cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT TERHADAP AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS Fathin, Annisa Nur; Agiati, R. Enkeu; Kusumawardhani, Neni
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.435 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.123

Abstract

Abstrak Penguatan kapasitas adalah proses peningkatan kemampuan pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas, sehingga penyandang disabilitas dapat mengakses pelayanan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang Penguatan Kapasitas Rehabilitasi Berbasis Masyarakat terhadap Aksesibilitas Penyandang Disabilitas di Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan design action research. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-depth interview), observasi partisipatif (participant observation), studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu dengan uji kepercayaan (credibility), uji keteralihan (transferability), uji ketergantungan (dependability), dan uji kepastian (confirmability). Selanjutnya, hasil penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kapasitas terhadap pengurus RBM Cibiru Wetan dapat meningkatkan kemampuan pengurus RBM dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas. Hal ini ditunjukkan pengurus RBM Cibiru Wetan dalam memberikan pelayanan melakukan identifikasi kebutuhan dan masalah penyandang disabilitas, asesmen, menyusun perencanaan dan matriks kerja, meningkatkan manajemen RBM, serta melakukan recording penanganan kasus penyandang disabilitas. Kapasitas pengurus RBM tersebut berdampak pada pelayanan aksesibilitas RBM menjadi komprehensif dan berbasis metode serta teknik pekerjaan sosial. Kata kunci : aksesibilitas, penguatan kapasitas, Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI PANTI SOSIAL BINA NETRA WYATA GUNA BANDUNG ., Mutmainah
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9259.32 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.81

Abstract

Abstract This research aims to examine the implementation of cognitive behaviour therapy to self-confidence of people with disability at Wyata Guna Social Institution for People with Visual Impaired, the subject is 1 person, total visual impaired (IK), 20 years old, has low confidence according to the observation conducted in accordance with confidence characteristic by Peter Lauster (2002) related to stuttering, less participate in starting talk, aloof behaviour and supported by the score of Peter Lauster (2002) self-confidence test translated by Gulo that IK has low confidence characteristic. The method used action research with Single Subject Design ABA model which is aimed to monitor IK behaviour on baseline (A1), intervention and baseline (A2) phase.The result showed that the Cognitive Behavior Therapy intervention proved to enhance self-confidence of people with visual impaired. According to the observation there is a change in positive and significant that is proven from the hypothesis result to the bahavior where the deviation gained is greater than 2 standard deviant (2SD). Moreover it is also supported by the score of self-confidence test of Peter Lauster (2002) on the post-test that has increased with strong average category. Researcher also performed epsilon variable measurement to know the determination coefficient level with a score of 94% while the 6% is the epsilon variable outside factor of Cognitive Behavior Therapy such as influence from family especially parents and peer influence in the environment of subject that contributes to self-confidence of research subject (IK). The interview result showed that IK experienced positive benefit by following the intervention program. Key words: Cognitive Behavior Therapy, Self-Confidence Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan cognitive behavior therapy terhadap kepercayaan diri penyandang disabilitas netra di Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna Bandung. Subjek penelitian berjumlah satu orang, penyandang disabilitas netra total (IK), usia 20 tahun, memiliki kepercayaan diri rendah berdasarkan observasi yang dilakukan sesuai dengan karakterisitik kepercayaan diri menurut Peter Lauster (2002) yang berkaitan dengan perilaku gagap, perilaku kurang berinisiatif dalam memulai pembicaraan, perilaku menyendiri, dan didukung juga berdasarkan skor Tes Kepercayaan Diri Peter Lauster (2002) diterjemahkan oleh Gulo bahwa IK memiliki kategori kepercayaan diri rata-rata lemah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action reseach), dengan desain penelitian Single Subject Design model ABA yang bertujuan memonitor perilaku IK pada fase baseline (A1), fase intervensi, dan fase baseline (A2).Hasil penelitian menunjukkan intervensi Cognitive Behavior Therapy terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas netra. Berdasarkan observasi yang dilakukan mengalami perubahan yang positif dan signifikan, hal tersebut terbukti pada hasil uji hipotesis terhadap perilaku di mana nilai selisih yang diperoleh lebih besar dari 2 standard deviant (2SD). Selain itu didukung pula dengan hasil skor tes kepercayaan diri Peter Lauster (2002) pada post-test yang mengalami peningkatan dengan kategori rata-rata kuat. Peneliti juga melaksanakan pengukuran variabel epsilon untuk mengetahu tingkat koefisien determinasi dengan nilai 94%, sedangkan 6% lagi adalah nilai dari variabel epsilon yaitu faktor di luar penerapan Cognitive Behavior Therapy berupa pengaruh dari keluarga terutama orangtua dan pengaruh teman sebaya dari lingkungan subjek yang berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri subjek penelitian (IK). Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa IK merasakan manfaat positif dengan mengikuti program intervensi. Kata kunci: Cognitive Behavior Therapy, Kepercayaan Diri
PENGEMBANGAN JARINGAN KERJA MITIGASI BENCANA KELOMPOK MASYARAKAT PENANGGULANGAN BENCANA DESA PAGERWANGI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Sanyoto, Setiyo
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 1 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.745 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.32

Abstract

AbstractThis study aims to understand the disaster risk reduction through the development of networks     landslide mitigation in the village of Pagerwangi. The method used in this study is a qualitative method, the design of action research (action research). Data collection techniques through the study of the documentation, in-depth interviews, observation and group discussion/ focus group discussions with key figures and administrators Commnity Disaster Management Group (CDMG). Examination of the validity of the data to 1) test the credibility, through: the extension of participation, triangulation, peer checking, adecuacy of references. 2) Test transferability, 3) Test dependability and 4) Test Confirmability. For data analysis through data reduction, data display, and drawing conclusion.The experiment was conducted in the village of Lembang district Pagerwangi West Bandung regency. The choice of location based on data from the Geological /PVMBG indicates that the region potentially high intermediate level of ground motion, the threat of landslides is high. The results produce a network model of disaster mitigation, characterized by the cooperation that has existed between the Village Community Disaster Management Group Pagerwangi with various parties, including the Geological Agency/ PVMBG. Results later reached an agreement of cooperation and commitment to work together with agencies/ government agencies in disaster mitigation efforts.This research has implications for social work practice where the researcher as a social worker applying practical practices social work in developing the network of disaster mitigation in the Village Pagerwangi. Theoritical implications of this research effort to develop a network that disaster mitigation work can be done if the parties already know each other between waking and mutual trust (trust).Keywords: development for disaster mitigation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami upaya pengurangan resiko bencana tanah longsor melalui pengembangan jaringan kerja mitigasi bencana Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana (KMPB) di Desa Pagerwangi. Metode yang digunakan dalam penelitin ini yaitu metode kualitatif, dengan rancangan penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam, observasi dan diskusi kelompok/FGD dengan tokoh-tokoh kunci dan pengurus Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana (KMPB). Pemeriksaan keabsahan data dengan 1) Uji kredibilitas, melalui: perpanjangan keikutsertaan, triangulasi, pengecekan sejawat, kecukupan referensi, 2) Uji transferability, 3) Uji dependability dan 4) Uji confirmability. Untuk analisan data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan.Penelitian dilaksanakan di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Pemilihan lokasi berdasarkan data Badan Geologi/PVMBG menunjukkan bahwa wilayah tersebut berpotensi terjadi gerakan tanah tingkat menengah tinggi, ancaman bencana longsor cukup tinggi. Hasil penelitian menghasilkan suatu model jaringan kerja mitigasi bencana, ditandai dengan adanya kerjasama yang telah terjalin antara Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana Desa Pagerwangi dengan berbagai pihak, diantaranya dengan Badan Geologi/ PVMBG. Hasil kerjasama kemudian tercapai suatu kesepakatan dan komitmen kerjasama dengan instansi/lembaga pemerintah dalam upaya mitigasi bencana.Penelitian ini berimplikasi terhadap praktek pekerjaan social dimana peneliti sebagai pekerja social menerapkan praktek-praktek praktis pekerjaan sosial dalam upaya pengembangan jaringan kerja mitigasi bencana di Desa Pagerwangi. Implikasi teoritis dari penelitian ini bahwa upaya pengembangan jaringan kerja mitigasi bencana bisa dilakukan apabila antar pihak sudah saling mengenal dan terbangun rasa saling percaya (trust). Kata  kunci:   pengembangan   jaringan  kerja,   mitigasi  bencana,   Kelompok                       Masyarakat Penganggulangan Bencana (KMPB).
PENERAPAN PARENT-CHILD INTERACTION THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KELEKATAN ANAK DENGAN IBU ASUH DI SOS CHILDREN’S VILLAGE JAKARTA Permatadiraja, R. Dika
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.627 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.111

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran secara empiris, sehingga mampu melakukan analisis tentang Parent-Child Interaction Therapy (PCIT) terhadap peningkatan kelekatan anak dan ibu asuh di SOS Children’s Village Jakarta. Tahapan yang dilakukan melalui dua fase yakni Child-Directed Interaction (CDI) serta Parent-Directed Interaction (PDI).Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui rancangan subjek tunggal (single subject design) dan menggunakan model multiple baseline cross subjects untuk mengukur target perilaku. Subjek dalam penelitian ini adalah keluarga satu yakni PH dan ibu SU; keluarga dua yakni NM dan ibu MA; dan keluarga tiga yakni NA dan ibu AR. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCIT berpengaruh terhadap peningkatan kelekatan anak dan ibu asuh. Tingkatan pengaruh pada masing-masing subjek bervariasi dengan subjek PH dan ibu SU memiliki pengaruh tertinggi pada aspek kehangatan, subjek NM dan ibu MA memiliki pengaruh tertinggi pada aspek kehangatan dan ketanggapan; serta NA dan ibu AR memiliki pengaruh tertinggi pada aspek rasa aman. Secara keseluruhan NM dan ibu MA merupakan subjek yang memiliki tingkat pengaruh tertinggi dari intervensi PCIT terhadap kelekatan, diantara kedua subjek yang lain. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor pendukung subjek. Hasil dari peningkatan kelekatan berdampak pada gaya pengasuhan yang penuh dengan kehangatan serta membentuk pola kelekatan ibu asuh terhadap anak yang selalu mendampingi, sensitif, responsif, penuh cinta dan kasih sayang.Kata kunci: anak, kelekatan, Parent-Child Interaction Therapy, pengasuhan keluarga pengganti
PEMANFAATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT BAGI DISABILITAS Sukanda, Rosyikin
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.057 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.59

Abstract

AbstractThis paper emerged asset-based approach as a way to drive community to see a reality, to appreciate what worked well in the past, and to use what we have to get to bring a change for disability people. The purpose of this study was to determine how the use of the asset-based community development for disability in Bandung. This research was qualitative descriptive of asset utilization based on community development for disability in Bandung. Through visits and observation at social institutions, itexplained the implementation of asset utilization based community development for the disability communities. The results of the institutional changes supported the service on Children with Disabilities especially for RBM and the Communication Forum for Children Families with disability. It alsochanged the lives of children. It brought a novelty that through the approchthe AdD could access basic services such as therapy, health, and education.  Key words: asset-based community development, disability, AdD, Community-based Rehabilitation  AbstrakMakalah ini mengangkat pendekatan berbasis asset sebagai cara mengajak masyarakat melihat realitas, mengapresiasi apa yang bekerja dengan baik di masa lampau, dan menggunakan apa yang telah dimiliki untuk membawa perubahan bagi difabilitas. Tujuan makalah ini mengetahui bagaimana penerapan asset based community development bagi disabilitas di Kota Bandung.  Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif tentang pemanfaatan asset based community development bagi disabilitas studi kasus di Kota Bandung.  Melalui kunjungan  institusi yang mendukung layanan pada Anak dengan Disabilitas (AdD) dalam hal ini Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan Forum Komunikasi Keluarga Anak dengan Kedisabilitasan. Selain itu juga perubahan atas kehidupan anak-anak.  AdD dapat mengakses pelayanan dasar seperti terapi, kesehatan, dan pendidikan. Kata kunci: Asset Based Community Development, Disabilitas, Anak dengan Disabilitas, Rehabilitasi Berbasis Masyarakat 
PENGEMBANGAN JARINGAN KERJA INSTITUSI LOKAL DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Jauhari, Thanthawi
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 1 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.302 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i1.23

Abstract

Abstract This research conducted to describe by seeing network of local institution in vulnerable condition management in Cibodas Village. The method used qualitative researcher as the key instrument. Data collection technique through documentation study, indepth interview, observation and focus group discussion with local institution officials. Data validity check carried out through credibility, defendability and confirmability check. Data analysis conducted by data reduction, data display and deduction.The research result showed that there is a good local institution network, there is a cooperation with various institution such as Disaster Management Community Group in Cibodas Village with Community Protection, integrated service post and red cross of West Bandung. The real effort can be done by integrating disaster risk reduction into development activity in Cibodas Village, to reduce disaster risk through cooperation network development    This research has an implication to social work practice where the researcher as a social worker used system in social work practice that is initiator system, change agent system, client system, support system, control system, host system and implementing, target system and activity system. Theoritical implication from this research is the disaster risk reduction effort through network is quit easy to be done if there is a trust and norms with outside party. Keywords: networks, local institution, disaster risk reduction Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat jaringan kerja institusi lokal dalam penanganan terhadap kondisi kerentanan bencana di Desa Cibodas. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok dengan pengurus institusi lokal. Pemeriksaan keabsahan data melalui Uji credibility, Uji transferability, Uji defendability dan Uji comfirmability, analisa data melalui reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Penelitian menunjukkan hasil terbentuknya jaringan kerja institusi lokal, ditandai kerjasama institusi seperti Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana Desa Cibodas dengan Satuan Perlindungan Masyarakat, Pos Pelayanan Terpadu serta Palang Merah Indonesia Kabupaten Bandung Barat, dan diintegrasikannya Pengurangan Resiko Bencana dalam pembangunan desa. Penelitian mempunyai implikasi terhadap praktek pekerjaan sosial, peneliti sebagai pekerja sosial menggunakan sistem praktek pekerjaan sosial yakni sistem pemasaran, sistem pelaku perubahan, sistem kelayan, sistem dukungan, sistem pengawasan, sistem keluarga dan sistem pelaksanaan, sistem sasaran, dan sistem tindakan. Implikasi teoritis penelitian bahwa pengurangan risiko bencana melalui jaringan mudah dilakukan apabila antar pihak terbangun rasa saling percaya dan norma-norma yang mengikat. Kata kunci: jaringan kerja, institusi lokal, pengurangan risiko bencana
BRIEF STRATEGIC FAMILY THERAPY KELUARGA “TT” TERHADAP INTERAKSI SOSIAL “CA” Rakhmania, Dewi Fitri
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 1 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.539 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.46

Abstract

Abstract This article based on result of the research regarding application of Brief Strategic Family Therapy (BSFT) to the "TT” family to increase "CA" social interaction. BSFT focuses on issues and aims to create changes in social interactions that are relevant to the problems identified in the family. In this study the problem of social interactions that arise between parents and teenagers come from parenting capacity constraints. This research has used quantitative approach method with a single-subject design and ABAB model, which the measurements were taken at two periods of baseline and two periods of intervention. Data analysis is applied by testing whether there was a significant increase that occurred in the measurement scores, between the measurement result of baseline condition and the intervention condition. The results using the t-test analysis showed that the application of BSFT through three stages of joining, diagnosing, restructuring of the “TT” family gave significant effect on the social interaction between “CA” and families, through the changes of nurturing made by the parents. Referring to the results, it can be concluded that BSFT can be applied as one intervention technique for children who have social interaction problems derived from the pattern of lack of proper parenting.Keywords: Brief  Strategic Family Therapy (BSFT), social interaction AbstrakArtikel berdasarkan hasil penelitian penerapan Brief Strategic Family Therapy (BSFT) terhadap keluarga “TT” dapat meningkatkan interaksi sosial “CA” dalam keluarga di Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Penerapan BSFT merupakan bentuk terapi keluarga yang berfokus pada masalah dan bertujuan untuk menciptakan perubahan dalam interaksi sosial yang relevan dengan masalah yang diidentifikasi dalam keluarga. Dalam penelitian ini masalah interaksi sosial yang timbul antara remaja dan orangtua bersumber dari keterbatasan kapasitas pengasuhan orangtua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain subjek tunggal yang menggunakan model ABAB di mana pengukuran dilakukan pada dua periode baseline dan dua periode intervensi. Analisa data dilakukan dengan menguji apakah ada peningkatan yang signifikan terjadi pada skor pengukuran, antara hasil pengukuran pada kondisi baseline dengan kondisi intervensi. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t menunjukan bahwa penerapan BSFT yang dilakukan melalui tiga tahap yaitu joining, diagnosing, dan restructuring terhadap keluarga “TT” memberi pengaruh yang signifikan terhadap interaksi sosial “CA” dengan keluarga, melalui perubahan pengasuhan yang dilakukan oleh orangtuanya. Merujuk pada hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa BSFT dapat diterapkan sebagai salah satu teknik intervensi pada anak yang mempunyai masalah interaksi sosial yang bersumber dari pola pengasuhan orangtua yang kurang tepat.Kata Kunci: Brief Strategic Family Therapy, interaksi sosial
KONFORMITAS PADA KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DI KASEPUHAN SINAR RESMI, CISOLOK, SUKABUMI Sundary, Nenden Rainy
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 2 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.778 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i2.14

Abstract

AbstractThe conformity of the homogenous and traditional society is very strong, for example: Sinar Resmi community. The Process of adapting to the community by following the norms and values. The concept of the house building which is made from bamboo, of growing rice naturally and putting it in leuit. They act as the others do and are influenced by what the others do.  It is very interesting to be researched. Sinar Resmi is one of the far-reach communities located in Cisolok, Sukabumi which holds tightly the values. The method used is qualitative. The result shows culture value of Sinar Resmi are the philosophy of human life: life is good.  It is shown by how they maintain the naute, the philosophy of human work: life is earning the life. They do not exploitate it, the philosophy of  human position in space  and time: the future. The concept of saving the rice in leuit. They never face hunger, the philosophy of human relation to the environment: adapting to the natural environment, the philosophy of human relation: dependency to the leader.  They act as the norms and values stated by the leader. The reason of the conformity are respecting to the community leader, to the institution, to the their commitment. The process of adaptation is to know and to understand. The community leader does not give the sanction if they do the wrong norm. Keywords: conformity, far-reach community, culture value AbstrakKonformitas pada masyarakat yang homogen dan traditional sangat kuat, contohnya komunitas Sinar Resmi.  Proses penyesuaian diri dengan masyarakat dengan cara mengindahkan kaidah-kaidah dan nilai-nilai masyarakat. Konsep pada bangunan rumah  terbuat dari bambu,  konsep pada saat menanam padi yaitu mereka tidak menggunakan pupuk atau traktor, konsep pada penyimpanan padi yaitu padi disimpan di leuit Komunitas bertindak atau bertingkah laku seperti yang orang lain lakukan tetapi juga terpengaruh oleh bagaimana orang lain bertindak. Kondisi ini menarik untuk diteliti. Sinar resmi adalah salah satu komunitas Adat yang berlokasi di Cisolok, Sukabumi yang memegang kuat nilai-nilai kelompok.  Konsep-konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga sesuatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai, berharga dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada kehidupan warga masyarakat tersebut. Metode yang digunakan adalah qualitative. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya sinar resmi adalah hakekat dari hidup manusia: hidup itu baik . Hal ini ditunjukkan bagaimana mereka memelihara alam, hakekat dari karya manusia: hidup itu nafkah hidup. Mereka tidak mengeksploitasi alam, hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu: masa yang akan datang. Konsep menyimpan padi di leuit. Mereka tidak pernah kekurangaan padi, hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya: manusia harus menyesuaikan dengan alam, hakekat dari hubungan manusia dengan sesama: ketergantungan kepada pimpinan. Mereka bertindak sesuai dengan norma dan nilai kelompoknya yang diatur oleh ketuanya. Komunitas melakukan konformitas karena kepatuhan pada ketua adat, lembaga dan komitmen di antara mereka.  Proses penyesuaian adalah dengan mengetahui dan memahami. Ketua adat tidak memberikan sanksi apabila komunitas melanggar nilai-nilai yang berlaku. Kata kunci: konformitas, komunitas adat, nilai budaya
PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI LOKAL BINA KELUARGA REMAJA (BKR) NUSA INDAH DALAM PENANGANAN KENAKALAN REMAJA DI DESA CIBIRU WETAN KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Aurina, Rany
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.609 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.143

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan kapasitas organisasi lokal Bina Keluarga Remaja (BKR) Nusa Indah dalam penanganan kenakalan remaja di Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Pengembangan kapasitas organisasi BKR memfokuskan pada aspek Komitmen Bersama, Kepemimpinan, Peraturan Organisasi, Kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Jaringan Kerja.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan design action research. sumber data primer yaitu enam pengurus inti organisasi BKR Nusa Indah dan sumber data sekunder yaitu dokumen-dokumen yang berhubungan dengan organisasi BKR Nusa Indah. Hasil penelitian tindakan ini adalah berkembangnya kapasitas organisasi BKR Nusa Indah dalam penanganan kenakalan remaja. kegiatan pengembangan kapasitas organisasi BKR Nusa Indah tersebut dapat dilihat dari organisasi memiliki komitmen bersama secara tertulis.organisasi BKR Nusa Indah dapat meraencanakan kegiatan-kegiatan yang aktif , inovatif dan produktif terhadap penanganan kenakalan remaja, pengurus dapat memahami tugas dan fungsinya sesuai dengan jabatan dalam struktur organisasi, organisasi memiliki visi dan misi untuk ketercapaian program, organisasi memiliki papan sekertariat sebagai identitas  dan organisasi mampu menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi yang dapat mengembangkan organisasi BKR Nusa Indah seperti PKBM Qomariah dan Dunia Usaha. Berdasarkan hasil model pengembangan kapasitas tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kapasitas organisasi BKR Nusa Indah.  Hal tersebut dapat dilihat bahwa saat ini kapasitas organisasi BKR Nusa Indah sudah dapat berkembang dengan baik dan diharapkan dapat memberikan pengaruh dalam mengurangi angka kenakalan remaja di Desa Cibiru Wetan.  Kata Kunci: Pengembangan Kapasitas, Organisasi Bina Keluarga Remaja (BKR), Kenakalan Remaja
PENGUATAN MANAJEMEN ORGANISASI LOKAL DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF DI BANDUNG Saputra, Putra Pratama
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.481 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.101

Abstract

AbstractThe drug abuse problem that occurs in society these days is very alarming. The existence of the perpetrator and the activity of drug abuse have become a custom of the community. However, permissiveness has shown as if the people let these problems occur. The existence of stakeholders is expected to have a positive impact, so that the functions of society can work well, especially in the prevention of drug abuse. Strengthening the management of local organizations is an effort to prevent drug abuse. This research aims to produce the right model for strengthening the management of local organizations in efforts to prevent drug abuse. The method used in this research is a qualitative research method with action research. The Place of research conducted in RW 18 Sadang Serang Village, Coblong Sub-district, Bandung with a number of main informants and supporting  informant were 9 people out of 7 people. The intervention is done through several activities, namely the Development of Local Organizations "Pemuda Anti NAPZA" (Training Administration and Reorganization Membership Organization), and Build Job Network (Increasing Participation Extention, Benchmark and Audiency). The results showed an increase in management capacity of local organizations "Pemuda Anti NAPZA" in efforts to prevent drug abuse in RW 18 Sadang Serang Village. Final model has been enhanced tending to be more effective in addressing the problem of drug abuse which is occured.Keywords: Local Organisation, Management, NAPZA (Narcotics, Psychotropics and Addicted Subtances), Preventing Drugs AbuseAbstrakMasalah penyalahgunaan NAPZA yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Keberadaan pelaku dan aktivitas penyalahgunaan NAPZA sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat. Akan tetapi, sikap permisif yang ditunjukkan masyarakat seolah-olah membiarkan permasalahan tersebut terjadi. Keberadaan stakeholders diharapkan dapat memberikan dampak positif, sehingga fungsi masyarakat dapat berjalan dengan baik terutama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Penguatan manajemen organisasi lokal merupakan salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model yang tepat untuk penguatan manajemen organisasi lokal dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan (action research). Tempat penelitian dilakukan di RW 18 Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung dengan jumlah informan utama sebanyak 9 orang dan informan pendukung sebanyak 7 orang. Intervensi dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu Pengembangan Organisasi Lokal “Pemuda Anti NAPZA” (Pelatihan Administrasi Organisasi dan Reorganisasi Keanggotaan), serta Membangun Jejaring Kerja (Penyuluhan Peningkatan Partisipasi, Benchmark, dan Audiency). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan manajemen organisasi lokal “Pemuda Anti NAPZA” dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZAdi RW 18 Kelurahan Sadang Serang. Model akhir yang telah disempurnakan cenderung lebih efektif untuk mengatasi masalah penyalahgunana NAPZA yang terjadi.Kata kunci: Manajemen, Organisasi Lokal, NAPZA, Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA

Page 11 of 15 | Total Record : 143