cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journals Mining Engineering : Bina Tambang
ISSN : -     EISSN : 23023333     DOI : -
Core Subject : Science,
Atas dukungan dari jurusan Teknik Pertambangan dengan Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik UNP (Drs. Ganefri,MPd, P.hd) bekerjasama dengan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (Drs.Bambang Heriyadi,MT) dan seluruh Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Jurnal ini terbentuk dan didukung penuh untuk sarana kretifitas Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertambangan.
Arjuna Subject : -
Articles 609 Documents
Calculation of Coal Resources Using the Circular Method at PT Manggala Alam Lestari Bayung Lencir Rolitu Rolitu
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127673

Abstract

PT. Manggala Alam Lestari (PT. MAL) is a private national company that operates in the coal mining industry. PT.Manggala alam Lestary is located in Musi Banyuasin, Bayung Lencir district. As a coal-mining company, you must meet coal requirements to conduct resource calculations at the exploration stage before moving on to the mining preparation stage. The territory of IUP PT Manggala Alam Lestari is divided into V (five) mining blocks. However, Block IV, with an area of 150 hectares is currently not being calculated for coal resources, overburden, and stripping ratio since drilling activities are taking place on Block IV to sample coal thickness, overburden, and stripping ratio. The measured resource calculation for this coal is performed using the Circular method of block IV with a 100-meter radius, with data such as geological conditions on the ground and drilling data, and then the data is applied with supporting programs such as Software Surpac 6.6.2. Based on the data processing results, 1.579.428,13 tons of coal were measured using the circular method, as well as 1.067.573,57 m3 of overburden, or 1.708.117,71 tons.
Analisis Pengaruh Powder Factor Terhadap Hasil Fragmentasi PT. Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto Sumatera Barat Afni Nelvi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.122706

Abstract

Proses pembongkaran overburden yang di lakukan oleh PT. Allied Indo Coal Jaya dengan cara pengeboran dan peledakan. Dalam peledakan fragmentasi dipengaruhi oleh penggunaan powder factor. Powder factor adalah suatu bilangan yang menyatakan perbandingan antara penggunaan bahan peledak dan terhadap jumlah material yang diledakkan dalam satuan kg/m3. Dari hasil pengamatan dilapangan geometri peledakan yang diterapkan perusahaan diperoleh fragmentasi bongkahan besar dari 60 cm dengan persentase lebih dari 20% yang mengakibatkan alat bongkar muat dan target produktivitas tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang geometri peledakan dan mengoptimal kan penggunaan powder factor berdasarkan metode R.L Ash dan Kuz Ram. Geometri usulan yang diterapkan adalah burden 2 spacing 4 stemming 1,9, kedalaman lubang 8 subrilling 0,6 tinggi jenjang 7,4 powder column 5,5 dan powder factor 0,338 kg/m3 dengan analisis kuz ram telah memenuhi target standar perusahaan dengan persentase tertahan ukuran 60 cm dibawah 20%.
Analisis Investasi Pemilihan Alternatif Sewa Alat Mekanis Untuk Mencapai Target Produksi 105.000 Ton/Bulan di PT Sumbar Calcium Pratama Halaban M. Ravil Akbar Elfiantra; Tri Gamela Saldy; Dedi Yulhendra; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130529

Abstract

PT. PT Sumbar Kalsium Pratama memiliki target produksi sebesar 105.000 ton/tahun atau 8750 ton/bulan. Namun realisasi yang dicapai saat ini masih di bawah target yang ditetapkan. Dimana produktivitas Excavator Caterpillar 320 D sebesar 30.475,25 ton/bulan dan tiga alat angkut berupa Toyota Dyna 130 HT, Mitsubishi Colt FE SHD, dan Mitsubishi Colt Diesel PS 100 adalah sebesar 4.423.942 ton/bulan atau hanya sekitar 51% dari target bulanan yang telah ditetapkan PT Sumbar Calcium Pratama yaitu sebesar 8.750 ton/bulan. Dalam melakukan pengadaan alat gali-muat dan alat angkut, perusahaan memiliki dua pilihan yaitu membeli atau menyewa. Pada penelitian ini, pemilihan antara opsi membeli atau menyewa alat gali-muat dan alat angkut dilakukan dengan menggunakan analisis Present Worth Cost (PWC) dengan metode Future Worth Cost (FWC), Net Present Value (NPV), dan Annual Equivalent (AE). Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai PWC sewa sebesar Rp 37.527.605.897, FWC sewa sebesar Rp 104.318.125.042, NPV sewa sebesar Rp 58.912.689.317 dapat dikatakan layak, dan AE sewa sebesar Rp 10.546.372.890 dapat dikatakan layak dengan PBP sewa 1 tahun 2 bulan.
ANALISIS GEOMETRI JALAN AWR (ALL WEATHERING ROAD) DI JALAN AWR PIT 1 BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM, TBK. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Arif Maulana Hadi; Mulya Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126007

Abstract

Abstract. PT Bukit Asam Tbk merupakan sebuah perusahaan pertambangan milik Indonesia, mengkhususkan diri dalam berbagai aspek pertambangan batu bara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, penyulingan, transportasi, dan perdagangan. Perusahaan ini berkomitmen untuk memelihara fasilitas pelabuhan batu bara guna memenuhi permintaan internal dan eksternal. PT Bukit Asam Tbk menggunakan sistem pertambangan terbuka, dengan menggunakan metode pertambangan kontinu dengan peralatan seperti excavator roda ember (BWE), backhoe, dan truk angkut. Beberapa faktor menghambat operasi optimal sistem pengangkutan, termasuk kondisi jalan angkut yang sempit, yang mengharuskan satu sistem pengangkutan berhenti saat yang lain melewati. Selain itu, kemiringan curam memerlukan kecepatan yang dikurangi untuk navigasi yang aman, dan permukaan jalan yang tidak rata menyebabkan penyebaran material selama transportasi. Untuk mengatasi tantangan ini, evaluasi teknis terhadap geometri jalan angkut diperlukan. Evaluasi ini bertujuan untuk menyederhanakan proses transportasi dan meningkatkan keselamatan operator pengangkutan. Lebar jalan angkut bervariasi antara kondisi lurus dan belok, dengan lebar belokan secara konsisten lebih besar. Desain ini disengaja untuk mengakomodasi deviasi potensial dalam lebar pengangkutan yang disebabkan oleh sudut yang dibentuk oleh roda depan dengan badan truk saat melewati tikungan. Jalan tambang yang ideal mempertahankan kemiringan lintang antara 20 mm/m dan 40 mm/m (2% hingga 4% untuk setiap meter lebar jalan). Kasus khusus jalan AWR Pit 1 melibatkan jalan angkut sepanjang 2.375 meter, tersegmentasi menjadi empat segmen jalan lurus dan satu segmen jalan belok. Beberapa segmen jalan memenuhi nilai kemiringan lintang yang dibutuhkan, sesuai dengan standar jalan setelah perhitungan dan penilaian menyeluruh.
Tambang Batubara Terbuka PT Bima Putra Abadi Citranusa (BPAC) (Evaluasi Geometri Jalan Segment Inpit Dump Sidewall Pit BPAC) Daffa Imammuti; Jukepsa Andas
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.127906

Abstract

Jalan angkut tambang yang ideal akan mengoptimalkan hasil produksi yang sesuai dengan target produksi yang telah direncanakan. Target produksi overburden di PT Bima Putra Abadi Citranusa pada bulan Februari 2023 adalah sebesar 630.854 BCM perbulan, sedangkan produksi aktualnya adalah sebesar 471.684,20 BCM perbulan. Ketidaktercapaian tersebut salah satunya disebabkan oleh geometri jalan angkut yang kurang ideal, seperti lebar jalan yang kurang ideal, grade yang terlalu tinggi dan lain sebagainya, sehingga waktu travel dump truck dari Front menuju Disposal atau Inpit Dump menjadi sangat lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui geometri jalan angkut aktual, mengkaji kondisi jalan angkut aktual di lapangan dengan hasil perhitungan matematis berdasarkan ketentuan AASHTO, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jalan angkut. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan desain layout jalan angkut tambang dari front pit menuju inpit dump sidewall pit BPAC dengan 10 segmen. Geometri jalan angkut aktualnya memiliki lebar jalan lurus antara 11,48-24,775 meter, lebar jalan tikungan antara 14,934-22,408 meter, superelevasi antara 0,08- 0,1 meter dengan jari-jari tikungan antara 7,92-11,591 meter dan grade jalan antara 0,80-12,70%. Berdasarkan perhitungan geometri jalan menggunakan ketentuan AASHTO masih banyak yang belum memenuhi standar. Jalan angkut tambang dipengaruhi oleh tanggul pengaman, drainase, rambu-rambu jalan dan penyiraman water tank.
Analysis of the Effect of Production on Investment in Digging - Loading and Transport Equipment PT. Y in Block 8 of PT X Limestone Mining, South Sulawesi Province Muhammad Fikra Irwan; Tri Gamela Saldy
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127794

Abstract

In cement production, raw materials are needed which consist of primary raw materials, namely limestone with a percentage of 85%, and clay with a percentage of 13%, apart from that, secondary raw materials are also needed as correction materials which come from tuff, silica and gypsum with a total percentage. namely 2%. The large demand for limestone requires PT X to carry out its own mining with the assistance of contractors. One of the contractors carrying out this mining is PT Y in block 8. Mining carried out by PT Y in block eight has a target of 74,000 tons in October. From observations in the field, there was an obstacle, namely the incompatibility of equipment which affected production achievements in October. From the analysis that has been carried out, a match factor of 1.275 was obtained so that the means of transport were reduced from 6 means of transport to 5 means of transport. From productivity calculations, the results obtained are that if you use 1 digging tool and 6 transport tools, the production that can be done in one day is 2,823.08 tons, whereas if you use 5 transport tools, the production that can be produced in one day is 2,900.704 tons. The total cost of ownership and operational costs if using 1 digging and loading equipment and 6 transportation equipment per year is IDR 4,580,431,703.68. Meanwhile, if you use 1 digging and loading equipment and 5 transportation equipment, the total annual ownership and operational costs that must be incurred are IDR 4,246,980,096.24. Using 1 dig-loading tool and 5 transport tools is much more profitable than using 1 dig-loading tool and 6 transport tools.
Analisis Faktor Kestabilan Lereng dan Penentuan Jenis Longsor terhadap Bidang Dikontinuitas Menggunakan Software Dips 7.0 pada Pit Selatan PT Alam Semesta Sukses Batubara di Desa Kotoboyo, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi Rizky Juniostal Saputra; Jukepsa Andas
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130553

Abstract

PT Alam Semesta Sukses Batubara melakukan sistem penambangam dengan metode  tambang terbuka, adapun masalah yang sering terjadi pada tambang terbuka yaitu pada stabilitas lereng, dimana ketika tidak diperhatikan dengan baik maka akan mengakibatkan potensi longsor. Untuk pengambilan data dilakukan di 3 lereng dengan panjang scanline setiap lereng yaitu 10 meter. Dilakukan analisis klasifikasi Rock Mass Rating pada lereng 1,2 dan 3. Lereng 1 didapatkan nilai RMR yaitu 62, lereng 2 dengan nilai RMR 63, kemudian nilai RMR lereng 3 yaitu 68. Setelah mengetahui hasil RMR dari 3 lereng, bahwasanya lereng berada pada kelas batuan II yaitu “baik” dengan rentang nilai (61-80). Setelah diamati dilapangan terdapat material berjatuhan di lereng, diakibatkan dari material yang soft. Berdasarkan analisis menggunakan software Dips 7.0 dengan input data strike dan dip dari pengambilan data scanline. Setelah di masukkan data tersebut ke dalam software, maka diperoleh potensi longsor pada lereng yaitu longsoran busur. Adapun dengan metode kuantitatif terhadap pengamatan dan langsung mengambil data dilapangan diharapkan penyelesaiannya bisa menjadi patokan untuk perusahaan dalam menjaga kestabilan lereng.Kata kunci : Rock Mass Rating, Scanline, Kestabilan lereng, Software Dips 7.0, Potensi longsoran
Work Compatibility of Excavator Komatsu PC400 with Hino 500 FM 320 TI Transport Equipment in Coal Mining Activities in North Pit Muara Tiga Besar 1 PT Bukit Asam, Tbk.Tanjung Enim, South Sumatra. Muhammad Fajar Ramadhan
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127678

Abstract

PT Bukit Asam (Persero) Tbk is a State-Owned Enterprise (SOE) established on March 2, 1981 located in Tanjung Enim, South Sumatra. The purpose of production activities is to produce minerals that have a price or selling value, in coal production activities there are two productions that can be done, namely coal production and overburden production. PT Bukit Asam Tbk. applies the open pit mining method. In coal getting activities, PT Bukit Asam Tbk. uses Komatsu PC400 excavating equipment and DT HINO 500 transportation equipment, while in overburden excavation activities PT Bukit Asam Tbk. uses Komatsu PC2000 excavating equipment and Komatsu HD785 transportation equipment. Apart from loading and hauling excavation equipment as the main mining equipment, there are also supporting equipment such as motor graders, bulldozers, water tanks and fuel tanks to get optimal and maximum results from production. In coal mining activities in the Muara Tiga Besar Mining area, PT Bukit Asam Tbk. company uses Komatsu PC 400 for coal getting and Komatsu PC2000 for overburden activities, while for transportation equipment in the form of Dump Trcuk HINO 500 FM 320 TI for coal getting and HD 785 for overburden activities. The results of observations in the field obtained the productivity value of the PC400 digging tool for coal getting is 257.73 tons / hour, while for DT HINO 500 FM 320 TI for coal getting is 72.46 tons / hour.
IMPLEMENTASI JOB SAFETY ANALYSIS UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI TAMBANG BAWAH TANAH PT. ALLIED INDO COAL JAYA, PARAMBAHAN KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT Aqilah Giwang Putri; Fadhilah -
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126022

Abstract

PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menerapkan sistem tambang terbuka (Surface Mining) dan tambang bawah tanah (Underground Mining). Karena dilihat dari manajemen risiko masih adanya potensi bahaya, terbukti dari data medis yang diterima dari perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dalam beberapa bidang pekerjaan yang dapat menimbulkan kecelakaan, statistik kecelakaan kerja frequency rate dan severity rate, mengetahui bagaimana penerapan implementasi Job Safety Analysis (JSA) terhadap beberapa kegiatan penambangan di Perusahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner, dan dokumentasi kegiatan penambangan.      Hasil analisa kuesioner tingkat risiko dari sub-kriteria yang sering terjadi secara keseluruhan di PT. Allied Indo Coal Jaya berdasarkan perhitungan persentase ialah 30% kecelakaan pada saat pengoperasian Lori, 10% kecelakaan saat pemasangan rel, 23,3% kecelakaan saat pengoperasian Jeckleg, 6,7% kecelakaan saat pemasangan kabel Tambang Bawah Tanah, 30% kecelakaan saat pemasangan penyangga H-Beam. Berdasarkan data Statistik kecelakaan kerja Frequency Rate dan Severity Rate di PT. Allied Indo Coal kekerapan kecelakaan kerja yang paling banyak terjadi ada pada tahun 2022 yaitu sebanyak 55 kali kecelakaan per 1.000.000 jam kerja manusia yang mengakibatkan jam kerja paling banyak hilang di tahun 2022 sebanyak 665jam per 1.000.000 jam kerja manusia. Kecelakaan kerja tertinggi dari tahun 2018-2023 adalah pada kegiatan pengoperasian Lori yaitu 36% dengan penyebab tertimpa batubara saat pemasangan penyangga dan juga sebagai Kriteria utama faktor alat yang sering mengalami risiko. Kriteria umum potensi bahaya kecelakaan yang sering terjadi akibat faktor lingkungan yaitu jalan banjir/lumpur/licin sebanyak 20%. Faktor Manusia tertinggi karena kurang koordinasi antar pekerja dan posisi pekerja yang salah sebanyak 22%. Faktor material dan peralatan akibat peralatan yang rusak sebanyak 28%. Serta faktor konstruksi akibat rel mengembang sebanyak 55%. Tidak dilakukan evaluasi kinerja berkala karna dari tahun 2021 yang kecelakaan kerja 0 meningkat pada tahun 2022 sebanyak 15 kecelakaan kerja.      Oleh karena itu agar pekerja dapat melakukan pekerjaan sesuai JSA yang ada, perlu ditumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dengan pembekalan K3 secara berkala dan langkah terakhir agar Kepala Teknik Tambang Bawah Tanah dan Pengawas Operasional dapat memastikan kembali pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja sudah sesuai JSA dan SOP yang benar. Pada penelitian ini Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja di lubang utama Tunnel 3 ELV 370 dalam pengoperasian Lori, pemasangan rel, pengoperasian Jeckleg, pemasangan kabel Tambang Bawah Tanah, dan pemasangan penyangga H-Beam.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Area Pit Puncak Jaya di CV. Tekad Jaya Site Jorong Bulakan Nagari Tanjung Gadang Kecamatan Lareh Sago Halaban, Provinsi Sumatera Barat Muhammad Yazi'd; Fadhilah Fadhilah; Heri Prabowo; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.129024

Abstract

CV. Tekad Jaya merupakan salah satu Badan Usaha dalam rangka Penambangan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak dibidang pertambangan batu gamping. Dari prasurvey yang telah lakukan, CV. Tekad Jaya telah melaksanan upaya untuk pencegahan terjadinya kecelakan kerja dengan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SOP dan aspek K3 yang ada. Namun, masih ada beberapa kegiatan yang belum memiliki SOP, masih belum memperbaharui sesuai dengan peraturan yang ada, dan peneliti mendapati masih banyaknya pekerja yang tidak memerhatikan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko berdasarkan tingkatan risiko kerja yang berkemungkinan terjadi pada area pit puncak jaya di CV. Tekad Jaya serta menganalisis dan mengkaji penerapan manajemen risiko yang dilakukan CV. Tekad Jaya.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan Perusahaan perlu mengontrol kembali risiko yang mempunyai dampak besar pada setiap proses kegiatan mulai dari potensi bahaya yang memiliki risiko medium hingga very high dilakukan pengendalian menurut hierarki pengendalian. Manajemen risiko yang harus dikontrol ulang yaitu: Dalam kegiatan pengeboran tahapan kerja dengan risiko terpapar atau terhirup debu pengeboran mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 15, pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu administrasi control dan APD. Dalam kegiatan pengeboran tahapan kerja dengan risiko pekerja yang terkena batu akibat ledakan (flying rock) mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 20. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu: administrasi control dan APD. Dalam kegiatan loading material tahapan kerja dengan risiko unit yang rebah pada saat melewati jalan yang tidak rata mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 12. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu: subsitusi. Dalam kegiatan hauling material tahapan kerja dengan risiko pekerja terjatuh atau terpeleset saat pemeriksaan unit mempunyai risiko tertinggi dengan nilai 6. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu: subsitusi.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress) Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Jurnal Bina Tambang Vol 7, No 3 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 2 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 5 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 4 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 3 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 2 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 1 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 5 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 4 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): JURNAL BINA TAMBANG Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 2 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 1 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 4 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 2 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 1 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 2, No 1 (2015): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 2 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang More Issue