cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Posisi Duduk Membungkuk dan Nyeri Punggung pada Siswa Sugathot, Aan Ika; Imam, Khairul
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15201

Abstract

Complaints of lower back pain are a problem among students influenced by poor sitting habits. Incorrect sitting position for a long time can cause muscle tension and damage to the spinal structure. The purpose of this study was to analyze the relationship between the position and duration of students' sitting with the occurrence of lower back pain. This study used a quantitative approach with an experimental design to analyze the effect of sitting position on back pain in school students for a long time with a sitting position. This study involved 65 participants who were randomly divided into 3 groups, namely the group that sat with a position that sometimes bent over, often bent over, and always bent over. The comparison of back pain between the three groups was analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that the p value was greater than 0.05, so it can be interpreted that there was no difference in the incidence of back pain between the three sitting positions. Furthermore, it was concluded that sitting position was not significantly related to complaints of back pain in students.Keywords: sitting style; back pain; school students ABSTRAK Keluhan nyeri punggung bawah menjadi permasalahan di kalangan pelajar yang dipengaruhi oleh kebiasaan duduk yang buruk. Posisi duduk yang salah dalam jangka lama dapat menyebabkan ketegangan otot dan kerusakan pada struktur tulang belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara posisi dan durasi duduk siswa dengan terjadinya nyeri punggung bawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen untuk menganalisis pengaruh posisi duduk terhadap nyeri punggung pada siswa sekolah dalam waktu lama dengan posisi duduk. Penelitian ini melibatkan 65 partisipan yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok yang duduk dengan posisi kadang  membungkuk,  sering membungkuk, dan selalu membungkuk. Perbandingan nyeri punggung antara ketiga kelompok dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p adalah lebih besar daripada 0,05, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa tidak ada perbedaan kejadian nyeri punggung di antara tiga posisi duduk. Selanjutnya disimpulkan bahwa posisi duduk tidak behubungan secara sihnifikan dengan keluhan nyeri punggung pada siswa.Kata kunci: cara duduk; nyeri punggung; siswa sekolah
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA PAGELARAN MALANG Anitawati, Yuyun; Maulina, Rifzul
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15301

Abstract

Iron deficiency anemia in pregnant women remains a global health challenge, with suboptimal supplementation compliance. The aim of this study was to analyze the correlation between pregnant women's adherence to iron tablet consumption and the incidence of anemia in Pagelaran Village, Malang. This study used a cross-sectional design. Thirty-one pregnant women were selected using a purposive sampling technique. Compliance with iron tablet consumption was measured using a Guttman scale questionnaire, while the incidence of anemia was measured using a direct hemoglobin test. A Spearman rank correlation test was then performed. The analysis showed that 54.8% of pregnant women were non-compliant with iron tablet consumption, and 51.6% were anemic. The p-value for the hypothesis test was 0.001, thus interpreting a correlation between adherence to iron tablet consumption and the incidence of anemia in pregnant women. The study concluded that adherence to iron tablet consumption is a determinant of anemia in pregnant women.Keywords: pregnant women; anemia; iron tablet consumption ABSTRAK Anemia defisiensi besi pada ibu hamil tetap menjadi tantangan kesehatan global dengan tingkat kepatuhan suplementasi yang suboptimal. Tujuan penelitian ini adalah menganaisis korelasi antara kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia di Desa Pagelaran, Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian adalah 31 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan mengonsumsi tablet besi diukur dengan kuesioner berskala Guttman; sedangkan kejadian anemia diukur dengan pemeriksaan hemoglobin secara langsung. Selanjutnya dilakukan uji korelasi Spearman rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa 54,8% ibu hamil tidak patuh memakai tablet besi dan 51,6% ibu hamil mengalami anemia. Nilai p dari uji hipotesis adalah 0,001 sehingga diinterpetasikan bahwa ada korelasi antara kepatuhan mengonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet besi merupakan penentu kejadian anemia pada ibu hamil.Kata kunci: ibu hamil; anemia; konsumsi tablet besi
Intervensi Edukasi dalam Kelas ibu hamil terhadap pengetahuan ibu tentang ANC K6 Nardhani, Enggri Dhyan; Alfitri, Rosyidah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15302

Abstract

The low coverage of the sixth prenatal checkup (K6), reaching only 17.6%, is a major contributor to high maternal mortality. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of education through prenatal classes in improving knowledge about K6 antenatal care among pregnant women. This study was a quantitative research design with a one-group pre-test and post-test. A total of 32 pregnant women were recruited as research subjects, selected using a purposive sampling technique. Education through prenatal classes was conducted during June 2025. Knowledge levels were measured before and after the education period, using questionnaires. Comparative analysis of knowledge levels between the two phases was performed using the Wilcoxon test. The analysis showed that the median level of knowledge increased after education, from 64.0 to 93.0. The p-value of the Wilcoxon test was <0.001, indicating a difference in knowledge levels before and after education. Therefore, it can be concluded that education through prenatal classes is effective in improving knowledge of K6 antenatal care among pregnant women.Keywords: antenatal care; prenatal education; prenatal classes ABSTRAK Rendahnya cakupan pemeriksaan kehamilan keenam (K6) yang hanya mencapai 17,6% menjadi salah satu kontributor utama terhadap tingginya kematian maternal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas edukasi melalui kelas ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan tentang antenatal care K6 pada ibu hamil. Studi ini merupakan riset kuantitatif dengan desain one group pre test and post test. Sejumlah 32 ibu hamil dilibatkan sebagai subyek penelitian, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Edukasi melalui kelas ibu hamil dilaksanakan selama Juni 2025. Tingkat pengetahuan diukur pada fase sebelum dan sesudah masa edukasi, melalui pengisian kuesioner. Analisis perbandingan tingkat pengetahuan antara kedua fase dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa median tingkat pengetahuan meningkat setelah diberikan edukasi, yaitu dari 64,0 menjadi 93,0. Nilai p dari uji Wilcoxon adalah <0,001, sehingga dapat ditafsirkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Dengan demikian bisa disimpulkan bawa edukasi melalui kelas ibu hamil terbukti efektif atau berhasil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care K6.Kata kunci: antenatal care; edukasi prenatal; kelas ibu hamil
TINGKAT HEALTH LITERACY PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) TERKAIT KB DI PMB RINI ASTUTIK, AMd.Keb PAGELARAN Astutik, Rini; Safitri, Rani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15303

Abstract

Low health literacy in women of childbearing age can result in suboptimal contraceptive use and increased reproductive health risks. The purpose of this study was to analyze the correlation between demographic factors and the level of health literacy in women of childbearing age related to family planning. This study design was cross-sectional, involving 54 women of childbearing age in Karangsuko Village, Pagelaran District, Malang Regency, selected through random sampling. Data collection was conducted using the adapted Health Literacy Questionnaire HLS-EU-SQ10-IDN. Statistical analysis was performed using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that the distribution of health literacy levels was sufficient = 46.3%, problematic = 42.6%, and perfect = 11.1%. A significant correlation was found between health literacy and age (p = 0.010; r = 0.348), education (p = 0.001; r = 0.446), and occupation (p = 0.003; r = 0.398). It was further concluded that demographic factors are determinants of the health literacy levels of women of childbearing age, with education being the primary determinant.Keywords: women of childbearing age; family planning; health literacy; demographic factors ABSTRAK Literasi kesehatan yang rendah pada wanita usia subur dapat mengakibatkan penggunaan kontrasepsi yang tidak optimal dan peningkatan risiko kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara faktor demografis dengan tingkat literasi kesehatan pada wanita usia subur terkait keluarga berencana. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 54 wanita usia subur di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, yang dipilih melalui random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Questionnaire HLS-EU-SQ10-IDN yang telah diadaptasi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi tingkat literasi kesehatan adalah cukup = 46,3%, bermasalah = 42,6%, dan sempurna = 11,1%. Ditemukan korelasi signifikan antara literasi kesehatan dengan usia (p = 0,010; r = 0,348), pendidikan (p = 0,001; r = 0,446), dan pekerjaan (p = 0,003; r = 0,398). Selanjutnya disimpulkan bahwa faktor demografis merupakan determinan bagi tingkat literasi kesehatan wanita usia subur, dengan pendidikan sebagai determinan utama.Kata kunci: wanita usia subur; keluarga berencana; literasi kesehatan; faktor demografis
PENGARUH PETRISSAGE BACK MASSAGE KOMBINASI ESSENTIAL OIL LAVENDER TERHADAP SKALA NYERI KALA 1 FASE AKTIF DI DESA KARANGSUKO Andikasari, Eprilia Redita; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15305

Abstract

Labor pain during the active phase of the first stage of labor is an intense experience for laboring mothers. Petrissage back massage combined with lavender essential oil can be an effective non-pharmacological pain management alternative. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of petrissage back massage combined with lavender essential oil in reducing pain levels in laboring mothers during the active phase of the first stage. This was a pre-experimental study with a one-group pretest and posttest design, involving 25 laboring mothers. The intervention was petrissage back massage combined with lavender essential oil for 15 minutes. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Pain levels were then compared using the Wilcoxon test. The analysis showed that the majority of pain scores in the pre-intervention phase were 8 (64%) and in the post-intervention phase were 7 (56%). The Wilcoxon test showed a p-value of <0.001, with a Z-value of -4.320. The study concluded that petrissage back massage combined with lavender essential oil is effective in reducing pain levels in the active phase of the first stage of labor.Keywords: petrissage massage; lavender essential oil; labor pain; active phase of first stage of laborABSTRAK Nyeri persalinan kala 1 fase aktif merupakan pengalaman yang intens bagi ibu bersalin. Petrissage back massage kombinasi essential oil lavender dapat menjadi alternatif manajemen nyeri non-farmakologis yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas petrissage back massage kombinasi essential oil lavender untuk menurunkan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif. Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest and posttest, yang melibatkan 25 ibu bersalin. Intervensi yang dilakukan adalah petrissage back massage kombinasi essential oil lavender selama 15 menit. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada fase sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya tingkat nyeri dibandingkan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas skor tingkat nyeri pada fase sebelum intervensi adalah 8 (64%) dan pada fase sesudah intervensi adalah 7 (56%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p adalah <0,001, dengan nilai Z adalah -4,320. Sebagai kesimpulan, dinyatakan bahwa petrissage back massage kombinasi essential oil lavender efektif untuk menurunkan tingkat nyeri kala 1 fase aktif persalinan.Kata kunci: petrissage massage; essential oil lavender; nyeri persalinan; kala 1 fase aktif
PENGARUH KOMUNIKASI K3 DAN PARTISIPASI PEKERJA TERHADAP KINERJA KESELAMATAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN MAKANAN DI KOTA MEDAN Kanahaya, Adinda; Eriana, Zahra; Arifin, Daud
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15304

Abstract

 The high number of workplace accidents in the food processing industry in Indonesia underscores the importance of implementing a more effective occupational safety system. The purpose of this study was to analyze the influence of occupational safety and health communication and worker participation on occupational safety performance. The study used a cross-sectional design, involving 34 workers selected using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and then analyzed using multiple linear regression. The results showed that occupational safety and health communication significantly influenced safety performance (t = 2.321; p = 0.027), and worker participation had a more dominant influence on safety performance (t = 8.278; p = 0.000). Simultaneously, both variables had a highly significant effect (F = 134.089; p = 0.000) with a coefficient of determination (R-squared) of 0.896. The study concluded that improving occupational safety and health communication and worker participation can substantially improve safety performance in the food processing industry.Keywords: food industry; workers; occupational safety and health; communication; participation ABSTRAK Tingginya angka kecelakaan kerja pada industri pengolahan makanan di Indonesia menegaskan pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja terhadap kinerja keselamatan kerja. Rancangan yang digunakan dalam studi ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 34 pekerja yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja keselamatan (t = 2,321; p = 0,027), dan partisipasi pekerja memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kinerja keselamatan (t = 8,278; p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh sangat signifikan (F = 134,089; p = 0,000) dengan koefisien determinasi (R kuadrat) adalah 0,896. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja mampu meningkatkan kinerja keselamatan secara substansial di industri pengolahan makanan.Kata kunci: industri makanan; pekerja; keselamatan dan kesehatan kerja; komunikasi; partisipasi
Distribusi Disabilitas Mental di Sidoarjo: Implikasi bagi Keperawatan Jiwa Komunitas Sulystiono, Dony; Nugroho, Heru Santoso Wahito
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15402

Abstract

Community-level mental health issues are a growing concern in the healthcare system, particularly as many people with mental disabilities live within the community without adequate professional support. Community psychiatric nursing is a crucial approach to directly and sustainably reach this vulnerable group. This study aims to analyze the distribution of people with mental disabilities per sub-district in Sidoarjo Regency as a basis for planning more targeted community psychiatric nursing services. This study used a quantitative descriptive design with secondary data obtained from the Sidoarjo Regency Central Statistics Agency. The study subjects included all 923 registered people with mental disabilities, spread across 18 sub-districts. Data were analyzed descriptively to identify areas with the highest caseload. The results showed that nine sub-districts had a number of sufferers above the district average (51 people), with Tulangan District having the highest caseload (109 people). This finding indicates an imbalance in distribution and indicates the need for prioritizing interventions in certain areas. The conclusion of this study confirms that patient distribution data can be used as a basis for planning more targeted community psychiatric nursing services. Tulangan District is recommended as a priority area for the development of an inclusive and sustainable community-based service model.Keywords: community psychiatric nursing; mental disabilities; distribution of persons with disabilitiesABSTRAK Masalah kesehatan jiwa di tingkat komunitas semakin menjadi perhatian dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama karena banyak penyandang disabilitas mental tinggal bersama masyarakat tanpa dukungan profesional yang memadai. Keperawatan jiwa komunitas menjadi pendekatan penting untuk menjangkau kelompok rentan ini secara langsung dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penyandang disabilitas mental per kecamatan di Kabupaten Sidoarjo sebagai dasar perencanaan layanan keperawatan jiwa komunitas yang lebih terarah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. Subyek penelitian mencakup seluruh penyandang disabilitas mental yang tercatat, sebanyak 923 orang, yang tersebar di 18 kecamatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi wilayah dengan beban kasus tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan kecamatan memiliki jumlah penderita di atas rata-rata kabupaten (51 orang), dengan Kecamatan Tulangan menempati posisi tertinggi secara mencolok (109 orang). Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan distribusi dan mengindikasikan perlunya prioritas intervensi di wilayah tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa data distribusi penderita dapat digunakan sebagai dasar perencanaan layanan keperawatan jiwa komunitas yang lebih tepat sasaran. Kecamatan Tulangan direkomendasikan sebagai wilayah prioritas untuk pengembangan model layanan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: keperawatan jiwa komunitas; disabilitas mental; distribusi penyandang disabilitas
Publikasi Letter to Editor untuk Menghidupkan Dialog Akademik (Editorial) Suparji, Suparji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15401

Abstract

The "Letter to Editor" section in the 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan journal provides a reflective and critical space for academics, practitioners, and general readers to participate in scientific discourse. This article reviews the definitions, principles, and relevant content of Letter to Editor writing, highlighting its strategic benefits for academic and institutional capacity building. With an inclusive and evidence-based editorial approach, 2-TRIK encourages responsive, corrective, and constructive contributions to published articles and current issues in the health sector. This closing article emphasizes the importance of Letter to Editor as a medium for democratizing knowledge and strengthening academic culture.Keywords: letter to editor; scientific publication; academic communication; health editorialABSTRAK Rubrik "Letter to Editor" dalam jurnal 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan membuka ruang reflektif dan kritis bagi akademisi, praktisi, dan pembaca umum untuk berpartisipasi dalam diskursus ilmiah. Artikel ini mengulas definisi, prinsip, dan konten yang relevan dalam penulisan Letter to Editor, serta menyoroti manfaat strategisnya bagi pengembangan kapasitas akademik dan institusional. Dengan pendekatan editorial yang inklusif dan berbasis bukti, 2-TRIK mendorong kontribusi yang bersifat responsif, korektif, dan konstruktif terhadap artikel-artikel yang telah diterbitkan maupun isu-isu aktual dalam bidang kesehatan. Penutup artikel ini menegaskan pentingnya Letter to Editor sebagai medium demokratisasi pengetahuan dan penguatan budaya akademik.Kata kunci: letter to editor; publikasi ilmiah; komunikasi akademik; editorial kesehatan
Peran Strategis Uji T Hotelling dalam Analisis Multivariat Penelitian Kesehatan Nugroho, Heru Santoso Wahito; Acob, Joel Rey Ugsang
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15403

Abstract

Health research often measures multiple physiological and clinical indicators simultaneously, such as blood pressure, glucose levels, body mass index, and lipid profiles, which are statistically correlated. In such situations, using a conventional t-test separately for each variable can increase the risk of type I errors and result in partial interpretations. Therefore, a multivariate statistical approach capable of handling complex data simultaneously and considering the relationships between variables is necessary. The purpose of this commentary article is to explain the basic concepts and working principles of the Hotelling t-test, outline its advantages in the context of health research, and provide practical examples and a critical analysis of the challenges of its application. The Hotelling t-test is a generalization of the Student t-test for multivariate cases, allowing researchers to compare the means of two groups based on more than one correlated dependent variable. By considering the covariance structure between variables, this test provides more comprehensive results and maintains statistical validity. This article discusses the advantages of the Hotelling t-test in reducing the risk of type I errors, capturing interactions between health indicators, and supporting analysis in clinical studies, epidemiology, and health program evaluation. Furthermore, important assumptions that must be met, such as multivariate normal distribution and homogeneity of the covariance matrix, are discussed, as well as challenges in interpreting the results that require further analysis. In conclusion, the Hotelling T-test is a highly relevant and strategic analytical tool in multivariate data-driven health research. Understanding and skills in using this test need to be improved through integration into research methodology curricula to support more accurate and evidence-based decision-making.Keywords: Hotelling T-test; multivariate analysis; health research ABSTRAK Riset kesehatan sering mengukur berbagai indikator fisiologis dan klinis secara simultan, seperti tekanan darah, kadar glukosa, indeks massa tubuh, dan profil lipid, yang saling berkorelasi secara statistik. Dalam situasi seperti ini, penggunaan uji t konvensional secara terpisah untuk tiap variabel dapat meningkatkan risiko kesalahan tipe I dan menghasilkan interpretasi yang parsial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan statistik multivariat yang mampu menangani data kompleks secara simultan dan mempertimbangkan hubungan antar variabel. Tujuan dari artikel komentar ini adalah untuk menjelaskan konsep dasar dan prinsip kerja uji T Hotelling, menguraikan keunggulannya dalam konteks penelitian kesehatan, serta memberikan contoh aplikatif dan analisis kritis terhadap tantangan penerapannya. Uji T Hotelling merupakan generalisasi dari uji t Student untuk kasus multivariat, yang memungkinkan peneliti membandingkan rata-rata dua kelompok berdasarkan lebih dari satu variabel dependen yang saling berkorelasi. Dengan mempertimbangkan struktur kovarians antar variabel, uji ini memberikan hasil yang lebih komprehensif dan menjaga validitas statistik. Artikel ini membahas keunggulan uji T Hotelling dalam mengurangi risiko kesalahan tipe I, menangkap interaksi antar indikator kesehatan, dan mendukung analisis dalam studi klinis, epidemiologi, serta evaluasi program kesehatan. Selain itu, dibahas pula asumsi-asumsi penting yang harus dipenuhi, seperti distribusi normal multivariat dan homogenitas matriks kovarians, serta tantangan interpretasi hasil yang memerlukan analisis lanjutan. Sebagai kesimpulan, uji T Hotelling merupakan alat analisis yang sangat relevan dan strategis dalam penelitian kesehatan berbasis data multivariat. Pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan uji ini perlu ditingkatkan melalui integrasi dalam kurikulum metodologi penelitian, agar dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis bukti.Kata kunci: uji T Hotelling; analisis multivariat; penelitian kesehatan
Prediksi Perkembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat sebagai Pendukung Pelayanan Keperawatan Komunitas di Sidoarjo Auta, Tanko Titus; Nugroho, Heru Santoso Wahito; Sulystiono, Dony
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15405

Abstract

Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) merupakan elemen penting dalam sistem kesehatan primer di Indonesia, khususnya dalam menjangkau layanan promotif dan preventif di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model prediktif linier terhadap tren perkembangan jumlah Ponkesdes dan Posyandu di Kabupaten Sidoarjo berdasarkan data tiga tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan analisis regresi linier sederhana, menggunakan data sekunder dari publikasi resmi BPS Sidoarjo. Hasil analisis menunjukkan adanya tren peningkatan jumlah Ponkesdes dan stabilitas jumlah Posyandu, yang divisualisasikan melalui diagram garis dan diperkuat dengan persamaan linier prediktif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa UKBM di Sidoarjo mengalami penguatan secara bertahap, dan model prediktif yang dibentuk dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan strategis layanan kesehatan masyarakat.Kata kunci: upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat; tren pelayanan; prediksi linier Sidoarjo.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue