencana longsor. Penelitian ini akan membahas mengenai kajian tingkat risiko bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Blitar melalui analisis kerentanan bencana, kapasitas bencana, dan bahaya yang dipadukan melalui teknik overlay menjadi tingkat risiko bencana tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar didominasi oleh area dengan tingkat kerawanan bencana tinggi hingga sangat tinggi. Penelitian ini diharapkan membantu upaya mitigasi pengurangan dampak bencana tanah longsor di Kabupaten Blitar.
Sanitation access in the developing country: The impact of human development, income inequality, and economic growth Sapta Suhardono; Iva Yenis Septiariva; Wisnu Prayogo; I Wayan Koko Suryawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.83327

Abstract

This study aimed to analyze the correlation between human development, income inequality, economic growth, and access to sanitation in Bali, Indonesia. The research used secondary data from the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS) on sanitation access, the Human Development Index (HDI), the Gini Ratio, and Gross Domestic Product (GDP) in Bali Province from 2017 to 2021. Multiple linear regression analysis was conducted to examine the relationship between these variables. The findings of the study showed that HDI has a significant positive correlation with access to sanitation in Bali, while GDP and Gini Ratio have no significant correlations. The results suggested that investing in human development is crucial for improving access to sanitation. Additionally, the study highlighted the importance of addressing income inequality and promoting sustainable economic growth in order to improve sanitation access. These findings will be important input to policy development for improving sanitation access in Bali Province and other developing regions.
Pemodelan spasial inundasi daerah rawan bencana tsunami pada kawasan terbangun pesisir Kota Manado Muhammad Ziqri Hardila; Dwight Mooddy Rondonuwu; Ingerid Lidia Moniaga
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76581

Abstract

Kota Manado merupakan pusat perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara yang terletak pada wilayah pesisir. Namun, dengan letak geografis tersebut, Kota Manado tidak lepas dari ancaman bencana tsunami. Maka dari itu, diperlukan penataan ruang dengan pendekatan mitigasi bencana sesuai dengan UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang dan UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dari ancaman bencana tsunami di Kota Manado melalui pendekatan matematis. Dengan metode spasial model inundasi tsunami Berryman, intepretasi citra resolusi sangat tinggi dianalisis dan menunjukkan luasan dan jarak inundasi. Untuk inundasi 10 m, jarak inundasi terjauh adalah 1.078 m, sementara untuk inundasi 18 m jarak terjauh adalah 1.200 m. Area paling terdampak umumnya berada di daerah aliran sungai dan area reklamasi. Melalui analisis indeks bahaya, area dengan bahaya tinggi mendominasi sebesar 175.81 ha (47%), bahaya sedang sebesar 65.43 ha (18%), dan bahaya rendah dengan luas 131.35 ha (35%). Penggunaan lahan yang paling terdampak adalah Permukiman dengan luas 156.26 ha. Temuan penelitian ini dapat menjadi basis data untuk perencanaan mitigasi bencana tsunami di Kota Manado.
Faktor yang mempengaruhi preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terhadap Rusunawa Gulon, Magelang Siska Arini; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.83636

Abstract

Rusunawa Gulon merupakan salah satu rusunawa di Kabupaten Magelang yang ditujukan untuk memberikan akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga tahun 2019, pemanfaatan rusunawa tidak berjalan secara optimal dilihat dari kondisi sebagian unit yang kosong. Permasalahan tersebut kemudian mendasari untuk dilakukannya penelitian dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terhadap Rusunawa Gulon. Dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa skoring dengan data dari kuesioner yang dikumpulkan dari 30 kepala keluarga Masyarakat MBR. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kedekatan lokasi dengan tempat kerja dan fasilitas sosial, kemudahan aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, serta keterjangkauan harga bukan merupakan faktor yang mempengaruhi rendahnya preferensi masyarakat berpenghasilan rendah terhadap Rusunawa Gulon. Namun, diperoleh faktor lain yang kemungkinan dapat mempengaruhi rendahnya preferensi masyarakat tersebut meliputi faktor kurangnya pemahaman masyarakat terhadap rusunawa, kondisi sosial budaya masyarakat, serta sistem sewa rusunawa.
Analisis perbandingan perubahan tutupan lahan menggunakan Citra Satelit Landsat 8 di Kecamatan Tawangmangu Almadea Cherish Anissa; Erma Fitria Rini; Soedwiwahjono Soedwiwahjono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66929

Abstract

Kecamatan Tawangmangu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar di dataran tinggi yang menjadi daya tarik wisata. Banyaknya peluang pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata membuat wilayah tersebut banyak mengalami perubahan lahan yang signifikan. Informasi mengenai perubahan lahan di Kecamatan Tawangmangu dapat diamati dengan teknologi penginderaan jauh secara time series menggunakan citra satelit. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat 8 tahun 2013, 2017, dan 2021 untuk diklasifikasikan menjadi data tutupan lahan dengan metode klasifikasi terbimbing. Untuk memperoleh peta tutupan lahan yang akurat maka dilakukan pengolahan dengan tahapan koreksi radiometrik, penajaman citra, klasifikasi terbimbing, dan uji akurasi. Pada metode klasifikasi terbimbing dilakukan pengambilan training area pada lokasi yang mewakili setiap jenis lahan dan dipastikan pada kondisi di lapangan. Hasil dari interpretasi citra berupa peta tutupan lahan Kecamatan Tawangmangu yang kemudian dianalisis dengan metode intersect untuk melihat perubahan tutupan lahan yang terjadi pada periode 2013-2017 dan periode 2017-2021. Penelitian in membandingkan perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kecamatan Tawangmangu pada periode 2013-2017 dan periode 2017-2021. Temuan menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan lebih besar terjadi pada periode 2013-2017 seluas 1135,34 ha atau 18,5% dengan luas perubahan setiap jenis tutupan lahan, meliputi area terbangun (200,4 ha), hutan (299,16 ha), lahan pertanian (191,7 ha), kebun (314,48 ha), semak belukar (126,61 ha), dan lahan kosong (2,99 ha).
Berbagi pakai data spasial pertanahan pada penyusunan rencana detail tata ruang Susilo Widiyantoro; Trisnanti Widi Rineksi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.69856

Abstract

Jumlah Rencana Detail Tata Ruang hingga saat ini masih dikategorikan minim, yaitu sebanyak 260 produk per Januari 2023 dari target sebanyak 2.000 produk pada tahun 2024. Hal ini ditengarai oleh belum teraksesnya data spasial pertanahan tersebut oleh para penyusun dokumen RDTR di daerah. Keterbatasan aksesibilitas data di Indonesia tersebut tidak terjadi di Belanda, yang notabene telah memanfaatkan data spasial pertanahan untuk berbagai hal termasuk untuk penyusunan rencana tata ruang. Berdasarkan kedua hal tersebut, peneliti ingin mengetahui kondisi berbagi pakai data spasial pertanahan di Belanda dan di Indonesia. Metode kajian yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan pada studi literatur, yang berfokus pada lima variabel penyusun Infrastruktur Data Spasial (IDS) yaitu teknologi, sumber daya manusia, baku standar data, kebijakan/peraturan, dan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagi pakai data pertanahan untuk berbagai kepentingan, terutama untuk penyusunan rencana tata ruang, telah terwujud di Belanda karena kelima variabel penyusun IDS telah mendukung terwujudnya berbagi pakai data pertanahan. Kondisi demikian belum mampu diwujudkan di Indonesia karena masih ada beberapa kendala dalam hal teknologi, sumber daya manusia, implementasi kebijakan, dan kualitas data.
Kesesuaian daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem penyedia pangan dan air terhadap rencana pola ruang Kabupaten Karanganyar Naufal Ramaghani; Kusumastuti Kusumastuti; Chrisna Trie Hadi Permana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.78048

Abstract

Perubahan guna lahan akibat pertumbuhan penduduk berdampak pada penurunan kualitas serta kuantitas sumber daya alam, terutama ketersediaan pangan dan air. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat terlihat dari rencana tata ruang yang memperhatikan daya dukung lingkungan. Namun, RTRW Kabupaten Karanganyar belum memiliki dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Oleh karena itu, diperlukan kajian terkait daya dukung lingkungan yang berbasis pada potensi jasa ekosistem khususnya pangan dan air. Kajian daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem meliputi pemetaan jasa ekosistem berdasarkan penggunaan lahan dan ekoregion, perhitungan dan pendistribusian ketersediaan dan kebutuhan, penentuan status daya dukung lingkungan, serta kesesuaiannya dengan rencana pola ruang. Penelitian ini menggunakan data utama dari studi dokumen dan didukung dengan observasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan spasial menggunakan teknik overlay dan pendistribusian menggunakan sistem grid 150×150 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun secara keseluruhan status daya dukung pangan dan air belum terlampaui hingga 2032, namun ditemukan beberapa grid area yang telah terlampaui. Selain itu, terdapat 15,6% area pada pola ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung penyedia pangan, dan 11,5% area tidak sesuai dengan daya dukung penyedia air yang tentunya berdampak pada ketersediaan dan produktivitas sumber daya di masa mendatang.
Strategi pembangunan kawasan Perdesaan Margomarem, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo Dyah Meutia Nastiti; Zam Zam Masrurun
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.63482

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan merupakan pembangunan integratif antar desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan pembangunan yang partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kawasan Perdesaan Margomarem yang terdiri dari Desa Maron, Desa Tlogo, Desa Menjer, Desa Larangan Lor dan Desa Mlandi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, pengumpulan data sekunder, diskusi kelompok terbatas, dan wawancara mendalam. Metode analisis data menggunakan analisis menghasilkan empat belas strategi berdasarkan empat pendekatan strategi pengembangan. Saran yang diusulkan berupa inisiatif kegiatan (quick win) sebagai penentu prioritas dari banyaknya strategi pengembangan yang dihasilkan, yakni a) Penetapan kawasan perdesaan Margomarem, b) Penyusunan rencana pembangunan kawasan perdesaan Margomarem c) Pembentukan dan pelaksanaan kerja sama antar desa, d) Pelatihan dan pengembangan kapasitas kelembagaan serta studi banding, e) Penyelesaian, penanganan dan penanggulangan permasalahan perdesaan.
Analisis perubahan kinerja lalu lintas pengangkutan sampah di masa new normal pasca Covid-19 (studi kasus PLTSa Putri Cempo, Surakarta) Willy Anastasya Ilonka; Sodikin Sodikin; Dewi Handayani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.67993

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada segala aspek, salah satunya terhadap penurunan aktivitas pergerakan transportasi. Pada awal tahun 2022, Indonesia telah memasuki era new normal pasca Covid-19. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada peningkatan jumlah sampah seiring peningkatan aktivitas masyarakat ke arah kembali normal. Kenaikan jumlah sampah akan mempengaruhi pergerakan transportasi pengangkutan sampah dan berdampak pada kinerja jalan dan simpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan kinerja jalan dan simpang yang menjadi rute utama pengangkutan sampah sebagai dampak peningkatan pergerakan angkutan sampah. Perhitungan kinerja simpang dan jalan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengumpulan data primer berupa arus lalu lintas kendaraan dan data geometri jalan diambil pada saat November 2021 (masa pandemi) dan Mei 2022 (masa new normal pasca pandemi) pada dua ruas jalan bersimpangan di dekat TPA Putri Cempo, Surakarta. Hasil penelitian dihasilkan peningkatan derajat kejenuhan sebesar 0,03% yang memperlihatkan bahwa produktivitas sampah tidak banyak berubah. Namun, derajat kejenuhan yang mencapai 0,86 menunjukkan kebutuhan mitigasi pengelolaan pengangkutan sampah yang reguler dan masif.