cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
COPING STRATEGY KARYAWAN OUTSOURCING PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL BANDUNG DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN KELUARGA Rizaldi, Fahmi; Rusmana, Aep; Muryanto, Yudi
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.752 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.236

Abstract

Tekanan yang dialami oleh karyawan outsourcing di tempat kerjanya maupun karena tuntutan dalam memenuhi kebutuhan keluarga Mengharuskan mereka untuk beradaptasi dengan menggunakan  memiliki coping strategy yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang coping strategy yang meliputi: karakteristik responden, keaktifan diri, perencanaan, kontrol diri, mencari dukungan emosional, mencari dukungan instrumental, penerimaan, serta religiusitas karyawan outsourcing dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 orang ditentukan melalui teknik sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: kuesioner, studi dokumentasi. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka dan uji reliabilitas menggunakan metode alpha cronbach. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping strategy karyawan outsourcing dalam memenuhi kebutuhan keluarga berada pada kategori tinggi dengan skor 7990. Masalah yang dirasakan karyawan outsourcing terutama dalam memperoleh dukungan informasi karena kurangnya ketersediaan informasi dari professional untuk membantu penyelesaian masalah dan kurangnya transparansi perusahaan penyedia jasa terhadap hak-hak karyawan yang seharusnya mereka dapatkan. Informasi tentang pelayanan yang dapat diakses oleh karyawan outsourcing untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan keluarga sangat dibutuhkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan program ?Peningkatan Dukungan Informasi melalui Education Group di PT. Telekomunikasi Indonesia WITEL Bandung? dengan tujuan untuk memudahkan para karyawan dalam mendapatkan informasi melalui kelompok yang dipimpin oleh professional. Kelompok ini diharapkan dapat memfasilitasi karyawan outourcing untuk saling bertukar fikiran dan berbagi informasi serta pengalaman yang dapat membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi. Kata Kunci: Coping Strategy; Karyawan Outsourcing; Kebutuhan Keluarga.
PEMENUHAN HAK SIPIL DALAM KONTEKS KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT ADAT SUNDA WIWITAN KAMPUNG CIREUNDEU, KOTA CIMAHI, JAWA BARAT Vonika, Nike
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.179 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.252

Abstract

Penganut kepercayaan lokal di Indonesia merupakan kelompok masyarakat yang saat ini masih merasakan adanya pembedaan perlakuan kepada mereka karena status keyakinan mereka yang belum diakui oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena terkait pemenuhan hak sipil bagi masyarakat penganut Sunda Wiwitan, Kampung Cireundeu dalam konteks kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian secara dekriptif. Lebih lanjut penelitian ini menganalisa pemenuhan hak sipil bagi penganut Sunda Wiwitan tersebut mengalami pembedaan jika dibandingkan dengan penganut agama/ keyakinan yang telah diakui pemerintah. Sehingga hal ini berdampak pada pemenuhan hak kesejahteraan sosial yang dilihat dari 4 aspek yaitu aspek mental, aspek sosial, aspek spiritual dan aspek ekonomi.   Kata Kunci:hak sipil, kesejahteraan sosial, penganut kepercayaan, Sunda Wiwitan
PERILAKU PROSOSIAL MASYARAKAT TERHADAP LANJUT USIA TERLANTAR DI KELURAHAN DERWATI KECAMATAN RANCASARI KOTA BANDUNG Daeli, Solima Analisa; ., Pribowo
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.85 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.237

Abstract

Penelitian mengenai ?Perilaku Prososial Masyarakat Terhadap Lanjut Usia Terlantar di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung?, dilatarbelakangi oleh hambatan yang dialami oleh lanjut usia terlantar karena keterbatas fisik dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai karakteristik responden, perilaku menolong, perilaku berbagi perasaan, perilaku kerjasama, perilaku menyumbang dan perilaku memperhatikan kesejahteraan orang lain oleh masyarakat terhadap lanjut usia terlantar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penarikan sampel dengan menggunakan sensus. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 44 orang responden yang terdiri dari Ketua RT dan Ketua RW. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah rating scale dengan ukuran ordinal. Pengujian validitas penelitian ini dilakukan dengan uji validitas muka (face validity) dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku prososial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar di Kelurahan Derwati tergolong baik dengan rincian perilaku menolong pada kategori sedang, perilaku berbagi perasaan kategori tinggi, perilaku kerjasama kategori tinggi, perilaku menyumbang kategori tinggi, perilaku memperhatikan kesejahteraan orang lain sedang. Namun terdapat masalah dibeberapa item pernyataan, dimana masyarakat masih memiliki self gain yang tinggi ketika melakukan tindakan prososial terhadap lanjut usia terlantar. Masyarakat ingin melakukan tindakan prososial terhadap lanjut usia terlantar jika pengorbanan yang ia keluarkan tidak terlalu banyak. Program yang diusulkan dalam peningkatan perilaku prososial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar adalah ?Program Penyuluhan Sosial Mengenai Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia di Kelurahan Derwati?, menggunakan metode pengembangan masyarakat dan teknik edukasi serta teknik kolaborasi yang terdiri dari pemberian materi tentang hak dan kebutuhan lanjut usia serta peran penting masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia.  Kata Kunci: Perilaku Prososial, Masyarakat, Lanjut Usia Terlantar