cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Seni Tari
ISSN : 22526714     EISSN : 25032585     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Garap Gerak Tari Dolalak Lanang Surya Budaya Desa Tlogorejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo Saputra, Deky Ade; Brotosejati, Widodo
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.39830

Abstract

Dolalak Lanang Surya Budaya merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang berada di Desa Tlogorejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Kesenian Dolalak Lanang Surya Budaya memiliki gerak khas yang menimbulkan kesan disetiap gerakannya sehingga menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan teori garap oleh Rahayu Supanggah dan teori estetika oleh Djelantik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Garap Gerak Tari Dolalak Lanang pada Kelompok Surya Budaya di Desa Tlogorejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menginterpretasikan Garap Gerak Tari Dolalak Lanang pada Kelompok Surya Budaya di Desa Tlogorejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan estetis koreografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diperoleh gambaran yang berkaitan dengan Garap Gerak Tari Dolalak Lanang yang meliputi pola gerak, ragam gerak, unsur-unsur gerak serta nilai keindahan yang dihasilkan dari setiap ragam gerak.
Manajemen Seni Pertunjukan Solo International Performing Arts (SIPA) oleh Komunitas SIPA di Surakarta Vida, Alvia Nur; Bisri, Moh Hasan
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.40315

Abstract

Solo International Performing Arts (SIPA) merupakan pergelaran seni pertunjukan di Surakarta denganberagam seni pertunjukan berbentuk tari, musik, dan teater berasal dari seniman dalam negeri dan luarnegeri. Solo International Performing Arts (SIPA) dikelola dengan sistem manajemen oleh KomunitasSIPA dibawah tanggung jawab Dinas Pariwisata Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan manajemen pergelaran seni pertunjukan Solo International Performing Arts (SIPA).Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi,wawancara serta dokumentasi yang peneliti gunakan sebagai alat untuk memperoleh data. Teknikanalisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukan sistem manajemen Solo International Performing Arts (SIPA)terdiri dari dua hal yaitu; (1) Unsur manajemen yang meliputi man, money, methods, materials, machines,dan market; (2) Proses manajemen Solo International Performing Arts (SIPA) yang meliputi perencanaan,pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan dan pengawasan. Bagi SIPA communityperlunya pengurus administrasi keuangan yang bersifat tetap selain sekretaris agar setiap pelaksanaanpertunjukan lebih efisien, bagi direktur SIPA perlu memberikan wewenang kepada administrasikeuangan agar terjadi pembagian peran yang sesuai, perlunya menerapkan sistem kedisiplinan baruuntuk relawan yang lolos mengikuti seleksi agar pengorganisasian kepanitiaan lebih maksimal, dan bagiPemerintah perlu memberikan alokasi dana sesuai dengan kapasitas pertunjukan.
Koreografi dan Fungsi Tari Gagrak Maritim di Kampung Seni Kota Tegal Zairani, Ero Siska; Cahyono, Agus
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.40473

Abstract

Tari Gagrak Martim merupakan tari kreasi baru yang didalamnya termuat konsep, teori maupun prinsip-prinsip koreografi. Mempelajari Tari Gagrak Maritim berdasarkan koreografinya merupakan penelitian mengenai bentuk atau konsep tekstual. Fungsi tari sebagai media pendidikan kemudian dapat menjadi bahasan konsep kontekstual pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan koreografi dan fungsi Tari Gagrak Maritim di Kampung Seni Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa koreografi Tari Gagrak Maritim terdiri dari bentuk dan proses koreografi. Bentuk Tari Gagrak Maritim meliputi gerak, tema, pola lantai, iringan, tata rias, tata busana dan properti. Proses koreografi Tari Gagrak Maritim meliputi proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Fungsi Tari Gagrak Maritim meliputi fungsi multilingual, multidimensional dan multikultural.
Upaya Pelestarian Tari Topeng Klana di Desa Slarang Lor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Rizqi, Indah Khoerotur; Putra, Bintang Hanggoro
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.41582

Abstract

Tari Topeng Klana adalah Tari Topeng yang diciptakan oleh Ibu Warmi penari asal Desa SlarangLor tahun 1970-an. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk pertunjukanTari Topeng Klana di Desa Slarang Lor, bagaimana upaya pelestarian Tari Topeng Klana di DesaSlarang Lor, bagaimana faktor pendukung dan penghambat upaya pelestarian Tari Topeng Klana diDesa Slarang Lor. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan mengkajiupaya pelestarian Tari Topeng Klana, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat upayapelestarian Tari Topeng Klana di Desa Slarang Lor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan menggunakan pendekatan etnokoreologi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini dapat diperoleh gambaran yang berkaitan bentuk pertunjukan Tari Topeng Klanaterdiri dari elemen dasar tari dan tata rupa kelengkapan tari. Upaya pelestarian Tari Topeng Klanaterdiri dari tiga aspek yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Faktor pendorong danpenghambat upaya pelestarian Tari Topeng Klana di Desa Slarang Lor.
Pengembangan Buku Ajar Tari Simalungun Berbasis High Order Thinking Skills (Hots) dalam Mengatasi Kurangnya Bahan Ajar Materi Budaya Lokal Sumatera Utara Dalimunthe, Wahyu Ramadani; Heniwaty, Yusnizar; Rahmah, Sitti
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.41622

Abstract

Bahan Ajar Tari Simalungun berbasis HOTS merupakan bahan ajar yang disusun berdasarkan darikebutuhan perangkat pembelajaran yang belum tercukupi dan dikembangkan denganmenyesuaikan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk siswa kelas X SMApada kompetensi dasar 3.1 memahami konsep, teknik, dan prosedur tari tradisional daerahsetempat. Produk buku ajar tari Simalungun ini dirancang untuk ketercapaian hasil belajarberdasarkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Penyusunan bahan ajar tari Simalungunmenggunakan teori pengembangan Research and Development (R&D) diketahui bahwa ada 10tahapan, namun dalam penyusunan bahan ajar ini hanya menggunakan 8 tahapan. Adapun 8tahapan tersebut adalah (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk,(4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, dan (8) uji cobapemakaian. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori HOTS. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi,dan studi kepustakaan. Dalam analisis data digunakan deskriptif kuantitatif untuk melihat validasiahli media, ahli materi, dan uji coba secara kelompok kecil. Dengan menjadikan tari Simalungun(Tortor Sombah) sebagai sampel dalam penelitian ini, dan beberapa narasumber serta modelsebagai peraga dalam tari ini. Hasil Penelitian ini berupa buku ajar yang berisi tentang gambarankehidupan masyarakat Simalungun, sejarah, jenis-jenis dan fungsi tari Simalungun, danpemahaman konsep, teknik, prosedur Tortor Sombah Simalungun.
Interdisiplin: Pembelajaran Seni Tari Melalui Aplikasi Tik Tok Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Luisandrith, Desella Rasida; Yanuartuti, Setyo
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.42085

Abstract

Pembelajaran pada saat ini banyak yang menggunakan pembelajaran sistem daring. Pembelajaransistem daring dilakukan melalui berbagai media dan teknologi. Hal ini dikarenakan keterpisahanantara peserta didik dengan guru. Dengan demikian, sistem pembelajaran dirancang sedemikianrupa dalam rangka mengatasi pembatasan ruang dan waktu ini dikarenakan untuk memutuspenyebaran virus corona (COVID-19). Sejalan dengan pernyataan tersebut untuk membantu agarpembelajaran seni tari tidak dibatasi waktu dan tempat, maka dikembangkan sebuah inovasi baruberupa video yang dikemas kedalam aplikasi Tik Tok. Tujuan penelitian ini meningkatkankreatitvitas seni tari pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research andDevelopment (R & D) dan pendekatan interdisplin. Pendekatan interdisiplin (interdisciplinapproach) ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauanberbagai sudut pandang ilmu serumpun yang relevan secara terpadu. Pendekatan interdisiplin padapembelajaran seni tari melalui aplikasi tik tok secara efektif dapat meningkatkan kreativitas pesertadidik dalam pembelajaran seni tari. Pelaksanaan media video pembelajaran seni tari melaluiaplikasi Tik Tok, beberapa tahapan dengan menggunakan istilah siklus, siklus pertama, gurumenyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan pendekatan interdisiplin, siklus kedua, gurumemberikan proses apresiasi dengan cara memberikan media video pembelajaran kepada pesertadidik melalui WhatsApp, siklus ketiga siswa diminta mengekspresikan kembali video yang sudahdilihat peserta didik berdasarkan ide, konsep dan secara kreatif peserta didik.
Menimbang Peluang Pendapatan Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung dari Industri Seni Pertunjukan Bulan, Indra; Habsary, Dwiyana; Juantara, Bendi
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.42453

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan peluang meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandar Lampung dari sektor industri seni pertunjukan. Berdasarkan komposisi pendapatan pemerintah Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2019 menunjukkan target pendapatan asli daerah Kota Bandar Lampung masih jauh dari realisasi pendapatan. Sejauh ini pemerintah kota Bandar Lampung masih mengandalkan pajak daerah (74,04%) selebihnya mengandalkan pendapatan dari pemerintah pusat dan lain-lain yang sah. Disisi lain industri seni pertunjukan belum dilirik oleh pemerintah sebagai saluran baru peningkatan pendapatan asli daerah, padahal industri seni pertunjukan berpotensi menjadi sumber alternative baru perekonomiam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun responden dalam penelitian ini menggunakan 5 orang mahasiswa yang juga merupakan pekerja seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aktualisasi diri pekerja seni di Kota Bandar Lampung sangat tinggi seiring masifnya aneka produksi pertunjukan, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, musik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, hingga tata pencahayaan. Sayangnya kegiatan pekerja seni tersebut sifatnya berserak dan tak berhimbun dalam sebuah objek pertunjukan besar.Inventarisasi, Inovasi dan kolaborasi antara pemerintah dan pekerja seni dalam Pengembangan industri kreatifmenjadi penting untuk dilakukan agar berpeluang meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor seni pertunjukan dapat terwujud.
Eksistensi Sanggar Semarak Candrakirana dalam Mengembangkan Seni Tari di Kota Surakarta Arianti, Intan Rosiana; Herlinah, Herlinah
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.42933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang serta eksistensi Sanggar Semarak Candrakirana Art Center dalam mengembangkan seni tari di Kota Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Sanggar Semarak Candrakirana Art Center di Jl. Kedasih no.22, Kerten, Laweyan, Surakarta. Sumber data diperoleh dari informan yang berkaitan dengan Sanggar Semarak Candrakirana Art Center. Teknik Pengumpulam data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian merupakan peneliti itu sendiri dengan alat bantu berupa perekam audio-visual dan kamera. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Untuk mencapai kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Keberadaan Sanggar Semarak Candrakirana Art Center menjadi salah satu wadah pelestarian kesenian yang mengembangkan seni tari di Kota Surakarta yang harus tetap dilestarikan. (2) Eksistensi Sanggar Semarak Candrakirana Art Center yaitu keikutsertaannya dalam setiap event di berbagai kegiatan di dalam maupun di luar Kota Surakarta dan dapat berkolaborasi/bekerjasama dengan negara lain. (3) Menampilkan tari kreasi baru dan tari garapan yang telah di ciptakan oleh Semarak Candrakirana Art Center di berbagai event tahunan seperti: Solo Internasional Performing Art, Internasional Mask Festival dan Semarak Budaya Indonesia.
Pandangan Masyarakat terhadap Kehadiran Penari Topeng Putri dalam Upacara Adat Ngarot di Desa Jambak Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu Sadiyah, Ikhsan; Suharjana, Bambang
Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v9i2.42935

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pandangan masyarakat terhadap kehadiran penariTopeng dalam upacara adat Ngarot di Desa Jambak Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu.Penelitian ini juga mengutarakan tentang teks pertunjukan penyajian tari Topeng Putri dalam upacaraadat Ngarot. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan latar penelitian di Desa JambakKecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Objek dalam penelitian adalah tariTopeng dalam konteks upacara adat Ngarot, dengan subjek penelitian Wangi Indriya sebagai seniman,Ropendi sebagai penari topeng, dan beberapa tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian dalam menganalisis data hasilobservasi, wawancara, dan studi dokumentasi penulis melakukan beberapa tahapan melalui reduksidata, penyajian data, uji keabsahan data dengan triangulasi serta hasil kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa pada awalnya keterlibatan tari Topeng dalam upacara adat Ngarot ditarikan olehDalang Topeng Putra namun pada tahun 2009 upacara adat Ngarot mencoba divariasikan denganmenghadirkan Dalang Topeng Putri. Hal ini menimbulkan berbagai argumen negatif di kalanganmasyarakat Desa Jambak. Sebagian besar masyarakat tidak setuju dengan kehadiran Dalang TopengPutri dengan alasan akan merubah adat istiadat yang sudah berlangsung turun temurun, mengubahfungsi dari Topeng tersebut, mencegah kesalahpahaman dalam pergaulan muda-mudi yang berkaitandengan gender serta mengurangi minat masyarakat dalam mengapresiasi upacara adat Ngarot. Dengandemikian Dalang Topeng dalam upacara adat Ngarot tetap ditarikan oleh Dalang Topeng Putra.
Tari Angglang Ayu Di Kepulauan Riau Dikaji Dalam Perspektif Analisis Koreografi Shaesa, Gilda Nurul
Jurnal Seni Tari Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v10i1.43399

Abstract

Tari Angglang Ayu adalah sebuah pertunjukan tari yang murni ciptaan sang koreografer yang dikajidalam Analisis Koreografi secara deskriptif. Tari ini adalah tari kelompok yang ditarikan oleh 6 orangpenari perempuan. Dilihat dari gerak, pola lantai, dan lirik yang dilantunkan semuanya dikemas gunamemberikan gambaran mengenai watak seorang dewi Uma dan dewi Durga yang memiliki 1 jiwa namun2 kepribadian. Dengan pendekatan Koreografi yang meliputi aspek bentuk, teknik, dan isi, sertamenganalisis gerak tari dari aspek tenaga, ruang, dan waktu. Koreografi dalam tari ini memiliki motifgerak yang banyak menyimbolkan watak sang dewi. Dari gerakan yang menyimbolkan menyimpanberbagai makna di setiap hal yang terkait dengan tari.