cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 13 Documents clear
Formulasi, Pengujian Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium graveolens L.) Henni Rosaini; Indra Makmur; Refilia Dwina Putri; Wahyu Margi Sidoretno
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.576 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.228

Abstract

Ekstrak etanol herba seledri (Apium graveolens L.) yang diekstraksi dengan pelarut etanol memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan masker gel peel off ekstrak seledri sebagai antijerawat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Rancangan formula masker gel peel off ekstrak herba seledri dibuat 4 formula berbeda yaitu F0 (tanpa zat aktif), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). Hasil evaluasi sifat fisik sediaan masker gel peel off menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan masker gel peel off yang baik. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, diperoleh nilai IC50 pada ekstrak = 728,689 µg/mL, FI = 6558,15 µg/mL, F2 = 5812,75 µg/mL, F3 = 6442,53 µg/mL, dan pembanding = 64,287 µg/mL, ketiga formula tidak memiliki aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH(1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil), dan berdasarkan uji aktivitas antibakteri diperoleh rata-rata daya hambat pada ekstrak = 16,19 mm, F1 = 9,61 mm, F2 = 9,73 mm, F3 = 12,45, dan pembanding = 19,68 mm, ketiga formula memiliki aktiviitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes
Uji Sitotoksik Fraksi Ekstrak Etanol Daun Gambir (Uncaria gambir (Hunter)Roxb.) Dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test Dwi Aulia Bakhtra; Aried Eriadi; Rahimatul Uthya; Edri Novri Mubaraq
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.668 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.224

Abstract

Penelitian uji sitotoksik fraksi ekstrak etanol daun gambir (Uncaria gambir (Hunter)Roxb.) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik berupa nilai LC50. Dari berat simplisia daun gambir 200 gram diperoleh berat ekstrak kental 37,49 gram. Hasil fraksinasi dari esktrak etanol dengan menggunakan berbagai pelarut didapatkan berat fraksi n-heksan 6,51 gram, fraksi diklormetana 3,24 gram dan fraksi air 5,72 gram. Hasil uji aktivitas sitotoksik dari beberapa fraksi diperoleh hasil nilai LC50 adalah 51,202 μg/ml dari fraksi n-heksan (toksik), 8,29 μg/ml dari fraksi diklormetana (sangat toksik) dan 31,26 μg/ml dari fraksi air (toksik). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi diklormetana bersifat sangat toksi dan berpotensi sebagai anti kanker.
Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Dengan Metode Inversi Suhu Nina Jusnita; Wan Syurya T; Maria Sergianika Pepertua Diaz
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.898 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.229

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah tumbuhan obat keluarga Zingiberacea yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia. Kelebihan dari pengobatan dengan menggunakan bahan alam adalah efek samping yang terjadi relatif kecil dibandingkan obat dengan bahan kimia. Tumbuhan temulawak secara empiris banyak digunakan sebagai obat tunggal maupun campuran.  Komponen aktif yang berkhasiat sebagai obat adalah kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri dari kurkumin, demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin. Komponen aktif yang bertanggung jawab sebagai antioksidan adalah kurkumin. Kurkumin memiliki bioavailbilitas rendah pada pemberian vaskular maupun oral. Untuk mengatasi kekurangan kurkumin dikembangkan teknologi formulasi untuk membuat temulawak menjadi sediaan nanoemulsi. Nanoemulsi ekstrak temulawak ini dengan metode inversi suhu pada suhu 10oC dan suhu kamar. Konsentrasi temulawak 30% dan Tween 80 3% sebagai surfaktan. Hasil penelitian ini didapatkan IC50 pada nanoemulsi suhu 10oC 25,299%, dan nanoemulsi suhu kamar 25,409%. Ukuran partikel pada suhu kamar lebih kecil yaitu 17,8 nm. Nanoemulsi suhu 10oC dan nanoemulsi suhu kamar stabil pada suhu penyimpanan 40oC.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Bubuk Kopi Olahan Tradisional Sungai Penuh-Kerinci Dan Teh Kayu Aro Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) Zikra Azizah; Sestry Misfadhilah; Tenti Sri Oktoviani
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.998 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.225

Abstract

Penelitian tentang skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol bubuk kopi olahan tradisional Sungai Penuh-Kerinci dan teh Kayu Aro telah dilakukan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Jenis tanaman ini diketahui mengandung potensi antioksidan dari senyawa polifenol. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol kopi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, tanin, dan terpenoid, sedangkan ekstrak metanol teh mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik dan tanin. Nilai Rf yang didapat dari pengujian kromatografi lapis tipis untuk ekstrak metanol kopi adalah 0,59 dan pembanding kofein 0,59, sedangkan nilai Rf ekstrak metanol teh adalah 0,40 dan pembanding kofein 0,44. Pengukuran aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa kedua sampel memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 kopi 484,705 µg/mL dan teh 208,87 µg/mL. Vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kedua ekstrak metanol dengan nilai IC50 33,075 µg/mL.
Analisa Cemaran Mikroba Pada Es Batu yang Dijual di Sekitar Universitas Abdurrab Dengan Metode Most Probable Number (MPN) Asiska Permata Dewi; Putri Gusnita
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.449 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.230

Abstract

Es batu merupakan produk pelengkap yang sering disajikan bersama minuman. Air yang digunakan dalam pembuatan es batu tidak boleh mengandung bakteri yang dapat penyebab penyakit, diantaranya adalah penyakit diare. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/MEN.KES/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, persyaratan mutu mikrobiologis dalam air minum terhadap total coliform dan colifecal adalah 0/100 ml. Coliform merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator baik atau tidaknya kualitas air, dan colifecal adalah bakteri yang spesifik tinja yaitu Escherichia coli yang dapat menyababkan penyakit diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai coliform dan colifecal yang terdapat di dalam es batu yang dijual di sekitar lingkungan Universitas Abdurrab Pekanbaru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Most Probable Number (MPN) untuk mendeteksi dan menghitung  jumlah bakteri dengan ragam 5-1-1. Berdasarkan hasil yang diperoleh terhadap 15 sampel uji, pada sampel A, C, G, H, I, L, dan M mengandung koloni 46/100 mL, sampel B mengandung koloni 11/100 mL, sampel D, E, F, dan K mengandung koloni 23/100 mL, sampel J mengandung koloni 33/100 mL, sampel N mengandung koloni <2/100 mL, dan sampel O mengandung koloni 30/100 mL. Dengan demikian, hanya 1 sampel yaitu sampel N memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/MEN.KES/Per/IX/1990.
Uji Sitotoksik Fraksi Dari Ekstrak Etanol Buah Kundur Benincasa hispida (Thunb.) Cogn Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Anzharni Fajrina; Aried Eriadi; Wanda Caesaria Reja
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.066 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.226

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji sitotoksik fraksi dari ekstrak etanol buah kundur Benincasa hispida (Thunb.) Cogn dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi dari ekstrak etanol buah kundur dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Buah kundur di ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol bahwa buah kundur mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol dan tanin. Fraksi n-heksan mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan fenol. Fraksi etil asetat mengandung senyawa alkaloid, dan flavonoid. Sedangkan fraksi air mengandung senyawa fenol dan tanin. Hasil pengujian sitotoksik fraksi dari ekstrak buah kundur diperoleh nilai LC50 pada fraksi n-heksan adalah 3,66  ppm, fraksi etil asetat 53,65 ppm, dan fraksi air 15,08 ppm.
PENGARUH VARIASI PERLAKUAN (SEGAR DAN SIMPLISIA) RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOL TOTAL Denia Pratiwi; Isna Wardaniati
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.214 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.231

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif dan antioksidan dapat menetralkan radikal bebas dengan cara mendonorkan satu atom protonnya sehingga membuat radikal bebas stabil dan tidak reaktif. Antioksidan alami salah satunya terdapat pada tanaman kunyit (Curcuma domestica) dari famili Zingiberizaceae. Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif  yang berkhasiat  sebagai obat yang disebut kurkuminoid, yang termasuk golongan senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh perlakuan rimpang kunyit yang telah di ambil bagian tengahnya dibedakan menjadi dua perlakuan yakni dalam keadaan segar (P1) dan dibuat menjadi simplisia (P2) terhadap nilai aktivitas antioksidan dan kadar total fenol. Pada penetapan kadar total fenol menggunakan metode folin ciocalteau dengan asam galat sebagai pembanding dan pada penetapan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian diperoleh nilai IC50 pada P1 dan P2 berturut-turut adalah 193,4367 dan 46,7686 µg/ml dan kadar fenol total berturut-turut  sebesar 158,3333 mg/g GAE  dan  93,9747 mg/g GAE.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C DAN B1 PADA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Lemairel (Hook.) Britton & Rose) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Boy Chandra; Zulharmita Zulharmita; Winda Dian Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.92 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.227

Abstract

Analisis vitamin C dan B1 pada sampel buah naga merah (Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) dari daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan menggunakan metode spektrofometri UV-Vis. Sampel buah naga merah (Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) diekstraksi dengan menggunakan pelarut air. Kemudian ekstrak sampel diukur dengan alat spektrofotometer ultraviolet untuk vitamin C pada panjang gelombang 265,0 nm, sedangkan untuk vitamin B1 ekstrak sampel ditambahkan larutan dapar amonia, biru bromtimol dan polivinyl alkohol kemudian diukur dengan alat spektrofotometer visible pada panjang gelombang 431,0 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C dari Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) yaitu 0,0151 % ± 0,0005. Sedangkan pada penentuan kadar vitamin B1 menunjukkan hasil yaitu 0,1023 % ± 0,0002.
Efek Toksisitas Sub Akut Fraksinasi Air Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides (L.) L.) Terhadap Beberapa Parameter Darah Mencit Putih Jantan Helmi Arifin; Sri Oktavia; Satrina Chania
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.304 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.232

Abstract

Uji toksisitas adalah pengujian terhadap efek toksik suatu senyawa pada makhluk hidup dan sistem biologi lainnya. Telah dilakukan pengujian mengenai toksisitas sub akut dari fraksi daun bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.) menggunakan hewan percobaan mencit putih jantan. Hewan percobaan terdiri dari 36 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol negatif, fraksi air daun bandotan dengan dosis 12,5 mg/kg BB, 25 mg/kg BB dan 50 mg/kg BB yang diberikan secara oral selama 21 hari. Parameter yang diamati pada uji toksisitas sub akut ini yaitu jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan nilai hematokrit menggunakan alat Hematology analyzer, efek toksisitas sub akut diuji pada hari ke-7, -14 dan -21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian dosis fraksi ekstrak etanol daun bandotan dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan trombosit (p < 0,05). Dan lama pemberian fraksi ekstrak etanol daun bandotan dapat meningkatkan jumlah leukosit (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa variasi dosis fraksi ekstrak etanol daun bandotan tidak memiliki efek toksik sub akut terhadap parameter hematologi darah, kecuali pada parameter leukosit.
Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Penyalut Natrium Alginat Menggunakan Metode Penyemprotan Kering Adik Ahmadi; Auzal Halim; Kiki Oktarina
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.399 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.223

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan industri jamu. Temulawak memiliki aroma yang khas dan rasa yang agak pahit sehingga dapat ditutupi dengan menyalutnya dalam sediaan mikrokapsul menggunakan penyalut natrium alginat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium alginat sebagai penyalut yang digunakan terhadap karakteristik fisiko kimia yang meliputi distribusi ukuran partikel, morfologi permukaan partikel, kristalinitas dan analisis termal pada sediaan mikrokapsul ekstrak etanol rimpang temulawak. Mikrokapsul ekstrak etanol rimpang temulawak dibuat dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Analisa distribusi ukuran partikel dengan mikroskop optilab telah memasuki rentang 1-5000 µm, morfologi permukaan zat menghasilkan bentuk yang sferis dan permukaan yang halus, kristalinitas menghasilakan intensitas yang menurun karena ekstrak etanol rimpang temulawak telah tersaluti dalam sediaan mikrokapsul dan analisis termal tidak menghasilkan puncak endotermik tajam karena ekstrak etanol rimpang temulawak telah tersaluti oleh natrium alginat.

Page 1 of 2 | Total Record : 13