cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda Citrifolia L) TERHADAP PENURUNAN KOLONI JAMUR C.albicans PADA MENCIT YANG TERPAPAR C.albicans Reny Retnaningsih; Anik Sri Purwanti
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/kt1m3b20

Abstract

Infeksi vagina dapat terjadi dikarenakan pertumbuhan yang tidak terkendali dari jamur C. albicans.. Kandungan antrakuinon dalam buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) mempunyai efek farmakologik sebagai lisosim terhadap jamur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas ekstrak buah mengkudu (Morinda Citrifolia L) terhadap penurunan koloni jamur C.albicans pada mencit yang terpapar C.albicans. Desain penelitian true eksperimental dengan rancangan pre-post test randomized control group design. Sampel dari penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) betina, usia 2-3 bulan, dengan berat 20-25 gram, diinfeksi C.albicans. Menggunakan empat perlakuan dan enam kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol negatif (tanpa ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan kontrol positif (pemberian ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan dosis yang berbeda, yaitu 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB). Jumlah koloni jamur diamati dengan metode pour Plate Slide. Hasil penelitian menunjukkan. Analisis menggunakan one way ANOVA atau uji alternative Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan koloni jamur yang tidak signifikan pada kelompok perlakuan pemberian ekstrak buah mengkudu dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB, meskipun secara deskriptif terjadi penurunan rata-rata koloni jamur pada semua kelompok perlakuan. p-value lebih dari 0,05 (p>0,05). Ekstrak buah mengkudu dapat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mengatasi infeksi jamur.
STUDI EKOLOGI KABUT ASAP DAN KEJADIAN ISPA DI KABUPATEN MUARO JAMBI Rinaldi Daswito; Dwi Noerjoedianto; Hubaybah Hubaybah
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/7bx4fa69

Abstract

Bencana asap akibat kebakaraan hutan sangat serius terjadi di Provinsi Jambi termasuk di Kabupaten Muaro Jambi. Angka insidensi ISPA selama masa darurat bencana asap tercatat 900 hingga 1500 kasus per minggu selama bulan September sampai November 2015. Penelitian bertujuan mengetahui pola hubungan faktor cuaca (curah hujan, kelembaban udara, suhu udara, lama penyinaran matahari dan kecepatan angin), hotspot dan PM10 terhadap kejadian ISPA di Kabupaten Muaro Jambi tahun 2015 dan 2016. Penelitian menggunakan studi ekologi dengan pendekatan spasial-temporal. Populasi adalah wilayah administrasi Kabupaten Muaro Jambi dengan kejadian penderita ISPA selama periode tahun 2015 sampai 2016. Terdapat hubungan secara statistik antara variabel lama penyinaran matahari dengan kejadian ISPA (p=0,0089, r= -0,0522). Hasil analisis time-trend terdapat pola hubungan searah antara PM10 dan hotspot dengan kejadian ISPA sedangkan pola hubungan yang berlawanan cenderung terlihat antara curah hujan dengan, kelembaban udara dan lama penyinaran matahari dengan kejadian ISPA.Perlu peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan akibat prilaku membakar lahan terutama pada musim kemarau serta Dinas Kesehatandapat menggunakan data variabel cuaca dan pencemaran udara serta titik api (hotspot) dalam survailance penyakit ISPA untuk upaya mitigasi dan kewaspadaan dini terhadap peningkatan kejadian ISPA terutama pada musim kemarau setiap tahunnya
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI PUSKESMAS MEDAN AREA SELATAN Rizky Amelia Hasibun; Nurul Hidayah
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/j04hqz23

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pasien tentang penyakit TB paru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat prospektif dengan memberikan kuesioner kepada pasien TB paru yang berobat di puskesmas Medan Area Selatan. Responden yang dijadikan sampel adalah yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menghitung distribusi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan lama menderita TB) serta jawaban kuesioner yang mencakup (pengetahuan, sikap dan tindakan). Hasil dari karakteristik responden yang paling banyak adalah berada pada usia dewasa (76,47%); laki-laki (82,35%); pendidikan SMA (64,71%); pekerjaan wiraswasta (64,71%); lama menderita TB<6 bulan (76,47%); penghasilan >Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 dan tidak berpenghasilan adalah sebesar 35,29%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan paling banyak berada dalam kategori cukup baik (64,71%), baik (88,24%), dan baik (70,59%) secara berturut-turut. Tingkat pengetahuan yang cukup baik dari pasien TB paru Puskesmas Medan Area Selatan, diimplementasikan dalam sikap dan tindakan dalam kategori baik terhadap penularan, penyebab, pencegahan dan pengobatan TB.
IDENTIFIKASI TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA FECES ANAKANAK MENGGUNAKAN METODE FLOTASI DI DESA NUSLIKO KECAMATAN WEDA KABUPATEN HALMAHERATENGAH Wahyuni Asdar; Rony Puasa; Samad Hi Husen
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/fmwfr971

Abstract

Kecacingan merupakan masalah kesehatan yang tersebar luas baik di daerah tropis maupun subtropis. Prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya sudah menyebar secara luas, baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu, dengan sanitasi buruk. Spesies utama yang banyak menginfeksi masyarakat adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing kait (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Desa Nusliko, Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah merupakan daerah yang penduduknya masih memiliki pengetahuan tentang kesehatan yang rendah, sehingga memungkinkan untuk terjadi penularan penyakit kecacingan. Tujuan Penelitian ;untuk mengidentifikasi telur Soil Trasmitted Helmither menggunakan Metode Flotasi pada anak – anak usia 6 – 12 tahun. Metode Penelitian : penelitian Deskriptif, dengan menggunakan metode pemeriksaan Flotasi, dengan jumlah sampel feces 40. Hasil : positif telur cacing Soil transmitted Helmith pada 12 anak (30%) dan 28 anak (70%) negatif, sedangkan distribusi berdasarkan spesies pada anak yang positif yakni ; Ascaris lumbricoides 6 anak (50 %), Trichuris trichiura 3 anak (25 %), Mix (Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura ) 2 anak (17 %) dan Mix (Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan hookwoom ) 1 anak ( 8%).Kesimpulan : positif telur cacing Soil transmitted Helmith pada 12 anak (30%) dan 28 anak (70%) negatif.
Faktor Risiko KLB Keracunan Makanan Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Sumbawa Atik Choirul Hidajah; Febriyanti Febriyanti; Debri Rizki Faisal
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/jrfqd848

Abstract

Latar Belakang: Gempa bumi terjadi pada bulan Juli dan Agustus di Lombok menyebabkanmunculnya beberapa masalah kesehatan salah satunya keracunan makanan. Dilaporkan kasuskeracunan makanan di Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa akibat mengkonsumsi makanansaat kegiatan trauma healing. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko danetiologi penyebab terjadinya keracunan makanan di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode Penyelidikan dan observasi data sekunderkasus KLB keracunan makanan. Hasil: Gejala awal keracunan makanan pada pukul 16.00. Puncaktertinggi dirasakan pada pukul 19.00-19.59 sebanyak 65 orang. Masyarakat yang paling banyakmengalami keracunan makanan berjenis kelamin perempuan yaitu 59 orang (50,43%) dan kelompokumur 5-11 tahun 62 orang (53%). Gejala yang paling banyak muncul adalah muntah (95%). Jenismakanan yang dicurigai penyebab terjadinya keracunan makanan adalah ayam (AR= 81,19%), nasi(AR= 75,21%) dan sayur (AR= 67,52%). Agent yang dicurigai penyebab keracunan makanan adalahbakteri Staphylococcus, Clostridium Perfringens dan Eschericia Coli. Kesimpulan: Keracunanmakanan yang terjadi merupakan Common Source yang berasal dari satu sumber penularan yaitumakanan yang dimakan ketika kegiatan trauma healing. Jenis makanan yang dianggap memiliki risikotinggi adalah ayam, nasi dan sayur. Hasil laboratorium menunjukkan Eschericia Coli merupakanbakteri penyebab terjadinya keracunan makanan.
Perbedaan Efektivitas Antara Pemberian Jus Tomat dengan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Hilir Heni Wijayanti; Dyah Ayu Wulandar; Mariam Melyani
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/pz0ks984

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin dalamdarah di bawah normal. Sebagian besar anemia adalah anemia defisiensi zat besi(Fe) yang dapat disebabkan oleh konsumsi zat besi yang kurang dari makanan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus tomatdan jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III.Metode : Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experimental two group pre-post test design. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik non probalilitysampling. Analisis data menggunakan uji Independent-T Test. Hasil : Terdapatperbedaan efektivitas antara pemberian jus tomat dan jus jambu biji merahterhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Uji Independent-T Testmenunjukkan p-value 0,000 (<0,05) dengan nilai rerata kelompok jus tomatsebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,10 sedangkan kelompok jus jambu bijimerah juga menunjukkan peningkatan rerata kadar hemoglobin ibu hamil sebelumdan sesudah intervensi sebesar 1,86. Kesimpulan : Peningkatan kadarhemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan pemberian jus jambu biji merahlebih efektif dibandingkan dengan pemberian jus tomat
Pola Asuh Orangtua Pada Anak Pra Remaja Dengan Kecanduan Gadget Di Keiurahan Tafure Fadila Abdullah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/wbfwgk84

Abstract

Latar belakang Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar danhalus, perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak. Tujuan.Penelitian ini bertujuan mengujisecara empiris hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan intensitas bermain gadget anakusia dini. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara pola asuh permisif orang tuadengan intensitas bermain gadget anak usia dini. Metode. Subjek penelitian 50 orang yang memilikianak berusia dini. Penelitian diungkap menggunakan Skala pola asuh permisif orang tua dan Skalaintensitas bermain gadget anak usia dini. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi productmoment dari Karl Pearson. Hasil. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh koefisienkorelasi rxy :-119, dengan taraf signifikansi sebesar 0,412 (p>0,05), sehingga hipotesis yang diajukantidak dapat diterima. Kesimpulan Artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuhpermisif orang tua dengan intensitas bermain gadget anak usia dini.
Indeks Prediktif Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Perilaku Sosial Masyarakat Di Kabupaten Indramayu Hairil Akbar; Shermina Oruh; Andi Agustang
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/db4rg105

Abstract

Latar Belakang: Dengue Haemoragic Fever (DHF), merupakan penyakit infeksi akut menularkepada manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes yang mengandung virus dengue. Tujuan :Tujuan penelitian mengembangkan indeks prediktif kejadian demam berdarah dengue berbasisperilaku sosial masyarakat di Kabupaten Indramayu. Metode: Jenis penelitian observasional analitikdengan menggunakan rancang bangun case control study. Penelitian dilakukan di KabupatenIndramayu Provinsi Jawa Barat dari bulan Maret sampai Mei 2019. Populasi yang diteliti adalahseluruh warga yang tinggal di Kabuapten Indramayu tahun 2017-2018 sebanyak 544 orang. Total besarsampel 102 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sedangkan ujistatistic adalah regresi logistic sederhana, regresi logistic ganda, dan analisis ROC. Hasil: Hasil analisismultivariate menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang termasuk dalam formula indeks yaitu praktik3M dirumah, kebiasaan menggantung pakaian, dan keberadaan sampah padat. Formula indeks prediktifdemam berdarah dengue (DBD) = -2,424 + 1,007* Praktek 3M di rumah (Buruk) + 1,087* KebiasaanMengantung Pakaian (Ya) + 1,107*Keberadaan Sampah Padat (Ada). Kesimpulan: Kesimpulankeberdaan ini dkator jika seseorang memenuhi minimal dua dari tiga indikator yang ada, maka orangtersebut diprediksikan risiko tinggi menderita demam berdarah dengue (DBD) Sedangkan keberdaanindicator jika seseorang memenuhi satu dari tiga indikator yang ada, maka seseorang tersebutdiprediksikan risiko rendah menderita demam berdarah dengue (DBD).
Gambaran Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Selama Pandemi Covid- 19 pada Perawat di Rumah Sakit X Nita Sri Wahyuningsih; Dina Susanti
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/57paq854

Abstract

Latar Belakang: Alat pelindung diri (APD) adalah perangkat alat yang dirancang sebagai penghalangterhadap penetrasi zat, partikel padat, cair, atau udara untuk melindungi pemakainya dari cedera ataupenyebaran infeksi atau penyakit. Penggunaanalat pelindung diri oleh tenaga kesehatan khusunyaperawat saat memberikan pelayanan merupakan salah satu upaya pencegahan penularan virus Covid-19 yang saat ini masih menjadi wabah di seluruh dunia.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran penggunaan alat pelindung diri oleh perawat di Ruang UGD dan Ruang khususCovid-19.Metode: Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif yang melibatkan 45 orangperawatRuang UGD dan Ruang khusus Covid-19. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesionerdalam bentuk google form kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Program SPSSfor Windows 17,0 version.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran penggunaan alatpelindung diri (APD) oleh perawat di ruang UGD dan Ruangan Khusus Covid-19 dalam pemakaianpenutup kepala, masker bedah atau N95, pelindung wajah, gaun bedah dan gaun isolasi, apron, sarungtangan dan pelindung sepatu. Kesimpulan: secara umum perawat di Rumah Sakit X sudahmenggunakan alat pelindung diri sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan tahun 2020
Hubungan Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Puseksmas Loceret, Nganjuk Eka Alicia Fibrianti; Imam Thohari; Marlik Marlik
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/c1jdm202

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronik yang mengakibatkan gagal tumbuh pada anak. Salah satu faktor utama penyebab kejadian stunting adalah sarana sanitasi dasar yang dapat mempengaruhi asupan gizi pada anak karena asupan gizi harus didukung dengan dengan hygiene sanitasi dan kondisi lingkungan yang memadai. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Loceret Kabupaten Nganjuk. Metode: Metode yang digunakan bersifat observasional dengan pendekatan analitik dandesaincase control. Sampel penelitian adalah balita di Puskesmas Loceret berjumlah 98 sampel. Observasi sarana sanitasi dasar rumah dilakukan dengan menggunakan instrumen dan dianalisismenggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian dari 98 sampel diteliti bahwa71,4% sarana penyediaan air bersih, 48% sarana jamban, 15,3% sarana pengelolaan air limbah, 30,6% sarana pengelolaan sampah, 29,6% sarana pengelolaan makanan dan 42,9% sarana sanitasi dasar adalahmemenuhi syarat.Berdasarkan uji statistik,didapatkan hasil bahwa sarana penyediaan air bersih (p=0,180) dan sarana pengelolaan air limbah tidak signifikan (p=0,161). Sarana jamban (p=0,026), sarana pengelolaan sampah (p=0,028), sarana pengelolaan makanan (p=0,000) dan sarana sanitasi dasar signifikan (p=0,001). Kesimpulan :Hasil uji statistik menunjukkan bahwaada hubungan sarana sanitasi dasardengan kejadian stunting.

Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue