cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2012)" : 7 Documents clear
Hubungan Gaya Mengajar Dosen dalam Proses Pembelajaran dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia Eny suwarni
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.491 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran hubungan Gaya Mengajar Dosen dengan Motivasi Belajar Mahasiswa di fakultas psikologi & Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan subjek yang diamati berbeda-beda (cross sectional), dan bersifat kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner berupa skala. Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah data penelitian yaitu validitas-reliabilitas, uji normalitas dan product moment.  SPSS 16 . Sampel penelitian yang dipakai adalah 79 mahasiswa . Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat ada hubungan yang negatif   antara Gaya Mengajar Elementery, Intermediate, Advanced,  dan creative – evaluative dengan Motivasi Belajar Mahasiswa  di Fakultas Psikologi & Pendidikan  Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Gaya Mengajar Dosen berkorelasi secara negative dengan  Motivasi Belajar Mahasiswa.AbstractThis research focused on describing correlation between Teaching Style with Learning Motivation of Education & Psychology Al Azhar University students. Previous researches showed significant negatif correlation between Teaching Style Elementary, Intermediate, Advanced, dan creative – evaluative with learning motivation students. This research was using learning motivation  Scale and teaching style that developed by Bloom as data gathering instrument for 79 subjects. Using independent product moment  for processing data analysis, the result showed that there was  significant negatif correlation between Teaching Style Elemantary, Intermediate, Advanced and Creative-evaluative with learning motivation students. It can be concluded that Teaching Style variable also played important to increase student motivations.
Ketimpangan Relijiusitas dengan Perilaku: Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Seksual Pra Nikah Remaja SMA/Sederajat di Jakarta Selatan Masni Erika Firmiana; Meithya Rose Prasetya; Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.357 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.80

Abstract

Perilaku selama berpacaran yang menjurus pada perilaku seksual pranikah tidak jarang mengkhawatirkan banyak pihak. Sejumlah riset menunjukkan angka mengkuatirkan, ditambah pengalaman dokter spesialis yang menangani masalah penyakit kelamin pada remaja, dan kehamilan pada pelajar yang berasal dari sekolah berbasis agama dalam hal ini Islam. Dengan n= 60, riset dilakukan pada siswa-siswa dari 3 jenis sekolah (umum, berbasis agama Islam, dan Madrasah. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku berpacaran yang menjurus pada perilaku seks pra nikah. Religiusitas (pengetahuan, keyakinan, dan praktik beragama) yang tinggi ternyata tidak membuat remaja “tidak ngapa-ngapain” dalam hubungan pacarannya. Patut dipertimbangkan penelitian lanjutan yang memperbesar jumlah responden, memasukkan variabel pengaruh media massa, peer group, serta demografi (kota besar, kota kecil, dan wilayah pedesaan). AbstractBoy-girl relationship or dating, occasionally leading to premarital sexual behavior, and many party worried about it. Some research showing quite apprehensive rate, in addition by medical practitioner’s experiences. With n= 60, and using quantitative methodes, this research conducted on students from different types of senior high school. Results showed that there was no relationship between religiosity and dating behaviors that lead to premarital sex. Religiosity (knowledge, beliefs, and religious practice) that did not make the teenager “don’t do anything” in their relationship. We have to considering further studies to increase the number of respondents, include the variable of mass media influence, peer group, as well as demographic (large cities, small towns, and rural areas).
Sosialisasi pada Ibu tentang Pengenalan Aneka Varian Pangan Berbahan Dasar Susu untuk Anak Usia Dini melalui Komunikasi Interaktif Mas Roro Diah Wahyulestari; Damayanti Wardyaningrum
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.788 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.81

Abstract

Sosialisasi aneka pangan berbahan susu kepada anak-anak dan ibu dilatarbelakangi karena rendahnya konsumsi susu di lingkungan peternak sapi perah di wilayah Lembang Jawa Barat. Sosialisasi untuk kelompok anak dilakukan dengan melakukan aktivitas mengenalkan berbagai macam jenis pangan berbahan dasar susu, mengenalkan istilah  pangan dan gizi yang terkait dengan susu melalui aktivitas menggambar, bernyanyi, dan aneka permainan. Sosialisasi untuk kelompok ibu dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang gizi secara umum, demo mengolah aneka varian pangan berbahan dasar susu dan pembagian menu makanan berbahan dasar susu, serta tanya jawab tentang gizi keluarga.AbstractThe socialization of varians of meals from dairy base on the lack of consumption in dairy product. Especially in family member of dairy farmer in Lembang West Java.  Some activities in socialization for the children are building awarnes from some kind of dairy meals. Recognizing some knowledge regarding the dairy and nutrition for the children with doing some activities like reading, singing and drawing. For mother some activities in socializations are sharing information of nutrition and cooking demonstration of some kind of meals made from dairy product. At the end of activities, mother received dairy meals receipt book that they could use for preparing some meals for their family member.
Program Kajian Bahasa Arab Al Qur’an dan Pemahamannya dengan Metode Komprehensif Nur Hizbullah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.729 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.77

Abstract

Alquran adalah kitab suci umat Islam yang berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjalani kehidupannya dan juga sebagai media komunikasi antara Allah swt. sebagai pencipta dan manusia sebagai ham-ba ciptaan-Nya. Alquran diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab, antara lain karena bahasa itu, pada masanya, adalah bahasa yang paling unggul dibandingkan dengan bahasa lain dalam hal sastra dan gramatika. Sebagai bahasa pengantar kitab suci dan sumber keislaman sekunder, bahasa Arab memiliki kedudukan penting bahkan istimewa dalam agama Islam. Bahasa Arab penting dipelajari sebagai kunci untuk membuka khazanah keilmuan Islam yang sangat luas. Banyak metode yang digunakan dan dikembangkan oleh para ilmuwan tafsir untuk membantu umat memahami Alquran dan umumnya digunakan secara terpisah satu dari yang lain, sehingga pemahaman setiap orang terhadap Alquran akan berbeda-beda. Kajian bahasa Arab Alquran dan pemahamannya secara komprehensif, diharapkan dapat mem-bantu pencapaian pemahaman yang utuh ter-hadap Alquran.Langkah-langkah pemahaman Alquran secara komprehensif adalah sebagai berikut: (1). Memahami ayat dengan ayat secara tematis. (2). Memahami ayat dengan hadis sahih. (3). Me-mahami ayat dengan pemahaman para sahabat Nabi saw. (4). Metode kebahasaan. (5). Mema-hami Alquran dengan metode historis melalui asbabu-n-nuzul ‘latar situasi turunnya Alquran’. Kajian dilakukan dengan menggunakan acuan satuan wacana tematis dalam Alquran.Hasil dari kajian ini adalah konstruksi pemahaman terhadap Alquran yang kompre-hensif sebagai hasil dari pemahaman yang me-nyeluruh tentang aspek-aspek yang terdapat dalam wacana Alquran.AbstractThe Qur’an is the Muslim holy book that serves as a guidance for mankind life and also as a medium of communication between God Almighty as creator and man as a servant of His creation. The Qur’an is derived by using the Arabic language, partly because the language was, in his time, is the most superior language compared to other languages in terms of literature and grammar. As the introductory language of scripture and secondary sources of Islamic, Arabic has an important position in the religion of Islam and even special. Arabic is important to learn as a key to open the treasures of Islamic sciences very broad. Many methods are used and developed by scientists to help people understand the interpretation of the Qur’an and is generally used independently from each other, so that each person under-standing of the Qur’an will vary. Study Arabic and the Koranin a comprehensive under-standing, is expected to help achieve a thorough understanding of The Qur’an.The stepsin a comprehensive under-standing of the Qur’an are as follows:(1). Understanding the verse by verse thematically. (2). Understanding the verse with the hadiths. (3). Understanding the verse with an under-standing of the Companions of the Prophet.(4). Linguistic methods. (5). Understanding the Qur’an with the historical method through asbabu-n-nuzul ‘background circumstances falling the Qur’an ‘. Studies conducted using thematic discourse reference unit in the the Qur’an. The results of this study is the construction of a comprehensive understanding of the Qur’an as a result of a through understanding of the aspects contained in the discourse of the Qur’an.
Desain Pembelajaran ”Curi Point” pada Mata Kuliah Pengembangan Pengajaran Matematika Pendidikan Anak Usia Dini Semester 4 Prodi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Al Azhar Indonesia Mas Roro Diah Wahyulestari; Suwardi Suwardi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.674 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.82

Abstract

Desain pembelajaran curi point adalah suatu desain pembelajaran yang bersifat game atau permainan dimana pihak dosen sebagai lawan dari mahasiswa. Dosen memberikan modal nilai pada awalnya kepada seluruh mahasiswa. Pada proses kegiatan belajar mengajar. Apabila mahasiswa lengah atau tidak disiplin, tidak jujur saat mengerjakan tugas maupun tes, tidak belajar di rumah saat proses berlangsungnya pembelajaran maka secara otomatis nilai mereka akan berkurang. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk tetap mempertahankan nilai mereka agar tidak terus berkurang. Ketika mereka mengalami masa jenuh, tidak percaya diri bisa mempertahankan nilai maka tugas dosenlah memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus maju dan belajar agar nilai mereka tidak banyak berkurang. Desain pembelajaran curi poin menganut prinsip pembelajaran tuntas. Metode penelitian  yang digunakan untuk pembelajaran Tuntas menggunakan metode Penelitian Tindakan sedangkan untuk mengetahui keefektifan pengaruh desain pembelajaran Curi Point digunakan metode survai. Hasil pembelajaran tuntas pada desain pembelajaran curi point dapat dilihat bahwa nilai akhir yang diperoleh rata-rata kelas untuk mata kuliah pengembangan matematika anak usia dini adalah 79,185. Dan prosentase keberhasilan mahasiswa pada kelas tersebut adalah 79,185% berhasil mencapai target rata-rata kelas. Hasil angket yang diisi oleh mahasiswa dan bukti foto-foto dokumen pembelajaran menunjukkan bahwa desain pembelajaran curi point memiliki pengaruh pada perubahan perilaku mahasiswa.Abstract Design learning stolen was a design point of learning that is game or games in which the lecturer as opposed to a student. A lecturer provide capital value to all students at first. In the process of teaching and learning activities. If the student careless or undisciplined, dishonest while working on assignment or test, did not study at home during the ongoing process of learning then their value will automatically be reduced. It takes extra effort to retain their value so as not to continue to decrease. When they experienced a period of saturation, no confidence can maintain the value of the task lecturers provide motivation to students to go ahead and learn so that their value had not decreased. Instructional design adheres to the principle of learning points stolen completely.  The research method used for learning using action research methods while completely to determine the effectiveness of instructional design influences stolen points used survey methods. Learning outcomes complete the design of learning stolen point can be seen that the final value obtained for the class average mathematics courses early childhood development is 79.185. And percentage of successful students in the class is successfully reaching the target 79.185% average grade. The results of a questionnaire filled out by students and photographs document evidence of learning suggests that learning design stolen points have an influence on changes in student behavior.
Kompetensi Metodologis Dosen Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia dalam Pengajaran Kemahiran Berbahasa Asing Faisal Hendra
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.301 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.78

Abstract

Ada lima unsur yang sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah pengajaran dalam pembelajaran bahasa asing, kelima unsur ini adalah: Tujuan pengajaran, bahan ajar, metode pengajaran, media pengajaran/alat peraga dan teknik evaluasi. Untuk menunjang kualitas penguasaan bahasa asing yang dipelajari oleh peserta didik, diperlukan strategi dan metode yang tepat dan sesuai dalam proses pembelajaran. Kondisi peserta didik di pendidikan tinggi, kecakapan dan kemahiran dosen, dan lingkungan sekitar ikut menentukan strategi dan metode yang dipilih. Pemilihan metode yang tepat dalam pengajaran bahasa asing sangat menentukan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Disinilah peran penting pengajar dalam memilih metode yang tepat yang akan digunakan dalam pembelajaran yang diadakan. Sejauh tingkat ketercapaian satu materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran? Jawabannya adalah sejauh mana juga pengajar memilih dan menggunakan metode yang tepat dalam pengajaran dimaksud.AbstractThere are five factors which significantly influence the successful of the teaching and learning foreign languages. These are: the aims of teaching, the kind of material used, the method of teaching, the means  or media of teaching and the evaluation techniques applied. The methodology and strategies of learning will support the best quality of proficiency of the learners. Other influencial factors to the choice of the strategies and the methods are:  the condition of the learners, their proficiency, the quality of the lecturers and the environment. Indeed, the right method of teaching foreign language will determine the the final goal of learning. Therefore, the role of lecturer is crucial. How far the level of material difficulties can be achieved through the answer of how far the lecturer determines the right methodology to his teaching.
Analisis Kontrastif Persepsi Mahasiswa terhadap Psikologi Pembelajaran dan Implikasinya terhadap Peran Guru Suatu Studi Deskriptif Kualitatif terhadap Mahasiswa Murni dan Mahasiswa Bekerja pada Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini diUniversitas AlAzhar Fidesrinur Fidesrinur
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.957 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i4.83

Abstract

Pertumbuhan yang cepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini belum diiringi oleh ketersediaan dan kemampuan guru yang memadai. Untuk itu Perguruan Tinggi Keguruan perlu mepersiapkan calon guru yang siap mengajar sesuai dengan perkembangan ilmu terkini berdasarkan  konteks pembelajaran  yang dihadapi. Perbedaan latar belakang mahasiswa program studi PAUD antara  mahasiswa yang berlatar belakang guru dan mahasiswa murni merupakan suatu fenomena yang menarik untuk dikaji guna memperoleh kesamaan dan perbedaan persepsi dalam menyikapi filosofi pembelajaran baik secara teori maupun praktek. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa yang berlatar belakang guru lebih fleksibel dalam menerapkan pendekatan pembelajaran sesuai konteksnya, sedangkan mahasiswa murni lebih berorientasi pada siswa sebagaimana tuntutan perkembangan teori belajar saat ini. Perbedaan ini menunjukkan bahwa mahasiswa harus dibekali praktek pembelajaran lebih banyak dengan berbagai konteks sehingga memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Abstract The growth of Early Childhood Education (ECE) not yet supported by qualified teacher that makes early childhood education quality are low.  As ECE educator producer, ECE Department of Al Azhar Indonesia University should take role on preparing teacher’s candidate to become well inform both in theoretical and practical perspectives based on contextual teaching. The differences of student’s background between transferred student and fresh student become a phenomenon toward their own teaching perspectives. The research findings show that transferred students are more flexible than  fresh student in teaching where most of fresh student thinking based on   the latest theory studied based on books. The implication of the study is that  the fresh student should have experiences long enough in teaching  with various students background. The experiences with various students background might combine the essence of theory read by the student based on contextual practices.

Page 1 of 1 | Total Record : 7