cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
bhaktipersada@pnb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 24774022     EISSN : 25805606     DOI : http://dx.doi.org/10.31940/bp
Core Subject : Education,
Focus and Scope: - The result of applied research of sciences, technology, and arts - The result of social services to the society
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016" : 9 Documents clear
PENGEMBANGAN WISATA TREKKING GUNUNG AGUNG DI DESA SELAT KARANGASEM I Putu Budiarta; I Wayan Jendra; I G P Fajar Pranadi
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.888 KB)

Abstract

Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam pengelolaan trekking Gunung Agung. Program ini dilakukan melalui: pelatihan manajemen usaha, pembuatan standard operational prosedure (SOP) perizinan mendaki, dan SOP pendakian Gunung Agung; pelatihan produk tambahan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) setempat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat; serta pelatihan pemasaran secara online melalui website “balimountagung.com”. Kabupaten Karangasem terletak di ujung timur Pulau Bali. Wilayahnya sebagian besar kering dan termasuk kabupaten termiskin di Bali. Wilayah kering tersebut sebagian besar berada di daerah Gunung Agung. Akan tetapi, wilayah sekitar Gunung Agung memiliki pesona yang luar biasa. Di samping sebagai kiblat spiritualitas umat Hindu, juga sebagai objek wisata. Kepopuleran Gunung Agung sebagai objek wisata trekking sudah terkenal sejak dahulu. Hal ini disebabkan karena Gunung Agung adalah gunung yang tertinggi di Bali dan tergolong masih aktif. Namun, sayang sekali tidak bisa ditemukan data yang akurat tentang jumlah pendakian sampai saat ini yang dilakukan wisatawan petualang pada kelompok usaha wisata trekking di Desa Selat, termasuk juga pada aparat pemerintahan tingkat desa dan kecamatan. Hal tersebut menjadi alasan utama program pengabdian ini. Desa Selat termasuk wilayah Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Dari hasil wawancara dengan pelaku usaha wisata di desa tersebut tanggal 20 April 2013 dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya objek wisata Gunung Agung memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan petualang. Pangsa pasar wisata trekking Gunung Agung yang tercatat sampai saat ini adalah Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Tantangan dan keindahan jalur trekking Gunung Agung sudah dikenal di kalangan wisatawan petualang mancanegara. Pengelolaan usaha trekking ini masih lemah dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa tersebut. Hal ini terjadi karena masyarakat kurang mampu menangkap peluang yang ada.
KERAJINAN LIMBAH DRUM BEKAS DAN PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS PRODUKSI I Made Rajendra; I Ketut Suherman; Ni Kadek Dessy Hariyanti
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.342 KB)

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) ”Mira Ferro Perkasa” yang beralamat di Banjar Penusuan, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali dan ”Budiana Art” yang beralamat di Banjar Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Kedua UKM ini bergerak dalam usaha kerajinan berbahan limbah drum bekas penampung pelumas dan suku cadang kendaraan yang rusak. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa model berbagai jenis satwa, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu, dan barang seni lainnya. Adapun hasil luaran kegiatan adalah penataan layout bengkel kerja dengan aliran proses produksi yang efisien, penataan stasiun kerja yang ergonomis dan nyaman, penyediaan perkakas atau alat kerja yang lebih modern, sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja. Contohnya adalah proses pemotongan pelat untuk model bulu landak yang sebelumnya butuh waktu 5 menit namun sekarang bisa dilakukan dalam 1 menit. Tataletak fasilitas memiliki total jarak perpindahan material yang lebih dekat dibandingkan tata letak faslitas sebelumnya, urutan mesin dan peralatan pada tata letak fasilitas yang baru memiliki tipe aliran zig-zag. Pola aliran zig-zag dapat mengatasi keterbatasan luas area serta bentuk dan ukuran bangunan UKM yang ada. Perbaikan tataletak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
KERAJINAN BERBAHAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD) DAN EVALUASI TATA LETAK FASILITAS KERJA I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.793 KB)

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) di Ari Deco” yang beralamat di Kecamatan Abian Semal dan ”Kubu Shop” yang beralamat di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Produk kerajinan (Driftwood) yang menghasilkan produk berupa patung binatang, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu, dan barang seni. Adapun hasil luaran kegiatan adalah perencanaan tata letak fasilitas kerja sangat penting karena peletakan fasilitas seperti mesin-mesin dan peralatan kerja serta stasiun kerja bersifat permanen. Tata letak yang baik akan memberikan luaran yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan atau mengurangi jam kerja mesin. Stasiun kerja yang tertata dan peningkatan sarana dan fasilitas produksi berupa perkakas kerja yang dibutuhkan dalam menproduksi kerajinan. Stasiun kerja yang tertata dengan peningkatan jumlah fasilitas produksi mampu meningkatkan produkstivitas mitra. Proses pemotongan dan pembentukan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sebelumnya menggunakan 2 unit nails gun dengan 4 unit produk per hari, dan saat ini sudah mampu menggunakan 4 unit nail guns secara bersamaan, sehingga proses perakitan dapat mengerjakan 6-8 unit produk per hari. Jumlah order produk di tahun ke-1 per September 2016 adalah 388 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 168.304.000,00. Berdasarkan data penjualan tahun 2015 sebesar 203 unit maka telah terjadi peningkatan pesanan produk sebesar 52%, dengan peningkatan omzet sebesar 59%. Perbaikan tata letak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
PEMBERDAYAAN DESA WISATA PINGE MELALUI PRODUK UNGGULAN PARIWISATA POLITEKNIK NEGERI BALI I Putu Astawa
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.454 KB)

Abstract

Kegiatan IbM di Desa Wisata Pinge bertujuan untuk meningkatkan eksistensi potensi objek wista melalui sinergi Desa Adat Pinge, Pengelola Wisata Asri Pinge, dan Pusat Unggulan Teknologi Politeknik Negeri Bali (PUT PNB) di bidang pariwisata . Kegiatan ini mengedepankan simbiose mutualisme yang berakhir pada peningkatan ekonomi desa dan kemampuan akademik bagi anak didik yang menjalankan praktik langsung di Desa Pinge. Terdapat 16 rumah tempat tinggal penduduk yang dapat dimanfaatkan untuk menginap bagi para wisatawan yang berkeinginan mempelajari budaya, seni, dan alam secara langsung berinterakasi dengan masyarakat. Di desa Pinge telah terbentuk kelompok sadar wisata yang berperan dalam mempromosikan potensi wisata desa. Di samping itu, juga terdapat Bendesa Adat selaku pemimpin desa adat yang memiliki peranan dalam mengajegkan budaya dan adat melalui konsep Tri Hita Karana. Kedua kelompok ini belum berjalan secara optimal dalam mengemban misi sosial dan ekonomi sehingga timbul keluhan wisatawan atas pelayanan yang kurang optimal berupa salah paham antarkelompok pengelola dengan desa adat. Kondisi ini memberikan dampak menurunnya minat wisatawan berkunjung ke Desa Pinge. Untuk mengatasi masalah tersebut kami menawarkan satu program kegiatan yang berisikan prosedur pelayanan yang harus dipahami oleh berbagai pihak yang menjalankan program tersebut. Disepakati salah satu produk di Pusat Unggulan Teknologi Pariwisata adalah CULTIC (Culture and Tourism International Camps). Bentuk produk unggulan ini berupa sebuah paket yang berisikan pengetahuan, budaya, dan pengenalan lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi alam desa yang dijadikan camps. Waktu pelaksanaanya adalah tiga hari dan dua malam dan selama waktu tersebut peserta camps diberikan pengetahuan produk wisata di desa, budaya yang ada di desa, dan alam desa.Sebagai langkah awal pembuatan SOP CULTIC Desa Pinge. Program ini dibuat untuk memudahkan parawisatawan dalam mengikuti paket CULTIC dan juga memudahkan bagi panitia pelasana dalam menjalankan setiap aktivitas yang dicantumkan dalam paket. Kondisi ini akan mengurangi kesalahan dalam melayani para peserta CULTIC. Selanjutnya pembuatan media promosi yang digunakan melalui media elektronik dan media cetak. Media elektronik meliputi: Instagram, Facebook, dan Twitter, sedangkan media cetak meliputi: pamflet, flyer, baliho,dan spanduk. Hasilnya, para peminat kegiatan ini berjumlah 85 orang yang berasal dari Malaysia, Thailand, Papua Nugini, Hongaria, Polandia, Perancis, Jepang dan dari Indonesia. Melalui kegiatan ini peningkatan ekonomi dan promosi dapat berjalan dengan baik
PEMBERDAYAAN USAHA KERIPIK RUMAH TANGGA DI DESA CANDIKUNING Kasiani Kasiani; A.A Ayu Mirah Kencanawati; I Nyoman Sutarna
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.003 KB)

Abstract

Desa Candikuning yang dikenal dengan nama Bedugul, sebagai desa pariwisata merupakan bagian dari Kecamatan Baturiti, memiliki berbagai kripik olahan yang dilakukan oleh dua kelompok mitra, seperti: keripik bayam, keripik kacang, keripik tempe, dan keripik ubi jalar. Kelompok ini memiliki masalah: 1) belum memiliki inovasi baru dalam proses pengeringan bayam, belum memiliki inovasi rasa, dan proses menghaluskan bumbu bersifat tradisionil. 2) higienisnya belum dilakukan, menggunakan plastik yang tipis, belum adanya label dan merk sederhana, dan penutup plastik menggunakan stepler. 3) Belum memiliki: izin industri dan sertfikat halal dan belum memahami administrasi proposal untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Metode pelaksanaan penelitian yang digunakan: 1. Metode FGD adalah salah satu metode yang dilaksanakan dengan cara diskusi antara tim pelaksana IbM dengan kelompok mitra. 2. Metode PRA merupakan pelaporan pelaksanaan program dan dapat memberikan informasi melalui media tentang alih teknologi yang bermanfaat dari dunia kampus untuk kemajuan usaha kelompok mitra. 3. Metode pelatihan dan pendampingan pada proses pelaksanaan program IbM sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra. Melalui Program IbM solusi yang ditawarkan: a. bantuan peralatan dan kemasan untuk inovasi proses dan inovasi rasa, b. edukasi kandungan yang berbahaya bagi produk, c. mendapatkan label dan merk, d. mendapatkan izin industri dan sertifikat halal, e. pelatihan administrasi pembuatan proposal penawaran, serta sistem penjualan yang akan dilakukan dengan sistem konsinyasi, dan bayar kontan
PEMASANGAN JARINGAN WIFI DAN SOSIALISASI PENGGUNAAN INTERNET SEHAT PADA KANTOR DESA CAU BELAYU, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI Putu Indah Ciptayani; I Nyoman Eddy Indrayana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.11 KB)

Abstract

Internet sangat menunjang aktivitas masyarakat, baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan. Pemerataan akses informasi di daerah pedesaan sangat diperlukan oleh perangkat desa dan masyarakat di sekitarnya. Begitu pula halnya dengan masyarakat di Desa Cau Belayu Tabanan. Penambahan akses informasi di Desa Cau Belayu terutama untuk perangkat desa dilakukan dengan pemasangan wifi di kantor desa dan balai desa. Penempatan wifi menjadi penting untuk mendapatkan coverage area yang maksimum. Setelah pemasangan wifi, dilakukan sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat di sekitarnya mengenai penggunaan internet sehat. Dalam sosialisasi ini juga disampaikan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (Undang-Undang No. 11 tahun 2008). Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan perangkat desa dan masyarakat Desa Belayu pada umumnya, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang norma-norma dan dampak yang ditimbulkan dalam menggunakan internet, sehingga masyarakat lebih bijaksanan di dalam menggunakan teknologi internet ini.
PEMANFAATAN KULIT KAKAO MELALUI MESIN PENCACAH DAN PENGHANCUR, PADA SUBAK ABIAN DAN KELOMPOK TERNAK GUBUG I Ketut Suherman; Achmad Wibolo; I Nengah Darma Susila
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.382 KB)

Abstract

Kegiatan Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) dilakukan dengan tujuan ingin mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok petani Kakao ”Subak Abian Gubug” sehingga dapat mengatasi peningkatan jumlah limbah kulit buah kakao agar dapat diolah menjadi pakan ternak. Melihat permasalahan mitra tersebut terutama pada saat proses penanganan kulit buah kakao pascapanen, maka dicoba untuk mengaplikasikan mesin pencacah dan penggiling (penghancur) kulit buah kakao menjadi dedak sebagai pakan ternak tambahan yang bisa disimpan. Prosesnya adalah limbah kulit buah kakao dimasukkan melalui lubang masuk mesin pencacah sehingga akan tercacah menjadi ukuran yang kecil-kecil (± 1 cm) lalu dilakukan permentasi sesuai dengan kebutuhan untuk menjadikan pakan ternak. Setelah proses permentasi kulit buah tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, kemudian barulah kulit buah kakao tersebut diproses penggilingan dengan menggunakan mesin penggiling (penghancur) sehingga memperoleh hasil seperti dedak. Berdasarkan luaran yang diharapkan dari program ini maka hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan adalah indikator limbah kulit buah kakao dapat dilihat dengan dari hanya dibuang menjadi dimamfaatkan. Indikator metode pemberian pakan dari diberikan langsung kepada ternak menjadi diolah untuk dijadikan dedak sehingga bisa dicampur dengan pakan lainnya. Indikator nilai ekonomi diketahui dari kulit buah yang tidak bisa disimpan menjadi bisa disimpan sehingga bisa digunakan pada saat diperlukan atau memungkinkan untuk dijual kepada peternak yang membutuhkan
PEMETAAN SITUASI DAN PENGUKURAN BEDA TINGGI, HAMMER TEST DAN PENYELIDIKAN TANAH DI PURA PRAPAT NUNGGAL KELURAHAN BENOA I Nyoman Anom Purwa Winaya; I Wayan Dana Ardika
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.713 KB)

Abstract

Perkembangan pembangunan untuk fasilitas sarana dan prasarana pembangunan untuk parahyangan suci sangat cepat berkembang. Konteks sarana dan prasarana konsepnya memperbaiki tataletak dan fasilitas yang akan disediakan. Misalnya, apabila dilihat di Pura Kahyangan Jagat Besakih fasilitas disediakan sangat lengkap mulai sarana peristirahatan sampai sarana kebersihan. Akan tetapi, belum semua pura memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Pura Prapat Nunggal adalah salah satunya. Pura Prapat Nunggal merupakan salah satu pura yang terletak di tengah kawasan hutan mangrove masuk dalam kawasan Kelurahan Pedungan. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah : 1) belum adanya masterplan pura mulai dari jalan akses, pelinggih di jeroan termasuk pelinggih patok, 2) pembuatan jalan akses dengan teknologi beton mulai dari pondasi dan plat penghubung, 3) Rencana Anggaran Biaya, 4) penetapan areal parkir, dan 5) analisis perkuatan untuk pelinggih patok yang mengalami penurunan pondasi. Pengempon Pura Prapat Nunggal memiliki paiketan yang diberi nama PASEPAN (Paiketan Pasemetonan Pura Prapat Nunggal), sedangkan organisasi pembangunannya diberi nama Panitia Pembangunan Pura Prapat Nunggal. Jurusan Teknik Sipil melalui: a) Laboratorium Ilmu Ukur Tanah, b) Laboratorium Material, dan c) Laboratorium Tanah, membantu dengan menggunakan metode pemetaan situasi, test ”Hammer”, perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya), ”Uji Sondir dan Boring”. Pemetaan yang dilakukan dengan menggunakan alat dengan nama: Total Station, prisma, patok polygon, water pass, meteran, sedangkan untuk uji kualitas beton menggunakan alat tembak yaitu “Hammer” dan alat sondir dan Bor. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama sehari pada hari Minggu tanggal 27 Agustus 2014 yang dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00. Hasil pemetaan menyatakan bahwa luasan kawasan Pura Prapat Nunggal adalah 1.000 m2 (10 are). Bangunan utama atau utama mandala adalah 800 m2, jalan penghubung 100 m2, pelinggih patok 50 m2, dan kamar mandi 50 m2. Berdasarkan hasil sondir dan boring bahwa kedalaman daya dukung tanah untuk beban bangunan tidak didapatkan karena jenis tanah lempung atau rawa-rawa sehingga alternatif dari tim struktur adalah dengan pondasi sumuran dengan buis beton dan membandingkan gaya gesek atau friction dengan beban yang direncanakan. Hal ini juga berlaku untuk perkuatan pelinggih patok, begitu dilakukan uji ”Hammer” didapatkan semua karakteristik beton di atas 175 kg/cm2. Hal ini menandakan bahwa pada saat konstruksi dulu kualitas beton sudah memenuhi syarat namun dari sisi pondasi yang tidak memenuhi syarat artinya, pondasi yang direncanakan tidak sesuai dengan beban yang ditopang sehingga salah satu sisi mengalami penurunan. Setelah mendapatkan data semua perencanaan RAB (rencana anggaran biaya ) didapatkan bahwa : 1. Pekerjaan Pembuatan Jalan Setapak Rp 80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah), 2. Pekerjaan pembuatan parkir luas 240 m2 Rp 1.800.000.000,00 (satu koma delapan milyar rupiah), dan 3. Perkuatan pelinggih patok Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Total pembangunan sekitar Rp 1.930.000.000,00 (satu milyar sembilan ratus tiga puluh juta rupiah).
PEMBERDAYAAN UKM KERAJINAN SENI UKIR BATU PADAS DUSUN SILAKARANG BALI putu adi suprapto; Kadek Cahya Dewi; Ni Wayan Dewinta Ayuni
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.319 KB)

Abstract

Kerajinan seni ukir batu padas merupakan salah satu kesenian tradisional Bali yang sudah mulai tumbuh pada masa kerajaan. Pada perkembangannya, pengrajin seni ukir batu padas mudah ditemui dan merupakan mayoritas usaha atau profesi yang dijalankan oleh masyarakat di Dusun Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Hasil observasi awal terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pengrajin, seperti keterbatasan alat bantu produksi, pemasaran, dan tidak adanya pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pengrajin/mitra. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi tersebut, penulis melaksanakan pemberdayaan UKM Kerajinan Ukir Batu Padas yang dilakukan secara bertahap mulai dari manajemen produksi, pemasaran dengan menggunakan website, dan pelatihan manajemen keuangan. Kegiatan diawali dengan sosialiasasi, pemberian peralatan kerja sebagai alat bantu produksi seperti mesin gergaji jigsaw, mesin gerinda (grinder), alat angkut, pahat lengkap, pembuatan dan pelatihan penggunaan website sebagai media pemasaran serta pelatihan manajemen keuangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah produksi dan pendapatan, peningkatan pemahaman pengrajin mengenai pemasaran dengan media website, serta pemahaman dalam manajemen keuangan pengrajin. Hasil dari kegiatan ini, pengrajin telah dapat meningkatkan jumlah produksi sebesar 80%, meningkatkan pendapatan hingga 70%, telah dapat melakukan upload foto produk ke dalam website serta dapat melakukan transaksi secara online. Lebih lanjut pengrajin saat ini juga telah mampu membuat laporan keuangan sederhana per bulan guna mengetahui jumlah pendapatan dan keuntungan usahanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9