cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Back Matter Vol. 19 No.1 (2024) Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.83855

Abstract

Kesesuaian rencana pola ruang terhadap risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Boyolali Abyan Bayu Aji; Nur Miladan; Bambang S Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66891

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang memiliki dataran rendah, perbukitan dan pegunungan yang dekat dengan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Hal ini menjadikan Kabupaten Boyolali memiliki potensi risiko rawan bencana khususnya bencana tanah longsor. Fakta menunjukkan tidak adanya integrasi dalam perencanaan wilayah di Kabupaten Boyolali dengan kajian risiko bencana khususnya tanah longsor. Dengan adanya kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji risiko bencana tanah longsor dan melihat kesesuaian antara kajian risiko bencana tanah longsor tersebut terhadap rencana pola ruang di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif yang didukung analisis skoring pembobotan serta spatial overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Boyolali memiliki tiga tingkatan risiko bencana. Risiko bencana tanah longsor didominasi risiko rendah dan risiko tinggi berada pada bagian barat Kabupaten Boyolali dengan pola semakin dekat dengan Gunung Merapi dan Merbabu, semakin tinggi juga risiko bencana tanah longsor. Kesesuaian rencana pola ruang terhadap risiko bencana tanah longsor memiliki persentase dominan sesuai pada kawasan risiko bencana rendah dan sesuai bersyarat pada kawasan budidaya berupa lahan terbangun, pertanian dan perkebunan. Sementara, ketidaksesuaian terdapat pada wilayah dengan risiko bencana tinggi dengan rencana pola ruang berupa kawasan permukiman dan pertanian. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pembangunan pada rencana tata ruang menunjukkan ada kecenderungan pada kawasan risiko tinggi tanah longsor.
Tantangan pengelolaan cagar budaya pasca Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Muhammad Fadil Ramadhan; Adi Prasetijo; Halimy Fathan; Deny Setya Afriyanto; Jalu Lintang Yogiswara Anuraga
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.68570

Abstract

Penerbitan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 yang teIah diubah menjadi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menandakan masuknya babak baru investasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Penerbitan aturan ini merupakan runtutan dari upaya pemerintah daIam mempercepat dan memperIuas pembangunan ekonomi Indonesia. Adanya babak baru tersebut menjadi permasaIahan bagi nasib peIestarian Cagar Budaya di Indonesia ke depan, waIaupun daIam haI ini pemerintah baru saja menerbitkan aturan terbaru tentang peIestarian Cagar Budaya, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register NasionaI dan PeIestarian Cagar Budaya. Berdasarkan haI tersebut maka pada kajian ini akan diungkap fenomena yang menunjukkan adanya tantangan pengeIoIaan dan perIindungan cagar budaya daIam menghadapi era baru. Pengungkapan fenomena tersebut diIakukan meIaIui pendekatan yuridis normatif menggunakan data sekunder berupa studi Iiteratur. AnaIisa diIakukan dengan metode anaIisis kesenjangan untuk mengukur tingkat kerawanan cagar budaya. HasiI pada kajian ini menunjukkan bahwa tingkat kerawanan cagar budaya menurut kIasifikasi jenis cagar budayanya adaIah (1) Situs Cagar Budaya dan Struktur Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan tinggi, (2) Bangunan Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan menengah, dan (3) Kawasan Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan rendah. Berdasarkan teIaah tersebut maka perIu diIakukan percepatan penetapan objek dugaan cagar budaya (ODCB) sebagai cagar budaya sebagai Iangkah awaI perIindungan serta mendorong Iahirnya peraturan teknis yang mengatur kajian dampak terhadap warisan budaya sebagai saIah satu prasyarat perizinan berusaha.
Transportation Demand Omotenashi at Ijen Corridor: The problems and development strategies Imma Widyawati Agustin; Septiana Hariyani; Ditha Nurrizkyta
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.80223

Abstract

Ijen was one of the roads in Malang City with land use intensity dominated by education and trade and services, generating land use caused a large movement. The main purpose of the study was to identify some problems and propose solutions to improve the performance of Ijen corridor. The meaning of “Omotenashi” is  Japanese-style excellent service mindset consisting of hospitality aspect, familiarity and warmth aspects. The study employed Customer Satisfaction Index (CSI) and Analytical Hierarchy Process (AHP). Analysis of the familiarity aspect was descriptive evaluative interaction of public transport passengers. The analysis of the warmth aspect was descriptive evaluative in physical, social and historical attractiveness. The results showed that hospitality level at Ijen Corridor was 2.038 (hospitable), the familiarity aspect was 61 out of 100 people have interacted on the public transport, while the warmth aspect showed that many buildings are physical attractions and historical areas. The Ijen Corridor's alternative development strategies include raising public awareness of the use of public transportation, restricting access to motorized vehicles, law enforcement, and improving bicycle infrastructure, as well as enhancing the quality of public transportation services, pedestrian facilities, parking management, and carpooling/sharing.
Kesesuaian Taman Stadion Joyo Kusumo terhadap konsep taman kota ramah anak pada elemen fisik Apin Fitri Amalina; Rufia Andisetyana Putri; Tendra Istanabi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.63646

Abstract

Elemen fisik taman kota berpengaruh pada kualitas taman kota yang menunjang aktivitas bermain anak dalam mewujudkan taman kota ramah anak. Taman Stadion Joyo Kusumo merupakan taman kota di Kabupaten Pati yang paling berpotensi sebagai taman kota ramah anak karena ketersediaan fasilitas bermain dan fasilitas olahraga yang lebih lengkap dibandingkan taman kota lainnya. Akan tetapi, beberapa fakta menunjukkan kondisi fisik yang belum sesuai untuk pengembangan taman kota ramah anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian Taman Stadion Joyo Kusumo ditinjau dari elemen fisik pada konsep taman kota ramah anak. Variabel penelitian yang digunakan adalah aksesibilitas taman, ketersediaan fasilitas, keamanan dan kenyamanan, serta vegetasi dengan indikator penelitian diperoleh dari literatur dan preliminary survey persepsi anak untuk mengetahui kebutuhan elemen fisik taman dalam memenuhi kebutuhan bermain anak. Penelitian dilakukan secara deduktif dengan tiga teknik analisis yaitu skoring komponen elemen fisik, pembobotan variabel dengan teknik weighted product, dan analisis kesesuaian elemen fisik pada studi kasus Taman Stadion Joyo Kusumo secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian elemen fisik Taman Stadion Joyo Kusumo sebesar 50,05% yang artinya elemen fisik Taman Stadion Joyo Kusumo lebih banyak yang sesuai dengan konsep Taman Kota Ramah Anak sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pemetaan daerah rawan banjir berbasis SIG dan AHP di Perkotaan Singaraja, Bali Putu Edi Yastika; I GD Yudha Partama; Komang Agus Aprianto; Anak Agung Mas Untari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.85325

Abstract

Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki kondisi geografis dataran rendah sempit dan berbukit yang berpotensi mengakibatkan bencana seperti banjir/banjir bandang dan tanah longsor. Sebagai upaya mitigasi dan pengendalian banjir diperlukan pemetaan potensi rawan bencana untuk menjadi dasar penentuan arah kebijakan dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan tiga pembeda yaitu (1) penggunaan lahan, (2) kelerengan, dan (3) curah hujan. Data curah hujan dari periode 2018-2022 dikumpulkan dari 5 stasiun/pos pantau milik BMKG. Dari Analytic Hierarchy Process (AHP) diperoleh bobot untuk penggunaan lahan adalah  0,2358, bobot kelerangan sebesar 0,4928, dan bobot pada curah hujan 0,2713. Analisis dengan metode Overlay Intersection pada ArcGIS 10.8 menunjukkan 5,3 km2 (11,9 % wilayah) merupakan area paling rawan banjir, sementara area paling aman seluas 4,06 km2. Hasil pemetaan ini sesuai dengan laporan kejadian banjir ekstrem yang pernah terjadi pada tahun 2018 dan 2021 di daerah-daerah tersebut.
Komparasi sentralitas pusat kegiatan pada kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat Syaiful Muazir; Lestari Lestari; Muhammad Nurhamsyah; Muhammad Ridha Alhamdani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.61885

Abstract

Wilayah merupakan jaringan perkotaan dan setiap kota dalam wilayah saling berhubungan. Struktur keruangan wilayah dibentuk oleh jaringan yang menghubungkan titik pusat aktivitas dengan saluran penghubung berupa garis infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sentralitas pusat kegiatan pada kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Perbandingan kemudian dilakukan untuk mengupas hubungan antara pusat-pusat kegiatan dengan pusat kegiatan hirarki tertinggi pada kota dan kabupaten. Analisis jaringan digunakan untuk mengidentifikasi sentralitas dengan menghitung derajat, kedekatan, keantaraan, dan vektor eigen. Temuan penelitian menunjukkan lima jenis kecenderungan, yaitu: (1) cenderung berada di tengah, (2) cenderung berada di perbatasan, (3) tersebar, (4) cenderung dekat (melekat) dengan ibu kota/kabupaten, dan (5) cenderung meluas. Jenis paling banyak di Provinsi Kalimantan Barat adalah pada tipologi perbatasan. Sementara itu, tidak ditemukan tipologi sentralitas pusat kegiatan yang cenderung melekat dengan pusat kegiatan utama pada kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.
Praktik baik penanganan permukiman kumuh: Partisipasi masyarakat pada program KOTAKU di Kelurahan Tamansari, Bandung Sonia Dwi Katresna; Nabilla Dina Adharina
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76717

Abstract

Perkembangan Kota Bandung tidak luput dari permukiman kumuh sebagai dampak negatif urbanisasi yang terjadi. Kelurahan Tamansari merupakan salah satu kelurahan dengan kawasan kumuh yang mampu mewujudkan praktik baik dalam implementasi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan praktik baik pada Program KOTAKU di Kelurahan Tamansari. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan memakai desain penelitian exploratory sequential yang diawali dengan analisis kualitatif dengan coding dan dilanjutkan dengan analisis kuantitatif dengan skoring. Analisis terhadap data yang diambil dengan wawancara dan kuesioner menunjukkan  bahwa praktik baik Program Kotaku di Kelurahan Tamansari dapat terwujud akibat partisipasi masyarakat yang tinggi terutama pada tahap pemeliharaan. Meskipun begitu, dominasi peran pemerintah masih terlihat pada tahap perencanaan terutama yang berkaitan dengan inovasi atau terobosan.
Identifikasi keberjalanan Bank Sampah Induk Kota Cimahi (Samici) berdasarkan faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk Andhika Dwipayana; Teti Armiati Argo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.79501

Abstract

Bank Sampah Induk Kota Cimahi (Samici) seharusnya menjadi pilar dalam pengelolaan sampah anorganik di Kota Cimahi. Namun, timbulan sampah plastik di Kota Cimahi masih menjadi salah satu kontributor tumpukan sampah di TPA Sarimukti yang sudah kelebihan kapasitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberjalanan Bank Sampah Induk Samici berdasarkan faktor-faktor keberlanjutan tambank sampah induk dengan sasaran mengidentifikasi kondisi dan/atau keberjalanan Bank Sampah Induk Samici dan mengidentifikasi ketercapaian faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk pada kondisi dan/atau keberjalanan Bank Sampah Induk Samici. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan dari data sekunder dan data primer melalui wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan ketercapaian faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk pada kondisi/keberjalanan Bank Sampah Induk Samici. Keberjalanan Bank Sampah Induk Samici masih belum sepenuhnya baik dalam beberapa hal. Kegiatan pengelolaan sampah yang belum efektif dan gap yang cukup besar di dalam kondisi finansial menjadi masalah yang cukup krusial yang harus ditinjau kembali agar Bank Sampah Induk Samici dapat menunjang pengelolaan sampah anorganik di Kota Cimahi.
Kesesuaian koridor sumbu filosofis Kota Yogyakarta bagian utara terhadap komponen fisik urban tourism Farhan Rizki; Rizon Pamardhi-Utomo; Murtanti Jani Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66805

Abstract

Kota Yogyakarta termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional menjadikannya salah satu destinasi utama di Indonesia dengan beragam produk wisata salah satunya adanya aktivitas urban tourism pada ruang perkotaan. Fenomena urban tourism terlihat di koridor Jalan Margoutomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margomulyo yang keberadaannya yang memiliki karakter kuat sebagai koridor wisata serta sumbu filosofis bagian utara Kota Yogyakarta. Koridor ini memiliki perbedaan pada aktivitas pariwisatanya yang cenderung pasif pada Jalan Margoutomo apabila disandingkan dengan koridor Jalan Malioboro dan Jalan Margamulyo yang terlihat ramai oleh wisatawan. Signifikansi perkembangan urban tourism di Kota Yogyakarta berimplikasi pada urgensi pemenuhan komponen fisik wisata yang adaptif di lingkungan perkotaan. Artikel ini berusaha mengetahui kesesuaian koridor perkotaan Kota Yogyakarta bagian utara terhadap komponen fisik urban tourism. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang diaplikasikan pada tiga variabel, yaitu keberadaan daya tarik urban tourism, keterjangkauan fasilitas pendukung, dan ketersediaan aksesibilitas penunjang urban tourism. Berdasarkan hasil skoring kesesuaian menggunakan metode pembobotan variabel weighted product menunjukan bahwa koridor perkotaan Kota Yogyakarta bagian utara menghasilkan presentase 89, 33% pada Jalan Margoutomo, 100 % pada Jalan Malioboro, dan 86 % pada Jalan Margomulyo. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukan bahwa ketiga koridor mempunyai kesesuaian yang sangat tinggi dalam perannya sebagai destinasi urban tourism.