Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi)
The Journal of Communication Studies Peripheries (LISKI) has a philosophy of advancing communication studies through the dissemination of knowledge transferred by the journal. At the beginning of its formation, LISKI was a discussion-group activity initiated by the lecturers of communication studies of Telkom University. Starting from sharing knowledge among themselves, it expanded into becoming a scientific-media for communication experts throughout Indonesia. LISKI is inviting all researchers and academicians of communication studies in publishing their research either in qualitative, quantitative, or mixed-mode method. All research papers must be correlated to communication studies. LISKI publishes two publications yearly (1 volume, 2 issues) in February and September.
Articles
137 Documents
KOMODIFIKASI KATA HALAL PADA IKLAN HIJAB ZOYA VERSI CANTIK NYAMAN HALAL
Rizka Trisna Arianti;
Hadi Purnama
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 4 No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v4i2.1509
. Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, memberikan sertifikat halal untuk berbagai macam jenis produk yang diperjualbelikan sebagai jaminan agar masyarakat bisa menjalankan agamanya dengan tenang. Namun media cenderung memanfaatkan sertifikat halal tersebut untuk mengkomodifikasikan nilai agama. Fenomena komodifikasi ini muncul dalam iklan hijab Zoya versi “Cantik Nyaman Halal†melalui penggunaan kata „halal‟. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ragam wacana yang digunakan untuk mengkomodifikasikan kata halal pada iklan; bagaimana komodifikasi kata halal ditampilkan pada struktur iklan; bagaimana gaya penyampaian iklan yang digunakan untuk mengkomodifikasikan kata halal pada iklan; dan jenis dan tingkat modalitas yang digunakan untuk mengkomodifikasikan kata halal pada iklan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kritis. Analisis data yang digunakan adalah semiotika sosial Theo Van Leeuwen dengan menggunakan empat dimensi analisis yaitu discourse, genre, style, dan modality. Hasil penelitian memperlihatkan beberapa kesimpulan: iklan Zoya mengkomodifikasikan nilai agama melalui wacana hijab halal sebagai karakteristik utama, iklan Zoya mengkomodifikasikan nilai agama yaitu kata halal bagian badan iklan dan penutup, iklan Zoya merepresentasikan gaya hidup religius yang modern dengan penyampaian gaya iklan yang santai dan realistis, serta iklan Zoya mempunyai jenis modalitas epistemik dengan tingkatan medium dan jenis deontik dengan tingkatan tinggi.
ANALISIS IKLAN TOKOBAGUS.COM VERSI “BARANG BAYI TAK TERPAKAIâ€
Muhammad Bronto Latief
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 1 No 1 (2015): FEBRUARI 2015
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v1i1.814
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika untuk menganalisis objek yang diteliti. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teori semiotika yang di paparkan oleh Roland Barthes deskripsi mengenai iklan Tokobagus.com versi “Barang Bayi Tak Terpakai†dianalisis pada tataran sistem penandaan pertama yang memunculkan makna denotasi, tataran sistem kedua yang memunculkan makna konotasi serta tataran mitos dan ideologi yang terkandung dalam iklan Tokobagus.com. Pada tataran denotasi, iklan Tokobagus.com versi “Barang Bayi Tak Terpakai†menggambarkan sebuah aktifitas disebuah keluarga kecil yang mendapat masalah ketika seorang bapak memakaikan baju kekecilan kepada anaknya karena pakaian tersebuat merupakan pakaian bekas sewaktu anak masih bayi untuk kemudian Tokobagus.com muncul sebagai sarana yang tepat untuk menjual barang bekas. Sedangkan pada tataran konotasi, banyak makna-makna yang muncul yang bersumber dari mitos seperti seorang wanita atau ibu lebih tahu tentang cara merawat anaknya ketimbang sang ayah. Di samping hal tersebut, di dalam ini peneliti menemukan adanya sebuah ideologi kapitalis yang dikonstruksi pada iklan Tokobagus.com versi “Barang Bayi Tak Terpakai†dimana barang bekas dapat dijadikan sebagai modal atau barang yang dapat dijual, bahkan untuk pakaian bayi sekalipun dapat dijadikan uang
MAKNA MBLUSUKAN KERETA API DI KALANGAN RAILFANS: Kajian Fenomenologi Konstruksi Makna Mblusukan Kereta Api Pada Komunitas Edan Sepur Indonesia
Agus Aprianti
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v2i2.282
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai makna Mblusukkan kereta api bagi pecinta kereta api. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif melalui pendekatan fenomenologi. Wawancara mendalam dan observasi lapangan dilakukan dalam penelitian ini untuk menggali data yang diperlukan bagi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pecinta kereta api mengkonstruksi makna Mblusukan kereta api sesuai dengan pandangan subjektif mereka. Sehingga adanya keragaman makna Mblusukan bagi para informan penelitian. Terdapat 8 Kategori makna Mblusukkan yang dimaknai oleh railfans.Â
PEMBENTUKAN KONSEP DIRI ANAK MELALUI KOMUNIKASI DAKWAH
Nofha Rina
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v2i1.51
Orangtua memiliki peran utama dalam membentuk konsep diri anak yang memiliki hubungan dengan agama dan masyarakat. Agama sebagai pondasi awal dalam memaknai kehidupan agar dapat menyelamatkan diri di dunia. Jalinan komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak adalah untuk membangun hubungan antarpersonal yang baik. Pembentukan konsep diri anak bermula dari penilaian orangtua terhadap anak dimana orangtua sebagai komunikator dakwah untuk mengajarkan nilai keagamaan.Pola komunikasi dakwah menjadi hal yang diperhatikan dalam menyampaikan dakwah diantaranya yaitu: berbicara langsung apa yang dipikirkan (imprompiu remark), membaca naskah (reading from manuscript), menghafal (memorizing the speech), dan memaparkan dengan menggunakan catatan garis besarnya (delivering extemporaneously).Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah fenomenologis dimana mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan. Dimana tujuannya dalah menemukan makna dari hal yang esensial dari pengalaman seseorang melalui wawancara mendalam terhadap partisipan. Sehingga hasil yang diperoleh adanya pemaknaan terhadap persepsi dan sikap partisipan terhadap pengalaman hidup sehari-hari.
PERILAKU KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL PECINTA KERETA API
Agus Aprianti
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v3i1.825
Setiap individu yang berinteraksi tentu di dalamnya melakukan komunikasi. Komunikasi tidak hanya sebatas kata-kata yang bersifat lisan atau tulisan saja, namun juga melibatkan komunikasi dengan bahas tubuh (body language) dalam bahasa komunikasinya dikenal dengan komunikasi non verbal. Individu berkumpul dan membentuk suatu kebiasaan, kecenderuangn minat yang sama, tujuan yang sama, serta membutuhkan informasi yang kemudian terjalin komunikasi dan menjadi wadah berkumpul dalam sebuah komunitas minat. Sebuah komunitas lahir karena memiliki minat yang sama, tujuan yang sama dan membutuhkan lingkungan yang mendukung minatnya. Seperti halnya Komunitas Pecinta Kereta Api yang menamakan kelompoknya dengan Komunitas Edan Sepur Indonesia. Komunitas yang beranggotakan orang-orang yang menyukai kereta api, orang-orang yang bukan hanya menyukai saja tetapi kebiasaan unik komunitas ini bukan sekedar menikmati moda transportasi yang dijuluki si ular besi, lebih dari itu anggota dalam komunitas edan sepur memiliki penasaran yang tinggi tentang dunia perkeretaapian. Mempelajari prinsip kerja kereta api serta penggunaan istilah-istilah kereta api. Dalam komunikasinya anggota komunitas melibatkan komunikasi verbal dan non verbal yang mana banyak mengadopsi bahasa atau istilah kereta api yang maknanya hanya dipahami oleh para anggota komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami perilaku komunikasi verbal dan non verbal anggota komunitas edan sepur indonesia. Dengan menggunakan pendekatan analisis studi kasus, mewakili kekhususan objek penelitian yang dilakukan dengan pengamatan observasi lapangan dan wawancara mendalam.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMPERTAHANKAN BRAND IMAGE BROWNIES AMANDA SEBAGAI KUE OLEH-OLEH BANDUNG
Nofha Rina;
Ruri Wahyu Yuriadi
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 5 No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v5i1.1820
Brownies Amanda merupakan suatu bisnis industri makanan rumahan yang pada awalnya hanya menjual bolu kukus coklat dan berkembang menjadi industri besar hingga saat ini. Penyebaran informasi kepada pelanggan menggunakan strategi word of mouth dan sejak tahun 2000 sudah memiliki peminat yang besar dan memberikan nama merek produk mereka dengan sebutan Amanda. Strategi market yang dilakukan oleh Brownies Amanda termasuk dalam marcomm mix (promotion) yang dimana ada dalam bagian bauran pemasaran. Menurut Kotler dan Keller komponen bauran pemasaran dibagi menjadi 4, yaitu product, place, price, dan promotion. Promotion merupakan salah satu upaya Brownies Amanda dalam membangun brand image. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dasar pemikiran post positivisme dimana peneliti harus melihat secara langsung terhadap fenomena dan objek yang diteliti dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan mengalanisa secara terstruktur strategi pemasaran Brownies Amanda dengan konsep 4P. Maka hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep 4P cocok digunakan dalam strategi pemasaran Brownies Amanda karena tetap menjaga rebranding produk mereka sebagai kue khas nusantara yang tersebar disemua wilayah Indonesia. Selain itu reseller dalam pemasaran pun sudah banyak sehingga semua kalangan mampu menjangkau produk yang dijual oleh Brownies Amanda.
SOCIAL MEDIA, SOCIAL COMPETENCE DAN REMAJA
Khotimatus Sholikhati
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 1 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v1i2.819
Social media is one of the results of the development new media. It grows with a wide variety of information and technology applications and has a great demand by all levels of society. The use of social media can provide a dual effect on the social fabric of society, especially the youth, because youth are the active users of social media. Students as a young generation need to be prepared with digital media literacy skills to be able to use digital media intelligently and effectively. This study aims to determine the ability of the digital media literacy of students STIKOM LSPR Jakarta, in particularly of the usegae of social media. The research used the instrument of Social Competence Framework based on European Commission (2009) to determine the level of digital media literacy of students. The results showed that the media literacy of students STIKOM LSPR including medium level based on their social competence. Moreover, the result can be used as a foundation in creating digital media literacy education programs.
ETNOGRAFI KOMUNIKASI PADA UPACARA PERNIKAHAN BETAWI
Asaas Putra;
Shabrina Shanaz
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 4 No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v4i2.1505
Indonesia merupakan negara ketiga dengan predikat penduduk terbanyak, dengan memiliki daerah kepulauan yang sangat luas menjadikan Indonesia memiliki keanekaragamaan budaya dari setiap masing-masing daerah. Lebih dari 300 bahasa daerah di miliki oleh Indonesia dan menjadikan Indonesia unggul akan budaya di antara negara lain. Budaya Indonesia sudah banyak yang mendunia mulai dari seni tarinya, kerajinan, makanan, hingga batik yang akhirnya menjadi simbol dari ciri khas Indonesia. Berbicara tentang budaya Indonesia, maka upacara adat istiadat pada pernikahan juga suatu bagian dari budaya Indonesia. Dalam upacara adat pernikahan tanpa kita sadari banyak sekali simbol atau makna-makna dari setiap bagian pada upacara tersebut, namun untuk menginterpretasikan simbol atau makna-makna dari setiap bagian upacara kita harus mencari tahunya dengan cara melakukan komunikasi secara langsung dengan ahlinya dan melihat langsung dalam upacara tersebut. Upacara adat pada pernikahan terdapat banyak sekali makna dan simbol serta perilaku dari setiap pelakon yang memerankan pada upacara adat pernikahan. Dan makna, simbol, serta perilaku adalah sebuah bagian dari ilmu komunikasi. Perilaku komunikasi merupakan tindakan yang di tafsirkan seseorang dalam bentuk komunikasi baik itu verbal maupun non verbal.
INDUSTRI FILM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI INDUSTRI KREATIF INDONESIA
Idola Perdini Putri
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v3i1.805
Tulisan ini menjelaskan tentang industri film Indonesia pasca reformasi sebagai salah satu sub-sektor industri kreatif. Industri kreatif dianggap banyak memberikan sumbangsih positif terhadap pembangunan sebuah kota bahkan negara dalam hal peningkatan pasar dan ekonomi global. Industri kreatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Industri film dunia sendiri mampu memperoleh pendapatan hingga $10,162,657,657 (sekitar 980 triliun rupiah), dengan penjualan tiket mencapai 1.276.715.780 buah, dan jumlah penonton bioskop yang mencapai lebih dari 700 juta orang. Sementara di Indonesia menurut penelitian Oxford Economics, dengan mempertimbangkan transaksi langsung dan tidak langsung yang ditimbulkan, total kontribusi ekonomi Industri film dan televisi terhadap PDB pada 2010 mencapai USD 2,98 miliar atau 0,43 persen dari seluruh PDB nasional. Deskripsi industri film Indonesia menganalisis tiga subsektor industri film yaitu produksi, distribusi dan eksebisi dan menggambarkan bagaimana kondisi pada industri film nasional pada era pasca reformasi sejak industri film didapuk sebagai salah satu sub-sektor industri kreatif.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA WORD-OF-MOUTH, CONSUMER-BASED BRAND EQUITY AND CONSUMER RESPONSE AMONG AUTOMOTIVE CONSUMERS IN MALAYSIA
Ridwan Adetunji Raji;
Sabrina Mohd Rashid;
Sobhi Mohd Ishak
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v3i2.950
The literature on Consumer-Based Brand Equity (CBBE) continues to grow enormously. Previous studies on CBBE have maintained that marketing communications play a significant role in developing CBBE. Furthermore, researchers have argued that social media has become a renowned and strategic platform for disseminating brand-related communication. Hence, the advent of brand-related communication on social media is as well increasing the freedom and involvement of consumers in the co-creation of brand-related contents, thus giving rise to Social Media Word-of-Mouth. However, researchers have paid little attention to determining the role of Social Media Word-of-Mouth in developing CBBE and evoking favourable consumer behaviour. Therefore, this study sets out to examine the relationships between Social Media Word-of-Mouth, CBBE and Consumer Response. For this purpose, 290 consumers of two automotive brands were surveyed using the survey questionnaire. The data collected was analysed using both SPSS version 23 and AMOS version 23. The results revealed that Social Media Word-of-Mouth is important for enhancing CBBE and stimulating Consumer Response. Consequently, brand managers and marketers of automotive brands in Malaysia were charged to increase their engagements and investments in social media communications and encourage favourable word-of-mouths from their consumers on social media in order to improve the acceptance of their brands and increased positive consumer behaviour. This study concludes that consumer reviews, comments and posts on social media have significant implications on brands and consumer behaviour.