cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journals Mining Engineering : Bina Tambang
ISSN : -     EISSN : 23023333     DOI : -
Core Subject : Science,
Atas dukungan dari jurusan Teknik Pertambangan dengan Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik UNP (Drs. Ganefri,MPd, P.hd) bekerjasama dengan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (Drs.Bambang Heriyadi,MT) dan seluruh Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Jurnal ini terbentuk dan didukung penuh untuk sarana kretifitas Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertambangan.
Arjuna Subject : -
Articles 609 Documents
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang Terbuka Penambangan Batubara di PT. Mandala Karya Prima Jobsite Krassi, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Mona Mona; Rusli HAR
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130589

Abstract

pH Neutralization of Acid Mine Drainage Using Open Limestone Channel with Addition of Fly Ash and Silica Sand on Laboratory Scale Testing Rizky Ananda; Rusli HAR; Heri Prabowo; Harizona Aulia Rahman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127590

Abstract

This research aims to neutralize the pH of acid mine drainage using a passive open limestone channel method using limestone as a neutralizing agent, which is then modified by adding other test materials such as fly ash and silica sand. This test will be carried out through three repetitions which will later be called the AA-0 Combination, AA-1 Combination, and AA-3 Combination. The pH value of the acid mine drainage before the test was 3.75 and after the test was carried out, the final pH combination AA-0 was 7.39; The final pH of the AA-1 combination was 7.3; and AA-2 Combination The final pH is 7.21.
Pengaruh Penggunaan Blower & Es Batu Pada Alat Simulasi Ventilasi Tambang Bawah Tanah Dalam Upaya Penurunan Suhu Untuk Skala Laboratorium Wuni Aprila; Bambang Heriyadi; Heri Prabowo; Jukepsa Andas
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126020

Abstract

Increased temperatures in Underground Mines can cause uncomfortable working conditions and negatively impact workers' health. If there is a temperature or increase in temperature that exceeds the standards determined by the Decree of the Director General of Minerals and Coal, Ministry of Mineral Resources and Mineral Resources No. 185.K/30DJB/2019, it is important to identify efforts to reduce the temperature in the work environment. This research wants to reveal the effect of using ice cubes to reduce the temperature which is simulated in an underground mine ventilation simulation tool in the laboratory, then the results obtained will be implemented in field conditions and the results will be correlated with needs in the field. The data taken to obtain results using a simulation tool in the laboratory was done using 2 experiments, where experiment 1 used 2 kg of ice cubes, at dry temperatures it could not reduce 1°C while at wet temperatures it could reduce ±1°C. Then in experiment 2 using 5kg ice cubes, the results showed that the dry temperature could decrease by ± 1°C and the wet temperature could decrease by ± 2°C. For humidity when using ice cubes there is not much change, only around ±5% but still remains within the threshold value.The correlation results when placed in the field from simulation tools in the laboratory are that in experiment 1 it requires 25 kg of ice cubes to reduce 1°C in wet temperature only, and in experiment 2 it requires 61 kg of ice cubes to reduce 1°C in dry temperature and 2°C at wet temperatures.To obtain correlation results, they are placed in field conditions in accordance with established standards, for Tunnel A location requires 183 kg of ice cubes, Tunnel B 244 kg of ice cubes, Tunnel A to Tunnel B as much as 183 kg of ice cubes, Branch 1 Tunnel 2 had 244 kg of ice cubes and Branch 2 Tunnel B had 305 ice cubes.
Analisis Panjang Pukulan Jig Terhadap Nilai Losses pada Kapal Isap Produksi Timah 19 (KIP 19) Unit Penambangan Laut Kundur, Provinsi Kepulauan Riau Fadli Hadi; Riko Maiyudi
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i2.129075

Abstract

PT. Timah Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang penambangan dan pengolahan bijih timah. Pencucian bijih timah adalah bagian dari penambangan pada objek produksi. Material yang ditambang di lepas pantai (off shore) ialah material lepas dan tidak kompak, sehingga proses penambangan serta pencucian harus benar-benar dimaksimalkan untuk menghindari material yang terbuang (losses) dan menghilangkan Cassiterite pada tailing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Losses dan nilai recovery pada jig. Setelah dilakukan analisis terhadap kinerja jig pada KIP 19 maka didapatkan nilai losses pada sampling 1 sebesar 6,897 Kg/jam dengan nilai recovery sebesar 89,678% dan kerugian perbulan Rp 1,478.584,377. Pada sampling 1 banyak terdapat variabel Jig yang tidak sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan contohnya pada jumlah pukulan, panjang pukulan dan kecepatan aliran yang masih dibawah standar. Pada sampling 2 dilakukan perubahan pada jumlah pukulan, panjang pukulan dan kecepatan aliran sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Pada sampling 2 menghasilkan nilai losses sebesar 3,209 Kg/jam dengan nilai recovery 94,333% dan kerugian perbulan Rp 687.947,987. Hasil yang didapat pada sampling 2 menunjukan bahwa belum tercapai nya target nilai recovery pada KIP 19, maka dilakukan pengambilan sampling 3 yang bertujuan untuk mencari nilai optimal recovery. pada pengambilan sampling 3 nilai variabel jig yang di rubah hanya Panjang pukulan saja yang bertujuan untuk mengatahui pengaruh panjang pukulan guna mendapatkan nilai optimal losses dan recovery pada jig KIP 19. Pada sampling 3 menghasilkan nilai losses sebesar 2,805 Kg/jam dengan nilai recovery 96,287% dan kerugian Rp 601.338,144. Pengambilan sampling 4 bertujuan untuk mengetahui nilai recovery maksimal yang didapat jika variabel jig di lakukan evaluasi pada settingan maksimal SOP. Pada sampling 4 menghasilkan nilai losses sebesar 3.284 Kg/jam dengan nilai recovery 94,42% dan kerugian Rp 704.026,547. Pada data sampling 5 bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang pukulan jika kecepatan panjang pukulan di setting di atas nilai SOP yang telah ditetapkan. Pada sampling 5 menghasilkan nilai losses sebesar 3,256 Kg Sn/jam dengan nilai recovery 94,35% dan kerugian Rp 698.023.885. Dapat disimpulkan jika panjang pukulan terlalu cepat maka akan mempengaruhi hasil dari nilai losses dan nilai recovery jig dan telah didapatkan nilai optimal panjang pukulan pada sampling 3 dengan didapatnya nilai losses yang lebih sedikit , nilai recovery yang sudah ditetapkan oleh perusahaan sebesar 96% dan kerugian perusahaan Rp 601.338,144.
Optimizing Production by Increasing the Speed of Komatsu HD 785-7 PT Kalimantan Prima Persada Site Indexim Kaliorang, East Kutai, East Kalimantan Deni Riski Ramadan; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1s.127804

Abstract

PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite Indexim is mining company operating in the field of coal mining contractors. From the results of observations, the influence on the non-achievement of Productivity is the condition of the haul road is not in accordance with the standards and the performance of hauler operators is not optimal. Therefore, to achieve the overburden and coal production targets that have been set, it is necessary to pay attention to several things, namely tool work efficiency, tool cycle time, and haul road conditions. The stages used to determine the ideal standard for mining roads use 3 reference parameters, the first is based on the AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) method, Ministerial Decree of the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2018, and the KPP Road Management System. In this research, the type of research used is quantitative research. The results and discussion show that the increase in the average speed of the HD785-7 from April to July which has an effect on increasing the productivity of the HD 785 with the best achievement at 232 BCM/hour. 
Kajian Produktivitas dan Keserasian Alat Gali Muat dengan Alat Angkut pada Kegiatan Pengupasan Top Soil, di PT Kuansing Inti Makmur, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi Mohammad Ihsan; Harizona Aulia Rahman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130660

Abstract

Salah satu kegiatan penambangan batubara adalah pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) yang diawali dengan penggalian dan pengangkutan selanjutnya ke lokasi pembuangan. Lapisan tanah penutup dipindahkan dari lokasi penggalian ke area pembuangan sehingga memerlukan penggunaan peralatan mekanis, termasuk ekskavator untuk pemuatan dan kendaraan pengangkut tugas berat. Keberhasilan dalam operasi penambangan, yang diukur dengan target produksi, menentukan apakah suatu perusahaan dapat mencapai keuntungan tahunan, sekaligus memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja-yang merupakan dua komponen penting dalam sektor pertambangan. Banyak faktor lain yang juga berperan, seperti kondisi cuaca, faktor manusia, peralatan, dan bahkan jalan yang digunakan oleh kendaraan pengangkut yang membawa lapisan penutup dan batu bara. Meningkatkan produktivitas dan mengatasi hambatan-hambatan yang timbul di lapangan dengan memahami penghambat dan faktor pendukung agar tujuan produksi perusahaan dapat tercapai dan terlampaui. Untuk memaksimalkan proses penambangan material lapisan penutup, perlu dilakukan perhitungan jumlah peralatan pemuatan dan pengangkutan yang dibutuhkan, dan keserasian alat antara alat muat dan alat angkut serta waktu efektif yang digunakan untuk kegiatan penambangan. Berdasarkan informasi tersebut, penulis mengambil judul kajian produktivitas pada alat gali dan muat excavator CAT 395D dan alat angkut dump truck Komatsu HD 465 pada pengupasan overburden di PT. Kuansing Inti Makmur.
Study of the Effectiveness of Loading Digging Tools for Doosan SL 500 Excavators and Komatsu 300 Excavators Using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) Method to Achieve Over Burden Stripping Targets at PT. Hasta Panca Mandiri Utama Job Site Cita Mine Bimo Elang Putra; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i1.127574

Abstract

PT. Hasta Panca Mandiri Utama Job Site Cita Mineral Investindo is a private company engaged in mining services. PT HPMU has a production target for Overburden stripping of 100,000 bcm, while the actual production amount in the field using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method on the Dossan SL 500 Excavator and Komatsu 300 Excavator is only 89,483 bcm or 75% of the production target in February and amounted to 88,708 bcm or 74.8% of the production target in March. It can be concluded that production during Overburden stripping in the WP 79 area in February and March 2023 has not reached the production target that the company had planned After carrying out the analysis and improvement efforts, the total Overburden stripping production obtained using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method was 229,216 bcm in February and 253,657 in March, this means that the production target has been reached which has been set at 200,000 bcm/month. with the OEE values on the loading and unloading equipment respectively of 67% and 80% in February and 75% and 73% in March, however this OEE value is still far below the world class OEE value standard of 85%.
Optimalisasi Performa Alat Angkut Dump Truck Scania P360 Dalam Pengangkutan Batu Kapur Dari PNBP VI Menuju Stockpile Limestone Crusher 6 Di Bukit Karang Putih PT. Semen Padang, Provinsi Sumatera Barat Hadi Pranata1,*, Mulya Gusman,1 hadi - Pranata; Mulya - Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126505

Abstract

PT. Semen Padang merupakan salah satu perusahaan pembuat semen di Indonesia yang tergabung dalam kelompok Semen Indonesia. Dalam kegiatan penambangannya, perusahaan ini melakukan ekstraksi batu kapur dan silika di daerah Bukit Karang Putih dengan Izin Operasi Pertambangan (IUP) PT. Semen Padang. Proses penambangan dilakukan melalui metode tambang terbuka (quarry). Untuk menjalankan operasi produksinya, PT. Semen Padang bermitra dengan PT. United Tractor Semen Gresik (UTSG)Dalam area Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), perusahaan menggunakan 1 Excavator Komatsu PC300-8LC dan 4 Dump Truck Scania P360. PT. Semen Padang menetapkan target produksi sebesar 3.000 ton per hari untuk UTSG. Namun, kapasitas produksi sebenarnya hanya mencapai 3.804,87 ton per hari, dengan kapasitas angkut sebesar 1.740 ton per hari. Tingginya lost time disebabkan oleh ketidakefektifan waktu kerja alat-alat mekanik akibat adanya kendala. Beberapa hambatan yang teramati meliputi antrian selama 15 menit di area Crusher VI, siklus pengangkutan yang sebenarnya memakan waktu 21 menit dibandingkan dengan 15 menit yang direncanakan, dan penundaan nyata selama 10 menit dalam pengoperasian peralatan.Setelah menghitung nilai kesesuaian indera muat dan indera angkut, jika Match Factor (MF) < 1, maka alat muat menunggu, sementara indera angkut beroperasi penuh. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan menerapkan metode Match Factor. Akibat dari penerapan metode ini, produksi setelah pemugaran mengalami peningkatan sebesar 123% dari target produksi. 
Analisis Klasifikasi Massa Batuan dengan Metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating untuk Kestabilan Lereng pada Pit Utara PT Alam Semesta Sukses Batubara Anggi Saputra; Heri Prabowo
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress)
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v9i3.130435

Abstract

Penambangan dapat dilakukan dengan tambang tertutup dan terbuka, sistem penambangan terbuka membutuhkan analisis lereng yang efektif untuk diterapkan. Metode yang dapat dipakai yaitu dengan metode geomekanika dan analisis tingkat kestabilan sebuah lereng. Metode geomekanika ini meliputi data Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR) yang bisa ditentukan dengan perhitungan data pemboran dan juga dari uji laboratorium. Penelitian ini berguna pada saat mendeskripsikan kondisi, klasifikasi dan kestabilan lereng. Berdasarkan hasil perhitungan RMR yang dilakukan yaitu lereng 1 dengan bobot RMR yaitu 62 poin kelas II. Pada lereng 2 dengan bobot RMR yaitu 72 poin, kelas II. Pada lereng 3 didapatkan nilai bobot total dari RMR yaitu 73 poin kelas II. Lereng 1, 2 dan 3 sama dengan deskripsi batuan baik, nilai kohesi dari kelas massa batuannya yaitu berada pada interval 300-400 kPa, dan sudut geser dalam interval 35⁰-45⁰. Berdasarkan hasil perhitungan SMR yang dilakukan yaitu pada lereng 1 nilai SMR yaitu 55,7 poin, kelas III dengan deskripsi normal, masih tergolong stabil sebagian, longsoran potensialnya baji dan kekar, kemudian stabilisasi secara sistematis. Pada lereng 2 nilai SMR yaitu 65,7 poin, kelas II dengan deskripsi baik, masih tergolong stabil, longsoran potensialnya blok batuan, dan stabilisasi secara okasional. Pada lereng 3 didapatkan nilai SMR yaitu 73,9 poin, kelas II deskripsi sama dengan lereng sebelumnya.
PERBANDINGAN HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN METODA KONVENSIONAL DENGAN METODA AIRDECK di PT BHUMI RANTAU ENERGI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Aldi Suganda Putra; Tri Gamela Saldy
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126010

Abstract

Coal is one of the leading commodities in Indonesian mining, especially in the Sumatra and Kalimantan areas where coal reserves in these areas are very abundant. With the abundance of mining materials, especially coal, the mining industry is growing rapidly and making the mining industry a contributor to state income. In the mining industry, it is very common to find rocks that are quite hard or relatively hard which cannot be dug directly. To deal with this problem, dispersal of excavated materials is carried out using the blasting method. Scattering is not only for excavated materials but also for the covering layer of excavated materials. PT. Bhumi Rantau Energi itself uses conventional blasting and airdeck methods to dismantle the overburden. Many factors can influence blasting results, starting from geometric errors, not optimal powder factors, and so on. The less than optimal fragmentation results from the blasting carried out by PT. Bhumi Rantau Energi meant that the production target of 954,218 BCM was not achieved, but only around 674,121 BCM was achieved or only around 70%. The powder factor produced from conventional blasting is 0.14 kg/bcm while airdeck blasting produces a pf of 0.09 kg/bcm. Working time for conventional blasting is an average of 43 minutes and 71 minutes for airdeck blasting.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang (On Progress) Vol 9, No 2 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 9, No 1 (2024): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 2 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Jurnal Bina Tambang Vol 8, No 1 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 3 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 2 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 5 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 4 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 3 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 2 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 6, No 1 (2021): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 5 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 4 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): JURNAL BINA TAMBANG Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 2 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 5, No 1 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 4 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 2 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 4, No 1 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 2, No 1 (2015): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 2 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang More Issue