cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI DESA LIANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAAI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Risman Tunny; M. S. J. Malisngorar; Kemal Darmanta
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization memperkirakan 450 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan jiwa, sekitar 10% orang dewasa mengalami gangguan jiwa saat ini dan 25% penduduk diperkirakan akan mengalami gangguan jiwa pada usia tertentu selama hidupnya. Usia ini biasanya terjadi pada dewasa muda antara usia 18-21 tahun. Menurut National Institute of Mental Health gangguan jiwa mencapai 13% dari penyakit secara keseluruhan dan diperkirakan akan berkembang menjadi 25% di tahun 2030. Kejadian tersebut akan memberikan andil meningkatnya prevalensi gangguan jiwa dari tahun ke tahun di berbagai negara (NIMH, 2011). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di Desa Liang wilayah kerja puskesmas Waai kecamatan Salahutu kabupaten Maluku Tengah tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 21 orang. Instrument penelitian dibuat dalam bentuk kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan ɑ = 0.05. hasil analisa diperoleh nilai PValue sebesar 0.043. Hal ini berarti dukungan keluarga sangat berhubungan erat dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kepatuhan minum obat
Efektifitas Pelatihan Perawatan Luka Tingkat Dasar di Bapelkes Batam dalam Meningkatkan Kemampuan Tenaga Keperawatan di Provinsi Kepulauan Riau Wilda Hayati; Endan Suwandana
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9209

Abstract

The improvement of wound care capability of nurses needs to be continually conducted due to the development in science and technology of the wound care. One way to improve the capability of the nurse can be achieved by conducting a training program. This paper is aimed to assess the effectiveness of the basic level wound care training program at Health Training Center (Bapelkes) of Batam in the improvement of the nurses’ capabilities in the Kepulauan Riau Province. This study implements qualitative descriptive method by using questionnaires as research instrument which were distributed to three groups of respondents, i.e. the alumni, the alumni’s mentors, and the alumni’s working partners, out of three training batches between 2011-2013. The variables evaluated in this study include performance, working motivation, professional competency, and training competency. The results of the study show that the training program is effective in improving the nurses’ capability in all evaluated variables with the average improvement percentage of 96,88% (based on response of the alumni), 90,63% (based on the response of the alumni’s mentors), and 92,19% (based on the response of the alumni’s working partners). The study also concludes that the correlation of responses among the group of respondents showing that the correlation of the responses between the alumni and the alumni’s mentors is strongly significant with the coefficient correlation (R2) of 0.804 and strong with the R2 of 0,516 for the correlation of the responses between the alumni and the alumni’s working partners. Keywords: post-training evaluation; wound care; nurse ABSTRAK Peningkatan kemampuan perawatan luka perlu terus dilakukan terhadap tenaga keperawatan mengingat ilmu pengetahuan dan teknologi tentang perawatan luka terus mengalami perkembangan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga keparawatan tersebut adalah melalui kegiatan pelatihan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas pelatihan perawatan luka tingkat dasar dalam meningkatkan kemampuan tenaga keperawatan se-Kepulauan Riau yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif dengan teknik kuesioner yang diujikan kepada tiga kelompok responden, yaitu alumni, atasan alumni, dan rekan kerja alumni dari tiga angkatan pelatihan yang dilaksanakan pada tahun 2011 – 2013. Variable yang diujikan mencakup unsur kinerja, motivasi kerja, kompetensi profesionalisme, dan kompetensi pelatihan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pelatihan ini cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan alumni pada seluruh variable yang diujikan dengan rata-rata persentase peningkatan sebesar 96,88% (menurut alumni), 90,63% (menurut atasan), dan 92,19% (menurut rekan kerja). Dilihat dari sisi kesesuaian jawaban yang diberikan oleh antar kelompok responden, kajian ini menunjukkan korelasi yang sangat signifikan dengan koefisien korelasi (R2) = 0,804 untuk korelasi antara jawaban alumni dan atasan alumni serta signifikan dengan R2 = 0,516 untuk korelasi antara jawaban alumni dan rekan kerja alumni. Kata kunci: evaluasi pasca pelatihan; perawatan luka; perawat
Analisis Penanganan Sampah oleh Ibu Rumah Tangga di Pulau Sapuli Kabupaten Pangkep Erlani Erlani; Abdur Rivai; Juherah Juherah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9115

Abstract

Waste management on Sapuli Island is a classic problem that has not been resolved because of the lack of behavior or public awareness of environmental cleanliness. Generally, this garbage comes from the activities of residents who litter, both organic and inorganic waste in the form of drink bottles, plastic food boxes, and other plastic materials. The purpose of this research is to know the ownership of waste containers, to know the sorting, collection, transportation and processing of waste; and knowing the factors that influence housewives in handling waste in Sapuli Island. The design of this research was descriptive with qualitative and quantitative analysis, namely to determine the factors that influence housewives in handling waste in Sapuli Island, Pangkep Regency. The results showed that the facilities for handling waste owned by housewives were 43 (31%). Waste handling, which includes sorting, collecting, transporting, processing, and final processing of waste, showed that the data of 90 (65.69%) respondents did not handle their waste. The factors that influence the handling of waste by housewives include counseling, infrastructure, community participation, behavior (knowledge, attitudes, and actions). The test independently turned out to be only facilities and infrastructure, and attitudes were significant because the p-value was 0.003 and 0.000. As for counseling, community participation, knowledge and action; p-value> 0.05; this means that counseling, community participation, knowledge and actions did not have a significant effect on waste management by housewives. Logistic regression test showed p-value = 0.000; it means together counseling, community participation, infrastructure, knowledge, attitudes, and actions related to waste management. The logistic regression determinant coefficient was 0.556; So it can be said that the contribution of extension variables, community participation, infrastructure, knowledge, attitudes, and actions towards waste management is 56%. Keywords: waste handling; housewife ABSTRAK Pengelolaan sampah di Pulau Sapuli menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan karena perilaku atau kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap kebersihan lingkungan. Sampah-sampah tersebut umumnya berasal dari kegiatan aktivitas penduduk yang membuang sampah sembarangan, baik sampah organik maupun anorganik berupa botol minuman, kotak-kotak makanan dari plastik, dan bahan plastik lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepemilikan wadah sampah, mengetahui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah; dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam penanganan sampah di Pulau Sapuli. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam menangani sampah di Pulau Sapuli, Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana untuk penanganan sampah yang dimiliki ibu rumah tangga berjumlah 43 (31%). Penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah, menunjukkan bahwa data sebanyak 90 (65,69%) responden tidak menangani sampahnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan sampah oleh ibu rumah tangga meliputi penyuluhan, sarana prasarana, peran serta masyarakat, perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Pengujian secara sendiri-sendiri ternyata hanya sarana dan prasarana, dan sikap yang signifikan karena p-value 0,003 dan 0,000. Sedangkan untuk penyuluhan, peran serta masyarakat, pengetahuan dan tindakan; p-value >0,05; artinya penyuluhan, peran serta masyarakat, pengetahuan dan tindakan tidak punya pengaruh yang signifikan terhadap penanganan sampah oleh ibu rumah tangga. Uji regresi logistik menunjukkan p-value = 0,000; berarti secara bersama-sama penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan berhubungan dengan penanganan sampah. Adapun koefisien determinan regresi logistik yakni 0,556; sehingga dapat dikatakan kontribusi variabel penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap penanganan sampah adalah sebesar 56%. Kata kunci: penanganan sampah; ibu rumah tangga
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN STATUS WILAYAH DAN KEPEMILIKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (KAJIAN SUSENAS TAHUN 2015) Prisilya Prety Ruhukail; Yulita Hendrartini; Heni Wahyuni
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.67 KB)

Abstract

Background: Changes in funding towards Universal Health Coverage (UHC) also have side risks such as inequitable availability of health facilities and health workers, as well as a lack of socialization on JKN policies. Indonesia's Health Profile in 2014 shows that there is still an imbalance in the utilization ratio of health services by region. This is due to the relatively small population, but has a large working area. The same thing is found in the aspects of health insurance membership. Injustice in accessing health services is a challenge faced to achieve equity in health services, where equity will occur if health services are distributed according to geography, socio-economy and community needs. Objective: To analyze the utilization of health services based on regional status and JKN ownership. Method: This research is a quantitative study that examines secondary data, namely Susenas in 2015, using a cross-sectional design. The unit of analysis in this study is the individual. This research uses descriptive, bivariate and multivariate analysis. The multivariate test uses a logistic regression test to determine the effect of regional status and ownership of health insurance on the utilization of health services. Results: Utilization of health services is mostly done by individuals in non-DTPK areas. A p value (0,000) indicates a relationship between the status of the area and the utilization of health services. Individuals in non-DTPK areas are more likely to utilize health services. Individuals who have private health insurance use more health services than those who JKN. There is a relationship between JKN ownership and health service utilization (p-value = 0,000). Individuals who have private health insurance, and who are more than one, are more likely to utilize health services. The control variables which include age, sex, education and occupation have a significant relationship with the utilization of health services. Conclusion: JKN ownership and territorial status are significantly related to the utilization of health services in Indonesia. Keywords: utilization; health services; JKN; Susenas 2015 ABSTRAK Latar Belakang: Perubahan pembiayaan menuju Universal Health Coverage (UHC) juga memiliki resiko sampingan seperti ketidakmerataan ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, serta kurangnya sosialisasi kebijakan JKN. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014 menunjukkan masih adanya ketimpangan rasio pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan wilayah. Ini disebabkan oleh jumlah penduduk yang relatif sedikit, namun memiliki wilayah kerja yang luas. Hal yang sama ditemukan dalam aspek kepesertaan jaminan kesehatan. Ketidakadilan dalam akses pelayanan kesehatan merupakan tantangan yang dihadapi untuk mencapai ekuitas dalam pelayanan kesehatan, dimana ekuitas akan terjadi jika pelayanan kesehatan terdistribusi menurut geografi, sosial ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Tujuan: Menganalisis pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan status wilayah dan kepemilikan JKN. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mengkaji data sekunder yaitu Susenas tahun 2015, menggunakan rancangan cross-sectional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, bivariat dan multivariat. Uji multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk mengetahui pengaruh status wilayah dan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Hasil: Pemanfaatan pelayanan kesehatan lebih banyak dilakukan oleh individu yang berada di wilayah non-DTPK. Nilai p (0,000) menunjukkan adanya hubungan antara status wilayah dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Adapun individu pada wilayah non-DTPK lebih berpeluang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Individu yang memiliki jaminan kesehatan swasta lebih banyak memanfaatkan pelayanan kesehatan dibandingkan dengan yang JKN. Ada hubungan antara kepemilikan JKN dan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p-value=0,000). Individu yang memiliki jaminan kesehatan swasta, dan yang lebih dari satu, lebih berpeluang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Adapun variabel kontrol yang meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Kepemilikan JKN dan status wilayah berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Indonesia. Kata kunci: pemanfaatan; pelayanan kesehatan; JKN; Susenas 2015
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORIUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD Dr. H. ISHAK UMARELLA Risman Tunny; Nurhasfiana Bachtiar; N. Marinda
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggi karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonatal.Faktor yang menyebabkan asfiksia neonatorum antara lain faktor keadaan ibu, faktor keadaan bayi, faktor plasenta dan faktor persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan Perinatologi RSUD dr. H. Ishak Umarella. Jenis penelitian menggunakan penelitian survey analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dansampel adalah seluruh ibu yang melahirkan bayi yang mengalami Asfiksia Neonatorum di Ruangan Perinatologi RSUD dr. H. Ishak Umarella pada bulan Januari – Mei 2017 sebanyak 35 orang. Sedangkan kelompok kontrol seluruh ibu yang melahirkan bayi yang tidak mengalami Asfiksia Neonatorum di Ruangan Perinatologi RSUD dr. H. Ishak Umarella sebanyak 74 orang dengan menggunakan teknik Total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan Uji Chi Square (x²) dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini diperoleh untuk semua varibael yang diukur nilai signifikan (p= 0,000). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan ada hubungan usia ibu, Ketuban Pecah Dini (KPD), berat badan bayi dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan Perinatologi di RSUD H. Izhak Umarella, . Kata Kunci: Asfiksia neonatorum, Faktor-faktor
Gambaran Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Petugas Dalam Penyediaan Dokumen di RSU Muhammadiyah Ponorogo Titin Istikomah; Dwi Nurjayanti; Rumpiati Rumpiati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/9206

Abstract

It is known that the provision of outpatient medical record documents at Muhammadiyah Hospital Ponorogo is not optimal, because it does not comply with the minimum service standards, namely
MANAJEMEN PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS AKTIF DAN INAKTIF DI RUANG FILING PUSKESMAS SIMAN KABUPATEN PONOROGO Siti Nur Sholehah; Dwi Nurjayanti; Ani Rosita
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan dokumen rekam medis aktif dan inaktif harus terkelola dengan baik agar proses pelayanan dapat terlaksana dengan maksimal. Sistem penyimpanan yang berubah mengakibatkan proses pelayanan kepada pasien menjadi terhambat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manajemen pengelolan dokumen rekam medis aktif dan inaktif di ruang filing Puskesmas Siman Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Populasi dalam penelitian ini petugas rekam medis di ruang filing yang berjumlah 2 orang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara dan observasi di Puskesmas Siman Kabupaten Ponorogo manajemen pengelolaan dokumen rekam medis aktif dan inaktif di ruang filing yaitu belum terdapat SOP yang mengatur alur penyimpanan dokumen rekam medis aktif dan inaktif dan pengelolaan dokumen rekam medis aktif dan inaktif, dihararapkan adanya sosialisasi kepada seluruh petugas rekam medis mengenai pengelolaan dokumen rekam medis aktif dan inaktif di ruang filing.
Tingginya Tingkat Stres dengan Kejadian Kekambuhan Gastritis pada Mahasiswa dalam Penyusunan Tugas Akhir di STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun Hanifah Ardiani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.303 KB) | DOI: 10.33846/2trik9102

Abstract

Everyone can experience stress. Pressure, lifestyle and urgent life needs are things that can trigger stress on every individual. Stress has a negative effect through the neuroendrokrin mechanism on the digestive tract so it is at risk for gastritis. This study aims to determine the relationship of stress levels with the occurrence of gastritis recurrence. This research was a descriptive type, with cross sectional design. The population in this study were all students who were preparing their final project (218 students). The sampling technique in this study was purposive sampling. The sample size in this study was 76 respondents. Data were collected through filling out questionnaires. The statistical test used in this study was Chi-Square. The results showed that the p-value was 0.001 (
Efektivitas Minyak Serai terhadap Pengurangan Dismenore Nike Sari Oktavia; Mutia Ranti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak serai terhadap pengurangan dismenore pada mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest and posttest. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel sebanyak 16 orang. Data dikumpulkan pada tanggal 20 Januari 2018 – 10 Maret 2018 dengan cara pengisian numeric rating scale menggunakan lembar observasi. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian didapatkan rerata dismenore sebelum diberikan minyak serai 6,00, sedangkan rerata setelah diberikan minyak serai 2,81. Ini menunjukan adanya penurunan derajat dismenore dengan diberikannya minyak serai. Didapatkan hasil bahwa ada pengaruh minyak serai terhadap pengurangan dismenore dengan p-value=0,000 pada responden. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa minyak serai efektif terhadap pengurangan dismenore. Saran penelitian ini adalah diharapkan minyak serai dapat menjadi salah satu alternatif penanganan dismenore secara non-farmakologi, terutama mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang sehingga tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.
Tingkat Kepatuhan Diet Pasien DM dan Proses Penyembuhan Luka Gangren Deddi Haryono
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9111

Abstract

-

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue