cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Siddhayatra: Jurnal Arkeologi
ISSN : 08539030     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Art,
Siddhayatra publishes papers devoted to a broad scope in archaeological research comprises quaternary and prehistory, classical archaeology, colonial archaeology, maritime archaeology, epigraphy, ethnoarchaeology, paleoanthropology, zooarchaeology, geoarchaeology and other applied science related with human past.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Jalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 Masehi Sholeh, Kabib
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.58 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.104

Abstract

Secara geografis Sriwijaya memiliki letak kestrategisan pada jalur pelayaran perdagangan yang dilewati para pedagang asing pada abad ke-7 Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jalur pelayaran perdagangan Sriwijaya yang menguntungkan perekonomian Sriwijaya, untuk menganalisis kegiatan perdagangan Sriwijaya dan bagaimana strategi Sriwijaya dalam mempertahankan perekonomiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan keilmuan ekonomologis, politikologis dan sosialogis. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berkuasa di laut dan hasil perekonomiannya diperoleh dari berdagang dan hasil bea pajak. Sriwijaya mampu menjadi penguasa sekaligus pengendali perdagangan di jalur-jalur pelayaran milik Sriwijaya. Sriwijaya menerapkan monopoli perdagangan bagi para pedagang asing yang singgah di Sriwijaya. Dalam mempertahankan keamanan di jalur-jalur pelayaran perdagangan, Sriwijaya mengerahkan seluruh kekuatan armada lautnya dengan dibantu oleh para perompak yang sudah ditaklukan Sriwijaya serta dengan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.
PENYELAMATAN ARCA-ARCA MEGALITIK SITUS PADANGPERIGI KABUPATEN LAHAT Sudaryadi, Agus
Siddhayatra Vol 21, No 1 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.217 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i1.13

Abstract

Penemuan benda purbakala atau sekarang disebut cagar budaya seringkali terjadi karena adanya laporan masyarakat. Itu pun terjadi pada arca-arca megalitik di Desa Padangperigi. Hasil peninjauan menunjukkan arca-arca tersebut dalam kondisi memprihatinkan karena terkena/terendam air sepanjang hari dari sebuah parit. Arca yang lain terkubur sebatas leher dengan kepalanya di dalam parit. Untuk itu perlu dilakukan ekskavasi penyelamatan agar benda cagar budaya tersebut tidak mengalami kerusakan. Ekskavasi ditujukan untuk mengetahui keseluruhan bagian arca, mengalihkan parit, sekaligus untuk menata lingkungannya.
Megalitik Dalam Konteks Kekinian; Legenda Dibalik Batu Larung (Kajian Etnografi Mengenai Hubungan Mitos dan Artefak Megalit) Fahrozi, Muhamad Nofri
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.956 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.86

Abstract

Batu larung merupakan satu dari tinggalan megalitik yang masih tersebar di wilayah merangin. Eksistensi batu larung saat ini memiliki makna tersendiri dalam struktur masyarakat merangin. Batu larung saat ini dimaknai sebagai simbol tertentu yang memiliki fungsi dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji fenomena batu larung di tengah masyarakat merangin. Dengan metode wawancara etnografi dan merefleksikan data arkeologi penelitian ini mendefinisikan masyarakat merangin modern dan mengkaitkannya dengan konsep Batu Larung tersebut. hasil penelitian menunjukan bahwa mitos tertentu yang menyebabkan eksistensi batu larung tetap terjaga
PEMUKIMAN ORANG MELAYU DI BANGKA Novita, Aryandini
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2573.379 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.61

Abstract

Sejarah lokal menyebutkan bahwa pemukiman Melayu yang tertua di Pulau Bangka terdapat di Kota Muntok, yaitu Kampung Tanjung. Dalam perkembangan selanjutnya pemukiman tersebut berkembang lagi ke arah timur yaitu Kampung Pekauman Dalam, Kampung Pemohon dan Kampung Petenun. Saat ini Kampung Pemohon dikenal sebagai Kampung Ulu dan Kampung Petenun dikenal sebagai Kampung Teluk Rubia; sedangkan Kampung Pekauman Dalam sudah tidak diketahui lagi. Persebaran etnis Melayu di Pulau Bangka erat hubungannya dengan sejarah pertambangan timah di pulau ini. Dengan didirikannya  pusat-pusat pengawasan penggalian timah yang dinamakan pangkal yang tersebar di sejumlah wilayah Bangka menyebabkan adanya pemukiman-pemukiman baru yang salah satunya didiami oleh kelompok etnis Melayu. Hingga saat ini selain di Muntok pemukiman Melayu juga masih ditemukan di Kota Pangkalpinang dan Sungailiat.
TIPOLOGI LESUNG BATU DI SITUS PULAU PANGGUNG DAN PAJAR BULAN, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Azmi, Seffiani Dwi; Indriastusti, Kristantina
Siddhayatra Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1875.087 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i2.134

Abstract

Increasing food needs equire people to create equipment that can help their daily lives by utilizing local wisdom. One of the tools created was stone mortar which serves as a container for pounding grains or rice. The number of stone mortar findings can indicate that more community needs must be met. This makes the manufacture of stone mortar which can be seen from the remains scattered in Pajar Bulan Subdistrict so that a typological study of the shapes and reliefs that develop there is needed. The method used is quantitative and qualitative methods with data sources from literature studies. The analysis used is a special analysis, namely through morphological and stylistic analysis to observe the physical characteristics of artifacts. The results obtained are there are 3 types of stone mortar, Oval Circuit (A1) mortar, rectangle with sharp angle (B1), Oval Easimove (A2) type.
Back Cover Siddhayatra Vol. 21 (2) November 2016 Redaksi, Dewan Redaksi
Siddhayatra Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.152 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i2.19

Abstract

Prospek Penelitian Artefak Perunggu Temuan Kerinci Melalui Analisis Metalurgi Sunliensyar, Hafiful Hadi
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1853.031 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.93

Abstract

Temuan artefak perunggu dalam se-abad terakhir di dataran Kerinci diteliti hanya sebatas pada kajian deskripsi dan ikonografi semata. Seringkali data yang didapat belum begitu akurat untuk merekonstruksi budaya masyarakatnya pada masa lampau. Apalagi temuan-temuan tersebut tidak kontekstual lagi. Analisis metalurgi yang telah banyak dilakukan peneliti terhadap temuan artefak perunggu di tempat lain, memberi kesempatan untuk ‘membongkar’ kembali artefak perunggu Kerinci agar dilakukan kajian melalui analisis metalurgi dengan studi komparatif. Melalui pendekatan induktif dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan gambaran tentang prospek penelitian artefak perunggu Kerinci melalui analisis metalurgi. Beberapa prospek penelitian ke depan antara lain: (1) aspek teknis pembuatan artefak tersebut; (2) aspek sosial-ekonomi seperti penelitian jalur perdagangan kuna ke Kerinci pada masa klasik; (3) migrasi artefak atau ideofak mengenai teknologi pembuatan perunggu dari Dongson ke wilayah Kerinci; (4) penelitian mengenai permasalahan apakah artefak perunggu Kerinci diimpor atau diproduksi  secara lokal.
Perempuan dan Tradisi Ziarah Makam Sani, Amilda
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.871 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.82

Abstract

Fenomena ziarah makam berkembang di masyarakat Islam di dunia sebagai muslim pendirian untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa di tempat yang tepat dan waktu yang tepat melalui orang yang tepat yang dapat memperoleh berkat doa mereka meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena tersebut menimbulkan debat dalam Islam. Tulisan ini akan berfokus pada bagaimana makam menjadi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri dan membangun solidaritas di antara mereka dengan fenomena meningkatnya perempuan dalam religiusitas perkotaan. Fenomena ini tidak terlepas dari fungsi ziarah dalam kehidupan perempuan. Makam menjadi ruang bagi perempuan memiliki tempat dalam perlindungan agama dan sosial. Makam membawa tidak hanya ikatan agama antara peziarah dengan dewa melalui wali atau habib. Makam juga menghasilkan bentuk solidaritas sosial di kalangan peziarah. Kehadiran wali dan habib sebagai syafaat peziarah ke dewa sehingga terlepas dari masalah. Makam juga menyajikan ruang bagi perempuanuntuk mendapatkan dukungan sosial dari peziarah lainnya. Makam ke dalam ruang bebas antara nilai-nilai individu dan hubungan yang dibangun di atas solidaritas sosial di antara para peziarah. Fungsi ini membuat perempuan sebagai pendukung untuk makam reproduksi haji tradisi di Indonesia.
Cover Siddhayatra Vol.24 (1) Mei 2019 admin, admin admin
Siddhayatra Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3099.507 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i2.143

Abstract

GEOLOGI SITUS GUA BATU, DESA NAPAL LICIN, KECAMATAN ULU RAWAS, KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA, PROVINSI SUMATERA SELATAN Intan, Muhammad Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2194.669 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i2.24

Abstract

Gua Batu merupakan gua tebing dengan dengan ketinggian 189 meter diatas permukaan air laut. Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum dan tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi geologi yang meliputi aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sumber bahan alat litik. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei lapangan, dan interpretasi data lapangan. Situs Gua Batu dan sekitarnya terbagi atas empat satuan morfologi yaitu satuan morfologi dataran, satuan morfologi bergelombang lemah, satuan morfologi bergelombang kuat, satuan morfologi karst. Batuan penyusun adalah aluvial berumur Holosen, serpih berumur Miosen Awal, batulanau berumur Oligosen-Miosen Awal, dan batugamping berumur Jura–Kapur. Alat litik di Situs Gua Batu berbahan batuan chert, rijang, andesit, jasper, dan fosil kayu, bahan bakunya diperoleh dari Sungai Air Rawas. Alat litik lain yang ditemukan melimpah adalah jenis obsidian yang berlokasi di Bukit Hulu Simpang dan Bukit Legal Tinggi.

Page 3 of 14 | Total Record : 137