cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA DI SMP NEGERI I PANOMBEIAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN Saufa Taslima
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekkanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Cepat dan tidak terkendali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kanker Payudara di SMP Negeri I Panombeian Panei Kabupaten Simalungun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang yang diuji dengan kuesioner. Dari hasil pengisian kuesioner dapat disimpulkan bahwa respomdem mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 23 orang (46%). Pengetahuan remaja putri berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan cukup adalah 15-16 tahun sebanyak 14 orang (28%) dan minoritas berpengetahuan kurang sebanyak 6 orang (12%). Pengetahuan remaja putri berdasarkan lingkungan mayoritas brpengetahuan cukup sebanyak 20 orang (40%) adalah lingkungan keluarga, dan minoritas berpengetahuan kurang di lingkungan kost adalah sebanyak 1 orang (2%). Pengetahuan berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 9 orang (18%) dari media cetak dan minoritas berpengetahuan kurang sebanyak 6 orang (12%) dari sumber informasi media elektronik. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada remaja putri untuk lebih mengetahui dari media cetak, elektronik, guru, orang tua dan dari petugas kesehatan yang terdekat dan mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang berhubungan dengan kanker payudara dan yang lainnya. Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja, Kanker Payudara
HUBUNGAN OBESITAS IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA INTAN RIDHA QUR'ANI
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Obesitas merupakan masalah yang saat ini menjadi perhatian di seluruh dunia termasuk obesitas pada ibu hamil. Puskesmas Jagir Surabaya ibu hamil yang mengalami obesitas tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 sejumlah 32 ibu hamil dan tahun 2017 meningkat menjadi 65 ibu hamil. Penyebab dari obesitas ibu hamil adalah pengaturan nutrisi sebelum dan saat hamil, genetik, dan lingkungan. Dampak obesitas pada ibu hamil adalah diabetes melitus gestasional dan preeklamsia. Dampak obesitas pada janin adalah makrosomia, kelainan konginetal, dan kejadian obesitas pada anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan obesitas ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional. Jenis penelitian ini adalah analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Jagir Surabaya pada bulan April-Mei 2018 berjumlah 64 ibu hamil, diambil secara total sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner. Variabel dependen adalah obesitas pada ibu hamil dan variabel independen adalah diabetes melitus gestasional. Analisis dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 64 ibu hamil, sebagian besar yaitu 35 (54,7%) ibu hamil mengalami obesitas dan sebagian besar ibu hamil tidak mengalami diabetes melitus gestasional yaitu 48 (75,0%). Hasil Uji Koefisien Kontingensi didapatkan r = 0,413 yang menunjukkan korelasi sedang dan bermakna secara klinis dan Uji Chi-Square didapatkan ρ = 0,00 (ρ< 0,05) yang artinya ada hubungan antara obesitas ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional. Hal ini dapat disimpulkan ada hubungan antara obesitas ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional. Saran untuk bidan adalah melakukan skrining diabetes melitus gestasional pada ibu hamil dan memberikan konseling tentang : gejala, penanganan, dan pencegahan diabetes melitus gestasional. Kata Kunci : Obesitas, Diabetes Melitus Gestasional
Sistem Penjajaran Straight Numerical Filling Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kauman, Kabupaten Ponorogo Janna Putri Nastiti; Rumpiati Rumpiati; Dwi Nurjayanti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9308

Abstract

The implementation of an alignment system in medical records at Puskesmas Kauman is a direct alignment system. The purpose of this study was to determine the alignment system of straight numerical filling in order to improve the quality of health services at Kauman Public Health Center, Ponorogo Regency. This type of research is descriptive. Respondents were 5 counters and medical record officers. Data collection was carried out through observation and interviews. The results showed that the alignment system was well implemented, where patients were quicker to get health services, and officers had no difficulty in finding medical record files. Keywords: juxtaposition system; straight numerical filling; quality of health services ABSTRAK Penyelenggaraan sistem penjajaran dalam rekam medis di Puskesmas Kauman adalah sistem penjajaran langsung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem penjajaran straight numerical filling guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kauman, Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Responden yaitu 5 orang petugas loket dan rekam medis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penjajaran sudah terealisasikan dengan baik, dimana pasien lebih cepat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan petugas tidak kesulitan dalam mencari berkas rekam medis. Kata kunci: sistem penjajaran; straight numerical filling; mutu pelayanan kesehatan
HUBUNGAN BUDAYA PENGASINGAN (PINAMOU) DENGAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SUKU NUAULU Miece Sariwating; Yerry Soumokil; Latuamury Yuli Viani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya pengasingan (pinamou) merupakan salah satu kebiasaan yang secara turun temurun selalu dilakukan di Dusun Simalouw Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku tengah dengan cara pelaksanaannya sangat bertolak belakang dengan aturan personal hygiene yaitu jika pelaksanaannya tidak diperbolehkan mandi selama masa menstruasi dan tidak menggunakan pembalut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya pengasingan (pinamou) dengan personal hygiene remaja putri pada saat menstruasi di Dusun Simalouw Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (judgmental sampling) yang berjumlah 27 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner.Analisa data menggunakan Uji Man Whitney dimana untuk melihat hubungan antara budaya pengasingan (pinamou) dengan personal hygiene diperoleh nilai PValue sebesar 0.192 dengan nilai kemaknaan (ɑ) = 0.05 yang artinya tidak ada hubungan antara budaya pengasingan (pinamou) dengan personal hygiene remaja putri pada saat menstruasi Hal ini berarti budaya pengasingan tidak berdampak buruk terhadap tingkat personal hygiene remaja putri suku Nuaulu di Dusun Simalouw Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Kata kunci: Budaya pengasingan (Pinamou), Personal Hygiene
Pengaruh Kombinasi Massage dan Neurodevelopment Treatment Terhadap Kemampuan Duduk Pasien Cerebral Palsy di Klinik Fisioterapi Anak Sudiang Makassar Suriani Suriani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa STIKes Papua tentang Jaminan Kesehatan Nasional Asrini Yudith Asyerem; Diah Ayu Puspandari; Supriyati Supriyati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.582 KB)

Abstract

In facing the JKN era, knowledge of health workers is very important in improving the quality of services, both in the aspects of policy, services and also financing. Not only is it a challenge for the government in terms of distributing health workers, but this is a challenge for educational institutions to produce health workers who are competent in their scientific fields. Knowledge needs about JKN need to be given to prospective health workers and also health workers involved in the health service system. The purpose of this study was to determine and analyze the level of knowledge of STIKes Papua students about JKN based on gender, study program, student status and information. This research is a quantitative descriptive study using a cross sectional approach. The sample in this study was taken in total sampling from all III level students of the Public Health Science (IKM) and Nursing Study Program, amounting to 171 people. Data collection tool in this study is a questionnaire. The statistical test used was the Chi-Square test for bivariate analysis and the Linear Regression test for multivariate analysis with alpha 5%. The results of the study based on the Linear Regression test showed the value of the regression coefficient on the study program variables, that the level of knowledge of the Nursing study program students was 14% higher than the public health sciences study program. In the student status variable it is seen that the level of knowledge of students with non-regular status is 17% lower than students with regular status. In the information variable it can be seen that the level of knowledge gained from socialization is 6% lower than the knowledge obtained from the media. Meanwhile, the p-value of each variable is less than 0.05, meaning that these variables affect the level of student knowledge. Furthermore, it was concluded that the status of student affairs and sources of information influenced the level of knowledge of STIKes Papua students about JKN. Furthermore, attention is needed from policy makers to improve course curriculum and learning methods related to JKN in increasing student knowledge. Keywords: level of knowledge, gender, study program, student status, information sources. ABSTRAK Dalam menghadapi era JKN, pengetahuan tenaga kesehatan sangat penting dalam peningkatan kualitas pelayanan, baik pada aspek kebijakan, pelayanan dan juga pembiayaan. Bukan hanya menjadi tantangan bagi pemerintah dalam hal mendistribusikan tenaga kesehatan, namun hal ini menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dalam bidang keilmuannya. Kebutuhan pengetahuan tentang JKN perlu diberikan kepada calon tenaga kesehatan dan juga tenaga kesehatan yang terlibat dalam sistem pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pengetahuan mahasiswa STIKes Papua tentang JKN berdasarkan jenis kelamin, program studi, status kemahasiswaan dan informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini diambil secara total sampling dari keseluruhan mahasiswa tingkat III Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dan Keperawatan yang berjumlah 171 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan uji Regresi Linear untuk analisis multivariat dengan alpha 5%. Hasil penelitian berdasarkan uji Regresi Linear menunjukkan nilai koefisien regresi pada variabel program studi, bahwa tingkat pengetahuan para mahasiswa program studi Keperawatan lebih tinggi 14% daripada program studi ilmu kesehatan masyarakat. Pada variabel status kemahasiswaan terlihat bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa dengan status non reguler lebih rendah 17% daripada mahasiswa dengan status reguler. Pada variabel informasi terlihat bahwa tingkat pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi lebih rendah 6% daripada pengetahuan yang diperoleh dari media. Sementara itu, p-value dari masing-masing variabel kurang dari 0,05, artinya variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa. Selanjutnya disimpulkan bahwa status kemahasiswaan dan sumber informasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa STIKes Papua tentang JKN. Selanjutnya diperlukan perhatian dari pihak penentu kebijakan untuk perbaikan kurikulum mata kuliah dan metode pembelajaran terkait JKN dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Kata kunci: tingkat pengetahuan, jenis kelamin, program studi, status kemahasiswaan, sumber informasi.
PENGARUH PERILAKU PEKERJA RADIASI TERHADAP TINDAKAN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Bambang Kustoyo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap terhadap keselamatan kerja sangat penting karena menentukan seberapa besar perhatian seseorang terhadap keselamatan kerja. Keselamatan radiasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk melindungi pekerja, anggota masyarakat dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sikap pekerja radiasi terhadap tindakan keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUP H. Adam Malik Medan. Sampel penelitian adalah 40 pekerja radiasi dalam pelayanan atau pemeriksaan pasien dan operasional peralatan Sinar – X. Mayoritas responden menyatakan setuju untuk wajib memakai personal dosimetri (TLD/Film Badge/Pen dose), mayoritas pegawai tidak setuju bahwa tidaklah penting mengetahui berapa dosis radiasi yang diterima karena sudah terbiasa. Distribusi sikap pegawai adalah: sikap kurang: 18 orang (45,5%) dan tingkat sikap baik: 22 orang (87,5%). Mayoritas responden menyatakan sebelum memulai pekerjaan selalu mengecek ruangan, peralatan dan memastikan bahwa alat radiologi berfungsi dengan baik dan mayoritas pegawai tidak selama melakukan pemeriksaan kadang-kadang kolimator mereka biarkan terbuka lebar dan tidak mereka atur sesuai luas obyek yang diperiksa. Distribusi tindakan keselamatan adalah kurang: 13 orang (32,5%) dan baik: 27 orang (67,5%). Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara sikap dengan tindakan keselamatan radiasi( p=0,005< 0,05) Kata Kunci: Instalasi radiologi, Pekerja radiasi, Sikap, Tindakan keselamatan radiasi
Sistem Retensi Rekam Medis Ditinjau dari Standar Operasional Prosedur di RSU Muhammadiyah Ponorogo Titik Restina; Ani Rosita; Dwi Nurjayanti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9303

Abstract

Retention is the activity of shrinking or reducing the medical record file from the storage rack by moving the inactive medical record that is currently on the active shelf to the inactive rack. In implementing retention, Muhammadiyah Ponorogo General Hospital has SOP as a guideline. The purpose of this study was to identify a medical record retention system in terms of standard operating procedures at Muhammadiyah General Hospital Ponorogo. This type of research is descriptive. The population of this study was 5 filing officers, and all of them became members of the study sample (total sampling). Data were collected through observation, interviews and documentation studies, then analyzed descriptively. Based on the results of the study note that retention is not in accordance with the SOP. The implementation of medical record retention is carried out once every 2-3 years. Whereas the policy written in the SOP is 5 years from the time the patient was last served. Retention was carried out faster due to the lack of a place to store medical records in the active filing room. Suggestions for Muhammadiyah Hospital Ponorogo is to add a place to store active medical records and filing officers retention according to the policies that already exist in the SOP. Keywords: retention; medical records; SOUP ABSTRAK Retensi adalah kegiatan penyusutan atau pengurangan arsip rekam medis dari rak tempat penyimpanan dengan cara memindahkan rekam medis yang inaktif yang saat ini berada di rak aktif menuju ke rak inaktif. Dalam melaksanakan retensi, RSU Muhammadiyah Ponorogo memiliki SOP sebagai pedoman. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sistem retensi rekam medis ditinjau dari standar operasional prosedur di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah petugas filing berjumlah 5 orang, dan seluruhnya menjadi anggota sampel penelitian (total sampling). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa retensi belum sesuai dengan SOP. Pelaksanaan retensi rekam medis dilakukan 2-3 tahun sekali. Sedangkan kebijakan yang tertulis di dalam SOP adalah 5 tahun terhitung dari waktu terakhir pasien dilayani. Pelaksanaan retensi dilakukan lebih cepat karena kurangnya tempat penyimpanan rekam medis di ruang filing aktif. Saran bagi RSU Muhammadiyah Ponorogo adalah menambah tempat penyimpanan rekam medis aktif dan petugas filing melakukan retensi sesuai kebijakan yang sudah ada pada SOP. Kata kunci: retensi; rekam medis; SOP
PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PULUNG KABUPATEN PONOROGO Anik Purwati; Dwi Nurjayanti; Rumpiati Rumpiati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan rekam medis sebagai salah satu unit penunjang tercapainya tertib administrasi di Puskesmas perlu di tunjang dengan adanya penyelenggaraan rekam medis yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyelenggaraan rekam medis yang sudah dilaksanakan di Puskesmas Pulung. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasinya adalah seluruh petugas rekam medis berjumlah 2 orang. Teknik yang di gunakan adalah sampling jenuh. Hasil peneliti yang diperoleh berupa penyelenggaraan rekam medis di Puskesmas Pulung meliputi sistem pendaftaran pasien yang terdiri dari identifikasi, registrasi, penamaan, penomoran, coding, filling yang dijalankan berupa penyimpanan, pengambilan, serta penyedia dokumen rekam medis dan retensi. Saran bagi Puskesmas Pulung yaitu lebih ditingkatkan dalam sistem penyelenggaraan rekam medis karena belum adanya sistem asembling dan indeksing.
POLA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS. X KOTA SORONG PERIODE JANUARI-JUNI TAHUN 2018 Exaudian Flourens Lerebulan
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.879 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian peringkat ke-3 setalah stroke dan tuberkulosis. Penderita hipertensi di Indonesia sekitar 15 juta namun hanya 4% yang mendapatkan terapi dan sebaliknya sebesar 50% penderita tidak menyadari menderita hipertensi sehingga cenderung tidak mendapatkan pengobatan dan menderita hipertensi yang lebih berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antihipertensi pada pasien rawat jalan di RS.X Kota Sorong. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan analisis deskrptif cross sectional. Data yang digunakan adalah data rekam medik pasien rawat jalan periode Januari-Juni tahun 2018. Penelitian menunjukkan hasil bahwa antihipertensi terbanyak adalah amlodipin golongan penghambat kanal kalsium yaitu sebesar 45,8%.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue