cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
Penerapan Sanitasi Di Pasar Tradisional Kota Palembang: Tinjauan Fasilitas Dan Perspektif Pedagang Ardillah, Yustini; Purnama Sari , Indah; Septiawati , Dwi
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/5k2rkq30

Abstract

Di era pandemic Covid-19, Sanitasi menjadi bagian penting dalam pencegahan penularan virus tersebut. Pasar merupakan tempat umum yang berpotensi untuk menjadi kluster penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fasilitas sanitasi di pasar serta perspektif pedagang mengenai Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi observasional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 206 pedagang pasar tradisional di 19 pasar Kota Palembang. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data dengan menggunakan wawancara dengan kuesionar terstruktur dan observasi dengan menggunakan checklist. Data dianalisis secara univariable. Hasil penelitian menemukan bahwa kurang dari 50% pasar tradisonal yang sudah memiliki fasilitas sanitasi berupa jamban, sarana cuci tangan menggunakan sabun, air bersih  dan saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan. Sementara sikap pedagang pasar terhadap penularan Covid-19, hanya sebanyak 39% pedagang yang merasa dapat menularkan Covid-19. Penerapan protocol kesehatan juga rendah, 61.2% pedagang masih berkerumun, 60,2% tidak menggunakan masker dan 81,1% tidak menjaga jarak. Fasilitas protokol kesehatan dan fasilitas sanitasi perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan pencegahan penularan Covid-19 di pasar tradisional.
Dukungan Keluarga Dengan Fungsi Kognitif Pada Penderita DM Tipe 2 di Bantul Hidayat, Ircho Nur; Yulitasari, Brune Indah; Siswanto, R. Agus
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ey4h1y22

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diabetes Mellitus merupakan masalah global karena prevalensinya mengalami peningkatan tiap tahun di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yaitu penurunan fungsi kognitif. Namun masalah ini dapat dicegah dengan dukungan keluarga yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan fungsi kognitif pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sedayu 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah tehnik simple random sampling dengan 110 responden dengan DM tipe 2 tanpa komplikasi. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Mini Mental State Examination (MMSE). Uji analisis data menggunakan Kendall’s Tau. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dukungan keluarga sebesar 56,4% dan untuk fungsi kognitif normal sebesar 34,5%. Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan fungsi kognitif yang ditunjukan dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga yang baik pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 cenderung memiliki fungsi kognitif baik. Sehingga anggota keluarga perlu menjadi fokus pelayanan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas saat pendampingi penderita Diabetes Mellitus tipe 2 saat memeriksakan kesehatannya  
Deteksi Dini Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Kegawatdaruratan Hiperglikemia Dan Hipoglikemia Melalui Screening GDS Rahmawati, Rahmawati; Hasanuddin, Fitria; Purqan Nur, Muhammad; Samudra, Hijriah. S; Maiyo, Nurlinda Maiyo
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/xntdd078

Abstract

tar Belakang: IDF melaporkan  prevalensi diabetes secara global sebanyak 537 juta pada tahun 2021, diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045. Angka kematian di atas 6,7 juta pada tahun 2021, 1 kematian setiap 5 detik. Indonesia menempati urutan kelima dengan 19,5 juta pada tahun 2021. Lebih dari 90% menderita T2D akibat faktor sosial ekonomi, demografi, lingkungan, dan genetik. Kegawatdaruratan hipoglikemia dan hiperglikemia dapat menyebabkan Ketoasidosis Diabetikum dan Status Hiperosmolar Hiperglikemi yang mengancam jiwa, sehingga perlu deteksi dini melalui screening GDS. Tujuan: Mengetahui adanya kegawatdaruratan hiperglikemia dan Hipoglikemia melalui Screening GDS. Metode: Penelitian menggunakan desain analisis deksriptif dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan secara survey observasional retrospektif pada 343 sampel. Hasil: Berdasarkan screening GDS menunjukkan hipoglikemia ringan 3,8%, sedang (0,6%) dan hiperglikemia ringan (23,9%), sedang 34,7%) dan berat (24,4%). Analisis korelasi Pearson menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara nilai GDS dan kegawatdaruratan hiperglikemia (r=0,308, p=0,000). Namun, tidak terdapat korelasi antara GDS dan kegawatdaruratan hipoglikemia (r=0,022, p=0,682).Kesimpulan: Screening GDS dapat digunakan untuk deteksi dini kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia, dimana penderita telah teridentifikasi mengalami gejala kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia.
Prevalensi Jamur Malasssezia Furfur Pada Panu Anak Sekolah Dasar Negeri 47  Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate Puasa, Rony; Anwar, Aan Yulianingsih; Abubakar, Nadira
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/7j7zvc13

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis yang memungkinkan berkembangnya penyakit menular yang di sebabkan oleh mikroorganisme seperti jamur. Malassezia furfur merupakan salah satu jenis jamur pada kulit. Adanya Malassezia furfur pada siswa menyebabkan siswa hilang konsentrasi pada saat belajar karena adanya rasa gatal selain itu juga dapat menurunkan rasa percaya diri pada siswa tersebut. Tujuan: mengidentifikasi jamur Malassezia furfur pada siswa. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling sampling dimana jumlah sampel sebanyak 33 siswa. Hasil: Ditemukan 3 Sampel Positif dan 30 Sampel Negatif Pada Swab kulit  Siswa-siswi SD Negeri 47 Kelurahan Dufa-dufa Kota Ternate. Kesimpulan: Didapatkan 10% Pertumbuhan jamur Malassezia furfur Panu Anak Sekolah Dasar Negeri 47 Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate
Pengaruh Kadar Sisa Klor Terhadap Keluhan Iritasi Mata Pada Pengunjung Kolam Renang X Kota Surabaya Karimah, Nafilatul; Rusmiati; Imam Thohari; Suprijandani
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/btz2zv26

Abstract

Latar Belakang : Pengelolaan faktor penting dalam menjaga kualitas air kolam renang sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Salah satu faktor tersebut adalah kadar sisa klor bebas yang tinggi, yang dapat menyebabkan iritasi pada mata. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek kadar sisa klor bebas terhadap keluhan iritasi mata pada pengunjung Kolam Renang X di Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel air dari kolam renang dewasa diambil pada dua waktu, yaitu sebelum dan sesudah penambahan klorin, kemudian dianalisis di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Rata-rata kadar sisa klor bebas sebelum penambahan klorin adalah 0,43 mg/l, sedangkan setelah penambahan klorin adalah 1,85 mg/l. Rata-rata pengukuran pH sebelum penambahan klorin adalah 7,3, sedangkan setelah penambahan klorin adalah 6,9. Dari 97 responden, 60 orang (62%) mengalami keluhan iritasi mata dan 37 orang (38%) tidak mengalami keluhan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari kadar sisa klor bebas pada keluhan iritasi mata (P=0,002), namun tidak ditemukan pengaruh lama berenang terhadap keluhan iritasi mata (P=0,114). Disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air kolam renang, memberikan dosis kaporit yang sesuai, dan menggunakan kacamata renang.
The Relationship of Gargling Activity to The Amount Growth of Candida sp Fungus in Saliva In People With Type 2 Diabetes Melitus Azahra, Sresta; Rayhana, Annisa; Anggrieni, Nurul
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/j8947v20

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease caused by abnormalities in the insulin hormone which can not work to control glucose properly. DM is a predisposing factor for oral candidiasis because salivary secretions containing excess sugar will support the growth of Candida sp. Oral candidiasis can be anticipated by gargling with commercial mouthwash. The research aimed to determine the relationship between gargling activity and the amount of Candida sp fungus growth in the saliva of DM sufferers. This type of research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The total was 30 saliva samples from DM sufferers at the Sidomulyo Samarinda Health Center using a purposive sampling technique. Data were analyzed univariately and bivariately. The research results showed that the presence of Candida sp fungus in DM sufferers based on age in the elderly category (>40 years) was 24 (88.8%); wo25 (89.2%). Growth of Candida sp fungus before gargling 27 (90%) were positive for Candida sp fungus; after gargling, 15 (50%) were positive for Candida sp. The number of Candida sp fungus growth based on activity before gargling was 27 (90%) with the number of Candida sp colonies <400 CFU/ml; after gargling 30 (100%) with the number of Candida sp colonies <400 CFU/ml. The statistical test results obtained a significant value of 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a relationship between mouth gargling activity and the amount of Candida sp fungus growth in the saliva of DM sufferers.
Analisis Risiko Pajanan Gas Karbon Monoksida pada Petugas Parkir di Pusat Perbelanjaan X Surabaya Devy, Ayu Puspita; Rachmaniyah; Sari, Ernita; Khambali
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/6dkac385

Abstract

Latar Belakang: Kendaraan bermotor yang masuk dan keluar area parkir pusat perbelanjaan X Surabaya menghasilkan emisi gas buang kendaraan bermotor yaitu gas karbon monoksida. Petugas parkir yang berada di area parkir dapat terpajan gas karbon monoksida yang berisiko terhadap kesehatan petugas parkir. Tujuan: menganalisis tingkat risiko paparan gas karbon monoksida pada petugas parkir di pusat perbelanjaan X Surabaya. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dan menggunakan pendekatan studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel yang digunakan adalah total populasi sebanyak 34 orang. Pengambilan sampel gas CO dilakukan di area parkir pusat perbelanjaan X Surabaya. Hasil: pengukuran rata-rata konsentrasi gas CO di area parkir adalah 1,589 ppm. Konsentrasi gas CO dibawah Nilai ambang Batas (NAB) berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 5 Tahun 2018. Nilai intake tertinggi yang diperoleh dari hasil perhitungan sebesar 0,159 mg/kg/hari dan tingkat risiko yang didapatkan 0,174 (RQ ≤ 1). Kesimpulan: paparan gas CO di area parkir pusat perbelanjaan X Surabaya RQ ≤ 1 aman atau tidak berisiko terhadap gangguan kesehatan petugas parkir.
Pengaruh Faktor Iklim, ABJ Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Menggunakan Analisis Regresi Lutfianawati, Ridha Fajar; marlik, Marlik; Ngadino, Ngadino; Nurmayanti, Demes; Sulistio, Irwan
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/kzytms14

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever or dengue is a health problem in Indonesia. Papar District of Kediri Regency is included in the area with the highest number of dengue cases. Purpose: knowing the climatic factors (rainfall, temperature, humidity) and ABJ that affect the incidence of DBD. Methods: This type of research is quantitative with retrospective methods. Research data is secondary data. The object of the study is climate factors, ABJ and dbd cases in 2016-2021 in Kediri Regency. Analyze data using linear regression. Results: The results of the correlation test are related between humidity, temperature, rainfall and ABJ with DBD, namely -0.273 (P = 0.029), 0.332 (P = 0.007), 0.286 (P = 0.022) and (P = 0.276). The form of regression equation is DBD = 78.1 + 0.01787 Rainfall + 0.986 Humidity with an R2 value of 22.53%. Conclusion: There is a significant relationship between DBD and Climate Factors (humidity, temperature, rainfall), there is no relationship of DBD with ABJ. Regression equations can be used to prepare for DHF prevention and control measures in the future.
Ekstrak Sampah Kulit Jeruk Nipis Dan Bonggol Pisang Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Anisa, Anisatul Jannah; Nurmayanti, Demes; Marlik, Marlik; Rohkmalia, Fitri
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/6aszfe38

Abstract

Latar Belakang: Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada bonggol pisang kulit jeruk nipis yaitu flavonoid, alkoloid, saponin dan tanin. Upaya mengatasi permasalahan dapat dilakungan dengan Pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Tujuan: Untuk mengetahui kandungan ekstrak kulit jeruk nipis dan bonggol pisang terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus. Metode: True experiment menggunakan bentuk Posttest Only Control Group Design. Objek penelitian yang digunakan adalah kandungan senyawa antibakteri yang terdapat pada kulit jeruk nipis dan bonggol pisang. Metode    modifikasi    KirbyBauer dengan   menggunakan   sumuran. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap perlakuan dan kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji T-Test untuk membandingkan efektivitas kedua perlakuan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil: Ekstrak kulit jeruk nipis dan bonggol pisang memiliki kandungan flavonoid, alkoloid, saponin dan tanin yang berpotensi membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Rata-rata daya hambat bakteri dengan ekstrak kulit jeruk nipis kosentrasi 75% sebesar 35,77mm, sedangkan rata-rata daya hambat bakteri dengan ekstrak bonggol pisang kosentrasi 75% sebesar 12,03mm. Kesimpulan: Berdasarkan kategori zona hambat bakteri, kemampuan dalam menekan bakteri Staphylococcus aureus pada ekstrak bonggol pisang tergolong kuat dan ekstrak kulit jeruk nipis tergolong sangat kuat sebab pada hasil uji didapatkan bahwa besar zona hambat pertumbuhan bakteri  pada ekstrak bonggol pisang sebesar 12,03mm dan kulit jeruk nipis sebesar 35,77mm
Peer Educator Dan Komunikator Dapat Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pernikahan Dini Di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu Defitri, Ayu; Simanjuntak, SKM, MKM, Dr. Betty Yosephin; Lagora , Reka
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yh8n0j52

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan usia dini seringkali dilakukan remaja yang disebabkan berbagai faktor. Salah satunya pengetahuan dan sikap remaja tentang pernikahan dini masih bervariasi. Tujuan: Mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap tentang pernikahan dini melalui peer educator dan komunikator di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test satu kelompok.Setiap perlakuan diberikan berupa edukasi melalui peer educator dan komunikator pada masing-masing kelompok. Hasil: Hasil analisis uji statistik untuk melihat rerata pengetahuan responden pada kelompok peer educator  (88,71) kelompok komunikator (80,97) selisih mean rank (7,74). Hasil analisi uji Mann Whitney diperoleh p=0,000 artinya bahwa skor pengetahuan responden pada kelompok peer educator lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok komunikator. Hasil uji statistik rerata sikap pada kelompok peer educator (37,29) kelompok komunikator (34,94) selisih mean rank (2,35). Hasil Independent T test p=0,000 artinya peningkatan skor sikap lebih tinggi  pada kelompok peer educator dibanding kelompok komunikator. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pemberian edukasi yang dilakukan oleh peer educator dan komunikator. Namun lebih efektif untuk  remaja penyampaian melalui peer educator.

Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue