cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journals Mining Engineering : Bina Tambang
ISSN : -     EISSN : 23023333     DOI : -
Core Subject : Science,
Atas dukungan dari jurusan Teknik Pertambangan dengan Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik UNP (Drs. Ganefri,MPd, P.hd) bekerjasama dengan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (Drs.Bambang Heriyadi,MT) dan seluruh Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Jurnal ini terbentuk dan didukung penuh untuk sarana kretifitas Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertambangan.
Arjuna Subject : -
Articles 609 Documents
Pengaruh Setingan Pada Alat High Tension Roll Separator (HTRS) untuk Mendapatkan Zircon High Grade di Amang Plant, PT Timah Tbk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Chairul Akhyar; Fadhilah Fadhilah
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.125996

Abstract

Keterdapatan timah di Kepulauan Bangka Belitung disebabkan karna tubrukan antara lempeng sibumasu dan lempeng indochina yang menghasilkan magma yang bersifat asam. Magma ini kemudian menerobos dan membeku menjadi batuan granit (intrusi granit). Batuan granit ini merupakan batuan pembawa bijih timah (casiterite) dan mineral ikutannya (zircon,monasite, xenotime, dll).  Endapan bijih timah ini terbagi atas dua yaitu endapan timah primer (batuan induk) dan sekunder (terendapkan di tempat yang baru akibat proses pelapukan, erosi, transportasi dan sedimentasi). Salah satu mineral ikutan timah ini yaitu zircon. Zircon ini memilki banyak manfaat pada industri keramik, industri kimia, bahan tahan api, dan bidang lainnya sehingga memiliki nilai ekonomis. Namun diperlukan pemisahan untuk meningkatkan kadar mineral zircon ini, salah satunya menggunakan alat High Tension Roll Separator (HTRS). Bidang Pengolahan Mineral PT.Timah Tbk menetapkan standar khusus untuk mineral zircon yang dapat dilakukan penyimpanan yaitu dengan kadar zirkon ≥ 80% dan kadar Sn < 1,5%. Namun, pada umumnya proses pengolahan dilakukan lebih dari satu kali untuk memenuhi syarat. Oleh karena itu akan dilakukan analisis mengenai variabel alat HTRS yang mempengaruhi kadar dan recovery zircon sehingga pada satu kali proses pengolahan bisa diperoleh kadar zircon yang memenuhi syarat penyimpanan. Pada penelitian ini umpan yang akan dilakukan pengolahan adalah zircon low grade dengan kadar zircon 55,79 % dan kadar Sn 9,60%, kemudian akan dilakukan variasi pengaturan kombinasi antara tegangan elektroda, kecepatan separation roll, dan bukaan splitter position sebanyak 27 kali .Tegangan elektroda yaitu pada tegangan 18 kV, 20 kV,dan 22 kV. Pengaturan kecepatan separation roll yang digunakan yaitu 18 rpm, 20 rpm, dan 22 rpm. Bukaan splitter position 0-7 cm, 7-14 cm, dan 14-21 cm. Dari percobaan tersebut diperoleh efektivitas hasil pemisahan mineral zircon menggunakan High Tension Roll Separator terdapat pada pengaturan tegangan elektroda 20 kV dan kecepatan separation roll 20 rpm dengan bukaan splitter position 0-7 cm dengan kadar mineral zircon sebesar 89,68% dan  kadar Sn 0,37%, serta recovery mineral zircon yaitu sebesar 61,70%.
Slope Stability Analysis of Low Wall Pit 6 at PT Sarolangun Bara Prima, Mandiangin District, Sarolangun Regency, Jambi Gary Aprio; Yoszi Mingsi Anaperta; Bambang Heriyadi; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1s.127895

Abstract

PT Sarolangun Bara Prima is a company engaged in the coal mining industry located in Mandiangin sub-district, Sarolangun district, Jambi city. PT Sarolangun Bara Prima is one of the coal mining companies that uses open mining system with open-cut method. This research focuses on the Low Wall pit 6 slope of PT Sarolangun Bara Prima. from the results of field observations, the authors found water seepage and avalanches on the walls of the Low Wall pit 6 slope. The high rainfall at PT Sarolangun Bara Prima causes a decrease in the cohesion value and the value of the inner shear angle in the slope constituent material. The method used in analyzing the stability of the Low Wall Pit 6 slope is the Morgenstern-Price method which is run into slide 6.0 software. The analysis was carried out based on the actual slope section data in August 2023. from the results of the analysis of the stability of the Low Wall Pit 6 slope obtained a safety factor (FK) with a saturated state of 1.089 From the results of the analysis obtained, it explains that the Low Wall Pit 6 slope is in a keritis state. For this reason, the authors made modifications to the actual slope geometry to get FK ≥ 1.3 or the slope is said to be safe. The results of the modification of the geometry of the Low Wall pit 6 slope obtained FK value for saturated conditions is 1.30.
Perhitungan Rencana Biaya Reklamasi PT Tebo Prima Blok Selatan Tahun 2024-2029 Hendra Hendra; Heri Prabowo; Rudy Anarta; Fadhilah Fadhilah
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130557

Abstract

Kegiatan reklamasi dan revegetasi di Blok Selatan wilayah IUP OP yang belum dilakukan hingga tahun 2023. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tahun 2024 hingga 2029 dengan total luas area yang akan direklamasi sebesar 48,91 Ha. Area tersebut mencakup pit tambang (34,78 Ha), in pit dump (24,61 Ha), sisa in pit (10,17 Ha), output pit dump (3,00 Ha), bank soil (4,83 Ha), settling pond (0,77 Ha), area terganggu (2,16 Ha), stockpile (1,00 Ha), workshop (0,41 Ha), dan jalan tambang (1,96 Ha). Reklamasi dimulai dengan penebaran tanah pucuk setebal 0,6 m pada 37,99 Ha yang dibagi dalam 5 tahun kegiatan, yakni 15,54 Ha di tahun ke-1, 5,40 Ha di tahun ke-2, 4,17 Ha di tahun ke-3, 6,82 Ha di tahun ke-4, dan 6,06 Ha di tahun ke-5. Revegetasi akan menggunakan tanaman sengon dan akasia dengan total 23.744 pohon yang juga dibagi dalam 5 tahun. Biaya reklamasi terbagi menjadi biaya langsung dan tidak langsung. Pada tahun ke-1, biaya langsung sebesar Rp. 8.108.642.761,56 dan biaya tidak langsung Rp. 1.962.291.548,30. Pada tahun ke-2, biaya langsung Rp. 2.941.564.612,79 dan biaya tidak langsung Rp. 794.222.445,45. Tahun ke-3, biaya langsung Rp. 2.021.648.352,08 dan biaya tidak langsung Rp. 564.039.890,23. Tahun ke-4, biaya langsung Rp. 2.539.824.544,56 dan biaya tidak langsung Rp. 685.752.627,03. Tahun ke-5, biaya langsung Rp. 3.159.308.186,00 dan biaya tidak langsung Rp. 837.216.669,29.
Slope Stability Analysis Using Spencer Method in Pit 1 Area of Limestone Mining PT Sumbar Calsium Pratama, Nagari Halaban, Lareh Sago Halaban, Lima Puluh Kota, West Sumatera Muhammad Irfan
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127691

Abstract

PT Sumbar Calcium Pratama as one of the mining companies that produces calcium material for core and shell separators for the palm oil mill industry, participates by increasing production to meet consumer needs. PT Sumbar Calcium Pratama is one of the mining companies engaged in the mining of class C excavation material (limestone) whose mining operations are carried out by means of Quarry. The results of taking slope geometry data at PT Sumbar Calsium Pratama obtained a slope height of 30 m with a slope angle of 83 °. The Spencer Slice Method was developed by Spencer in 1967. It is one of the most theoretically rigorous wedge methods because it fulfills the balance of forces and moments of the collapsing mass. Thus, it allows for a more precise calculation of the Factor of Safety (FS). The results of the Rock Mass Rating (RMR) analysis of the rock show that the Rock Quality Designation (RQD) of the rock mass of the slope in the pit 1 mining area of PT Sumbar Calsium Pratama has a slope of 2.58%, and the weight of the Rock Mass Rating (RMR) of the slope belongs to class III (medium). Kinematic analysis then obtained the potential for landslides that will occur in the research area in the form of plane avalanches (Planar Failure) of 10%, wedge avalanches (Wedge Failure) of 9.47%, avalanches (Flexural toppling) of 45%. Recommendations in an effort to increase the stability of the research slope of PT Sumbar Calsium Pratama which is in a saturated state is not stable / safe, first by changing the slope geometry in the form of slope height which was originally 30 meters to 24 m or 23 m then obtained FK values of 1.33 and 1.37 (safe / stable). Second, by reducing the slope from 83° to 65° and 64°, FK values of 1.3 and 1.38 (safe/stable) were obtained.
Analisis kestabilan lubang bukaan menggunakan q-system pada penambangan bawah tanah PT.Cahaya Bumi Perdana Sawahlunto dinda apriko harli; Raimon Kopa
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126360

Abstract

A mining method where all activities are carried out below the earth's surface is called underground mining. Underground mining activities can cause collapses, to prevent this from happening by analyzing the stability of openings using the Q-System method. The parameters used to find the Q value are rock quality designation, joint set number, joint roughness, joint alteration number, stress reduction factor. Look for the value of the tunnel safety factor and also the value of the meanstress acting on the tunnel BT-03 Value the tunnel and also the voltage acting on the BT-03 tunnel using phase2 software. The results obtained include the Q-System value for coal is 1.8 and sandstone is 1.6, The tunnel safety factor value is 0.9, which means the tunnel is in an unstable condition so it is necessary to install supports.The minimum voltage value working on tunnel BT-03 is 2.00 while the maximum voltage is 3.50.
Kajian Keserasian (Match Factor) serta Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut pada Kegiatan Produksi Pit Main Ridge di PT J Resources Bolaang Mongondow Site Bakan Abdul Razak; Rusli HAR; Rudy Anarta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.129043

Abstract

Menghitung Debit Air Limpasan di PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan Rijalnur Hidayatullah; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126017

Abstract

PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH is mining company operating in the field of coal mining contractors. Mining system carried out by PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH use the open pit mining method, during rainy season, problem that is often found is water. Water that comes from above the ground surface (runoff water) and water that is below the ground surface (ground water). Runoff water and ground water are the main things that must be considered so that they do not disturb and damage the mining location. Therefore, this report was written to find out how much runoff water enters the mining front area. The stages used in calculating runoff water discharge are calculating the catchment area area, calculating planned rainfall data using the Log Pearson III method, calculating rain intensity using the Monnonobe method, calculating runoff water discharge using the rational method. Based on calculations, the catchment area in Pit PE PT was obtained. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH is 13,821 Ha or 0.13821 km2, the average daily maximum rainfall in the last 10 years is 547.4 mm/day, arranged rainfalll is 696.13 mm/day, intensity of rain is 398.66 mm/day, and the runoff discharge is 49,626 m3/hour.
Evaluasi Teknis Penambangan Batu Gamping untuk Menganalisis Faktor Ketidaktercapaian Target Produksi di Perusahaan CV Tekad Jaya Yoky Febrian Risellino; Raimon Kopa
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128879

Abstract

CV Tekad Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu kapur dengan sistem open pit. Pada kegiatan peledakan CV Tekad Jaya menggunakan detonator elektrik dengan peledakan sebanyak dua kali dalam seminggu dengan tujuan untuk memisahkan batuan dengan batuan sumbernya. Dalam kegiatan pengangkutan dengan menggunakan metode luncuran batu, yang dimaksud dengan luncuran batu disini adalah dimana batuan hasil peledakan yang terpisah dari batuan sumbernya dijatuhkan dengan menggunakan alat ekskavator yang meluncur ke bawah dengan tempat yang telah disiapkan untuk menampung batu tersebut di tempat tersebut. Dasar lereng yaitu bagian depan pengangkutan, sehingga volume geometrik peledakan akan sangat mempengaruhi volume batu kapur yang dihasilkan. Setelah batuan terkumpul di blasting shelter, maka excavator akan mengambil batuan tersebut, setelah itu batuan tersebut akan diangkut dengan dump truck untuk dibuang ke stock hopper kemudian batuan tersebut dipecah menjadi ukuran 30 × 40 cm dengan pemutus dan excavator yang bekerja di dekat stock hopper, memuat atau mengumpankan batuan pada stock hopper yang telah dipecah ke dalam hopper crusher agar dapat diolah. Target produksi yang direncanakan perseroan yaitu 10.000 bcm/bulan atau 20.000 ton/bulan belum terpenuhi. Beberapa faktor tersebut adalah volume hasil peledakan, jumlah alat produksi yang optimal dan produksi excavator dan dump truck pada bagian depan pengangkutan batuan hasil peledakan ke stock hopper, produksi excavator dalam rock feeding dari stock hopper ke hopper crusher dan, produksi efektif dan waktu kerja crusher dalam mengolah batuan. Berdasarkan hasil perhitungan produksi diperoleh pada peledakan 25827,9 ton/bulan, Loading-hauling Excavator 187.295,20 ton/bulan, Dump Truck 24754,65 ton/bulan, dan crusher 8010,24 ton/bulan. Sehingga dari sini produksi crusher tidak tercapai. Optimalisasi produktivitas crusher dapat dilakukan dengan penambahan jam kerja dan optimalisasi jam kerja pada waktu standby. Hasil optimasi yang diperoleh adalah 21315,84 ton/bulan, sehingga target produksi yang direncanakan tercapai.
Slope Stability Analysis for Mine Slope Design Optimization Planning at Pit Middle of PT Banjarsari Pribumi Open Pit Mine, Merapi Timur, Lahat, South Sumatera Dendi Fermon Dika; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127692

Abstract

PT Banjarsari Pribumi is a subsidiary of PT Titan Infra Energy (Titan Group) which is engaged in coal mining. The company is located in Merapi Timur, Lahat, South Sumatera. PT Banjarsari Pribumi conducts mining using the Open Pit Mining method. To determine the safety factor using the morgenstren-price method. The results of the slope stability analysis for Section A-A' obtained a saturated FK of 1.092, saturated FK Section B-B' of 1.041 saturated FK Section C-C' of 1.148. From the analysis results obtained, it is explained that the slope is in critical condition. For this reason, the authors conducted a slope dewatering simulation and a resloping + dewatering simulation on the Lowwall Pit Slope. The results of the 2 m dewatering simulation for section A-A' obtained an FK value of 1.454, for dewatering 10 m section B-B' FK value of 1.301 and for dewatering 5 m C-C' FK value of 1.301. The resloping simulation results for section A-A' obtained an FK value of 1.319. The resloping + dewatering simulation results for section B-B' obtained an FK value of 1.345 and for section C-C' of 1.369.
Evaluasi Geometri Jalan Gaharu Pit B Rawa Selatan PT Mandala Karya Prima Site Karrasi, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Fadhlur Rohman; Bambang Heriyadi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130250

Abstract

PT Mandala Karya Prima merupakan perusahaan jasa pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Salah satu pit yang ada di PT Mandala Karya Prima adalah Pit B Rawa Selatan di Jalan Gaharu yang berfungsi untuk pengangkutan overburden. PT Mandala Karya Prima menerapkan sistem penambangan terbuka. Namun salah satu kekurangannya adalah ketika hujan turun, semua kegiatan penambangan harus dihentikan, jika tetap dilanjutkan menyebabkan jalan menjadi licin dan berisiko longsor (sliding). Jalan Gaharu merupakan jalan yang tergolong baru, sehingga masih banyak kekurangan pada jalan tersebut terutama dari segi geometri jalan, misalnya kemiringan melintang yang tidak sesuai dengan nilai ideal yaitu 2-4%, lebar jalan yang belum ideal dimana memiliki lebar kurang dari 25 meter dengan nilai ideal 25 meter, superelevasi yang belum sesuai, dan grade jalan yang melebihi 8%. Berdasarkan pengukuran menggunakan software Arcgis 10.8 yang dilengkapi dengan peta ortho dan peta kontur, panjang jalan yang digunakan adalah 1,4 km. Lebar jalan lurus dari total 27 ruas, 26 ruas memiliki lebar jalan yang ideal untuk dilalui Komatsu HD 785-5 dan yang tidak ideal berada pada titik 26. Lebar jalan tikungan dari total 6 ruas, 3 ruas yang ideal dan 3 ruas yang tidak ideal yaitu pada titik 30, 31, 32 yang tidak dapat dilalui Komatsu HD 785-5. Superelevasi ideal pada jalan tersebut adalah 4% atau 1,098 m. Namun, dua tikungan tidak memiliki superelevasi yang sesuai. Kelandaian jalan yang ideal berdasarkan persyaratan perusahaan adalah 8%. Namun, kondisi aktualnya ada satu segmen yang tidak memiliki nilai grade jalan yang ideal, yaitu pada segmen 2.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress) Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Jurnal Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 3 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 2 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 5 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 4 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 3 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 2 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 1 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 5 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 4 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): JURNAL BINA TAMBANG Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 2 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 1 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 4 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 2 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 1 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 2, No 1 (2015): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 2 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang More Issue