cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journals Mining Engineering : Bina Tambang
ISSN : -     EISSN : 23023333     DOI : -
Core Subject : Science,
Atas dukungan dari jurusan Teknik Pertambangan dengan Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik UNP (Drs. Ganefri,MPd, P.hd) bekerjasama dengan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (Drs.Bambang Heriyadi,MT) dan seluruh Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Jurnal ini terbentuk dan didukung penuh untuk sarana kretifitas Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertambangan.
Arjuna Subject : -
Articles 609 Documents
Analysis Match Factor Loader and Hauler for Activities Overburden Removal Using the Queue Method at PT. Andalan Artha Primanusa Jobsite PT. Budi Gema Gempita, South Sumatera Province Rahmad Fikri; Mulya Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127642

Abstract

Abstract.  PT. Andalan Artha Primanusa (AAP) is a company engaged in coal production. In November 2022 PT. AAP set an overburden (OB) production target of 817.343 bcm/month, with actual achievement of 453.000 bcm/month or around 55,4% of the planned production target. Based on observations in the field, one of the factors that can hamper production is fleet mismatch (digging equipment waiting for loading) and the unit circulating time is quite high, the XCMG ADT's circulation time is 13.5 minutes, which causing the work of the tool to be less than optimal, as well as other aspects such as unfavorable hauling road conditions so that the operator has to reduce speed which is one of the causes of the high circulation time. The purpose of this research is to analyze the actual unit production, to analyze the value of fleet match factor and to analyze production achievement in overburden removal activities using queuing theory. Based on the results of queuing theory analysis, the number of ADT needed is in accordance with the level of excavator service, namely 7 units of ADT for each fleet and the overburden production is achieved, namely 322.513,6 bcm/month or 39,4% of the target set. Because after setting the queuing theory the production target had not been achieved, the researchers optimized production by using cycle time and the best work efficiency value of the unit, as well as adding 2 units of ADT for each fleet, so that the production of conveyance became 955.839,6 bcm/month or around 116,94% of the target that has been set.Keywords: Match Factor, Overburden, Production, Queuing Theory
Optimalisasi Produktivitas Alat Gali Muat Rocker Shovel Dan Alat Angkut Angkut Grandby Mine Car Untuk Menunjang Tercapainya Produksi Bijih Emas (Primer) Pada Kegiatan Penambangan Tambang Bawah Tanah PT. Dempo Maju Cemerlang. Wiza Esti Ningrum; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126023

Abstract

PT. Dempo Maju Cemerlang is a former Dutch colonial mine that operates as a gold mining company in Nagari Tambang, Pesisir Selatan Regency, using the Shrinkage Stope method, namely an overhand mining system to create a body with a slope of between 50o-90o. This research aims to analyze the compatibility value between the rocker shovel digging and loading equipment and the Grandby Mine car transportation equipment at PT. Dempo Maju Cemerlang and created simulations to improve working time and standby time for loading and digging equipment and transportation equipment. This research uses a quantitative type of research. The results of calculations using match factor, obtained a value of MF<1, where the loading equipment will wait while the transportation equipment is working fully or not in harmony. After improvements were made to working time and standby time, the results showed that the work effectiveness of the rocker shovel loading equipment was 38.93% and the effectiveness of the grandby transportation equipment at level 6 was 40%. Meanwhile, the effectiveness of Grandby transportation equipment at level 7 is 39.55%. This increase affects productivity, where the productivity of the rocker shovel conveyance is 2384,42 tonnes/month, the productivity of the Grandby conveyance at level 6 is 2276,73 tonnes/month, and the productivity of the Grandby conveyance at level 7 is 2243,16 tonnes/month.Keywords:    Shrinkage Stope, rocker shovel, Grandby, match factor, productivity
Monitoring Lereng dengan Memantau Pergerakan Tanah Menggunakan GPS Geodetik untuk Mengantisipasi Adanya Longsoran di Tambang PT X Kota Padang, Sumatera Barat Ilal Hamdi; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128467

Abstract

Indonesia secara regional berada pada dua buah lempeng besar yaitu lempeng Pacifik di Utara dan lempeng Australia di Selatan. Akibat tumbukan kedua lempeng tersebut, telah menempatkan Indonesia menjadi salah satu wilayah Negara yang rawan dengan bencana gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi. Namun, dibalik bencana alam akibat tumbukan dua lempeng tersebut, membawa hikmah yang tak ternilai harganya. Penambangan yang dilakukan pada PT X merupakan penambangan dengan metode tambang terbuka/quarry. Pada tambang PT X yang melakukan penambangan dengan mengikuti bentuk bukit yang di gali, pasti bahaya yang ditimbulkan lebih besar dari tambang lainnya. gerakan tanah merupakan peristiwa alam yang seringkali membawa bencana dan kerugian yang tidak sedikit, baik berupa harta benda maupun jiwa manusia.  Oleh karena itu perlu dilakukan suatu pemantauan gerakan tanah yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat aktifitas gerakan tanah berdasarkan besar dan arah kecepatan titik geser terhadap titik acuan (titik tetap) Rata-rata pergerakan lereng di setiap titik TP adalah > 5 mm dengan kategori initial acceleration. Pergerakan tanah yang paling stabil berada dititik TP02 dengan rata-rata pergerakan tanah koordinat X, Y dan Z adalah 3.2, 3.5 dan 5.2 mm. Pergerakan tanah paling beresiko terjadinya longsoron adalah titik TP06 dengan rata-rata pergerakan koordinat X, Y dan Z adalah 10.1, 9.7, dam 11.6 mm. Berdasarkan rata-rata pergerakan tanah yang > 5 mm menurut Standar Nilai Ambang Batas Laju Pergerakan Lereng, maka risiko terjadinya longsoran di WIUP 536,85 semakin besar.
RENCANA PENERAPAN INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM PROSES PENCEGAHAN DAN EVAKUASI PADA KECELAKAAN TAM BANG BATUBARA BAWAH TANAH SEBAGAI AKIBAT DARI LE DAKAN GAS METANA Rayhan Viedyatha; Mulya Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.125992

Abstract

Kegiatan tambang bawah tanah tidak berhubungan dengan udara luar. Sehingga, resiko kecelakaan di tambang bawah tanah lebih besar dibandingkan tambang terbuka. Pada tambang batubara bawah tanah, terdapat bahaya gas metana yang terbentuk bersamaan dengan keberadaan batubara tersebut. Gas metana bersifat ringan, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Na mun, itu bisa mengakibatkan ledakan jika dipicu oleh percikan api. Percikan tersebut dapat dipicu oleh hubungan arus listrik atau jatuhan benda-benda logam. Tercatat lebih dari dua belas studi kasus mengenai ledakan gas metana di tambang bawah tanah baik dalam dan luar negeri. Oleh sebab itu diperlukan upaya pencegahan agar gas tersebut tidak meledak dan membahayakan kesela matan pekerja dan alat. Upaya pencegahan dapat dilakukan secara konvensional maupun menggunakan teknologi. Metode konvensional adalah metode lama dimana pekerja melakukan monitoring langsung ke lokasi tambang. Proses itu dilakukan secara berulang-ulang sehingga adanya kecenderungan ketidak-akuratan dalam perhitungan pada alat sensor. Dewasa ini, telah ada teknologi baru yang digunakan yaitu Internet of Things (IoT) dimana terdapat alat sensor yang dipasang di dalam tambang yang terhubung melalui internet sehingga tidak perlu dilakukan pengambilan data secara langsung oleh pekerja di lapangan, justru data tersebut dapat dengan diakses secara langsung. Sehingga, pengambilan keputusan akan adanya potensi bencana dapat segera dilakukan.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) di Tambang Terbuka CV. IUP-OP JUMAIDI, Desa Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Rapi Ulfani
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.128483

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu indikator kesejahteraan karyawan perusahaan IUP-OP JUMAIDI merupakan perusahaan yang melakukan penambangan batu gamping dengan teknik open pit mining, yaitu kegiatan penambangan dilakukan dengan metode penambangan terbuka. Setiap kecelakaan tidak dapat dihindari, namun dapat dicegah dengan melakukan tindakan yang aman, bekerja dalam kondisi yang aman dan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan perusahaan. Namun, masih ada karyawan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan pekerja yang mengendarai dump truck tidak menggunakan APD saat mengangkut merupakan tindakan yang tidak aman. Hasil pengamatan studi yang dilakukan oleh peneliti dalam mencari potensi bahaya dan risiko dari Kegiatan Penambangan JSA Menggunakan Dump Truck dan Excavator CV. IUP-OP JUMAIDI. Tahapan proses Kegiatan Penambangan Menggunakan Dump Truck dan Excavator terdapat 19 potensi bahaya. Potensi bahaya yang memiliki risiko sedang hingga ekstrem diberikan pengendalian sesuai dengan hirarki pengendalian, yaitu Eliminasi, Substitusi, Pengendalian Teknik, Pengendalian Administratif, dan APD.
Kajian Kesesuaian Moisture Content Bijih Nikel Laterit untuk Pengangkutan ke Dalam Kapal Tongkang Menggunakan Metode Transportable Moisture Limit PT Antam Tbk. UBPN Kolaka Sulawesi Tenggara Novia Angraini; Harizona Aulia Rahman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130636

Abstract

Kondisi permintaan buyer yang tinggi menyebabkan kekurangan stock pada tumpukan produksi bijih nikel laterit untuk penjualan domestik sehingga harus dilakukan pengangkutan langsung dari front produksi penambangan ke dalam kapal tongkang dengan mempertimbangkan kesesuaian kadar moisture content dengan harga penjualan nikel dan mempertimbangkan front penambangan yang cocok metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode transportable moisture limit dimana metode ini menghitung batas kelembapan maksimum yang bisa digunakan untuk pengangkutan bijih nikel laterit berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan moisture content yang ada pada front maka front yang memenuhi standar untuk pengangkutan langsung ke tongkang adalah bentagya, werangler, dan hummer.
Assessment of Productivity and Compatibility of Komatsu PC 2000 Loader and Komatsu HD 785 Transport Equiptment in Overburden Stripping Activities in the North Pit of Muara Tiga Besar Mining Area at PT. Bukit Asam, Tbk. Tanjung Enim, South Sumatra Putra Alfarizi; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127770

Abstract

PT. Bukit Asam, Tbk is a coal mining company with an IUP area of 14,987 Ha (PT Bukit Asam, Tbk, 2018), the mining location is located in Tanjung enim, Lawang Kidul sub-district, Muara Enim Regency, South Sumatra Province which is divided into 3 Mining Business License Areas namely: Air Laya Mine (TAL), West Bangko Mine and Muara Tiga Besar Mine. Coal mining in Muara Tiga Besar Mining area of PT Bukit Asam company. Using Komatsu PC 400 for coal getting activities, while for overburden uses Komatsu PC 2000, PC 1250 and PC 800. For transportation equipment in the form of Dump Truck HINO 500 FM 320 TI for coal getting activities and HD 785 for overburden.  The productivity value of the PC2000 digging tool for overburden is 750.02 bcm / hour, while for HD for overburden is 96.866 bcm / hour. For the MF (match factor) value on the PC 2000 with HD 785 for overburden is 0.89, meaning that there is a mismatch between the PC 2000 and HD 785 because the MF value < 1 so that there is waiting time for the PC 2000 digging tool for the HD 785 conveyance.
Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang Terbuka Penambangan Batubara dalam Perancangan Main Sump Blok A PT Pengembangan Investasi Riau Desa Pematang Benteng, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau Randi Alvino Zulfa; Rusli HAR
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130605

Abstract

Pertambangan batubara adalah salah satu jenis usaha pertambangan di Indonesia. PT. Pengembangan Investasi Riau adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan batubara. Metode yang digunakan dalam penambangan adalah open pit atau tambang terbuka, yang mengakibatkan terbentuknya cekungan luas yang berpotensi menjadi area penampungan air, baik dari limpasan permukaan maupun air tanah. Berdasarkan perhitungan curah hujan selama 10 tahun (2013-2022) dan luas catchment area sebesar 1.502,7 Ha, nilai curah hujan rencana untuk periode ulang 10 tahun adalah 82,02 mm, dengan intensitas hujan sebesar 35,29 mm/jam dan debit limpasan sebesar 7,77 m³/detik. Selain itu, berdasarkan penampang geologi dan hidrogeologi, jumlah air tanah yang masuk ke dalam pit sump Blok A adalah 12,2 m³/detik, sehingga debit air total yang akan ditampung di sump mencapai 19,97 m³/detik.
Calculation of Runoff Discharge in the Coal Mining Open Pit Mine Conveyance System at PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH Kebur Village, West Merapi District, Lahat Regency, South Sumatra Province Fajar Rofiescha; Rusli HAR; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127562

Abstract

PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH is a company operating in the field of coal mining contractors. Mining carried out by PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH uses the open pit mining method, during the rainy season, the problem that is often found is water. Water that comes from above the ground surface (runoff water) and water that is below the ground surface (ground water). Runoff water and ground water are the main things that must be considered so that they do not disturb and damage the mining location. Therefore, this report was written to find out how much runoff water enters the mining front area. The stages used in calculating runoff water discharge are calculating the catchment area area, calculating planned rainfall data using the Log Pearson III method, calculating rain intensity using the Monnonobe method, calculating runoff water discharge using the rational method. Based on calculations, the catchment area in Pit PE PT was obtained. Kalimantan Prima Persada Jobsite PELH is 540,18 Ha or 5,40 km2, the average daily maximum rainfall in the last 10 years is 547.4 mm/day, planned rainfall is 385,140 mm/day, rain intensity is 80,87 mm/day, and the runoff discharge is 30.204,27 m3/hour. 
Analisis Biaya Operasional Penambangan Menggunakan Metode Full Costing pada Lubang D-12 Tambang Bawah Tanah PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Indri Dwi Wahyuni; Tri Gamela Saldy
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126018

Abstract

PT. Dasrat Sarana Arang Sejati is engaged in coal mining. To increase coal production, it is necessary to maximize effective working time and calculate mining operational costs. The aim of this research is to obtain coal production/month if maximizing effective working time and calculating the cost of coal production as well as profit or loss using the Full Costing method with the research object namely the PT D-12 hole. Dasrat Sarana Sejati Charcoal. The results of research and coal production calculations if maximizing effective working time is 432 tons/month, mining operational costs for January-March 2023 will be IDR. 189.432.800 cost of coal production/ton in January-March 2023 amounting to IDR 236.998/ton and profits obtained from PT's D-12 pit. Dasrat Sarana Arang Sejati for January-March 2023 amounting to Rp. 170.252200.Keywords: Coal Production, Operational Costs, Full Costing

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress) Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Jurnal Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 3 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 2 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 5 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 4 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 3 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 2 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 1 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 5 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 4 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): JURNAL BINA TAMBANG Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 2 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 1 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 4 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 2 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 1 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 2, No 1 (2015): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 2 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang More Issue