cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
Baby Massage Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Prematur Happy Marthalena Simanungkalit; Arias Vini
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/b29q1h39

Abstract

Latar belakang: Artikel diawali dengan Judul Artikel, Nama Penulis, Alamat Afiliasi Penulis, Bayiprematur adalah bayi lahir dengan masa kehamilan < 37 minggu atau bayi kurang bulan. Bayi prematursering mengalami masalah akibat berat badan rendah. Penanganan untuk mengoptimalkan pertumbuhanbayi prematur yaitu baby massage.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh baby massage terhadappeningkatan berat badan bayi prematur.Metode: Metode yang digunakan adalah metode quasieksperimen dengan rancangan the non-equivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 22 bayiprematur. Variabel independen pada penelitian ini adalah baby massage. Variabel dependen yang diukuradalah berat badan bayi menggunakan timbangan bayi. Analisis statistik menggunakan uji dependent ttest Hasil: Ada pengaruh yang signifikan baby massage terhadap peningkatan berat badan bayiprematur pada kelompok intervensi dan kontrol (p value 0,002). Kesimpulan: Adanya pengaruh Babymassage terhadap peningkatan berat badan pada bayi prematur.
Literatur Review: Perbandingan Sensitivitas, Spesifisitas Metode ELISA Dan ICT Pada Diagnosis Laboratorium IgM, IgG SARS-CoV-2 Nada Farida; Dinna Rakhmina; Tini Elyn Herlina
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/drnt0m98

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan alat tes COVID-19 bergantung kepada sensitivitas dan spesifisitasuntuk dapat mendeteksi dan memberikan diagnosis COVID-19 yang akurat. Hingga saat ini terdapatbanyak produksi tes serologi COVID-19 yangmana bukti keakuratannya masih terus dipelajari melaluiberbagai bukti penelitian Tujuan: Membandingkan sensitivitas dan spesifisitas metode ELISA, ICTuntuk deteksi IgM, IgG SARS-CoV-2.Metode: Literature review dengan panduan PreferredReporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) statement . 10 dari total 176studi diperoleh melalui hasil pencarian di PubMed, Science Direct, dan Google Scholar pada bulanOktober - Desember 2020. Artikel jurnal disaring berdasarkan judul, abstrak, keseluruhan teks dandinilai kualitas menggunakan PICOS framework dan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil dianalisissecara deskriptif. Hasil : Perbandingan sensitivitas deteksi IgM, IgG SARS-CoV-2 metode ELISAsebesar 76,3%, 77,3%. Metode ICT sebesar 53,9%, 64,8%. Perbandingan spesifisitas metode ICTsebesar 96,2%, 98,1% dan metode ELISA sebesar 94%, 97,1%. Kesimpulan: Sensitivitas ELISAdalam mendeteksi IgM, IgG SARS-CoV-2 lebih tinggi dibandingkan ICT dan sebaliknya spesifisitasICT lebih tinggi dibandingkan ELISA.
Literature Review : Perbandingan Hasil Diagnosis Laboratorium pada COVID-19 menggunakan Metode Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Metode Rapid Test Antigen Rahmadhaniati Rahmadhaniati; Dina Rakhmina; Tini Elyn Herlina
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/d68b4662

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah merupakan krisis kesehatan dunia.Dalam mendiagnosis COVID-19 digunakan beberapa metode, salah satunya adalah RT-PCR danRapis Test Antigen. Tujuan: Membandingkan nilai sensitivitas dan spesifisitas antara metode RTPCR dan metode Rapid Test Antigen. Metode: Tinjauan literatur ini didapatkan dari tiga database(Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar) dan pencarian literatur dilakukan pada bulan oktobertahun 2020. Untuk menguji kelayakan studi digunakan MeSH dan prisma cheklist (judul, abstrak, danteks lengkap). Penyajian dibuat dalam bentuk tabulasi data dan analisis naratif. Dari penelitian inididapatkan dua belas studi yang memenuhi kriteria inklusi. Studi yang ada dibagi menjadi dua bagianberdasarkan tema: sensitivitas spesifisitas dari metode RT-PCR dan sensitivitas spesifisitas darimetode rapid test antigen (n=10) serta sensitivitas spesifisitas dari metode rapid test antigen (n=2).Adapun faktor yang mempengaruhi pemeriksaan metode RT-PCR : gender, gejala, penentuan nilaiCt, nilai sensitivitas, kendala logistik. Sedangkan faktor yang mempengaruhi dalam pemeriksaanmetode rapid test antigen adalah jenis sampel, petugas pengambil swab, lama pajanan, kandunganvirus, dan faktor pengganggu lainnya. Hasil : nilai sensitivitas RT-PCR, Rapid Test Antigen adalah50,5%-100%,11,7%-93,9%. Spesifisitas RT-PCR, Rapid Test Antigen adalah 98,4%-100%, 92%100%. Kesimpulan: Metode RT-PCR lebih baik dan lebih tinggi nilai sensitivitas dan spesifisitasnyadari metode Rapid Test Antigen.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap IMT Mahasiswa FKM Universitas Mulawarman Selama Pandemi Covid-19 Mifthahul Jannah; Ike Anggraeni; Annisa Nurrachmawati
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/46nzpx38

Abstract

Latar Belakang: Sejak pembatasan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19menyebabkannya keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang rendahmerupakan faktor resiko berbagai penyakit penyerta seperti obesitas, diabetes, hipertensi yangmembuat kita lebih rentan terhadap penyakit Covid-19. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitasfisik terhadap indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarmanselama pandemi Covid-19. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional danpengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total 197 responden. Instrumenyang digunakan yaitu Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO tahun 2002. Datadikumpulkan secara online dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Rata-rata dariaktivitas fisik adalah 1498,23 MET (Metabolic Equivalent) dan mayoritas responden (85,8%)melakukan aktivitas sedang (jalan cepat, mengepel lantai, membersihkan rumah, memindahkanperabot ringan, berkebun, menanam pohon, mencuci motor atau mobil), lebih dari sebagianresponden (60,4%) memiliki indeks massa tubuh status gizi mayoritas, namun masih terdapat (6,1%)yang memiliki kekurangan berat badan berat dan (10,2%) tergolong obesitas. Hasil analisismenunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (p-value = 0.048).Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitasfisik terhadap indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasMulawarman selama pandemi Covid-19
Literature Review: Pengaruh Faktor Lingkungan Dan Personal Hygiene Ibu Dengen Kejadian Diare Pada Balita Di Indonesia Danya Ainur Rosya; Agus Aan Adriansyah; Mursyidul Ibad
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yf7z9320

Abstract

Latar Belakang: Faktor lingkungan dan personal hygiene ibu memiliki keterkaitan dengan kejadiandiare. Salah satunya yaitu keberadaan vektor yang disebabkan oleh sanitasi dan SPAL yang burukserta CTPS. Tujuan: Literature review ini bertujuan mengetahui keterkaitan factor lingkungan danpersonal hygiene ibu dengan kejadian diare. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisanliterature review adalah tradisional literature review. Sumber data berasal dari google scholar danportal garuda dalam rentang waktu 2015-2020. Kata kunci yang digunakanyaitu “kejadian diare,factor lingkungan dan personal hygiene ibu”. Setelah dilakukan screening didapatkan sebanyak 22artikel rujukan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 dari 22 jurnal yangmenyimpulkan bahwa factor lingkungan menjadi salah satu penyebab kejadian diare, 13 dari 22jurnal menyimpulkan bahwa personal hygiene ibu menjadi salah satu penyebab kejadian diare.Faktor lingkungan dan personal hygiene ibu yang dominan memicu kejadian diare yaitu sanitasi,SPAL dan CTPS. CTPS yang buruk lebih dominan mengakibatkan diare denga nnilai OR sebesar6,985. Kesimpulan: Kesimpulan literature review ini adalah penyebab kejadian diare pada balitalebih didominasi pada kondisi sanitasi, SPAL dan salah satu personal hygiene ibu yaitu CTPS yangkurang baik. CTPS yang baik yaitu menggunakan sabun serta air mengalir saat mencuci tangan.Oleh karena itu, perbaikan sanitasi, SPAL dan penerapan CTPS yang baik menjadi salah satu untukmeminimalisir kejadian diare
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kadar Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) Nikma Nikma
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/5m1fnr57

Abstract

Latar Belakang : Hiperglikemia, hiperinsulinemia dan resistensi insulin telah terbukti dalamberbagai penelitian dapat menimbulkan perubahan terhadap berbagai komponen yang berperanterhadap faal hemostasis. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubunganlama DM Tipe 2 dengan kondisi hemostatis PT dan APTT. Metode : Penelitian ini merupakan studiobservasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan sampel darah plasma yang telahterisi antikoagulan Na citrate 3.2% yang diambil dari pasien yang telah memenuhi kriteria sampelpenelitian. Jumlah sampel sebanyak 30 yang seluruhnya merupakan pasien DM Tipe 2. Hasil :Berdasarkan dari uji korelasi Pearson merupakan uji korelasi antara lama DM dengan PT dan APTT,antara lama DM dengan PT didapatkan nilai p = 0.506 yaitu nilai p > 0.05. Sedangkan antara lamaDM dengan APTT dari hasil uji didapatkan nilai p = 0.014 yaitu nilai p < 0.05. Kesimpulan :Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan uji korelasi antara lama DMdengan PT dan APTT. Antara lama DM dengan PT didapatkan hasil yang tidak signifikan (p >0.05), hal ini menggambarkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada jalur ekstrensik pembekuandarah dengan lama DM. Sedangkan antara lama DM dengan APTT dari hasil uji didapatkan hasilhubungan yang signifikan (p < 0.05), hal ini menggambarkan bahwa ada pengaruh yang signifikanpada jalur intrinsik dengan dengan lama DM.
Efektifitas Alat Filtrasi Sederhana Berbahan Pelepah Pisang dalam Menurunkan PM2.5 dan PM10 pada Rumah Pengasapan Ikan di Kota Ternate Susan Arba; Mustafa Mustafa
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/kd2jxp43

Abstract

Latar Belakang: Particulate Matter (PM) merupakan jenis polutan berbahaya dengan berbagaiukuran, yang dapat mengakibatkan tingginya kematian akibat pajanan polusi udara. ParticulateMatter <2,5µm (PM2.5) atau yang disebut dengan fine particle merupakan salah satu jenis partikulatyang berukuran sangat kecil dan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Apabila terhirup ke dalamtubuh dapat berpenetrasi ke dalam saluran pernapasan bawah serta dapat melewati aliran darah. Asapyang dihasilkan oleh pembakaran tempurung kelapa di lingkungan pengasapan ikan merupakanpermasalahan yang ada di ruang pengasapan ikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukMenganalisis Efektifitas Alat Filtrasi Sederhana Dalam Menurunkan PM2.5 Dan PM10 Pada RumahPengasapan Ikan Di Kota Ternate. Metode: Rancang bangun penelitian yang digunakan adalah praeksperimental dengan metode one group pra-post test design. Penelitian dilaksanakan di rumahpengasapan ikan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhrumah pengasapan ikan di Kota Ternate. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakanprogram statistik. Hasil : penelitian menunjukan bahwa nilai p value PM2.5 sebesar 0,048 dimanakurang dari batas kritis penelitian ( < 0,05), artinya bahwa terdapat perbedaan bermakna antarapengukuran PM2.5 sebelum dan sesudah yang artinya alat filtrasi sederhana dengan berbahan dasarpelepah pisang efektif dalam menurunkan PM2.5. Nilai p values PM10 = 0,042 lebih kecil dari < 0,05,artinya bahwa ada perbedaan antara hasil sebelum dan sesudah pengukuran untuk variabel PM10 dirumah pengasapan ikan di Kota Ternate. Kesimpulan : Sistem filtering berbahan dasar pelepah pisangefektif dalam menurunkan kosentrasi PM2,5 Dan PM10 di rumah pengasapan ikan
Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami Terhadap Penilaian KPSP Anak 3-72 Bulan. Siti Masitoh; Maryanah Maryanah; Hetty Astri
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/7571x004

Abstract

Latar Bekakang : Estimasi jumlah anak balita di Indonesia adalah 23,7 juta atau sekitar 10% darijumlah penduduk Indonesia, dari jumlah balita tersebut diperkirakan sekitar 4,5-6,7 juta mengalamimasalah tumbuh kembang. Menilai perkembangan bayi sampai balita menggunakan instrumenkhusus, salah satunya yang digunakan di Indonesia adalah Skrining Deteksi Intervensi Dini TumbuhKembang (SDIDTK). Deteksi ini dipantau melalui Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP).Penelitian Nugrahaningtyas (2020) membuktikan bahwa ada hubungan pengetahuan orang tua denganpelaksanaan stimulasi perkembangan anak pra sekolah usia 2 tahun, hal ini berarti bahwa tingkatpengetahuan orang tua yang baik tentang stimulasi dini mempengaruhi pemberian stimulasi terhadapperkembangan anak sehingga anak mencapai perkembangan optimal sesuai usianya. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadappenilaian KPSP anak 3-72 bulan di Praktek Mandiri Bidan E Serpong. Metode : Metode penelitianyang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah sebagian ibu yang memiliki bayiusia 3-72 bulan dan berada di wilayah PMB E Serpong tahun 2021. Hasil : Hasil analisis bivariatmenunjukkan ada hubungan pengetahuan Ibu dan dukungan suami dengan penilaian KPSP diperolehnilai pvalue < 0,05. Kesimpulan : kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan signifikan antarapengetahuan Ibu dan dukungan suami dengan penilaian KPSP anak 3-72 bulan di PMB E Serpongtahun 2021. Saran: pentingnya bagi tenaga kesehatan dan orangtua untuk melakukan deteksi tumbuhkembang anak.
Pengaruh senam otak terhadap penurunan tingkat Dimensia pada lansia di Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Himo-Himo Kota Ternate Arini Krisnawati; Fauzi Almari
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/cgjcp387

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia jumlahnya terus meningkat seiring peningkatan kesejahteraan manusiaterutama di negara maju dan berkembang. Karena memnurunnya fungsi tubuh dan pengaruh kognitifakan mengalami dimensia dan dibutuhkan alternatif dalam mendukung upaya dalam membantu lansiadalam mengatasi hal itu. Salah satu intervensi dalam membantu menangani alzmeir adalah melaluicara latihan senam otak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otakterhadap penurunan tingkat dimensia pada lansia di panti sosial rehabilitasi sosial himo-himo kotaTernate. Metode: Penelitian kuantitatif one grup Pre-post design dengan pendekatan cross sectional.Populasi pada lansia sebanyak 60 orang pada lansia yang tinggal di panti sosial rehabilitas selamalebih 2 tahun. Pengambilan sampel dengan teknik purposif sampling yang sesuai dengan kriteria.Analisis menggunakan wilcoxon signed ranks test dengan SPSS versi 19.00. Hasil: Mayoritas usiaresponden yang mengalami demensia antara 60-74 tahun, perempuan lebih dominan (73%), Nilaikognitif sebelum penerapan senam otak lansia sebesar 33% dan setelah perlakuan naik manjadi 53%.Hasil analisis bivariat menunjukan adanya pengaruh pemberian senam otak dengan fungsi kognitiflansia dengan p Value 0,000.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian senam otak pada lansiaterhadap penurunan tingkat dimensia. Daharapkan kepada lansia maupun instansi terkait yangmenangani lansia perlu menerapkan metode latihan senam otak sehingga dapat membantu dalammengurangi dimensia.
Hubungan Tingkat Activity Daily Living (Adl) Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Kota Ternate Rusny Muhammad; Kartini M Ali
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/kq6rbt47

Abstract

Latar Belakang: Konsep kualitas hidup sangat berkaitan dengan menua dengan sukses yang umumnyaselalu dihubungkan dengan kesehatan fisik, kemandirian dan kemampuan fungsional lansia. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat activity daily living (ADL) dengan kualitas hiduplansia penderita Diabetes Melitus Tipe II di Kota Ternate. Metode: Rancang bangun penelitian yangdigunakan adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Kota Ternate, dengan besar sampel 60 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan instrument Instrumen WHOQOL BREF yangtelah dilakukan uji reliabilitas dan validitas. Data dianalisis menggunakan Uji Spearman. Hasil: Hasilpenelitian menunjukan bahwa activity daily living (ADL) terhadap keempat domain kualitas hiduppenderita DM Tipe II memiliki nilai p value < 0,05 dan nilai korelasi (r) berkisar 0,30 – 0,49 yangmemiliki hubungan yang sedang terhadap kualitas hidup, serta nilai korelasi (r) berkisar 0,50 – 0,69yang memiliki kekuatan hubungan yang kuat terhadap kualitas hidup penderita DM Tipe II yaitu padadomain fisik (p = 0,000; r = 0,454), domain psikologi (p = 0,001; r = 0,422 ), domain sosial (p = 0,000;r = 0,682), dan domain lingkungan (p = 0,000; r = 0,577). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitianini adalah ada hubungan antara activity daily living (ADL) dengan kualitas hidup lansia penderita DMTipe II di Kota Ternate.

Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue