cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL FARMASI GALENIKA
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Galenika merupakan Jurnal ilmiah yang menerbitkan paper hasil penelitian di bidang sains dan teknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI GOLONGAN ANGIOTENSIN RESEPTOR BLOKER PADA PASIEN YANG INTOLERANSI ACE INHIBITOR Anggriani, Ani; Herawati, Ineke; Budiastuti, Jacinta
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.761 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian paling sering di dunia.Terapi mengunakan Angiotensin  Converting Enzyme Inhibitors (ACE inhibitor) merupakan terapi yang aman dan konvensional. Angiotensin Reseptor Blockers (ARB) digunakan pada pasien yang mengalami intoleransi ACE inhibitor. Penelitian bertujuan untuk menilaii penggunaan obat ARB sebagai terapi bagi pasien yang intoleransi ACE inhibitor. Metode penelitian ini meliputi penelusuran pustaka, penetapan kriteria obat, penetapan kriteria pasien dan kriteria penggunaan obat. Pengambilan data dilakukan dengan metode retrosfektif dari  rekam medis pasien rawat jalan di poliklinik Ginjal dan Hipertensi, pengolahan dan analisa data, dan pengambilan kesimpulan. Riwayat pasien mendapat terapi ACE inhibitor sebanyak 50% respon intoleransi batuk,  sebanyak 31.1% karena dalam pengobatan dan pemantauan tekanan darah pasien tidak stabil sesuai target yang diharapkan dan 18.9% pasien di indikasikan adanya gangguan terhadap ginjal. Interaksi obat yang banyak ditemukan pemberian kombinasi obat hipertensi ARB dengan Bisoprolol (52.3%) dan ARB dengan obat lainnya yaitu Suplemen Kalium  (42.9%). Kesimpulan : Pasien yang mendapatkan terapi ACE inhibitor dengan respon intoleransi ACE inhibitor menggunakan obat golongan ARB seperti Candersartan, Irbesartan, Telmisartan, Valsartan
ANALISIS KADAR KALIUM DAN DAYA LARUT KALSIUM OKSALAT OLEH INFUSA SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Permata, Yade Metri; Angkat, Lisbeth; Wahyuni, Henny Sri
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.213 KB)

Abstract

Obat-obatan dari bahan tumbuhan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran yang sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat karena mempunyai penampilan yang menarik dengan warna hijau yang segar, dapat digunakan sebagai lalapan, dan mempunyai nilai tambah terhadap kesehatan. Selada mempunyai kandungan gizi yang tinggi terutama mineralnya seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium, fosfor, dan zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tumbuhan yang mempunyai kandungan kalium yang tinggi mempunyai daya larut yang baik terhadap kalsium oksalat, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kalium dan kemampuan daya larutnya terhadap kalsium oksalat. Daun selada dibuat dalam sediaan infusa dengan prosedur menurut Farmakope Indonesia edisi IV dan kelarutan kalsium oksalat di dalam infusa dilakukan dengan inkubasi selama 4 jam, selanjutnya kadar kalium dan kalsium sebelum dan sesudah inkubasi pada infusa dianalisis secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri serapan atom. Hasil analisis kalium dan kalsium pada infusa selada sebelum inkubasi adalah (486,2133±7,8057) μg/ml dan (152,0783±4,0871) μg/ml, sedangkan kadar setelah inkubasi adalah (492,4833±3,5438) μg/ml dan (192,2367±4,0249) μg/ml, dengan konsentrasi ion kalsium terlarut sebesar (4,0158±0,5641) mg/100ml.
ANALISIS ZAT WARNA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH TOMAT APEL (Lycopersicon esculentum Miller) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER ULTRAVIOLET-VISIBLE Amin, Saeful; Nurcahya, Eulis
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.856 KB)

Abstract

Tumbuhan Lycopersicon esculentum Miller dikenal juga dengan buah tomat apel yang mengandung zat warna alami yaitu likopen. Penelitian ini dilakukan terhadap zat warna hasil ekstraksi dari buah tomat apel (Lycopersicon esculentum Miller). Tahapan pengujian dilakukan dengan menentukan panjang gelombang maksimum yang bertujuan untuk mengetahui nilai absorbansi tertinggi dari optimasi pelarut dan perbedaan waktu ekstraksi dengan mengukur serapan pada panjang gelombang 400-800 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Dilakukan optimasi pelarut dan perbedaan waktu ekstraksi dengan penentuan absorbansi pada pencarian panjang gelombang maksimum. Uji stabilitas terhadap pH dilakukan pada pH 4 pH 7 pH 10 yang dilihat berdasarkan nilai absorbansi tertinggi dan uji stabilitas terhadap suhu pemanasan dilakukan pada suhu 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC. Hasil penelitian bahwa kondisi optimum ekstraksi zat warna dari buah tomat apel (Lycopersicon esculentum Miller) yaitu menggunakan pelarut etil asetat dengan waktu ekstraksi 10 menit pada pH 7 dan suhu 60oC.
AKTIVITAS ANTIDIABETES DARIEKSTRAK ETANOL BIJI HANJELI (Coix lacryma-jobi) PADAMENCITGALUR SWISS WEBSTER YANG DIINDUKSI ALOKSAN Susilawati, Elis
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.089 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Biji hanjeli (Coix lacryma jobi) diduga memiliki khasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji hanjeli (Coix lacryma jobi). Penelitian ini dilakukan secara in – vivo pada mencit jantan galur Swiss Webster dengan metode induksi aloksan 50-55 mg/Kg bb secara intravena. Sebanyak 30 ekor mencit dibagi secara acak ke dalam 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kelompok dosis I (100 mg/Kg bb), kelompok dosis II (200 mg/Kg bb), kelompok dosis III (400 mg/Kg bb), dan kelompok glibenklamid 0,65 mg/kg BB. Data dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova dan uji Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna penurunan kadar glukosa darah ekstrak biji hanjeli 100 mg/Kg bb, 200 mg/Kg bb dan 400 mg/Kg bb yang dibandingkan dengan kontrol positif. Kesimpulan, ekstrak etanol biji hanjeli tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah.
POTENSI RIMPANG BANGLE HANTU (Zingiber ottensii Val.) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA PADA MODEL HEWAN DIABETES YANG DIINDUKSI FRUKTOSA Hasimun, Patonah; Sulaeman, Agus; Dewi, Nova Freena
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indon
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.724 KB)

Abstract

Latar belakang : Diabetes melitus (DM) dicirikan dengan intoleransi glukosa yang menghasilkan terjadinya hiperglikemia dan gangguan dalam metabolisme lipid dan protein. DM tipe 2 adalah jenis DM yang paling sering dijumpai dan pada umumnya diawali oleh gangguan fungsi insulin (resistensi insulin) yang mana selain dapat meningkatkan kadar glukosa darah juga dapat meningkatkan kadar trigliserida. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak bangle hantu (Zingiber ottensii Val.) sebagai antihiperglikemia dan dosis efektif ekstrak rimpang bangle hantu (Zingiber ottensii Val.) yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada model hewan yang diinduksi fruktosa Metode            : Penelitian ini menggunakan desain true experimental in vivo pada hewan coba tikus yang diinduksi dengan fruktosa dan propiltiourasil (PTU). Hewan coba dibagi menjadi 6 kelompok (n = 6), yaitu kelompok normal, kelompok pembanding, kelompok induksi dan 3 kelompok ekstrak dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB. Hasil : Terjadi penurunan kadar glukosa darah tikus selama test toleransi glukosa yang dilakukan pada hari ke 8, 15, dan 22 serta kadar trigliserida yang diuji pada hari ke 22. Kesimpulan : Ekstrak rimpang bangle hantu (Zingiber ottensii Val.)  memiliki potensi sebagai antihiperglikemia terhadap model hewan diabetes yang diinduksi fruktosa dan memiliki aktivitas maksimal sebagai antihiperglikemia secara in vivo pada dosis 100 mg/kg BB.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN DAN RIMPANG TANAMAN GANDASULI (Hedychium coronarium J. Koenig) DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH Suhardiman, Aris
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.421 KB)

Abstract

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN DAN RIMPANG TANAMAN GANDASULI  (Hedychium coronarium J. Koenig) DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH    Aris Suhardiman1, R. Herni Kusriani2, Siti Halimatussa’diah3 aris.suhardiman@stfb.ac.id 1Sekolah Tinggi Farmasi Bandung   ABSTRAK Gandasuli merupakan salah satu tanaman dari family Zingiberaceae yang memiliki manfaat. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan ekstrak gandasuli memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi dari daun dan rimpang tanaman gandasuli. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%, sedangkan fraksinasi dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi cair-cair (ECC) dengan menggunakan pelarut  n-heksana, etil asetat dan pelarut metanol-air. Uji aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas DPPH (1-1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan pembanding asam askorbat. Hasil pengujian menunjukkan nilai IC50 ekstrak daun gandasuli, fraksi n heksana, fraksi etil asetat dan fraksi metanol-air secara berurutan yaitu 212,490; 567,295; 220,069; 232,508 µg/mL. Sedangkan pada rimpang gandasuli nilai IC50 ekstrak, fraksi n heksana, fraksi etil asetat dan metanol-air adalah 296,962; 208,669; 313,023; 904,677 µg/mL. Kesimpulan: Senyawa aktif yang diduga memiliki aktivitas antioksidan pada daun gandasuli adalah senyawa fenol sedangkan pada rimpangnya adalah senyawa golongan minyak atsiri, flavonoid dan fenol Kata kunci : Antioksidan, Gandasuli, Hedychium coronarium, IC50, DPPH
SKRINING POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH NANGKA MUDA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAMK.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE Yuniarni, Umi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.589 KB)

Abstract

Secara empiris buah nangka muda dapat mengobati diare akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri eksrak etanol buah nangka muda terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae yang menyebabkan diare. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar pada konsentrasi 50, 75, 100 dan 125 mg/mL dan tetrasiklin digunakan sebagai standar. Kromatografi lapis tipis dilakukan untuk mengetahui senyawa marker dari buah nangka muda. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol buah nangka muda terhadap E. Coli yaitu 1,25 mg/mL dan 2,5 mg/mL terhadap S. dysentriae. Ekstrak etanol buah nangka muda pada konsentrasi 50 mg/mL sebanding dengan tetrasiklin pada konsentrasi 36,30 µg/mL terhadap E. coli dan 35,48 µg/mL terhadap S. dysentriae. Ekstrak etanol buah nangka muda memberikan hasil positif terhadap senyawa golongan fenolat yang berflouresensi merah muda dibawah sinar UV 366 nm dan memberikan warna hitam dengan penampak bercak FeCl3 dengan nilai Rf 0,77. Ekstrak etanol buah nangka muda mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan Shigella dysentriaeserta menunjukkan kandungan senyawa fenolat dengan nilai Rf 0,77.
Penetapan Kadar Total Fenol dan Aktivitas Antioksidan dari Jus Buah Lima Spesies Jeruk (Citrus sp.) Juanda, Dadang
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.112 KB)

Abstract

Jeruk merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, jenis jeruk cukup banyak diantaranya jeruk sunkist (Citrus sinensis Osbeck), jeruk purut (Citrus hystrix D. C.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), jeruk bali (Citrus maxima Merr) dan jeruk garut (Citrus nobilis Lour), kandungan senyawa aktif yang diketahui cukup banyak diantaranya senyawa fenolat yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menetapkan kadar senyawa fenol dan aktivitas antioksidan dari dari beberapa spesies jeruk. Buah jeruk diblender  dan filtrat yang diperoleh  di freeze dry sehingga didapat jus kering. Jus jeruk ditentukan kadar total fenol dengan menggunakan reagen Folin Ciocalteau dan aktivitas antioksidan diuji secara in vitro menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Kadar fenol total  dari jeruk sunkist, jeruk purut, jeruk nipis, jeruk bali dan jeruk garut secara berurutan  98,6 ; 141,7; 81,7; 71,3; 67,4 (mg asam galat/100 g jus). Aktivitas antioksidan dari jeruk sunkist, jeruk purut, jeruk nipis, jeruk bali dan jeruk garut  memberikan EC50 (Efisien Konsentrasi) secara berurutan 732,00; 1.255,07; 1.631,80;  1.739,72; 2.192,2 µg/mL..  
Uji Aktivitas Antidiabetes Fraksi dari Ekstrak Etanol Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) Terhadap Mencit Diabetes Sinata, Novia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.894 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan  kadar gula darah yang melebihi normal (hiperglikemia) sebagai akibat dari tubuh yang kekurangan insulin relatif maupun absolut. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) salah  satu tumbuhan yang secara tradisional digunakan  untuk mengobati diabetes  mellitus. Adanya aktivitas antidiabetes dari tumbuhan karamunting dikarenakan pada tumbuhan ini terkandung senyawa-senyawa kimia salah satunya golongan flavonoid.Penelitian telah dilakukan terhadap uji antidiabetes  fraksi dari ekstrak etanol daun karamunting Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk pada mencit putih jantan diabetes yang diinduksi dengan aloksan dosis 200 mg/kgbb secara intraperitonial. Fraksi dari ekstrak etanol yang diberi fraksi etil asetat, fraksi n-heksana dan fraksi air dengan dosis masing-masing 25 mg/kgbb diberikan secara oral sekali sehari selama tujuh hari. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa darah mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air secara oral menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dibandingkan mencit diabetes yang diberi fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan secara oral. Persentase efek penurunan glukosa darah  fraksi air sebesar 58,87 %, fraksi etil asetat  52,09 %, dan fraksi heksan 24,30 %.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Naphelium lappaceum L.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA MENCIT YANG DI INDUKSI ALOKSAN Susilawati, Elis; Suwendar, Suwendar; Desianti, Gina
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indon
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.152 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekumpulan gejala yang timbul pada seseorang, ditandai dengan kadar glukosa yang melebihi nilai normal akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. IDF memperkirakan pada tahun 2035 jumlah insiden DM akan mengalami peningkatan menjadi 55% (592 juta) di antara usia penderita DM 40-59 tahun. Indonesia merupakan  negara urutan ke 7 dengan kejadian diabetes mellitus tertinggi dengan jumlah    8,5 juta penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.)  terhadap mencit yang diinduksi aloksan. Tiga puluh ekor mencit : kontrol negatif, kontrol positif, kelompok pembanding menggunakan Glibenklamid, kelompok uji ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) dosis 25,50 dan 100 mg/kg BB. Semua kelompok kecuali kelompok kontrol negatif diinduksi aloksan 55  mg/kg BB secara intravena, 3 hari kemudian mencit yang kadar glukosa darahnya ±200 mg/dL digunakan untuk penelitian. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwa ekstrak etanol daun  rambutan mempunyai aktivitas menurunkan kadar glukosa darah terhadap mencit yang diinduksi aloksan. Dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah adalah dosis 25 mg/kg BB.