cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi)
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24424005     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Journal of Communication Studies Peripheries (LISKI) has a philosophy of advancing communication studies through the dissemination of knowledge transferred by the journal. At the beginning of its formation, LISKI was a discussion-group activity initiated by the lecturers of communication studies of Telkom University. Starting from sharing knowledge among themselves, it expanded into becoming a scientific-media for communication experts throughout Indonesia. LISKI is inviting all researchers and academicians of communication studies in publishing their research either in qualitative, quantitative, or mixed-mode method. All research papers must be correlated to communication studies. LISKI publishes two publications yearly (1 volume, 2 issues) in February and September.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PRESENTASI DIRI NEWS ANCHOR PRIA CNN INDONESIA Atika Ayu; Indah Suryawati
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 4 No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v4i2.1506

Abstract

Setiap manusia memiliki presentasi dirinya baik pada panggung depan dan panggung belakang. Presentasi diri ini dilakukan ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain dan mengelola kesan melalui sebuah pertunjukan diri yang mengalami setting di hadapan khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap presentasi diri panggung depan dan panggung belakang news anchor pria CNN Indonesia. Teori yang digunakan adalah Teori Dramaturgi Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode dramaturgi Erving Goffman. Data primer adalah yang didapatkan dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan bersama dengan informan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengkaji terkait news anchor bagaimana front stage dan back stage dirinya. Setelah menganalisa data tersebut, peneliti akan menghasilkan penelitian berbentuk kata-kata sebagai bukti tentang hasil yang diperoleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua news anchor CNN Indonesia memiliki kesamaan pada panggung depan (front stage) yang meliputi setting, appearance, dan manner. Pada bagian panggung belakang (back stage) kedua news anchor CNN Indonesia memiliki aspek yang berbeda dikarenakan karakter yang dimiliki berbeda-beda. Pada penelitian ini, peneliti melihat Yudi Yudawan sebagai pribadi yang berwibawa dan „kalem‟ diluar dirinya sebagai news anchor. Sedangkan pada Ryan Hasri, cenderung memiliki karakter yang menyenangkan dan cenderung apa adanya saat berinteraksi dengan individu lainnya.
ANALISIS PENGAPLIKASIAN ADAT REBU PADA MASYARAKAT KARO Rivira Tania
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 1 No 1 (2015): FEBRUARI 2015
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v1i1.810

Abstract

Di dalam pengaplikasiannya, adat Rebu memiliki banyak aturan-aturan yang berlaku, diantaranya adalah tidak boleh berkomunikasi secara langsung, tidak boleh bertatap muka, dan tidak boleh duduk secara berdekatan antara mertua dan menantu. Adat Rebu tersebut merupakan sebuah tata krama yang membatasi cara-cara berkomunikasi antara orang-orang tertentu demi menjaga hubungan baik dan menghargai satu sama lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif komparatif yaitu penelitian kualitatif yang bersifat membandingkan. Penelitian ini menggunakan tiga belas informan yang terbagi ke dalam dua wilayah: Enam informan di wilayah Medan, enam informan di wilayah Bandung, dan satu informan yang merupakan ketua adat untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dari pengaplikasian adat Rebu pada tiap-tiap informan. Enam informan yang berasal dari Medan masih mengaplikasian adat Rebu sesuai dengan aturan-aturan yang belaku. Sementara hanya dua orang dari enam informan berasal dari Bandung yang masih mengaplikasikan adat Rebu sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa pengaplikasian budaya berpengaruh pada wilayah dan tempat tinggal. Semakin sedikit masyarakat yang tinggal diwilayah dengan budaya yang bersangkutan, semakin sedikit pula ia mengkaplikasikannya.
PENGELOLAAN KESAN MAHASISWA PENGGUNA OOTD STYLE DI INSTAGRAM Mochamad Adam Fauzi; Reni Nuraeni
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.782

Abstract

ABSTRAK Instagram menjadi sebuah media sosial yang digandrungi oleh kaum remaja khususnya mahasiwa. OOTD Style menjadi sebuah trend fashion yang terus berkembang mengikuti zaman dengan menunjukkan outfit yang dipakainya di hari itu. Permainan peran dilakukan oleh mahasiswa pengguna OOTD Style melalui pengelolaan kesan yang dibuat untuk dapat tampil sebaik-baiknya hingga mendapatkan predikat sebagai mahasiswa yang fashionable. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan panggung depan dan panggung belakang serta mendeskripsikan pengelolaan kesan mahasiswa pengguna OOTD Style yang di repost oleh akun @ootdupi di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan format deskriptif dengan pendekatan dramaturgi berdasarkan paradigma konstruktivis. Informan terdiri dari tiga informan utama dan satu informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa image yang dibangun oleh mahasiswa pengguna OOTD Style yaitu melalui dramaturgi dan pengelolaan kesan di Instagram sebagai panggung depannya. Kesan fashionable ditunjukkan oleh ketiga informan melalui pemilihan outfit yang dipakai hingga berbagai macam hal penunjang lainnya agar foto outfit of the day yang ditunjukkan ketiga informan di Instagram terlihat lebih menarik. Kata Kunci: Pengelolaan Kesan, Dramaturgi, Instagram, OOTD Style
STUDI KASUS TENTANG KOMUNIKASI KESEHATAN PADA HUBUNGAN INTERPERSONAL TERAPIS DAN PASIEN DI PUSAT PENGOBATAN ALTERNATIF ATFG ARCAMANIK, BANDUNG-INDONESIA Lucy Pujasari Supratman
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i1.57

Abstract

Negara Indonesia memiliki jumlah populasi terbesar di dunia. Namun, jumlah penduduk tersebut tidak diikuti dengan meratanya tingkat kesehatan masyarakat di berbagai daerah. Pengobatan alternatif ATFG (Alat Terapi Fisik Gondo) menawarkan solusi sehat dengan harga terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat untuk mengobati beragam penyakit berat Dalam mengobati pasien,  Therapist menggunakan model komunikasi tulus untuk menggali keluhan pasien agar mendapatkan kesembuhan. Penelitian yang dilakukan selama dua bulan (Juli hingga Agutus 2015) dengan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif menghasilkan kategorisasi bentuk komunikasi penuh ketulusan dari terapis dengan feedback kesembuhan pasien. Komunikasi tulus tersebut ditunjang pula dengan alat ATFG sebagai media penyembuh utama.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM TUGAS JURNALISTIK Reni Nuraeni
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i1.806

Abstract

Media sosial hadir sebagai perkembangan teknologi, sebagai media baru media sosial diadopsi dan dimanfaatkan dalam semua bidang, tidak terkecuali dalam tugas jurnalistik. Media sosial dijadikan jurnalis sebagai ide atau topik awal dalam pencarian berita. Penelitian ini membahas mengenai peran media sosial dalam tugas jurnalis dengan meneliti pemanfaatan media sosial dalam tugas jurnalistik dan bentuk tanggung jawab jurnalis pada pemberitaan yang bersumber dari media sosial dengan studi kasus tugas jurnalistik jurnalis media cetak dan online Kota Bandung. Menggunakan teori Gate Keeping akan dan menganalisis dari penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dapat disimpulkan bahwa semua jurnalis di Kota Bandung memanfaatkan media sosial sebagai data awal pencarian informasi dan untuk menguji kebenaran dan keabsahan informasi yang didapatkan dilakukan check dan recheck ke lapangan dengan melakukan wawancara dengan narasumber dan langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP)
THE EFFECT OF TECHNOLOGICAL BEHAVIOR TOWARDS THE ADOPTION OF EDUCATION INTEGRATED SYSTEM AMONG NEW INTAKE STUDENTS Ayub Ilfandy Imran
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 5 No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v5i1.1817

Abstract

The implementation of technological system on the members of organization has always create great opportunities as well as intense challenges. On educational settings, the introduction of integrated technology system on the newly intake students provides the possibility of both acceptance and resistance. The enforcement of Telkom University’s Integrated Academic Information System (iGracias) on its institutional members has create great challenges to achieve its adoption, especially among its new members. Specifically, this study aims at measuring the level of awareness, perception, and attitude towards iGracias and its impact on the students’ actual adoption. Designed with a quantitative approach, this research seeks to test the formulated hypotheses and to validate a new model based on the responses from 200 newly intake students of 2018 academic year at Telkom University. The results of the study indicate that students’ awareness and perception are positively and significantly related to their attitude towards the iGracias. the analysis also point out a positive and significant relationship between attitude on iGracias towards its adoption. Furthermore, the results found that the attitude towards the iGracias has mediating effects on both awareness and perception on the technology. Finally, the study also manages to validate a new model and argues its practical relevance on the similar organizational context.
REPRESENTASI ETNIS CINA DALAM STAND UP COMEDY Adi Bayu Mahadian
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 1 No 1 (2015): FEBRUARI 2015
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v1i1.816

Abstract

Permasalahan tentang Etnis Cina di Indonesia tidak pernah benar-benar selesai hingga kini. Berbagai usaha yang dilakukan pemerintah atau pihak terkait lainnya banyak menemui kendala. Diantaranya disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap realitas tentang Etnis Cina di Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis semiotik sosial yang dikemukakan oleh Theo Van Leeuwen, penelitian ini berupaya untuk memahami realitas tentang Etnis Cina yang terepresentasikan dalam pertunjukan stand up comedy oleh Ernest Prakasa. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: Pertama, dari dari ragam wacana tentang Etnis Cina yang terepresentasikan dalam pertunjukan stand up comedy oleh Ernest Prakasa menunjukan bahwa Etnis Cina tidak nyaman dengan keminoritasannya; Kaum muda Etnis Cina mencintai sekaligus membenci tradisi dan budayanya; Etnis Cina menganggap diri sebagai ras unggul; Etnis Cina memandang penting kekayaan; dan Istilah “Cina” tidak dianggap menghina. Kedua, Etnis Cina terepresentasikan pada bagian set up dan punchline dalam struktur humor stand up comedy, dimana sebuah set up humor stand up comedy yang merepresentasikan Etnis Cina, berfungsi mengkomunikasikan kepada audiensnya tentang: keberadaan kelompok minoritas Etnis Cina di Indonesia, dengan berbagai karakteristiknya, dan berbagai budaya Cina yang menjadi bagian budaya masyarakat Indonesia. Sementara itu, sebuah punchline humor stand up comedy yang merepresentasikan Etnis Cina, berfungsi untuk mengajak audiensnya untuk mentertawakan orang Cina, dan mentertawakan pemahaman orang lain tentan Etnis Cina. Ketiga, dalam pertunjukan stand up comedy yang merepresentasikan Etnis Cina, Ernest Prakasa memilih fashion dengan mengenakan kaos oblong, celana jeans, dan memakai sepatu kets; dan berpotongan rambut side-shaves. Sementara itu, Ernest Prakasa menggunakan gaya berbicara jakartaan dalam melakukan pertunjukan stand up comedynya. Keempat, dalam pertunjukan stand up comedynya, Ernest Prakasa merepresentasikan Etnis Cina dalam bahasa yang menunjukan tingkat modalitas tinggi, dan modalitas rendah.
KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM PELAYANAN PRIMA DI UPTSA (UNIT PELAYANAN TERPADU SATU ATAP) PEMERINTAH KOTA SURABAYA Maria Magdalena Hadipoero; Redi Panuju
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v4i1.1193

Abstract

In this research, researchers focus on nonverbal communication such as eye contact, expressions, smilling, gesture, posture and gait, sitting, dress, makeup and hair styling, hand shaking, proximity, fragrance and voice and tones. All those elements as costomer guidelines in UPTSA service. Customer satisfaction is needed in every role which means applicants who apply licence in government city of Surabaya can have it on UPTSA at Siola Building Tunjungan streets 1-3, Surabaya. In addition , Excellence Service has two meanings, comprehension of service which related to product knowledge and service with related to good nonverbal communication to accomplish customer satisfaction. This research is describing how nonverbal communication can be affected in service communication in city of Surabaya licencees. Communication reference in this research is interpersonal communication with Qualitative descriptive method and case study by applying Harold Laswell’s theory. More over, the data assessed from employees and applicants interviews. Key Words : Nonverbal Communication, Service Excellence
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI MASYARAKAT WALHI JABAR (Studi Deskriptif Gerakan Sosial SAVE Babakan Siliwangi) zahrotul oktaviani
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i2.136

Abstract

Komunikasi memiliki fungsi tidak hanya terbatas sebagai  pengantar bahasa dan interaksi manusia, lebih dari itu komunikasi berperan penting dalam suatu kegiatan yang membutuhkan efek besar. Dalam suatu gerakan sosial misalnya, komunikasi dibutuhkan untuk menjembatani antara komunikator dan target kampanye. Salah satu organisasi yang menerapkan strategi komunikasi dalam setiap gerakan sosial yang dibuat adalah WALHI JABAR, salah satunya adalah gerakan SAVE Babakan Siliwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih jauh mengenai strategi yang ditentukan oleh WALHI JABAR. Adapun strategi yang ingin diketahui oleh peneliti, diantaranya terkait dengan cara WALHI JABAR memilih komunikator untuk setiap kegiatan yang dibentuk, penentuan target penerima pesan dari kasus tersebut, bentuk penyampaian pesan serta pemilihan medianya, dan apakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dari kegiatan dan gerakan sosial yang dijalankan oleh WALHI JABAR tersebut. Keempat fokus penelitian tersebut oleh peneliti didasarkan pada elemen dasar komunikasi yang dikemukakan oleh Harold Laswell. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah informan penelitian sebanyak 7 (tujuh) orang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dalam menentukan komunikator ditentukan berdasarkan musyawarah dengan melihat berbagai faktor seperti pendidikan, pengalaman, popularitas, dan pendekatan dengan masyarakat, untuk target penerima pesan gerakan ini ditujukan kepada pemerintah dan masyarakat, pesan yang disampaikan berbentuk tidak hanya teks namun juga gambar dan orasi (lisan) dan bersifat informatif, ajakan, dan dan edukasi, pesan-pesan tersebut kemudian disebarkan dengan menggunakan berbagai media seperti media sosial, online, dan media kreatif.
THE INFLUENCE OF POLITICAL SOCIALIZATION AGENTS ON POLITICAL PARTICIPATION OF PAKISTANI YOUTHS Sumera Memon; Mohd. Sobhi Bin Ishak; Norsiah Binti Abdul Hamid
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.949

Abstract

Young people are often characterized as apathetic and disconnected from the political world. Undoubtedly, their low rate of participation in general elections has increased concerns amongst researchers as well as policy makers. This concern has stimulated researchers to explore the factors which weaken or discourage youth engagement in political activities. Thus, this study assesses the role of family communicative environment, peer group communicative environment and school communicative environment as types of political socialization agents of political participation of youths. A cross-sectional survey was conducted among 288 social science students in Pakistan. Questionnaires were used to collect data and the collected data was analyzed using SPSS 23. The findings revealed that family communicative environment and peer group communicative environment positively influence the political participation of youths. However, school communicative environment was found to influence political participation negatively. This study provides an empirical justification for the potential of family and peer group as agents of political socialization for enhancing political activities among youth in Pakistan.

Page 5 of 14 | Total Record : 137