cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2024)" : 13 Documents clear
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN FENOL TOTAL SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) Effendy, Sanezea; Neldi, Vina; Ramadhani, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.575

Abstract

Bunga dari tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tujuan pengobatan. Bunga dari tanaman ini diketahui memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder seperti golongan flavonoid, antosianin, asam organik, asam fenolik. Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa senyawa golongan flavonoid pada tanaman diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan sangat diperlukan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat berasal dari dalam tubuh (endogen) maupun dari luar tubuh (eksogen) yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, neurodegenerative, penuaan dini, kanker, dll. Metode pengujian aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl) sering digunakan, berdasarkan prinsip donor elektron dari suatu zat antioksidan pada DPPH radikal. Dilakukan ekstraksi menggunakan pelarut etanol pada bunga rosela. Dari Hasil uji skrining fitokimia diperoleh ekstrak etanol rosela mengandung alkaloid, flavonoid, tanin. Kadar fenolik total adalah 29,63 mg GAE/g ekstrak. Kadar flavonoid total adalah 3,46 mg QE/g ekstrak. Nilai IC50 pada pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela didapat hasil 169,55 µg/mL.
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT DAUN NAMNAM (Cynometra cauliflora L.)TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Hamtini, Hamtini; Anliza, Syarah; Shufiyani, Shufiyani; Nuraeni, Ira; Afriani, Rachmi
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.502

Abstract

Penggunaan obat tradisional sebagai pilihan untuk pengobatan menjadi alternatif yang diminati karena obat tradisonal terbukti relatif aman dengan cara penggunaan yang benar dan indikasi yang tepat serta jarang sekali menimbulkan efek samping. Salah satu upaya tersebut adalah mengeksplor dan menemukan senyawa antioksidan seperti beta karoten, astasantin, alkaloid, dan fenol pada tumbuhan. Untuk mengambil senyawa bioaktif secara langsung dari tanamannya dibutuhkan sangat banyak biomassa atau bagian dari tanamannya, sehingga untuk mengefisiensikan cara mendapatkan senyawa bioaktif tersebut, maka di gunakan mikroba endofit spesifik yang diperoleh dari bagian dalam tanaman yang diharapkan mampu menghasilkan sejumlah senyawa bioaktif yang di butuhkan tanpa harus mengekstrak dari tanamannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan isolat endofit daun namnam memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Desain dalam penelitian adalah deskriptif menggunakan uji laboratorium, yaitu uji daya hambat terhadap bakteri S.aureus dan E.coli Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dibuat maka dapat di simpulkan bahwa hasil isolasi bakteri endofit dari daun tanaman Namnam (Cynometra cauliflora L.) terdapat 18 bakteri Gram Negatif dan 1 bakteri Gram positif. Setelah dilakukan uji daya hambat di dapatkan bakteri endofit dengan kode 2.01 DN3 dan 1.1 DN memiliki aktivitas tertinggi yang dapat menghambat pertumbuhan Escherichia.coli, sebesar 5.67 mm dan 5.33 mm di kategorikan ke dalam sedang. Sedangkan terdapat beberapa isolat bakteri endofit yang memiliki aktivitas tertinggi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu 10.1 DN, 1.2 DN2, 5.1 DN, 2.01 DN3, 2.1 DN berturut-turut yaitu 5.33 mm, 7.33 mm, 7 mm, 5 mm, 5.33 mm juga di kategorikan ke dalam sedang.
DOCKING MOLECULAR SENYAWA PADA TANAMAN FAMILI APIACEAE SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM XANTHINE OXIDASE Oktaviani, Tiara; Hermansyah, Oky; Ikhsan, Ikhsan; Rahmawati, Suci; Wirahmi, Nori
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.593

Abstract

Asam urat merupakan produk metabolisme dari purin yang dikonversi oleh enzim xanthine oxidase didalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam darah karena metabolisme purin yang berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian yang memicu terjadinya  penyakit gout. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi potensi senyawa aktif pada herbal famili apiaceae yang dapat menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menggunakan aplikasi Autodock Tools 1.5.6. Docking molecular dilakukan dengan ukuran pusat penambatan molekul pada x = 95,226; y = 47,251; z = 112, 78 dengan volume x, y, dan z = 40. Struktur kristal enzim xanthine oxidase dengan kode 3BDJ sebagai makromolekul dan sebagai ligan uji 10 senyawa aktif Famili Apiaceae. Dari hasil penelitian secara in silico didapatkan bahwa senyawa aktif pada tanaman seledri (Apium graveolens) yaitu apigenin memiliki potensi sebagai anti asam urat karena dari hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki nilai energi ikatan -10,28 dimana nilainya lebih baik dibandingkan dengan ligan uji lainnya termasuk pada senyawa pembanding alupurinol,  nilai Ki-nya 29,31nM, memiliki 2 ikatan hidrogen dan terikat pada 10 residu asam amino.

Page 2 of 2 | Total Record : 13