cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jelt.fbs.unp@gmail.com
Editorial Address
English Department of Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Padang. Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Padang Sumatera Barat, Indonesia, 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of English Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 23023198     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of English Language Teaching is a journal published by English Language Teaching Study Program of FBS Universitas Negeri Padang. This journal is published three times a year (March, June, and September). The main purpose of this journal is to advance and foster English Language Teaching or education, research, and professionalism in Indonesia. The journal provides research and paper to increase awareness, consideration and analysis of issues in Teaching English as Foreign Language, and also promotes the interchange of ideas, and comparative studies in this field.
Arjuna Subject : -
Articles 1,016 Documents
USING AUTHENTIC MATERIAL TO TEACH TRANSLATION TO ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS Apri Yayat Susendi; An Fauzia Rozani Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie D
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.537 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.9656

Abstract

This paper is written to discuss the teaching of Translation for the students of English Department Students. The difficulties of producing an accurate translation and the importance Teaching Translation to produce a good and understandable translation product are the points underlying this paper. Therefore, the authors use the Authentic materials to assist students in studying Translation and prepare candidates to face the real translation work as they become the translator later. The material discussed is an explanation of authentic materials and the procedure of teaching Translation using Authentic Materials. This learning strategy is expected to be useful for an English professor in the field of translation so that they can enrich the teaching of translation. It is also desirable to students in order to improve their skills in the English language text mengterjemahkan and increase the motivation to learn translation.USING AUTHENTIC MATERIAL TO TEACH TRANSLATION TO ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS
HELPING JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS TO WRITE A DESCRIPTIVE TEXT THROUGH DRAW-LABEL-CAPTION STRATEGY Vivi Ramadani; Saunir Saun
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.316 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1960

Abstract

ABSTRAK Draw-Label-Caption strategy merupakan sebuah strategi pembelajaran individu yang digunakan untuk memudahkan siswa dalam menulis text berbahasa inggris terutama descriptive text. Agar proses pelaksanaan draw-label-caption berjalan dengan baik, guru perlu mengajarkan langkah-langkah  atau proses dari draw-label-caption strategy, yaitu:  (1). Pada draw stage siswa menggambar apa yang ingin di descripsikannya.(2) Pada label stage siswa memberi label pada setiap detail  gambar tersebut. (3) Pada caption stage siswa mengubah label menjadi kalimat. Setelah ketiga proses tersebut, siswa menggabungkan kalimat-kalimat yang ada di caption stage tersebut menjadi sebuah paragraf. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide-ide dan pemikiran mereka menjadi sebuah tulisan dalam bahasa inggris. Kata kunci: draw, label, caption, teaching writing, teaching junior high                                       school.
The effect of video blog as media on students' english speakinh skill: an experimental research at english department of universitas negeri padang Andreza Jasveri; M. Zaim
Journal of English Language Teaching Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jelt.v9i1.107902

Abstract

This research is quasi-experimental research is aimed to find out the effect of video blog as media on students’ speaking skill and the effectiveness of video blog as media on improving students’ speaking skill at English Department of Universitas Negeri Padang. The instrument of this research is speaking test that is conducted twice, pre-test and post-test. The test had 3 topics that student should pick one of them, the test will be rate by using rating score which adapted from Brown and Blaz. Based on the test data analysis by using independent sample test in SPSS 25, it state that the students’ who are taught by using video blog as media are better than students’ who are taught by using conventional media. The significance of the test is 0.000 which is lower than the significance level that is 0.05 with 5% of degree. Furthermore, is also found that the students’ score is improving especially for students in experimental class which gained 10.8 of their average score. . Key words: Speaking, Video Blog.
TEACHING RECOUNT TEXT BY USING THE SCENE OF MOVIE LIFE OF PI IN TEACHING SPEAKING FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENT Lidya Fatwa Hakim; Havid Ardi
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.146 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4297

Abstract

Abstrak Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan Scene Life of Pi sebagai media dalam pengajaran berbicara. Ada dua persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum mengajar Recount text yakni persiapan rencana pelaksanaan pembelajaran dan persiapan film itu sendiri. Selanjutnya pelaksanaan terdiri dari 3 tahap utama yakni pre-teaching activities, whilst-teaching activities, dan post-teaching activities. Dalam kegiatan whilst-teaching terdapat 5 tahapan yakni observing, questioning, associating, experimenting dan communicating. Penggunaan scene dari film Life of Pi membantu siswa untuk melihat bagaimana penutur asli berkomunikasi dalam kehidupan mereka. Siswa diputarkan beberapa bagian dari movie tersebut sehingga nantinya siswa akan melihat contoh nyata bagaiamana karakter menceritakan pengalalaman hidupnya. Setelah itu, siswa diminta untuk membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang siswa. Guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai panduan. Kemudian guru memberi instruksi kepada siswa untuk menanyakan apa saja kegiatan mereka pada masa lalu. Setelah itu guru meminta siswa untuk memcari simple past tense di dalam sebuah text. Hal ini bertujuan agar siswa memahami penggunaan simple past tense di dalam sebuah text. Sehingga nantinya siswa bisa menggunakan simple past tense ketika praktek berbicara secara berpasangan. Jadi dengan menggunakan scene Life of Pi sebagai media siswa bisa melihat model penutur asli berbicara dan bisa melihat bagaimana penutur asli menceritakan pengalaman pribadinya kepada orang lain.   Kata Kunci: pengajaran berbicara, teks recount, pengajaran di SMP, scene Life of Pi.
TEACHING IMPERATIVE SENTENCE THROUGH “ACT OUT ( A GUESSING GAME WITH MIME ) ACTIVITY” IN PROCEDURE TEXT AT JUNIOR HIGH SCHOOL Agnes Pertiwi Hertia; Yuli Tiarina
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 2 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.322 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v2i2.3700

Abstract

Abstrak Makalah ini betujuan untuk menjelaskan bagaimana cara penggunaan Act Out ( A Guessing Game with Mime ) Activity sebagai kegiatan yang dapat digunakan oleh guru di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) untuk mengajarkan kalimat perintah ( Imperative Sentence ). Dalam membuat kalimat perintah di dalam bahasa inggris siswa mengalami kesulitan untuk membedakan antara subjek, predikat, dan juga keterangan di dalam kalimat tersebut. Kegiatan ini diterapkan dalam pengajaran teks prosedur dengan memperlihatkan beberapa gambar kepada siswa. Pada kegiatan ini, ada beberapa tahapan yang harus di lalui. Pertama, guru akan memperlihatkan beberapa gambar kepada siswa, lalu guru menyuruh siswa menyebutkan gambar tersebut dalam bahasa inggris lalu menirukannya. Kedua, siswa akan dibentuk ke dalam beberapa kelompok yang terdiri atas empat atau lima orang, masing – masingnya kelompok akan menunjuk salah seorang temannya untuk menirukan gambar yang diberikan oleh guru. Setiap kelompok akan mendapat giliran untuk tampil. Saat salah seorang dari masing-masing kelompok tersebut akan menirukan gambar yamg ada, sedangkan siswa yang lainnya pada kelompok yang sama akan menebak apa yang ditirukan oleh siswa tersebut. Kegiatan ini diterapkan dalam Whilst Teaching Activity . Key words: Act out activity, guessing game, mime, imperative sentence.
The Use of Reciprocal Teaching Technique in Teaching Vocabulary to Elementary School Students Resti Ningsih; Fitrawati Fitrawati
Journal of English Language Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.847 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v7i1.8968

Abstract

Nowadays many problems are found in learning English for elementary school students which cause them cannot comprehend the vocabulary they have learned, for instance the lack of the vocabulary the students have or the theme of the vocabulary is not interesting for the students. Moreover, some teachers do not design an interesting vocabulary learning that makes elementary school students actively participate during the learning. Thus, to solve the problem, the writer suggests Reciprocal Teaching Technique as a helpful technique that can support elementary school students to comprehend the vocabulary they learn. Reciprocal Teaching Technique is designed to create fun vocabulary learning for elementary school students by using puppets. This technique has four strategies which are predicting, questioning, clarifying, and summarizing. Advantages of Reciprocal Teaching Technique are: 1) Motivating the students to learn the vocabulary, 2) Helping students to comprehend the vocabulary better, 3) Increasing the number of vocabulary the students understand, 4) The students can actively participating during the learning activity, 5) The students become confidently expressing their ideas, 6) Granting the students a good skill in learning the vocabulary.
APPLYING KWL STRATEGY IN TEACHING READING COMPREHENSION AT JUNIOR HIGH SCHOOL Rela Handayani; Jufri Jufri
Journal of English Language Teaching Vol 6, No 1 (2017): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.673 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v6i1.7964

Abstract

Penulis membahas bagaimana pengajaran pemahaman membaca untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Know Want Learn (KWL) strategi, yang pertama kali dikembangkan oleh Ogle pada tahun 1986. Know Want Learn (KWL) strategi adalah singkatan dari Know, Want to know and Learned.Pengajaran pemahaman membaca melalui Know Want Learn / KWL strategi terlebih dahulu dimulai dengan mereview kembali apa yang siswa ketahui tentang topik yang diberikan oleh gurunya. Kemudian dilanjutkan dengan mencatat apa yang mereka ketahui dari topik tersebut pada table KWL dan yang terakhir guru menyuruh siswa untuk menulis apa yang telah mereka pelajari dengan melengkapi tabel yang telah diberikan oleh guru.Ada beberapa tujuan dari KWL strategi yaitu; siswa mereview pengetahuan mereka sebelumnya tentang topik, membantu siswa untuk memonitor pemahaman mereka tentang teks, dan siswa bisa menilai pemahaman mereka tentang teks yang diberikan oleh guru. Dengan menggunakan strategi ini guru bisa menemukan apa yang mereka butuhkan untuk mengajar siswa. Dan dengan menggunakan strategi ini siswa dapat lebih tertarik dalam mempelajari reading karena mereka terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
Using the Take Turn Writing Strategy in Teaching Wrting a Discussion Text To Senior High School Students Nelisa Handayani; Muhd. Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.274 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.341

Abstract

The purpose of this paper is to explain the implementation or the use of theTake Turn Writing strategy to motivate students to write in senior high school. Through this paper, it is expected to give the advantage thing to the teachers in teaching students to write. In addition, by using the Take Turn Writing strategy, it is hoped that it can be an alternative way to increase the ability of students of senior high school in writing. This strategy can increase the students’ attention and motivation during classroom writing activities. Besides, the students become easily to share their ideas in order to write a discussion text. Then, it can encourage the students’ motivation in writing and make their group work useful for them in learning English. After that, the teachers have the opportunity to teach of English, especially in writing, more delightful.  Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan mengenai penerapan strategi Take Turn Writing (menulis bergiliran) guna memotivasi siswa dalam menulis pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas(SMA). Melalui makalah ini diharapkan akan memberikan hal yang bermanfaat bagi para guru dalam mengajarkan siswa untuk menulis. Selanjutnya, dengan menggunakan strategy  Take Turn Writing(menulis bergiliran) ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Strategi ini mampu meningkatkan perhatian dan motivasi siswa selama kegiatan menulis berlansung. Siswa juga mudah untuk berbagi ide saat menulis discussion text. Selanjutnya, strategi ini mampu meningkatkan motivasi menulis siswa dan membuat kerja kelompok mereka bermanfaat dalam belajar bahasa Inggris. Kemudian guru juga berkesempatan untuk mengajarkan bahasa Inggris, terutama menulis, dengan lebih menyenangkan.   Key words: take turn writing, teaching writing, discussion text, senior high school
THE USE OF JEOPARDY GAME TO TEACH VOCABULARY TO YOUNG LEARNER Nazhifah Mesa Putri; Fitrawati Fitrawati
Journal of English Language Teaching Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.491 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v7i2.9734

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana cara pengajaran vocabulary kepada siswa Sekolah Dasar (young learner) dengan menggunakan Jeopardy Game. Jeopardy game adalah game yang bisa dimainkan didalam kelas secara berkelompok. Guru akan membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Dalam permainan Jeopardy game, siswa akan diberikan pertanyaan berdasarkan jenis vocabulary yang mereka pilih. Siswa tidak dibenarkan menggunakan kamus untuk menemukan jawaban dari masing-masing pertanyaan. Siswa hanya boleh berdiskusi dengan anggota kelompok tentang vocabulary yang diberikan guru. Kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pemenang dan akan diberi hadiah oleh guru. Selain menyenangkan, jeopardy game juga dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan kemampuan memori siswa. Dan juga memberikan motivasi siswa untuk bersaing mendapatkan nilai taerbaik
Using Peer Correction towards Students Writing Ability In Writing Analytical Exposition Text At Senior High School Jonggoria Najogi; Aryuliva Adnan
Journal of English Language Teaching Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.204 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v8i1.103309

Abstract

 AbstractThis paper discusses the use of the Peer Correction Technique in teaching writing on analytical exposition text at Senior High School. This technique is applied to help the students in organizing their ideas. In addition, it allows the students to share and exchange their ideas or information to be corrected by their peers in a pair group discussion. Thus by correcting each others’ work, students can gain their critically and analytically thinking. Students also may gain their confidence and interested since their writing is corrected by their peers. Besides, students can also take part actively. By applying the Peer Correction Technique in writing analytical exposition text, the teacher can reach the goal of teaching analytical exposition text to senior high school students. In other words, this technique can help the teacher in teaching writing analytical exposition text to the students.Keywords: Writing, Analytical Exposition Text, Peer Correction Technique 

Page 47 of 102 | Total Record : 1016


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 1 (2017): Serie A Vol 6, No 1 (2017): Serie E Vol 6, No 1 (2017): Serie D Vol 6, No 1 (2017): Serie B Vol 6, No 1 (2017): Serie C Vol 5, No 1 (2016): Serie B Vol 5, No 1 (2016): Serie A Vol 5, No 1 (2016): Serie E Vol 5, No 1 (2016): Serie C Vol 5, No 1 (2016): Serie F Vol 5, No 1 (2016): Serie D Vol 4, No 2 (2016): Serie A Vol 4, No 1 (2015): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie B Vol 3, No 1 (2014): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie C Vol 3, No 1 (2014): Serie D Vol 2, No 3 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie B Vol 2, No 2 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie C Vol 2, No 1 (2013): Serie E Vol 2, No 1 (2013): Serie C Vol 2, No 1 (2013): Serie B Vol 2, No 1 (2013): Serie F Vol 2, No 1 (2013): Serie D Vol 2, No 1 (2013): Serie A Vol 1, No 3 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie B Vol 1, No 2 (2013): Serie I Vol 1, No 2 (2013): Serie D Vol 1, No 2 (2013): Serie C Vol 1, No 2 (2013): Serie E Vol 1, No 2 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie F Vol 1, No 2 (2013): Serie H Vol 1, No 2 (2013): Serie G Vol 1, No 1 (2012): Serie B Vol 1, No 1 (2012): Serie D Vol 1, No 1 (2012): Serie C Vol 1, No 1 (2012): Serie A More Issue