Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Articles
439 Documents
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA LANSIA DI PSTW YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR
Lutviana, Lutviana;
Sampurno, Edi;
Mulyanti, Mulyanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.252 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v4i2.88
Setiap individu akan mengalami proses menjadi tua dalam tahapan hidupnya dan akan menghadapi perubahan- perubahan yang erat kaitannya menjadi sumber stres serta dapat menimbulkan depresi yang mempengaruhi mekanisme koping dan subjective well-being. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan subjective well-being pada Lansia di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan crosssectional, dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden lansia di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur yang diperoleh secara total sampling. Penelitian ini menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang menggunakan mekanisme koping maladaptif sebesar 61,9% dan 66,7% memiliki tingkat subjective will-being sedang menunjukan nilaip value 0,076, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan subjective well- being pada lansia di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur
Hubungan Menonton Animasi Jepang (Anime) Dengan Konsep Diri Remaja Di Komunitas Atsuki Yogyakarta
Muflih, Muflih;
Proborini, Asti;
Hamzah, Hamzah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.158 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v2i2.141
Latar Belakang : Menonton merupakan sebuah wadah hiburan yang menyenangkan dan bisa dikatakan sebagai penghilang rasa stress dan jenuh. Banyak remaja Indonesia yang sangat menyukai anime . Masa remaja adalah salah satu proses dalam pembentukan konsep diri yang sangat menentukan. Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Remaja cenderung meniru perilaku atau tingkah laku salah satu tokoh idola pada tontonan animasi seperti gaya berpakaian, berdandan, berbicara dan , meniru bentuk badan yang proposional. Tujuan: Mengetahui hubungan menonton animasi Jepang (anime) dengan konsep diri remaja di Komunitas Atsuki YogyakartaMetode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kausalitas dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas Atsuki Yogyakarta dengan jumlah anggota sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa sebagian besar remaja (83.3%) yang menonton animasi jepang dalam kategori tinggi yang memiliki konsep diri negatif lebih banyak daripada remaja yang memiliki konsep diri positif (16.7%), dengan nilai p-value sebesar 0,005.Kesimpulan : Ada hubungan menonton animasi jepang (anime) dengan konsep diri remaja di komunitas atsuki Yogyakarta.
Hubungan Antara Gambaran Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Pasien Ulkus Diabetik Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul
Santi Damayanti, FajarArif Prijanto,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.101 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v2i4.172
Latar belakang :Salah satu komplikasi Diabetes Melitus (DM) yaitu ulkus diabetik. Pasien dengan ulkus diabetik umumnya akan merasa malu terhadap keadaan yang telah terjadi pada dirinya. Dalam interaksi sosial, pasien ulkus diabetik cenderung malu atau lebih tertup terhadap lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian :Mengetahui hubungan antara gambaran diri dengan interaksi sosial pasien ulkus diabetik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode :Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan rancangan croos sectional dengan jumlah sampel 31 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling jenis total sampling. Analisis data untuk menguji hubungan antara gambaran diri dengan interaksi sosial dilakukan menggunakan uji kendall Tau. Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukan 87% pasien ulkus diabetik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul memiliki gambaran diri cukup dan 84% memiliki interaksi sosial cukup. Analisis korelasi menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara gambaran diri dengan interaksi sosial pasien ulkus diabetik dengan nilai signifikansi sebesar 0.014 dan tingkat keeratan rendah sebesar 0.326. Kesimpulan :Ada hubungan yang signifikan antara gambaran diri dengan interaksi sosial pada pasien ulkus diabetik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN EFEKTIF KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Ema, Maria Eustokia L.P;
Setiawan, Deden Iwan;
Masitoh, Rohayati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4649.039 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v3i1.212
latar belakang : Pentingnya fungsi kepemimpinan sehingga diasumsikan bahwa kegagalan atau keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan leh kemampuan kepemimpinannya, untuk mnggerakkan anggota sehingga sapat berjalan dengan efektif dan efisien. Peranan pemimpin dalam organisasi kesehatan sangat mempengaruhi peningkatan keinerja dan kepuasan kerja bawahannya serta seorang pemimpin dalat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja perawat untuk dapat mencapai tingkat pelayanan yang maksimal. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara didapatkan bahwa pada tiga ruang rawat inap tiga dari sepuluh orang kepala ruang masih belum maksimal untuk menjlanakan tugasnya, dan pada lima orang perawat mengatakan belum merasakan ada kepuasan dan kinerja yang tingi.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan kepemimpinan efektif kepala ruang dengan kinerja perawat dan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Panembahan Senopati Bantul.Metode Penelitian : Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD Panembahan Senopati bantul Yogyakarta. Jenis penelitian Analitik korelational dengan pendekatan Cross Sectional. Subyek penelitian adalah kepala runag/PN dan perawat pelaksana di runag rawat inpa dengan jumlah responden sebanyak 60 orang (30 responden kepala ruang/PN dan 30 responden perawat pelaksana). Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang diolah dan dianalisis dengan uji statistik Kendall-Tau.Hasil : Kepemimpinan efektif kepala ruang dan kepuasan dengna uji kendall-tau diperoleh nilai p-value sebesar (0,981>0,05) dan kepemimpinan efektif kepala ruang dan kinerja perawat nilai p-value (0,271>0,05) ha berarti H0 gagal ditolak dan Ha ditolak.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara kepemimpinan efektif kepala ruang dengan kinerja perawat dan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner
Muflih, Muflih;
Syafitri, Endang Nurul
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.208 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v5i3.255
Pada umumnya bahasa seksual mengacu pada aktivitas seksual manusia terhadap dirinya atau orang lain. Aktivitas seksual secara umum oleh dilakukan remaja dalam berpacaran diantaranya adalah bersentuhan, berciuman, bercumbu, berhubungan intim, dan masturbasi. Perilaku seksual remaja berdampak pada masalah kesehatan seperti: kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit infeksi menular, kematian ibu & balita, dan aborsi. Perilaku seksual remaja pada artikel ini diuraikan berdasarkan domain perilaku menurut Benyamin Bloom yang didominasi domain tindakan/aktivitas seksual. Jika dilihat dari dampak kesehatannya, maka kategorisasi tingakatan perilaku seksual terdiri dari tidak berisiko dan berisiko. Adapun kategori berisiko dapat dibagi menjadi kurang aman dan tidak aman. Pengukuran perilaku seksual remaja dapat dilakukan menggunakan kuesioner, namun tetap perlu dilakukan uji validitas lebih lanjut untuk memperkuat dan memastikan bahwa kuesioner dapat digunakan dengan baik.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Ibu Dalam Menghadapi Sibling Rivalry Pada Anak Usia Todler
Anggraeni, Lina;
Sipayung, Gina Sari
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.168 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v6i1.297
Kesiapan ibu dalam menghadapi Sibling Rivalry pada anak usia todler merupakan hal yang penting karena dapat meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi dikemudian hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan ibu dalam menghadapi sibling rivalry pada anak usia todler di RS X Bekasi. Metode penelitian korelasi deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross Sectional dengan besar sampel 96 ibu yang memiliki dan mengasuh anak usia todler. Hasil penelitian menunjukan 59,4% responden berada pada rentang usia dewasa awal, responden berpendidikan rendah sebesar 55,2%, responden berpengalaman dalam menghadapi Sibling Rivalry sebesar 65,6%, responden memiliki pengetahun yang baik 60,4%, responden memiliki sikap yang positif 60,4%, responden siap dalam menghadapi sibling rivalry 53,1%. Dalam analisis bivariat, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan kesiapan ibu dalam menghadapi sibling rivalry (p<0,05). Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan mandiri sebagai promosi kesehatan mengenai Sibling Rivalry kepada keluarga.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ORANG TUA DALAM PENCARIAN PENGOBATAN ANAK BALITA DEMAM
Krisnanto, Paulinus Deny;
Julia, Madarina;
Lusmilasari, Lely
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (63.67 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v3i2.24
Demam merupakan tanda dan gejala dari suatu penyakit. Demam umumnya membuat kalangan orang tua menjadi takut dan fobia karena orang tua beranggapan bahwa demam merupakan penyakit yang serius. Orang tua merasa lega jika demam anak berhasil diturunkan karena beranggapan bahwa penyakit akan sembuh. Sampai saat ini penelitian yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi perilaku pencarian pengobatan pada anak demam belum dilakukan penelitian di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku orang tua dalam pencarian pengobatan pada anak demam di Wilayah Kerja Puskesmas Ngaglik Sleman Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah “Cross Sectional”. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 96 orang tua yang memiliki anak balita demam. Analisis bivariat menggunakan chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Diketahui bahwa 62,5 % orang tua berobat ketenaga kesehatan dan 37,5 % orang tua yang melakukan pengobatan ke non kesehatan ketika anak demam. Hasil analisi bivariat mendapatkan variabel yang secara signifikan berhubungan dengan perilaku pencarian pengobatan yaitu persepsi sakit, umur anak dan nasehat orang lain dengan p value < 0,05. Analisis multivariat mendapatkan variabel yang paling mempengaruhi perilaku pencarian pengobatan yaitu persepsi sakit. Terdapat hubungan antara persepsi sakit, umur anak dan nasehat orang lain terhadap perilaku pencarian pengobatan orang tua pada anak demam, Kata Kunci: Demam, perilaku pencarian pengobatan, anak balita
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PHBS DI RUMAH TANGGA DENGAN PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI PEDUKUHAN WONOCATUR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Mirati, Nurisra;
Asmarani, Fajarina Lathu;
Suwarsi, Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.99 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v4i1.69
Kejadian DBD erat kaitannya dengan masalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat rumah tangga diantaranya menggunakan air bersih, kebersihan jamban dan pemberantasan sarang nyamuk. Kejadian DBD di Desa Banguntapan pada tahun 2014 terdapat 41 kasus, dari 7 keluarga yang diwawancara didapatkan 3 sudah mengetahui tentang indikator PHBS di rumah tangga namun 4 belum, 3 keluarga masih berperilaku buruk dalam pencegahan DBD. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan PHBS di rumah tangga dengan pencegahan penyakit DBD di Pedukuhan Wonocatur. Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel 100 KK menggunakan purposive samplingg dan dianalisis chi square dengan CI 95%. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga sama besar masuk dalam kategori baik dan kurang baik yaitu sebanyak 50 keluarga atau 50,0% dan perilaku keluarga dalam pencegahan penyakit DBD masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 51 orang atau 51,0% dengan p-value sebesar 0,000 sehingga didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan PHBS dirumah tangga dengan pencegahan penyakit DBD di Pedukuhan Wonocatur. Kesimpulan pada penelitian ini Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan PHBS dirumah tangga dengan pencegahan penyakit DBD di Pedukuhan Wonocatur. Kata Kunci : Demam berdarah Dengue, Pengetahuan, PHBS di Rumah Tangga
MODEL KONSELING TERSTRUKTUR DAN SMS GATEWAY DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGENDALIAN GULA DARAH DAN HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Sucipto, Adi;
Fadlilah, Siti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.37 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v4i2.117
Ketidakpatuhan terhadap penatalaksanaan pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 menyebabkan glukosa darah tidak terkontrol. Pemberian konselingdan sms gateway adalah salah satu cara untukmeningkatkan pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien.Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian konseling DM dan sms gateway dalam meningkatkan kepatuhan dan pengendalian gula darah dan HbA1c pada pasien DM tipe 2.Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancanganpre dan post control group design yang dilakukan secara prospektifdi RSUD DrMoewardiSurakartaa dari bulan Maret-Mei2016. Sampel terdiri dari 44responden, dengan 22 kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol. Hasil pengukurandianalisis dengan menggunakan uji paired t test untuk kadar gula darah 2 jam post prandial (GDPP)dan HbA1c serta uji mac nemar untuk tingkat kepatuhan pasien.Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kepatuhan sebelum dan setelah dilakukan konseling pada kelompok intervensi (pdiit= 0,001; p kontrol = 0,002; p pill count = 0,000; p GDPP=0,000; HbA1c = 0,007) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelompok olahraga (p value = 0,549). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian konseling DM dan sms gateway sangat efektif dalam meningkatkan kepatuhan diit, kontrol, pill count,keterkendalian gula darah post prandial (GDPP), HbA1c dan tidak efektif dalam meningkatkan kepatuhan olahraga pasien.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU DESA WEDOMARTANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK II
Suryanti, Ni Wayan;
Retnaningsih, Listyana Natalia;
Krisnanto, Paulinus Deny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.665 KB)
|
DOI: 10.2016/jkry.v4i3.160
Sekitar satu dari lima kematian anak balita di dunia disebabkan karena diare. Angka kematian balitayang disebabkan karena diare mencapai 1,5 juta per tahun. Di Kabupaten Sleman tahun 2014ditemukan sebanyak 22.744 kasus diare. Salah satu faktor penting yang menyebabkan diare padaanak yaitu kesalah dalam pemberian nutrisi (anak sudah diberikan makanan pendamping ASIsebelum usia 6 bulan) karena pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI. Salahsatu cara pencegahan diare pada bayi yaitu dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian DiarePada Anak Usia 6-12 Bulan Di Posyandu Desa Wedomartani Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak II.Penelitian ini merupakan penelitian non-experimental dengan desain penelitian cross-sectional.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan stratified random sampling dengan ibu yangmempunyai anak usia 6-12 bulan dengan total responden sebanyak 47 responden. Analisa bivariatmenggunakan fisher’s exact test. Kategori dari pemberian ASI dari 47 responden, yang menyusuianaknya secara eksklusif sebanyak 35 respondents (74,5%), yang Non-eksklusif sebanyak 12responden (25,5%). Kategori dari kejadian diare, anak yang tidak mengalami diare sebanyak 34responden (72,3%) dan yang mengalami diare sebanyak 13 responden (27,7%). Hasil analisisdiperoleh p value = 0.01 (<0.05). Terdapat hubungan antara pemberian asi eksklusif dengankejadian diare.